Diposkan pada Drabble, Pieces Of My Life

Pieces Of My Life (Story 4)

Author : Cho Haneul (Kyula88)
Title       : Pieces Of My Life – First Kiss
Type      : Series/Drabble
Genre   : Romance, Drama

Cast :
– Kim Soyeon (OC)
– Kim Jongin Aka Kai

___________________________________

 

“Soyeon-ah, apa kau dan Jongin sudah melakukan first kiss?” Dengan polosnya ibuku bertanya seperti itu. Sama sekali tidak peduli jika aku bisa saja tersedak puding coklat yang tengah kumakan ini. Aku dapat merasakan wajahku yang memerah dan perasaan gugup yang mati-matian berusaha kusembunyikan.

“Apa sih eomma! Pertanyaanmu aneh!” Ujarku enggan untuk menjawab.

Bukannya malah diam, eomma justru malah semakin ingin tahu. Ia mendekatkan wajahnya ke wajahku sambil tersenyum menggoda. “Ayo mengaku. Kau pasti sering, eo. Bagaimana? Apakah Jongin seorang good kisser?” Tanya eomma sembari mengerlingkan mata. “Ah, pasti ia seorang good kisser. Eomma yakin itu! Lihat saja bibirnya yang seksi itu.”

“Kyaaa! Geumanhe! Aku tidak mau dengar!” Aku berlari ke kamar sembari menutup kedua telingaku. Samar-samar dapat kudengar tawa cekikikan eomma yang tampaknya puas sekali karena sudah berhasil menggoda anak gadisnya ini.

Aish, eomma seperti ini pasti gara-gara menonton ulang drama Playful Kiss -__- Ibuku itu pasti jadi penasaran ingin tahu kehidupan asmara anaknya ini. Ibuku itu memang selalu ingin tahu sesuatu yang seharusnya ia tidak perlu tahu.

First kiss?

Seumur hidup aku belum pernah merasakannya. Jongin memang pernah menciumku, tapi itu hanya didahi dan dipipi. Yah, pernah sih ia nyaris mencium bibirku, tapi endingnya ia malah hanya mengecup ujung bibirku saja. Aku tidak keberatan kok dengan itu. Lagipula aku juga malu dan tidak tahu harus melakukan apa jika tiba-tiba ia mencium bibirku. Aku memang sering melihat adegan berciuman di drama maupun film, tapi sumpah, aku ini sama amatirnya dengan orang yang tidak pernah pacaran -__-”

Tapi…

Aku jadi ingin tahu bagaimana rasanya first kiss itu. Aku ingin tahu bagaimana rasanya jika bibir Jongin menempel di bibirku. Kyaaa! Oh Tuhan, kurasa otakku sudah mulai yadong seperti otak Haneul sahabatku itu >.<

Aku menatap fotoku dan Jongin yang menjadi wallpaper diponselku. Fokusku malah tertuju pada bibir tebalnya itu. Aku… aku ingin first kiss ku!

 

 

*****

 

 

Duduk berdua di beranda rumah sambil mengamati bintang-bintang sudah menjadi rutinitas kencanku bersama Jongin oppa. Aku tidak bisa menyalahkannya. Posisi kami memang sulit. Ia dan aku bisa mendapat masalah besar jika kami ketahuan berkencan. Jadi kurasa kencan seperti ini lebih baik. Lagipula selalu ada hal yang bisa kubicarakan pada Jongin oppa. Dia adalah pendengar yang baik, dan meskipun orang-orang melihatnya sebagai namja yang pendiam, tapi sebenarnya Jongin cukup cerewet kok. Ya, tapi tentu saja sifat itu muncul hanya kepada orang yang dianggap dekat dengannya saja.

“Minggu depan kita menonton di bioskop ya.” Tiba-tiba Jongin mengubah topik pembicaraan kami yang semula membicarakan tentang tingkah konyol member EXO. Aku menoleh kearahnya. “Memang oppa ingin menonton film apa?”

“Blackchat. Kata temanku film itu keren. Aku jadi penasaran. Kita bisa menonton pada jam midnight seperti biasa. Kau tidak keberatan, kan?” Jongin oppa menatapku. Aku tersenyum sambil menggeleng. Mana mungkin aku bisa keberatan. Dia bisa meluangkan waktu untuk pergi bersamaku saja, aku sudah senang bukan main. Jongin oppa kemudian bercerita tentang trailler Blackchat yang sudah dilihatnya di Youtube. Akan tetapi, mataku dengan kurang ajarnya malah menatap lurus kearah bibir seksi Jongin oppa. Mati-matian aku menahan diri agar tidak melompat kepelukannya dan mengecup bibirnya itu.

