Diposkan pada Chapters, KyuYeon (Kyuhyun Jiyeon)

Hoot (Part 2)

1416410092129

Author : Cho Haneul
Title      : HOOT
Type      : Chaptered
Genre    : Romance, Comedy, Friendship

Cast :
– Nam Ji Hyun
– Lee Dong Hae
– Park Ji Yeon as Kim Ji Yeon
– Cho Kyu Hyun
– Byun BaekHyun
– Kim Woo Bin
– Kris Wu
– Kim Tae Yeon

_________________________________________

_04.30 PM, CIEL’s University backyard, Seoul_

Jihyun tersenyum polos, berpura-pura polos lebih tepatnya. Gadis itu berharap bahwa senyum polosnya itu akan membuat namja yang ada dihadapannya ini luluh dan bersedia untuk masuk ke dalam rencana gilanya itu.

“Tidak!”

Jihyun tersentak kaget mendengar nada suara Donghae yang begitu tegas dan tanpa terkesan sedikipun ragu. Pupus sudah harapan Jihyun melihat penolakan tegas dari Donghae, sebab namja itu adalah satu-satunya jalan bagi Jihyun untuk rencana balas dendamnya. Jihyun menatap Donghae dengan wajah yang dibuat semelas dan semerana mungkin. Menurut penilaiannya, Donghae adalah tipe namja yang berhati lembut. Tentunya namja itu takkan tega melihat seorang wanita bersedih, apalagi menangis.

“Hiks… tolong aku sunbae. Hanya kau yang bisa menolongku. Kumohon jadilah namjachingu ku! Aku berjanji akan menjadi yeojachingu yang baik dan akan menuruti semua permintaanmu.” Jihyun berkata dengan nada suara yang begitu lirih disertain dengan mata yang berkaca-kaca.

Wajah Donghae terlihat frustasi. Disatu sisi ia tidak tega melihat seorang gadis memohon sampai menangis seperti ini, namun disatu sisi ia tak mungkin mengikuti rencana konyol Jihyun. Menjadi pacar pura-pura? Oh yang benar saja! Bahkan menjadi pacar sungguhan pun Donghae tak berminat. Terlebih ia tidak mengenal gadis yang dihadapannya ini. Ia hanya tahu bahwa gadis itu bernama Nam Jihyun, berada disemester 4 jurusan Public Relation, dan merupakan sahabat dekat dari Kim Jiyeon. Hanya sebatas itu. Itupun baru Donghae ketahui sekitar 10 menit yang lalu saat Jihyun memperkenalkan dirinya.

“Ini gila! Aku tidak bisa mengabulkan permintaanmu. Aku bahkan tidak mengenalmu.”

“Aku kan sudah memperkenalkan diriku pada sunbae. Namaku Nam Jihyun, berumur 20 tahun, berada disemester 4 jur….”

“Bukan itu maksudku!” Donghae benar-benar frustasi menghadapi hoobae ternekat yang pernah ia temui ini. Sudah banyak hoobae yang menyatakan cinta padanya, tapi baru kali ini ada yang meminta dirinya untuk menjalin hubungan pura-pura hanya demi balas dendam pada mantan kekasih. Sungguh konyol menurut Donghae. Dan gilanya lagi, hoobae-nya ini begitu bebal dan pantang menyerah. Atau jangan-jangan urat malunya sudah putus?

Donghae menghela napas, mencoba untuk bersabar dalam menghadapi Jihyun. “Jihyun-ssi. Maaf, tapi aku benar-benar tidak bisa menolongmu. Aku sedang tidak berniat untuk menjalin hubungan dengan siapapun. Baik nyata ataupun hanya pura-pura. Aku hanya ingin fokus pada tugas akhir dan skripsiku. Kau bisa cari orang lain yang berminat, keunde geu saram naega aniya.”

l4jqxQ23_15d809_c

“Kumohon sunbae…. Hanya kau yang bisa menolongku.”

“Jihyun-ssi, dengar! Ini begitu konyol untukku. Apa keuntungan yang bisa kudapatkan dari menolongmu? Aku bahkan tidak mengenalmu dengan baik. Aku tidak ingin ikut campur dalam masalah percintaan orang lain. Na katda!” Tanpa menunggu jawaban dari Jihyun, Donghae bergegas pergi. Namja tampan itu masih tak habis pikir dengan sosok bernama Nam Jihyun itu. Sebenarnya Donghae agak iba melihat wajah sendu dan mata berkaca-kaca milik Jihyun tadi, tapi Donghae benar-benar tidak ingin berurusan dengan hal yang tidak ada sangkut pautnya dengan dirinya sendiri. Hanya membuang-buang waktu.

