Diposkan pada Chapters, KyuLa Couple (Kyuhyun Haneul)

Mistake (Part 6)

1416581128399

Author : Cho Haneul
Title      : Mistake
Type      : Chaptered
Genre    : Drama, Romance

Cast :
– Cho Haneul
– Cho Kyuhyun
– Kim Nana (OC)

____________________________________

Aku baru saja selesai menonton pertunjukan drama musical Kyuhyun oppa yang berjudul Robin Hood. Sebenarnya aku bukan penggemar drama musical, namun demi Kyuhyun oppa, aku pun rela menguras uang tabunganku untuk membeli tiket yang harganya nyaris sama dengan harga tiket konser SJ. Tadi sebelum pertunjukkan dimulai, aku sempat mengirim pesan berisi kata-kata semangat dan doa agar semuanya berjalan lancar kepada Kyuhyun oppa.

Aku melangkahkan kakiku keluar dari gedung pertunjukan. Jam sudah menunjukkan pukul 09.22 malam. Sepertinya jika aku berjalan cepat, maka aku masih bisa mengejar kereta terakhir yang akan mengantarku pulang. Tiba-tiba saja ponselku berbunyi. Aku sempat kesusahan mencarinya didalam tasku yang penuh. Lagi-lagi hanya dengan melihat nama itu dapat membuat senyumku merekah dengan bahagianya.

“Halo.”

“Haneul-ya, neon oddi? Jika masih disekitar gedung, maka tunggulah. Uri jib e hamkke kaja.”

“Jinjjayo? Geureom, aku sedang berada didekat kantor pos.”

“Ah, aku tahu dimana. Tunggu aku disana, eo. Lima menit lagi aku sampai.”

Kyuhyun oppa benar-benar sampai lima menit setelahnya. Tanpa banyak bicara aku langsung masuk kedalam mobilnya, takut jika sampai tertangkap oleh kamera netizen.

“Oppa selalu mengendarai mobil sendiri setelah pentas?”

“Aniya. Biasanya aku bersama salah seorang manager.”

“Chukkae. Pertunjukkannya benar-benar hebat sekali. Penonton tampak sangat puas, dan oppa terlihat sangat keren!” Aku mengancungkan dua ibu jariku. Kulihat Kyuhyun oppa yang tampak menahan senyum. Wae? Apa perkataanku aneh? “Waeyo?” Tanyaku agak tersipu malu, takut jika tanpa sadar aku telah melakukan hal yang memalukan.

Kyuhyun oppa menggeleng. “Aniya. Hanya senang saja melihat reaksimu. Berarti aktingku benar-benar bagus haha. Apa sebelum-sebelumnya kau selalu menonton drama musical ku? Kau suka drama musical ya?” Ia bertanya.

“Emm… tidak juga sih. Aku hanya menonton jika aku suka ceritanya saja. Seperti Catch Me If You Can dan Singin In The Rain.” Jawabku agak berbohong. Kan sudah kukatakan bahwa aku bukan penggemar drama musical atau sejenisnya. Tapi aku juga tak mungkin mengatakan yang sebenarnya, bukan? 😀

Selama di perjalanan aku banyak bercerita dengan Kyuhyun oppa. Tentang kelakukan absurd adikku, Naeun, jika sudah berhubungan dengan boy band favoritnya, apalagi EXO dan sekarang BTS. Lalu tentang eonniku yang dulu punya impian untuk menikah dengan Choi Siwon sebelum ia memiliki namjachingu, dan bahkan tentang appaku yang pernah menirukan dance Mr Simple milik SJ. Kyuhyun oppa sesekali tertawa terpingkal mendengar ceritaku. Tawanya selalu membuatku bahagia. Aku senang karena dapat menghadirkan tawa dalam hidupnya. Bukankah itu berarti jika kehadiranku bersifat positif disisinya?

“Ya Tuhan, saudara-saudaramu lucu sekali, apalagi ayah dan adikmu itu. Keunde, apa adikmu benar-benar sempat menjadi stalker, eo?”

“Ya, tapi tidak lama. Dia melakukannya karena benar-benar menyukai EXO, namun belakangan ia merasa itu tidak benar. Itu sama saja dengan melanggar privasi orang lain. Maka dari itu ia berhenti.”

“Wah, tapi adikmu beruntung sekali karena pada akhirnya ia bisa berpacaran dengan idola yang disukainya. Jarang sekali ada kisah seperti itu. Dan lagi yang adikmu sukai adalah Chanyeol, si happy virus EXO itu. Chanyeol itu sangat konyol, yah walaupun dia adalah namja yang baik. Awalnya saat mendengar ceritamu kupikir Naeun suka dengan Suho atau Kai.”

