Diposkan pada FICLET, KyuLa Couple (Kyuhyun Haneul)

Another One Fine Evening

Kyula

Author : Cho Haneul
Title      : (KyuLa Couple Series) Another One Fine Evening
Type     : Ficlet
Genre   : Romance, Drama, Comedy

Cast :
– Choi Haneul
– Cho Kyuhyun

_______________________________________

_@Haneul’s Apartement, 07:12 PM, Seoul_

Kyuhyun menghempaskan tubuh lelahnya keatas sofa. Pria berkulit pucat itu memejamkan matanya sembari mengurut pelipisnya dengan perlahan. Jangan ditanya bagaimana lelah diri namja itu setelah menyelesaikan serangkaian konsernya bersama member Super Junior yang lainnya dibeberapa Negara tetangga dan bahkan hingga ke benua seberang. Belum lagi ia harus menjalani jadwal pribadinya sebagai MC disalah satu acara TV. Kyuhyun agak bisa bernapas lega karena ia sudah menyelesaikan promo mini album solonya dan juga drama musical. Yah, setidaknya ia jadi memiliki sedikit waktu luang untuk bersantai, dan tentunya bermanja-manja ria dengan tunangannya.

Ngomong-ngomong soal tunangan, Kyuhyun sedari tadi belum melihat gadisnya itu. Ia memang bisa leluasa keluar masuk apartemen Haneul karena ia tahu nomor kode kunci apartemen gadisnya itu. Kyuhyun berjalan menuju kamar Haneul. Ia sempat mengetuk pintu bercat putih itu, namun tidak mendapat sahutan dari si pemilik kamar. Dengan perlahan Kyuhyun membuka pintu kamar gadis itu yang ternyata tidak dikunci. Kyuhyun agak mengernyit heran karena biasanya Haneul selalu mengunci pintu kamarnya.

“Tumben sekali tidur tanpa mengunci pintu.” Gumam Kyuhyun saat melihat Haneul yang ternyata tengah tertidur lelap diatas ranjang berseprai biru itu dengan headset yang masih menyumbat kedua telinganya serta sebuah novel roman yang terletak disamping kepalanya. Tampaknya Haneul ketiduran kala sedang membaca novel. Kyuhyun duduk disisi ranjang Haneul sembari mengamati wajah gadisnya yang tengah tertidur pulas itu. “Cantik…” Bisik Kyuhyun nyaris tak terdengar. Dengan gemas dicubitnya pelan kedua pipi Haneul dan kemudian mengecup kedua pipi itu dengan lembut. Dalam hati tak henti-hentinya Kyuhyun memuji kecantikan gadis yang sudah dicap sebagai miliknya itu. Agak berlebihan memang, namun bukankah hal seperti itu lumrah terjadi pada orang yang tengah kasmaran?

Kyuhyun berinisiatif untuk melepaskan headset itu dari telinga Haneul, mengingat bahwa tidak baik tidur dengan memakai headset. Namja itu sempat terdiam, sebelum beberapa detik kemudian wajahnya menjadi sumringah. Sebuah senyuman teduh terukir dibibirnya begitu mengetahui bahwa Haneul menjadikan lagu-lagu solo miliknya sebagai pengantar tidur bagi gadis itu. Bukankah itu hal sangat manis? Jika tidak mengingat Haneul yang tengah asyik terlelap, maka Kyuhyun pasti sudah mengecupi pipi gadis itu berkali-kali, dan oh, bahkan mungkin hingga seluruh wajahnya.

 

*****

 

 

Kedua mata Haneul yang tadinya terpejam mendadak terbuka. Helaan napas yang sarat akan rasa lega terdengar darinya. Gadis itu tidak langsung bangun. Ia masih betah berbaring diatas ranjangnya dengan diselimuti selimut yang tebal, membuatnya merasa hangat. Haneul baru saja bermimpi buruk. Ia memang sering bermimpi aneh, dan kali ini mimpinya bertajuk horror. Didalam mimpinya tadi ia berada di tempat yang asing dan ada sesosok hantu wanita yang mengejar-ngejarnya. Mengingat wajah pucat dan menyeramkan hantu tadi membuat Haneul kembali bergidik ngeri. Baru saja Haneul akan kembali tidur, ia tersentak begitu menyadari bahwa headset yang tadi menyumbat kedua telinganya sudah berpindah tempat keatas nakas disebelah ranjangnya.