 

 

*****

 

 

_07.38 PM, Jiyeon’s Room, Seoul_

“Aku ditolak…”

“Sudah kutebak.”

“Donghae oppa tidak mau membantuku.”

“Tidak mengherankan.”

“Dia bilang rencanaku gila.”

“Benar sekali.”

“Donghae oppa bilang bahwa ia tidak ingin terlibat dalam rencana konyol ku.”

“Aku sudah memperingatkanmu.”

Park-Jiyeon-t-ara-love-shirt-012

Jihyun menoleh kesal kearah Jiyeon yang sedang berbaring diatas sofa. Sahabat tercintanya itu masih bisa-bisanya memojokkannya disaat genting seperti ini. Menurut Jihyun seharusnya Jiyeon menghiburnya, bukan malah semakin membuat perasaannya dongkol tak karuan. Berbeda dengan Jihyun, Jiyeon justru menatap polos kearah sahabatnya, sama sekali tidak merasa bersalah.

c1l7j

“Kau jahat!” Pekik Jihyun sebal.

“Naega wae? Aku kan mengatakan yang sebenarnya. Bukankah dari awal aku sudah bilang bahwa ini takkan berhasil? Lupakan saja rencana bodohmu itu! Atau kalau memang kau masih nekat, setidaknya jangan dengan Donghae sunbae. Ia terlalu susah untuk diraih. Dengan namja yang biasa-biasa saja.” Jiyeon terlihat berpikir sejenak, dan tak berapa lama gadis cantik itu menjentikkan jarinya. “Ah, bagaimana jika Sunggyeol saja? Dia tampak tertarik denganmu.” Usul Jiyeon.

Jihyun langsung menggeleng. “Tidak mau! Aku maunya Lee Donghae! Lee Donghae! Lee Donghae! TITIK!” Balas Jihyun ngotot. Jiyeon hanya dapat menghela napas, sembari dalam hati berdoa pada Tuhan agar diberikan kesabaran tingkat tinggi dalam menghadapi kelakuan abnormal sahabatnya ini.

“Ya ya, kenapa aku seperti mendengar nama Donghae, eo? Apa kalian sedang menggosip tentangnya?”

photo

Kedua gadis itu dikejutkan dengan suara baritone seorang namja. “Aniya oppa. Oppa salah dengar. Apa yang oppa lakukan disini?” Jiyeon menatap Woo Bin sambil tersenyum manis. Woo Bin masih menatap curiga kearah dua orang gadis dihadapannya ini, namun namja tampan itu memilih untuk tak ambil pusing.

“Aku ingin pamit pergi. Di rumah hanya ada kalian berdua, sebab eomma juga sudah pergi tadi. Jangan lupa kunci pintu dan nyalakan lampu jika sudah malam. Aku pergi.”

“Sebentar ya, aku mengunci pintu dulu.” Ujar Jiyeon pada Jihyun yang sudah berbaring terlentang diatas ranjang Jiyeon. Gadis itu hanya menggumam sebagai jawaban. Pikirannya masih terbelenggu oleh Lee Donghae.

‘Ani ani! Pokoknya aku tidak boleh menyerah! Apapun akan aku lakukan untuk bisa mendapatkan Donghae oppa dan memberi pelajaran pada si brengsek Byuntae itu!’

 

 

*****

 

 

Jiyeon tampak sibuk dengan kegiatannya mencuci piring. Itu merupakan salah satu tugas rutin Jiyeon di rumah selain menyapu dan menyiram tanaman. Piring terakhir yang dicucinya Jiyeon letakkan didalam rak, dan sesudah itu ia mengelap tangannya. Jiyeon membalikkan tubuhnya dan detik itu juga tubuhnya membeku seperti patung. Napasnya tercekat kala menatap sosok tinggi nan tampan yang begitu menyilaukan dirinya.

