Diposkan pada Chapters

Hoot (Part 3)

1416410092129

Author : Cho Haneul
Title      : HOOT
Type      : Chaptered
Genre    : Romance, Comedy, Friendship

Cast :
– Nam Ji Hyun
– Lee Dong Hae
– Park Ji Yeon as Kim Ji Yeon
– Cho Kyu Hyun
– Byun BaekHyun
– Kim Woo Bin
– Kris Wu
– Kim Tae Yeon

____________________________________

 

Baekhyun ternganga kaget. Dan oh, jangankan Baekhyun, Donghae si pemilik badan pun jauh lebih kaget. Ia benar-benar tidak menyangka jika keputusannya untuk melewati jalan itu adalah keputusan yang amat salah. Namun terkutuklah sifat Lee Donghae yang baik hati, dermawan, lembut dan penyabar itu. Sebab karena semua sifat baiknya itu, namja tampan itu hanya dapat diam dan pasrah menjadi korban Nam Jihyun. Donghae tidak dapat menolak. Lebih tepatnya tidak tega. Jika ia membantahnya, itu sama saja dengan merendahkan harga diri Jihyun, dan Donghae masih punya hati untuk tidak melakukan hal tersebut.

Sedangkan sang pelaku, Nam Jihyun, dengan percaya dirinya gadis itu merangkul mesra lengan Donghae, merasa bangga karena bisa membuat mulut Baekhyun terbuka lebar. Baekhyun tidak terlalu peduli dengan ekspresi kemenangan yang ditampilkan oleh Jihyun. Ia lebih tertarik untuk mengamati ekspresi Donghae, berusaha mencari celah. Yah, barangkali saja ini semua hanya akal-akalan Jihyun (dan memang benar nyatanya).

“Sunbae… kau dan gadis ini…” Wajah Baekhyun tampak tak yakin dan suaranya pun terdengar ragu. Jihyun tidak memberikan kesempatan bagi Donghae untuk menjawab. Gadis itu mengambil langkah untuk menanggapi perkataan Baekhyun. Jihyun takut jika Donghae tidak dapat diajak untuk bekerja sama dalam situasi genting ini. “Wae? Kau tidak percaya? Tidak terima jika aku berpacaran dengan Donghae oppa?” Ujar Jihyun sinis.

“Tapi…”

“Apa perlu aku dan Donghae oppa berciuman didepanmu untuk membuktikannya, eo?” Tantang Jihyun yang sukses membuat Baekhyun dan Donghae kaget bukan kepalang. Donghae bahkan nyaris terkena serangan jantung saking syoknya dengan ucapan vulgar Jihyun, hoobae yang dinilainya gila ini.

 

 

*****

 

 

Donghae menarik tangan Jihyun menjauh dari lapangan basket. Namja yang masih mengenakan seragam basket itu sengaja membawa Jihyun menjauh dari keramaian untuk meminta penjelasan dari gadis itu. Sebenarnya Jihyun agak takut menghadapi Donghae. Gadis itu sadar betul bahwa ia baru saja melakukan kesalahan besar. Jihyun yakin jika Donghae pasti marah besar padanya. Namun meskipun begitu, Jihyun cukup bersyukur karena Donghae bisa diajak kerja sama tadi.

“Apa maksudnya tadi? Kau ingin memanfaatkanku, eo?” Tanya Donghae kesal.

2455167c4b71c7b1f4e87352ece50b1d

Jihyun menggeleng dengan polosnya. “Aniyo sunbae. Aku tidak bermaksud seperti itu. Aku kan sudah pernah meminta izin agar bisa menjadi kekasih pura-puramu.”

“Tapi aku kan tidak pernah setuju! Kenapa kau masih nekat, hah?”

Jihyun menunduk dalam. “Mianhe.” Ucapnya lirih. “Aku… aku benar-benar terpaksa, sunbae. Aku bahkan tidak sadar saat menarik tanganmu. Semuanya diluar kuasaku.”