Haneul terdiam, ‘Oh Tuhan, jangan bilang kalau…’ Pikiran-pikiran aneh mulai menyelimutinya. Bertepatan dengan itu, terdengar suara ribut dari luar kamarnya. Haneul tebak suara itu berasal dari dapur mungil diapartemennya karena suara benda jatuh tadi mirip suara peralatan masak yang jatuh membentur lantai.

Jantung Haneul jadi semakin berdegub kencang. Meskipun takut, namun ia tidak bisa berdiam diri saja. Dengan modal nekat, gadis berusia 19 tahun itu berjalan keluar kamarnya. Langkahnya begitu pelan, nyaris tak megeluarkan suara apapun. Dalam pikiran liarnya Hanel mulai membayangkan wujud menyeramkan yang mungkin akan menyapanya beberapa saat lagi. Sosok wanita berwajah pucat dengan tatapan mata yang menyalang marah disertai dengan mulut yang berdarah-darah. Membayangkan hal tersebut membuat gadis itu tanpa sadar menahan napas.

“Aish, sial!”

Geraman itu membuat jantung Haneul nyaris copot, akan tetapi tak lama perasaan panik yang tadi menyerangnya berangsur menghilang setelah ia mengenali si pemilik suara. ‘Dasar bodoh, bagaimana mungkin aku bisa lupa bahwa dia bisa keluar masuk apartemenku.’

Haneul jadi ingin tertawa mengingat pemikiran bodohnya tadi. Dengan riang disapanya Kyuhyun. “Annyeong oppa. Kau disini ternyata.” Haneul tersenyum manis, namun sedetik kemudian senyuman itu berganti dengan ekspresi panik kala melihat jari Kyuhyun berdarah. Dari dulu Haneul memang selalu panik jika melihat darah, bahkan jika itu hanya luka kecil sekalipun.

“Ya Tuhan, oppa! Tanganmu kenapa? Darahnya banyak sekali!” Haneul bergegas menghampiri Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum kecil. “Aniya, gwenchana. Hanya teriris pisau.” Jawab Kyuhyun. Haneul meringis, seakan-akan yang terluka dan teriris pisau tadi adalah jemarinya. Gadis itu mengamati Kyuhyun yang tengah mencuci jemarinya yang berlumuran darah itu. Lukanya memang tidak parah, namun darah yang keluar cukup banyak. Haneul hanya berdiri mematung. Bukannya ia tidak ingin menolong, tapi ia selalu lemas jika melihat darah. Haneul ingat dulu ia pernah menangis sesegukan karena melihat temannya terjatuh hingga bibirnya pecah.

Kyuhyun melirik kearah Haneul. “Punya perban?” Tanya namja itu yang seketika membuat Haneul langsung berlari menuju tempat ia menyimpan peralatan P3K.

“Memangnya oppa ingin masak apa, eo? Kenapa tidak membangunkanku saja?”

“Hei, tidak perlu cemas seperti itu. Ini hanya luka kecil. Apalagi aku ini namja. Bagi kami luka seperti ini tidak ada sakitnya sama sekali. Aku bahkan pernah mendapat yang lebih parah.” Kyuhyun berusaha untuk menenangkan Haneul. Gadis itu masih diam terpaku sembari menatap jemari Kyuhyun, jemari favoritnya. “Darahnya banyak sekali tadi.” Gumamnya lirih.

“Tidak apa-apa, aku….”

“Kyaaaa! Letakkan pisaunya!” Seru Haneul seperti orang kebakaran jenggot saat melihat Kyuhyun kembali menyentuh pisau yang beberapa saat lalu telah mengiris salah satu jarinya. “Berikan padaku!”

“Hei, kenapa sih?”

“Baru saja beberapa saat yang lalu oppa mengiris jarimu. Aku tidak mau kau kembali mengiris jari yang lainnya, oh atau bahkan lebih parah, kau memotong jarimu sendiri.” Haneul meringis ngeri membayangkan kemungkinan itu.