“Hai Ji…” Sapa pria itu sambil tersenyum kecil. Meskipun itu hanya seulas senyuman, namun Jiyeon bersumpah bahwa itu senyuman termanis yang pernah dilihatnya, bahkan mengalahkan senyuman menawan milik sang appa maupun oppanya.

“Annyeong Kris oppa…” Jiyeon berusaha keras agar tidak menampilkan wajah bodohnya didepan Kris. Gadis itu mencoba untuk tenang dan tersenyum anggun.

“Habis mengerjakan tugas rutinmu ya?”

“Ah, ne. Oppa baru datang?”

“Lumayan, kira-kira 20 menit yang lalu. Aku haus, ingin minum.”

Dengan sigap Jiyeon langsung mengambil gelas dan mengisinya dengan Jus Jeruk, lalu ia menyerahkannya pada Kris. Namja itu tersenyum. “Terima kasih, Ji.”

“Haha, ini bukan apa-apa. Dasar Woo Bin oppa. Seharusnya ia menyediakan minum saat temannya datang. Bagaimana mungkin ia membiarkan tamunya mengambil minum sendiri.” Ujar Jiyeon sembari menggelengkan kepalanya. Kris tertawa kecil. “Tidak apa-apa. Kau seperti tidak tahu sifat oppamu saja. Justru jika tiba-tiba dia menjamuku dengan baik itu akan terkesan aneh dan menyeramkan. Seperti bukan dirinya saja.”

Jiyeon ikut tertawa mendengar perkataan Kris. Meskipun percakapan mereka hanya sekedar percakapan ringan yang bahkan tak lebih dari 10 menit, namun Jiyeon selalu merasa bahagia tiap kali bisa berbicara dengan Kris. Ia bahkan merasa jika dirinya dan Kris semakin lama semakin dekat hanya karena waktu mereka berbicara semakin bertambah dalam tiap harinya. Kris bahkan terkadang melemparkan lelucon pada Jiyeon.

“Aku kembali keatas ya, Ji.” Kris berjalan pergi, sedangkan Jiyeon masih tetap terpaku di tempatnya, masih mengagumi sosok tampan itu. “Kenapa ada manusia setampan dirimu, oppa?” Gumam gadis itu.

 

 

*****

 

 

Jiyeon jadi merasa tidak enak dengan Donghae. Yah, karena apalagi kalau bukan karena kelakuan gila sahabatnya itu. Seperti saat ini, ini pertama kalinya dalam hidup Jiyeon dia merasa secanggung ini terhadap pria yang sudah dikenalnya selama kurang lebih lima tahun. Jiyeon memang tidak begitu akrab dengan Donghae, namun juga tidak canggung. Namun situasi kali ini tampak seratus persen berbeda.

“Temanmu itu…” Donghae menatap Jiyeon, mengamati ekspresi yang terpatri diwajah cantik adik sahabatnya itu. “Aneh. Dia memintaku untuk menjadi namjachingu pura-puranya karena dia ingin balas dendam dengan seorang namja. Selama aku hidup baru dia gadis yang meminta hal seperti itu padaku.” Ucap Donghae.

Ryan-Dream-High-2-park-jiyeon-29988612-500-500

Jiyeon meringis. “Ne, dia memang terkadang suka bertingkah aneh dan seenaknya. Padahal aku sudah bilang bahwa itu rencana gila dan oppa takkan pernah sudi untuk ikut masuk dalam rencana itu. Tapi dia tetap bersikeras untuk meminta oppa membantunya. Sungguh, aku sudah mencegahnya semampuku. Maafkan temanku ya oppa. Dia sedang frustasi dengan masalah yang dihadapinya. Lupakan saja permintaan gilanya itu.” Jiyeon berkata sembari menatap Donghae. Donghae tertawa kecil melihat ekspresi panik yang terlihat jelas diwajah Jiyeon. “Hei, tidak perlu sepanik itu. Aku tidak marah padamu, kok. Sungguh!”

original

“Jinjja? Ah, syukurlah. Aku pikir oppa akan marah padaku.”

“Tidak ada alasan bagiku untuk marah padamu. Lagipula yang punya ide gila itu kan temanmu, bukan dirimu. Tapi jika aku boleh tahu, siapa namja yang dimaksud Jihyun?” Tanya Donghae penasaran. Yah, ia begitu penasaran sehebat dan setampan apa namja yang telah sukses membuat seorang gadis sebegitu frustasinya hingga rela mengorbankan harga diri.