“Diluar kuasamu bagaimana? Jelas-jelas kau amat sangat sadar saat melakukannya. Pokoknya ini pertama dan terakhir kalinya aku membantumu. Untuk seterusnya jangan pernah menarikku masuk kedalam masalahmu. Selesaikan sendiri urusanmu dengan Baekhyun!” Donghae berbicara dengan tegas. Jihyun memilih diam, takut jika ia hanya akan membuat emosi Donghae memuncak jika ia banyak bicara.

 

 

 

*****

 

 

Baekhyun tampak uring-uringan. Kejadian beberapa saat yang lalu itu tenyata cukup memberikan tamparan keras bagi dirinya. Sang kekasih, Taeyeon, hanya memperhatikan dalam diam. Namun lama kelamaan gadis yang berusia tiga tahun lebih tua dari pada Baekhyun itu jengah juga. Taeyeon menatap Baekhyun kesal. “Kenapa kau jadi uring-uringan begini sih? Memangnya kenapa jika Donghae dan Nam Jihyun berpacaran? Apa ada yang salah dengan itu?”

Baekhyun menghembuskan napas gusar. “Opseo. Geunyang, maldo andwae. Sulit kupercaya jika gadis membosankan seperti dia bisa mengait pangeran kampus. Rasanya…”

“Kau cemburu?” potong Taeyeon sembari menatap kekasihnya itu tajam. Tanpa menunggu jawaban dari Baekhyun, Taeyeon memilih untuk pergi meninggalkan kekasihnya itu sendirian di meja café.

“Hey, kau mau kemana?” Panggil Baekhyun yang sayangnya tidak ditanggapi oleh Taeyeon.

“Sial!”

 

 

*****

 

 

_Jiyeon’s Room, 03:12 PM, Seoul_

Jiyeon rasanya benar-benar ingin menenggelamkan temannya ini kedalam sungai Han. Bagaimana mungkin seorang gadis bisa-bisanya melakukan hal memalukan seperti memohon-mohon pada seorang namja agar mau menjadi kekasih bohongannya. Dan yang lebih parah, namja tersebut adalah sahabat oppanya. Ini gila!

jiyeon-park-2013 (1)

“Otakmu benar-benar sudah bergeser miss Nam.” Sindir Jiyeon. Jihyun hanya tersenyum polos, sadar betul bahwa memang ada kesalahan di otaknya. “Kau membuatnya semakin rumit. Dan kau membuatku malu sebagai sahabatmu.” Ujar Jiyeon sembari berkacak pinggang.

Jihyun menggenggam tangan Jiyeon dan mengayunkannya, persis seperti anak-anak. “Ayolah Ji, jangan marah padaku ya. Aku benar-benar terdesak sekali. Si Byuntae sialan itu benar-benar menyulut emosiku. Dia sengaja ingin membuatku marah.”

“Kau sudah tahu jika Baekhyun memang seperti itu. Kenapa masih termakan omongan sampahnya itu, eo? Kau seharusnya bisa mengendalikan diri.” Jiyeon menghempaskan tubuhnya keatas ranjangnya yang ditutupi seprai bergambar animasi Frozen. Jihyun ikut-ikutan berbaring disisi Jiyeon. “Ottohke jigeum? Donghae sunbae terlihat sangat marah padaku. Aku ingin minta maaf, keunde naega museowo. Bagaimana jika dia tidak mau memaafkanku?”

“Sudah resiko mu. Makanya, lain kali pikir dulu sebelum bertindak.” Nasihat Jiyeon. Jihyun menghela napas. Wajahnya tampak begitu muram. “Aku benar-benar tidak punya pilihan lain. Aku hanya berusaha untuk tidak tampak menyedihkan didepan Baekhyun. Aku hanya berusaha untuk mempertahankan harga diriku sebagai seorang wanita. Sashil, aku malu sekali dengan Donghae sunbae. Aku tahu bahwa di matanya aku ini tampak seperti yeoja yang tidak ada harga diri. Mati-matian aku meneka rasa gugup dan harga diriku. Tapi sekarang semuanya sia-sia. Justru aku jadi tampak seperti gadis bodoh dan murahan.” Jihyun berkata dengan sedih, membuat Jiyeon jadi iba pada sahabatnya itu.