“Haha, oppa salah. Naeun justru tidak terlalu menyukai mereka berdua. Dan yah, dia benar-benar beruntung karena bisa berpacaran dengan idolnya.” Tanpa sadar suaraku menjadi begitu lirih. Aku melirik sekilas kearah Kyuhyun oppa, namun aku tidak menemukan ekspresi apapun diwajahnya. Ia hanya diam sembari menatap fokus kearah jalan dengan kedua tangannya yang memegang kemudi. Lagi-lagi tanpa sadar aku jadi berharap lebih padanya. Padahal aku sudah menetapkan hatiku agar tidak berharap banyak darinya. Hubungan kami hanya sebatas idola dan fans. Yah, mungkin aku sedikit beruntung karena bisa mengenalnya secara pribadi seperti ini.

 

 

*****

 

 

Kyuhyun oppa tidak langsung mengajakku pulang, tapi ia mengajakku makan malam terlebih dahulu. Bukan makan malam romantis memang, tapi aku sangat senang. Kyuhyun oppa mengajakku makan di restoran kecil yang terletak didaerah Myeondong. Restoran ini bukan 24 jam dan dikarenakan sudah agak larut, penggunjung di restoran ini sudah tidak terlalu banyak. Hanya ada 4 orang namja dewasa yang duduk dipojok ruangan dekat jendela dan seorang pria tua yang duduk didekat pintu masuk.

Saat kami masuk, mereka sempat mengalihkan pandangan, namun itu tidak bertahan lama karena sedetik kemudian mereka kembali sibuk dengan kegiatan mereka semula. Kyuhyun oppa pun tidak perlu repot-repot untuk melakukan penyamaran. Toh, orang-orang disini tampak tidak terlalu peduli dengan kehadirannya. Aku bahkan sangsi jika mereka sadar bahwa pria yang disebelahku ini adalah seorang bintang hallyu terkenal.

“Aku dan hyungdeul sering makan disini jika sudah malam hari. Tempatnya cukup nyaman walaupun kecil. Makanan disini sangat enak. Kau harus coba!” Ujarnya bersemangat. Tak lama ia menatapku. “Kau tidak sedang dalam diet atau semacamnya kan? Kebanyakan yeoja enggan makan malam karena takut gendut.”

“Aniya, aku tidak seperti itu. Aku makan apapun dan kapanpun aku suka.” Ucapku diiringi dengan tawa. Kyuhyun oppa tersenyum. “Bagus! Aku suka yeoja yang seperti ini.”

BLUSH!

Dia bilang dia suka yeoja sepertiku?! Aku tak salah dengar, kan? Kyaaaaa!

 

 

*****

 

Sebentar lagi bulan Februari, dan itu berarti ulang tahun Kyuhyun oppa semakin dekat. Bodohnya, aku baru menyadari itu dua minggu sebelum tanggal 3 Februari, sehingga sekarang aku kebingungan mencari kado yang tepat untuk Kyuhyun oppa. Susah sekali untuk memberikannya kado yang bagus namun tidak menguras dompet. Ia seorang hallyu star, memiliki uang banyak dan bahkan juga berasal dari keluarga yang mapan. Kurasa semua hal yang diinginkannya dapat ia beli dengan mudah.

Aku berjalan kebarisan kursi nomor dua dan memilih untuk duduk disebelah Jieun, salah seorang teman sekelasku. Aku terpaku melihatnya yang sedang sibuk merajut. Telaten sekali gadis ini.

“Tumben kau repot-repot seperti ini.”

Jieun tersenyum manis. “Ini hadiah untuk valentine nanti.” Jawabnya yang kembali membuatku ingat bahwa selain ulang tahun Kyuhyun oppa, bulan Februari juga berarti Valentine’s Day. Maklum saja jika aku lupa. Seumur hidup aku tidak pernah benar-benar merayakannya. Tidak lupa kan jika aku tidak pernah memiliki namjachingu? -__-

Melihat Jieun yang sedang merajut syal, membuat sebuah ide muncul dikepalaku. “Jieun-ah, apa itu sulit?” Tanyaku sembari menatap rajutannya yang sudah jadi setengah. Jieun melirik sekilas kearahku sebelum kembali sibuk dengan rajutannya. “Aniya.” Dia menggeleng. “Mungkin akan sedikit sulit pada awalnya, tapi lama kelamaan pasti akan mudah.” Jieun kemudian menatapku sambil tersenyum menggoda. “Tapi, kenapa tiba-tiba kau tertarik ingin membuat? Wah, jangan-jangan diam-diam kau sudah memiliki namjachingu ya?” Tebaknya.

“Aniya aniya! Aku tidak memiliki namjachingu. Lagipula aku tidak berkata bahwa aku juga ingin merajut. Aku… hanya bertanya saja.”

“Hmm, jawaban yang meragukan.”Jieun terkekeh kecil. “Mau kuajari?” tawarnya.