Jiyeon meminum susu coklatnya sebelum menjawab, “Byun Baekhyun. Mahasiswa jurusan Marketing semester 4.”

“Namja pendek berwajah bocah itu? Ah, maksudku si Byun Baekhyun yang kekasih Kim Taeyeon itu, kan?” Donghae membenarkan kalimatnya, sadar bahwa dirinya juga tergolong dalam kategori namja pendek berwajah bocah. Jiyeon mengangguk. “Yah, Byun Baekhyun yang itu. Eh, tapi apa oppa mengenal Kim Taeyeon?” Tanya Jiyeon.

“Tidak terlalu mengenal. Hanya sekedar tahu. Kami sama-sama pernah jadi pengurus untuk masa orientasi mahasiswa.”

 

 

*****

 

 

Baekhyun tersenyum kecil, atau lebih tepatnya tersenyum mengejek saat melihat Jihyun yang sedang duduk sendirian di taman kampus. Gadis itu tengah melamun dengan tatapan kosong. Siapapun akan setuju jika Jihyun tampak menyedihkan. Dapat membuat seorang gadis menjadi seperti itu merupakan prestasi tersendiri bagi Baekhyun. Bukankah itu menunjukkan betapa ia seorang cassanova?

Dengan pongah namja itu berjalan menghampiri Jihyun. “Ireoke hajima. Kau tampak begitu menyedihkan.” Ucap Baekhyun. Jihyun tersentak begitu menyadari namja yang dibencinya sedang berdiri dengan pongah dihadapannya. Wajah Jihyun langsung berubah menjadi tak bersahabat. Gadis itu bangkit berdiri. “Mau mencari masalah denganku, eo?”

Baekhyun menggeleng sambil tersenyum sok manis. “Aniya. Hanya ingin melihat keadaanmu. Kau tahu, teman-temanku jadi menjuluki ku nappeun namja gara-gara sudah membuat seorang gadis begitu frustasi hingga nyaris gila begini.”

“Kau memang pantas disebut nap… apa kau bilang tadi? Frustasi hingga nyaris gila? Naega? Cih, mimpi saja kau!” Seru Jihyun emosi. Gadis itu menatap Baekhyun tajam. Jika diibaratkan mungkin dapat dikatakan setajam silet. Kedua tangan gadis itu berada dipinggang, berdiri layaknya bos. “Kau dengar baik-baik Byun Baekhyun! Aku sudah tidak memiliki perasaan lagi padamu. Bahkan aku menyesal kenapa pernah suka dengan namja jelek dan brengsek macam dirimu. Dan satu lagi, aku sudah menemukan namja yang beribu kali jauh lebih baik daripada kau. Jadi, simpan saja rasa percaya dirimu itu dalam-dalam!”

Baekhyun terkekeh geli. “Oh ya? Karena sepenglihatanku kau masih belum bisa seratus persen melupakanku, dan kau bilang jika kau sudah memiliki penggantiku? Kulihat kau masih sendiri dan malah semakin lama semakin tampak merana.”

“MWO?! Yak! Kau pikir aku suka mengumbar kemesraan seperti kau dan noonachingu mu itu?! yang setiap hari harus memakai baju dengan warna yang sama, memakai atribut yang sama, bahkan selalu bertukar pandangan. Seperti anak SMP saja! Aku dan namjachingu ku tidak melakukan hal kekanakan seperti itu. Dia itu pria dewasa.” Ujar Jihyun.

“Ja, kalau begitu buktikan padaku. Pensi minggu depan kau harus datang bersama namjachingumu itu. Jika tidak, maka kuanggap kau pembohong yang menyedihkan. Sampai berjumpa lagi.” Baekhyun menepuk bahu Jihyun yang langsung dengan kasar ditepis oleh gadis berambut panjang itu.

Selepas Baekhyun pergi, Jihyun menjadi semakin frustasi. Gadis itu menepuk-nepuk mulutnya yang dengan begitu lancar mengatakan hal-hal yang hanya akan membuatnya semakin terpuruk. Namjachingu apanya! Donghae bahkan menolak dirinya mentah-mentah.

“Aish, kau memang yeoja ceroboh!” Jihyun merutuk dirinya sendiri.

Sekarang apa yang bisa dilakukan gadis itu? Ada ide?