Jiyeon menoleh kearah Jihyun. “Aku akan membantumu untuk bisa mendapatkan maaf dari Donghae oppa. Yah, setidaknya untuk membersihkan image mu dimatanya. Otte?” Jiyeon tersenyum manis, memperlihatkan eye smilenya. Jihyun langsung mengangguk bersemangat. “Kyaaa! Gomawo baby Ji! Kau yang terbaik!” pujinya seraya memeluk Jiyeon erat.

Donghae, yang ternyata sedari tadi mendengar pembicaraan kedua gadis cantik dari luar kamar, tersenyum lembut mendengar curahan hati Jihyun. Sebenarnya pria itu juga merasa tidak enak hati karena sudah bersikap ketus pada Jihyun. Padahal Jihyun jelas-jelas sangat butuh bantuannya hingga rela merendahkan harga dirinya sebagai seorang yeoja. Tapi untuk urusan satu itu, Donghae akan tetap pada pendiriannya, yaitu menolak ide konyol Jihyun. Tanpa berisik Donghae beranjak pergi dari depan pintu kamar Jiyeon, mengurungkan niatnya untuk mengambil buku yang ada pada Jiyeon.

 

 

*****

 

 

Cho-Kyuhyun-cho-kyuhyun-32068261-500-500

Sumpah, Kyuhyun jengah menghadapi gadis bernama Joo Hyun ini. Gadis ini memang bukan gadis aneh, jahat atau bahkan menyeramkan seperti karakter di drama-drama. Joo Hyun tergolong gadis lumayan cantik dengan segudang bakat dan prestasi. Ia bahkan memiliki sifat yang lembut. Tapi dibalik semua itu, Joo Hyun termasuk tipe orang yang pemaksa dan agak egois. Mungkin karena ia merupakan anak tunggal. Sifat itulah yang membuat Kyuhyun jengah. Joo Hyun mati-matian mengejar cinta Kyuhyun dan memaksa namja itu untuk selalu menerima perhatian yang ia berikan, dan Kyuhyun tidak suka itu! Kyuhyun sudah menggunakan cara halus sampai cara yang menurutnya agak kasar untuk mendorong Joo Hyun menjauh, namun ternyata semua usahanya itu tidak membuahkan hasil.

Joo Hyun seperti permen karet yang sulit untuk disingkirkan.

Seperti saat ini, Joo Hyun dengan suka rela membantu Kyuhyun untuk berberes diruangan yang akan digunakan fakultasnya untuk membuat suatu acara. Padahal Joo Hyun bukan berasal dari fakultas yang sama dengan Kyuhyun. Gadis itu adalah calon dokter, alias mahasiswi fakultas kedokteran.

Sedari tadi gadis-gadis penggosip dari fakultas Kyuhyun tak henti-hentinya berbisik-bisik mengenai Kyuhyun dan Joo Hyun yang mereka anggap sedang melakukan pendekatan. Beberapa bahkan berasumsi bahwa kedua sejoli itu sudah resmi berpacaran, hanya saja belum mau mempublikasikan.

Joo Hyun tentu senang dengan semua gossip tentang dirinya dan Kyuhyun. Ada kebanggaan tersendiri baginya kala mendengar orang-orang menyebut dirinya dan Kyuhyun sebagai pasangan. Akan tetapi hal tersebut berbanding terbalik dengan Kyuhyun. Kyuhyun merasa muak! Apa ia harus menggelar konferensi pers dan menyatakan dengan lantang bahwa ia tidak menyukai Joo Hyun? Gadis yang disukainya adalah Kim Jiyeon, adik sahabatnya.