Aku terdiam sejenak, menimbang-nimbang haruskah aku juga membuat syal untuk Kyuhyun oppa? Yah, kurasa ini ide yang cukup baik. Setidaknya buatan tangan sendiri akan lebih berkesan maknanya. Lagipula syal adalah barang yang berguna. Aku menatap Jieun dan kemudian mengangguk, membuat temanku yang imut ini tersenyum manis.

“Ja, ayo kita mulai!”

 

 

*****

 

 

Pada awalnya semua terasa indah, sampai-sampai aku acap kali berfikir jika ini semua hanyalah mimpi semu ku semata. Jika ini semua hanyalah mimpi, berarti suatu saat nanti aku harus siap terbangun dari mimpi indah ini dan menghadapi kenyataan yang kemungkinan pahit.

Kenyataan bahwa aku akan kehilangannya…

Dan aku benar-benar tidak menyangka sekaranglah saatnya aku terbangun dari mimpi indahku ini. Lebih tepatnya dibangunkan secara paksa. Entah mengapa tiba-tiba sikap Kyuhyun oppa berubah padaku. Ia tidak pernah lagi membalas semua pesan atau chat yang kukirim padanya. Ia bahkan juga tidak mau repot-repot untuk sekedar bertukar kabar denganku lagi. Apa dia terlalu sibuk? Atau dia sudah jenuh denganku? Gadis berusia 19 tahun yang sangat membosankan ini. Apa tanpa sadar aku telah melakukan kesalahan fatal?

Berbagai pertanyaan berseliweran didalam kepalaku, namun tak satupun mendapat jawaban yang pasti dan jelas. Dan sedihnya, aku hanya bisa diam dan menanti takdir yang entah akan membawaku kemana. Aku tidak bisa bercerita pada Nana karena selama ini dia tidak tahu jika aku bisa dibilang dekat dengan Kyuhyun oppa. Dan lagi, aku yakin Nana malah akan berbalik mengomeliku dengan berkata “Kan sudah kubilang untuk tidak berharap terlalu banyak pada Kyuhyun!” Yah, Nana pasti akan berkata seperti itu, atau dia akan bilang. “Ini akibatnya jika kau memiliki perasaan tak lazim pada seorang bintang terkenal.”

Daripada perasaanku semakin kacau, maka aku lebih memilih untuk diam. Aku menatap miris seonggok syal rajutan yang sudah setengah jadi itu. Tiba-tiba saja moodku untuk merajut jadi hilang, sehingga syal ini teronggok begitu mengenaskan diatas meja belajarku.

“Haruskah aku melanjutkkannya?”

Untuk yang kesekian kalinya aku kembali melirik ponselku, berharap akan mendapati pesan atau apapun dari Kyuhyun oppa. Akan tetapi hasilnya nihil! Ini bahkan sudah memasuki tanggal satu februari, dan dua hari lagi berarti hari ulang tahun Kyuhyun oppa. “Syalnya bahkan baru jadi setengah.” Keluhku sembari mengamati syal berwarna biru gelap ini.

Kenapa tiba-tiba menjadi seperti ini? Padahal beberapa waktu yang lalu hubungan kami masih sangat baik. Kyuhyun oppa bahkan mengajakku untuk makan malam bersama, bukan? Tapi empat hari setelah itu ia mulai menunjukkan perubahan yang bagiku amat signifikan.

“Hei gadis galau!” Nana mengacak rambutku sembari tersenyum girang. Huh, sopan sekali gadis ini! Nana agak mengernyit saat melihat syal setengah jadiku ini. “Wah, kau merajut? Sejak kapan? Bukankah kau benci sekali melakukan pekerjaan wanita seperti ini?” Ujar Nana seraya melihat hasil rajutanku. “Ini cukup rapi.” tambahnya lagi.

“Hanya sedang ingin. Kau dari mana, eo? Rapi sekali.”

Nana duduk disisi ranjangku sembari membolak-balik lembaran majalah fashion milikku. “Menghadiri rapat club. Kau tahu kan aku ini mahasiswi yang sangat aktif.” Ujarnya menyombongkan diri. Aku mendengus pelan dan kemudian beranjak menuju ranjangku. Aku berbaring disisi kosong sebelah Nana, menatap langit-langit kamar yang berwarna putih bersih.

“Hei, kau ini kenapa sih? Sudah beberapa hari terlihat begitu merana. Wae geure?”

“Aniya. Hanya… bosan.”

“Jinjja? Tapi kali ini tampaknya berbeda dari biasanya. Kali ini kau tampak sangat parah.”

“Aku bosan, kesal, lelah dan sedih. Bisa kau bayangkan sendiri bagaimana rasanya.” Ujarku dengan suara pelan. Nana tampaknya masih ingin bertanya, namun ia mengurungkan niatnya melihatku yang malah memejamkan mata. Kelihatan sekali jika aku ingin menghindari rentetan pertanyaannya yang mirip introgasi yang dilakukan oleh polisi. Selalu detail.