 

 

*****

 

 

“Woo Bin oppa naega…” Jiyeon terdiam begitu membuka pintu kamar oppanya dan mendapati kamar itu dihuni oleh empat orang namja tampan, Donghae, Kris, Suho dan Kyuhyun. Tapi ada yang kurang. Ia tidak menemukan oppa tercintanya disana.

“Woo Bin sedang keluar bersama Eunhyuk, nanti juga kembali. Kau tampak rapi. Mau pergi?” Tanya Donghae sembari menatap Jiyeon. Gadis itu mengangguk. Ia memang akan pergi ke rumah salah seorang temannya untuk mengerjakan tugas. Ia bahkan baru saja ingin minta diantar oleh Woo Bin dengan mobil karena diluar sedang hujan deras. “Apa mereka baru pergi? Kira-kira lama tidak ya kembalinya?” Tanya Jiyeon.

“Mereka baru saja pergi. Emm, kira-kira sepuluh menit yang lalu. Wae?”

“Aku ingin minta diantar Woo Bin oppa ke rumah temanku. Diluar sedang hujan deras. Tapi ya sudahlah, aku juga tak mungkin menunggu Woo Bin oppa. Bisa-bisa aku terlambat. Aku pergi dulu oppadeul.” Jiyeon baru saja hendak menutup pintu sebelum sebuah suara menghentikannya.

“Aku bisa mengantarmu.”

539790_646046898754671_241952814_n

Jiyeon menoleh dan menatap kearah Kyuhyun. Namja itu baru saja menawarkan diri untuk mengantar Jiyeon. Gadis itu menggeleng. “Tidak usah, nanti merepotkan. Lagian kalian tampaknya sedang sibuk.” Ujar Jiyeon melihat banyaknya buku-buku dan kertas yang berserakan dilantai. Kyuhyun tampak tak suka mendapat penolakan dari Jiyeon. Ia tetap bangkit berdiri dan berjalan menghampiri Jiyeon. “Tidak ada alasan, aku akan tetap mengantarmu. Lagipula kau pikir Woo Bin akan mengizinkanmu pergi sendirian dengan cuaca seperti ini, eo?”

yXeNV

Jiyeon terdiam. Ia tahu betul jawabannya. Woo Bin pasti takkan mengizinkan dirinya pergi.

“Sudah Ji. Perginya diantar Kyuhyun saja ya. Lagipula kami tidak sesibuk kelihatannya kok. Ini juga sudah selesai hanya sedikit revisi saja.” Donghae kembali membuka suara. Jiyeon sempat melirik kearah Kris. Ia berharap jika Kris yang menawarinya tumpangan. Sebab jika iya, maka tanpa ragu ia akan menerimanya. Tapi kenyataannya Kris justru terlihat begitu cuek dan sibuk dengan buku yang ada dihadapannya. Tanpa sadar Jiyeon menghela napas. Ia sedih melihat sikap cuek Kris seperti itu. Bahkan namja itu tidak menatap dirinya.

‘Apa buku itu jauh lebih menarik daripada aku?’

“Ayo kita berangkat sekarang. Kau tidak ingin terlambat, bukan?” Kyuhyun menatap Jiyeon. Gadis itu mengangguk pasrah. Toh, ia tidak memiliki pilihan lain, bukan?

“Ayo.”

 

 *****

 

 

“Kenapa diam sekali?” Kyuhyun memecahkan keheningan didalam mobil yang sudah terjadi selama 10 menit. Jiyeon menoleh kearah namja yang sedang mengemudi itu. Sebenarnya menurut Jiyeon Kyuhyun juga tak kalah tampan dengan Kris. Akan tetapi sifat namja itu yang jahil dan mulutnya yang suka melontarkan kata-kata pedas yang membuat namja itu terlihat begitu minus dimata Jiyeon.