Jika aku sampai melakukannya maka oknum yang patut disalahkan adalah eomma! Siapa suruh dia bertanya-tanya soal first kiss ku!

“Hei, kau mendengarkanku tidak?”

“Eh? Tentu saja!” Aku mengalihkan pandanganku kearah langit yang gelap. Sepertinya sebentar lagi akan kembali turun hujan.

“Ada yang aneh dengan wajahku?”

“Aniya!” Dengan segera aku menggelengkan kepalaku dan kemudian memasang senyum terbaikku. “Malam ini menginap disini saja ya. Oppa bisa tidur dengan Jino seperti biasa. Tampaknya sebentar lagi akan hujan deras dan oppa tidak membawa mobil.”

Jongin oppa mengangguk, namun matanya menatap intens kearahku, membuatku jadi salah tingkah. Daripada perasaanku semakin tak karuan, aku pun mengajaknya untuk masuk kedalam rumah. Akan tetapi tiba-tiba saja Jongin oppa menahan tanganku.

“Soyeon-ah…” Ia menatap kedua manik mataku dengan intens. Sepintas wajahnya tampak diselimuti dengan keraguan. “Ada apa oppa?”

“Kita sudah berpacaran selama setahun. Em… apa aku boleh… menciummu?” Suara Jongin oppa begitu pelan, nyaris seperti berbisik. Aku bahkan dapat melihat wajahnya yang merona. Omo, apa aku tidak salah? Ia benar-benar sedang meminta izin untuk menciumku?!

“Tapi jika kau belum siap, maka tidak masalah. Aku tidak akan memaksa.” Jongin oppa tersenyum lembut. Hatiku menghangat melihatnya. Aku memang tidak salah memilih namjachingu. Sekarang aku tahu mengapa selama ini ia tidak pernah menciumku. Itu karena dia takut jika aku belum siap. Ya Tuhan, ia adalah namja tersopan yang pernah ku kenal.

“Ayo kita masuk.” Ajaknya.

Kali ini aku yang menahan pergelangan tangannya. Dengan wajah malu-malu tapi mau aku membuka suara. “Aku tidak keberatan kok.” Jawabku tak kalah pelan. Aku tidak bisa melihatnya dengan jelas, namun aku bisa merasa jika Jongin oppa tengah tersenyum manis. Dengan perlahan ia merapikan rambutku yang berantakan karena tertiup angin, lalu ia menyelipkan rambutku dibelakang telingaku sembari jemarinya mengelus lembut pipiku. Aku hanya bisa menunduk malu. Sumpah, ini benar-benar membuatku gugup bahkan lebih parah daripada saat aku harus bernyanyi didepan umum.

Aku memejamkan mataku saat merasakan bibir Jongin oppa menyentuh bibirku. Ia sempat terdiam beberapa saat sebelum dengan lembut ia melumat bibirku. Ciuman kami tidak terlalu intens, namun sangat berkesan maknanya bagiku. Jongin oppa kembali mendekatkan tubuhnya kearahku, tapi kali ini ia tidak menciumku, melainkan menarikku kedalam pelukan hangatnya. Tubuhku yang pendek ini hanya mencapai bahunya saja sehingga ia dapat meletakkan dagunya keatas kepalaku.

“Saranghae…” Bisiknya pelan tepat ditelingaku.

“Nado.” Balasku sambil berbisik juga.

Aku benar-benar merasa bersyukur karena first kiss ku adalah Kim Jongin, namja yang saat ini sangat aku cintai. Aku merasa tidak sia-sia sudah menjaga first kiss ku ini 😀

 

=====

Another karya absurd dari saya 😀 Mohon untuk tidak membashing ya. Ini cuma hasil pemikiran liar saya saja kok, disamping imajinasi liar bersama Kyuhyun oppa haha 😀 See you next time ^^

Iklan

Penulis:

Just a simple girl who loves music, food and blue sky

Ditandai:

2 tanggapan untuk “Pieces Of My Life (Story 4)

  1. Kyaaa.., fanfic ini sumpah bikin aku nge fly” nggak jelas.., huaaa.., 😀
    Ceritanya panjangin dong thorr.., 😀
    Hehehe.., keep writing !! ^^
    Fighting!! =D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s