“Karena Tae Woo? Atau… Cho Kyuhyun?”

Aku menghela napas lelah. “Aku benci namja!”

 

 

*****

 

 

Pada akhirnya aku berhasil menyelesaikan syal ini tepat waktu. 20 detik lagi pergantian hari menjadi tanggal 3. Aku masih menatap ponselku dalam diam. Padahal hanya tinggal menekan send, maka ucapan selamat ulang tahun itu akan langsung terkirim ke Kyuhyun oppa. Tapi sayangnya keberanianku menciut sejak tanpa alasan yang jelas ia menjauhiku. Sekarang aku bimbang. Haruskah aku mengirimkan ucapan selama ini serta mengajaknya untuk bertemu?

Atau lebih baik diam saja?

Tapi bagaimana dengan syal yang sudah dengan susah payah kurajut hingga mengorbanku waktu santaiku ini? Dibiarkan begitu saja? Sayang sekali 😦

Sent!

“Aigoo!” Aku tersentak kaget saat tanpa sengaja tanganku malah menyentuh tombol send. Sudah terlambat untuk membatalkan karena pesan itu baru saja terkirim 2 detik yang lalu. “Argh! Jeongmal baboya naega!” Rutukku sembari membenamkan wajahku ke bantal. Kenapa bisa dengan bodohnya aku menekan tombol send?! Malah dipesan itu aku juga mengajak Kyuhyun oppa untuk bertemu serta menanyakan alasannya menjauhiku selama beberapa waktu belakangan ini. Bagaimana jika Kyuhyun oppa malah marah?

Berbagai macam pemikiran datang silih berganti memenuhi otakku hingga membuatku tidak sadar bahwa ada pesan yang masuk kedalam ponselku. Aku baru sadar bahwa ada pesan setelah tanpa sengaja aku mengotak atik ponselku. Napasku tercekat saat melihat pesan masuk yang ternyata dikirim oleh Kyuhyun oppa. Aku ragu untuk membukanya, takut jika ia benar-benar marah padaku. Tapi rasa penasaran juga tak ayal sangat menghantuiku. Aku bahkan tidak bisa tidur karena masih penasaran dengan isi pesan itu. Akhirnya, satu jam setengah setelah pesan itu dikirim, aku baru berani membuka dan membacanya.

Terima kasih atas doanya. Kau ingin bertemu? Geure, uri manna haja. Bagaimana jika lusa? Ada sesuatu yang aku juga ingin katakan padamu.

Entah mengapa aku merasa pesan Kyuhyun oppa kali ini berbeda dengan pesan-pesan yang pernah ia kirim padaku sebelumnya. Pesan kali ini terasa begitu datar dan dingin. Kyuhyun oppa juga bilang bahwa ia juga memiliki hal penting yang ia ingin katakan padaku. Mwonde? Naega gung geumhae.

 

 

*****

 

_Dorm Super Junior_

“Aku akan bertemu dengannya lusa.” Ujar Kyuhyun datar.

Sang manager mengangguk paham. “Kau sudah paham apa yang harus kau lakukan, bukan? Jangan sampai kau menyesal, Kyu.” Sang manager menepuk bahu Kyuhyun pelan sebelum beranjak pergi meninggalkan sang maknae yang masih duduk diam ditempatnya.

 

 

-To Be Continued-

Annyeong~
Jeongmal mianhe kalo cerita ini makin ga jelas T__T FF ini memang sengaja aku buat ngga terlalu complicated karena ide ceritanya sendiri tentang fans yang cinta sama idolanya. Jd masalahnya cuma aku fokusin ke situ aja. Dan untuk sudut pandangnya tetep bakalan pake sudut pandang si cewek, tapi aku juga berencana bakalan nulis sudut pandangnya Kyuhyun oppa. Untung memperjelas apa yang selama ini belum jelas wkwkwk…

makasih banyak buat yang masih setia baca FF gaje ini. semoga FF ini tetap berkenan dihati kalian. Makasih banyak. Annyeong yeorobun~ ^^

Iklan

Penulis:

Just a simple girl who loves music, food and blue sky

9 tanggapan untuk “Mistake (Part 6)

  1. udah keliatannn banget pasti managemant mulai kesal dan tidak suka dengan kedekatan kyuhyun dan haneul makanya
    kyuhyun pengen mengakhiri kedekatannya dengan haneul
    udahlah haneul jangan berharap terlalu banyak

  2. udah keliatannn banget pasti managemant mulai kesal dan tidak suka dengan kedekatan kyuhyun dan haneul makanya
    kyuhyun pengen mengakhiri kedekatannya dengan haneul
    udahlah haneul jangan berharap terlalu banyak sama perasaanmu kekyuhyun yang sulit digapai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s