Walaupun Kyuhyun tidak pernah mengatakannya secara langsung, tapi Jiyeon merasa bahwa teman oppanya ini menyimpan perasaan padanya. Bukannya terlalu percaya diri, tapi perhatian yang selalu diberikan Kyuhyun dan pujian-pujian yang sering namja itu tujukan padanya, serta dari bagaimana cara Kyuhyun menatap Jiyeon, semua tergambar jelas. Kyuhyun bukanlah tipe namja yang suka dan pandai berhubungan dengan seorang wanita, bahkan hanya pertemanan sekalipun. Sejauh ini Kyuhyun hanya memiliki dua orang sahabat wanita yang Jiyeon tidak tahu siapa namanya, namun ia sering melihat kedua wanita itu bersama Kyuhyun. Namun, selama Kyuhyun tidak menyatakan cintanya secara langsung, selama itu pula Jiyeon akan berpura-pura buta. Bukankah hatinya sudah ia tetapkan pada Kris Wu seorang?

“Hei, bukannya menjawab, kau malah semakin melamun. Apa yang kau lamunkan? Diriku ya?” Tebak Kyuhyun asal.

Nah, ini dia pertanda lainnya. Kyuhyun itu tipe namja yang pendiam dan bahkan cenderung pemalu terhadap wanita. Tak jarang ia juga bersikap dingin dan ketus pada yeoja yang menurutnya cukup menyebalkan. Namun itu semua tak berlaku pada Jiyeon. Walaupun suka bertingkah menyebalkan, namun Kyuhyun juga acap kali bersikap lembut pada Jiyeon.

“Tidak ada apa-apa. Hanya mengantuk.”

“Begadang lagi?” Tanya Kyuhyun.

“Yah. Aku sudah benar-benar tidak sabar untuk menamatkan dramanya, dan akhirnya aku berhasil!” Ujar Jiyeon bersemangat, membuat Kyuhyun tanpa sadar tersenyum kecil melihat ekspresi yang ditunjukkan Jiyeon. “Bagaimana endingnya?”

“Romantis sekali. Tidak menguras air mata seperti 49 days ataupun membuat hati dongkol karena ending yang gantung seperti The Heirs.”

Kyuhyun tertawa kecil. “Dasar maniak drama.”

Jiyeon mengerucutkan bibirnya. “Hei, sekali-kali oppa juga harus menonton drama. Jangan hanya terpaku pada game saja. Tidak asyik sekali.”

Kyuhyun menoleh sekilas kearah Jiyeon sembari tersenyum sumringah, membuat gadis itu mengernyitkan dahinya. “Wah, kau baru saja memanggilku oppa setelah sekian lama panggilan itu tidak pernah lagi kudengar.” Ucap Kyuhyun gembira.

“Habis kau selalu bertingkah menyebalkan mirip bocah sih.”

“Panggil aku oppa lagi.” Pinta Kyuhyun.

“Sirheo! Sudahlah, mengemudi saja yang benar!” Jiyeon kembali pada dirinya yang biasanya, Kim Jiyeon yang selalu bersikap ketus pada Cho Kyuhyun. Kyuhyun masih tak menyerah. “Ayolah Ji…”

“Tidak!”

“Ayolah sayang…”

“Kya! Jangan memanggilku seperti itu!”

“Wae jagi?” Kyuhyun menatap gadis itu sambil tersenyum usil. Mata Jiyeon langsung melotot kesal. “Geumanhae!” pekiknya.

“Sirheo jagiya.”

“YAK!”

 

 *****

 

 

Jihyun tidak punya pilihan lain. Tetap seperti rencana awal, yaitu meminta Lee Donghae untuk menjadi kekasih bohongannya, atau ia akan menjadi bahan cemoohan Byun Baekhyun. Tentu saja opsi pertama terdengar jauh lebih baik. Maka dari itu disinilah Jihyun, didalam sebuah perpustakaan, sebuah tempat yang nyaris tak pernah ia masuki jika sedang tidak terpaksa harus menjadi buku demi tugas.

Sedang apa Jihyun di perpustakaan? Membaca? Tentu saja bukan! Gadis itu sedang menjadi stalker dadakan.

Tak jauh dari tempatnya berdiri ia dapat melihat Donghae yang tampak sedang mencari buku didepan rak bertuliskan History. Jihyun berdiri disisi seberang rak, sehingga begitu Donghae mengambil buku dirak tersebut namja itu melihat wajah Jihyun yang tengah tersenyum sumringah dihadapannya.

“Annyeong!” Sapa Jihyun yang disertai dengan senyuman terbaiknya. Donghae menghela napas dan kemudian berbalik pergi. “Hei tunggu!” Seru Jihyun dengan suara pelan. Gadis itu berlari-lari kecil menyusul Donghae.