Kyuhyun terkekeh kecil. “Ey, kau ini berlebihan sekali. Aku tidak sebodoh itu. Tanganku teriris karena tadi aku sedang mempraktekkan cara Henry mengiris bawang. Terlihat sangat gampang, tapi ternyata begitu susah untuk dipraktekkan.”

“Dasineunhaji anhneunda! Kemampuan masak oppa dan Henry oppa itu bagai langit dan bumi. Henry oppa tentu saja bisa melakukannya dengan mudah. Dia kan mantan peserta master chef.”

“Kau ini masih bisa-bisanya menghinaku.” Kyuhyun bersungut kesal.

“Aniya, aku kan hanya berbicara fakta. Sudah, biar aku saja yang lanjutkan. Oppa duduklah yang manis disana.” Haneul menunjuk ruang TV dengan dagunya. “Buka channel Disney. Biasanya jam segini ada tayangan ulang Dora The Explorer.” Ucap Haneul.

“Yak, kau pikir aku bocah berusia lima tahun? Bahkan bocah berusia lima tahun pun tidak sudi menonton acara seperti itu. Aku ini namja dewasa, masa tontonannya seperti itu. Kenapa tidak sekalian saja menyuruhku menonton Marsha and The Bear?”

Haneul menghentikan kegiatan memasaknya dan menatap Kyuhyun dengan tatapan yang begitu polos, membuat Kyuhyun harus menahan diri untuk tidak mencium wajah gadisnya bertubi-tubi. “Memangnya ada ya kartun dengan judul seperti itu? Kok aku baru mendengarnya ya.”

“Ya ampun, kau ini bagaimana sih! Masa kartun terkenal seperti itu kau tidak tahu?”

“Maaf ya, aku bukan bocah berusia lima tahun yang hobi menonton kartun. Katanya pria dewasa, tapi diam-diam menonton kartun juga.” Haneul geleng-geleng kepala.

Selesai dengan masakannya, Haneul berniat untuk memanggil Kyuhyun yang sepertinya sudah terlarut dalam keasyikan menonton acara TV. Haneul dapat mendengar suara Kyuhyun yang terdengar kesal dan tidak sabar.

“Ya Tuhan, kenapa ada anak sebodoh itu! Tanpa perlu dihitung pun semua anak di alam semesta ini tahu bahwa buku itu hanya ada satu! Ya ya! Aku tahu kau harus melewati sungai terlebih dahulu. Tidak perlu mengulangnya sampai berkali-kali seperti itu! Ya ampun, masa rubah bisa kalah dengan seorang gadis kecil pendek berambut mangkuk?! Dasar rubah bodoh, padahal tinggal sedikit lagi dan kau bisa mencuri buku itu! Ya Tuhan, acara ini benar-benar racun bagi anak-anak!”

Haneul terkikik geli melihat tunangannya yang ternyata diam-diam menonton acara kartun yang dianggapnya kartun terbodoh sedunia itu. Haneul benar-benar tidak menyangka jika Kyuhyun benar-benar sudi menonton kartun itu. Ia sendiri bahkan tidak pernah sudi menonton kartun itu sejak ia kecil hingga sekarang.

“Cih, apanya yang  namja dewasa. Tontonannya bahkan lebih bocah daripada Sunkyu (anak tetangga Haneul).” Gadis itu tertawa geli sembari menggelengkan kepalanya.

 

=====

Annyeong! Aku kembali dengan KyuLa couple series 😀
Sumpah, aku terinspirasi nulis gara2 ngeliat foto Kyuhyun oppa yang jarinya diperban *nunjukfotodicover* dan mengalirlah cerita aneh bin freak ini. Oh iya, aku jg mau minta maaf sama fansnya Dora The Explorer. Sumpah, aku ngga berniat untuk menghina kok, tapi… itu kartun emang ngeselin bgt T__T Yg suka Dora jgn pd ngambek ya hehe 😀 *peace* untuk FF Crushed, masih dalam proses, bakal diusahain update secepetnya. Makasih yang udh pada baca ^^

Iklan

Penulis:

Just a simple girl who loves music, food and blue sky

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s