Kesabaran Donghae kembali diuji. Jihyun terus mengikutinya sepanjang hari. Bahkan disaat Donghae keluar kelas, ia sudah mendapati Jihyun berdiri didepan kelasnya. Tampaknya gadis itu sengaja membolos kelas demi mengikuti Donghae. Ia bahkan mengikuti Donghae masuk kedalam sebuah cafe dan dengan santainya Jihyun duduk didepan namja itu, mengabaikan wajah Donghae yang sudah sekusut baju yang belum disetrika.

tumblr_md9hmjaKLS1rng00q

“Annyeong Donghae oppa.” Lihat, Jihyun bahkan sudah memanggil Donghae dengan embel-embel ‘Oppa’ bukannys ‘Sunbae’

“Berhenti mengikutiku!”

“Jadi pacarku dulu baru aku akan berhenti.”

Donghae menggelengkan kepalanya, merasa sulit percaya bahwa ternyata di dunia ini ada gadis yang blak blakan dan tidak tahu malu seperti Jihyun. Pria itu jadi bergidik ngeri membayangkan gadis itu yang selalu muncul dimanapun tanpa bisa diprediksi.

 

*****

Kali ini Jihyun mengikuti Donghae ke lapangan basket kampus. Meskipun tidak terlalu tinggi, tapi Donghae adalah salah satu pemain terbaik di kampus mereka. Tanpa disangka ia bertemu Byun Baekhyun disana. Seperti biasa, Taeyeon hampir selalu berada disisi namja itu. Jihyun baru tahu jika Baekhyun ikut club basket juga.

“Cih, memangnya si cebol Byuntae itu bisa apa!” Cibir Jihyun.

Gadis itu tadinya ingin pergi, namun ia memutuskan untuk tetap berada disana. Baekhyun yang tanpa sengaja melihat Jihyun yang tengah berdiri dipinggir lapangan pun tersenyum kecil. Pria itu merasa bahwa Jihyun berada disana karena dirinya. Karena gadis itu belum dapat melupakan perasaannya.

“Wah, sebegitu rindunya kau padaku? Kau bahkan tak sanggup untuk menunggu hingga acara pensi. Dan lagi, ku lihat kau tetap sendiri. Aku jadi semakin yakin jika kau hanya membual soal namjachingu mu itu.” Baekhyun tersenyum mengejek.

Jihyun menatap pria itu tajam. “Kau salah! Aku justru disini karena kekasihku. Ia juga pemain disini. Ah, bahkan dia salah satu pemain terbaik.” Ucap Jihyun sombong, membuat Baekhyun mengernyit. Pria itu menoleh kearah anggota basket yang sedang latihan, mengira-ngira siapa namja yang dimaksud.

Sial bagi Donghae, dengan polosnya namja itu berjalan didekat mereka hingga tanpa pikir panjang Jihyun langsung menarik dan mengapit lengan Donghae. Pria berwajah melankolis itu bahkan tidak sempat melakukan penolakan karena sedetik kemudian ia hanya bisa menatap cengo kearah Jihyun.

“Perkenalkan, ini kekasihku Lee Donghae. Kau pasti mengenal sunbae mu ini, kan?”

 

 

-To Be Continued-

Iklan

Penulis:

Just a simple girl who loves music, food and blue sky

20 tanggapan untuk “Hoot (Part 2)

  1. jihyun ceroboh banget sampe bilang kayak gitu ckckckck
    sekarang jadi bingung kan harus gimana ._.
    baekhyun jg ngeselin ih pake ngeledekin segala sombong banget sih mentang2 jihyun blm bisa move on duuuh
    kyu sama jiyi bener2 lucu banget apalagi pas lg berantem kayak gitu ahahaha
    kris sebenernya suka sama jiyi ga ya atau dia udah punya yeoja duluan :’)

  2. ahahaha ckck pasti donghae shock bingit tuh…kkk…gak kbyang wajah cengo donghae….hahaha…..lg2 suka moment nya kyuyeon….aaahhh daebak

  3. Hahahhaha tingkah jihyun benar2 lucu blak-blakan apa nanti donghae oppa akan mengikuti permainan jihyun…???
    Ff eonni keren-keren semua susah di tebak…mau lanjut baca maraton dulu eonni gomawo..sukses teruss….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s