“Kyuhyun-ah, nanti kau antar aku pulang ya? Ini kan sudah malam dan Hyoyeon eonnie sudah pulang duluan.” Pinta Joo Hyun. Kyuhyun hanya mengangguk malas. Meskipun ia tidak suka Joo Hyun, tapi ia tidak sampai hati membiarkan seorang gadis pulang malam sendirian. Yah, walaupun malam belum terlalu larut. Joo Hyun tersenyum bahagia mendapati respon positif dari Kyuhyun.

 

 

*****

 

 

Joo Hyun sedari tadi mengumbar senyuman, merasa kegirangan karena bisa semobil dengan Kyuhyun. Duduk bersebelahan dalam jarak yang cukup dekat pula. Pandangan mata Joo Hyun tanpa sengaja melihat sebuah gelang perak dengan hiasan kupu-kupu terletak begitu saja di dashbor mobil. Jelas itu gelang wanita. Joo Hyun jadi penasaran dengan pemilik gelang itu, sebab setahunya tidak sembarang wanita bisa mendapat kehormatan untuk naik ke mobil Kyuhyun (itulah salah satu alasan kenapa Joo Hyun begitu girang). Joo Hyun mengambil gelang tersebut lalu mengamatinya. “Ini punya siapa?” Tanya gadis itu sembari menatap Kyuhyun.

Kyuhyun menoleh sekilas, sebelum kembali fokus menatap jalanan. “Punya kekasihku.”

JEDAAAAAR!

Bagai petir di siang bolong kala kemarau, jantung Joo Hyun mencelos begitu mendengar jawaban santai yang keluar dari mulut namja idamannya ini.

“Yeojachingu? Haha, jangan bercanda. Sejak kapan kau memiliki yeojachingu? Aku tidak pernah melihatmu dekat dengan yeoja manapun kecuali Song Qian dan Kim Jiyeon. Song Qian jelas tidak mungkin karena ia sudah memiliki kekasih, dan Kim Jiyeon…” Joo Hyun tersentak. Segera ia menormalkan detak jantungnya sembari berdoa dalam hati jika gadis yang dimaksud Kyuhyun bukan…

“Kim Jiyeon adalah yeojachinguku.”

Hancur sudah…

Joo Hyun tampak seperti mayat hidup. Bernapas namun seakan tidak memiliki jiwa. Pandangan matanya mendadak kosong. “Maldo andwae…” lirihnya.

Kyuhyun mengernyitkan dahi. “Kenapa tidak mungkin?” Nada suara Kyuhyun terdengar agak sebal. Jika sudah menyangkut Jiyeon, maka namja itu akan berubah menjadi sangat sensitif menyayingi wanita yang tengah PMS.

“Dia adik sahabatmu.”

Kyuhyun menyeringai kecil. “Memangnya ada peraturan yang melarang untuk mengencani adik sahabat?”

Dan kali ini Joo Hyun benar-benar terdiam seribu bahasa. Dalam hati Kyuhyun tertawa puas. Dengan begini namja itu berharap agar Joo Hyun mundur teratur dari hidupnya, sebab sampai kapanpun takkan pernah ada tempat gadis tu dihatinya.

 

 

*****

 

 

10747890_1506379229637149_1924052710_n

Jihyun berjalan kikuk melintasi perkarangan fakultas manajemen bisnis, takut jika tiba-tiba berpapasan dengan Donghae. Semenjak kejadian di lapangan basket tempo hari lalu itu Jihyun menjadi sadar bahwa dirinya selama ini sudah bertingkah seperti gadis murahan didepan sunbae tampannya itu. Beruntung saat itu hanya Baekhyun yang mendengar kebohongannya. Jika sampai ada mahasiswa lain yang mendengar, maka terkutuklah Nam Jihyun.

Dalam hati Jihyun tak henti-hentinya berdoa agar ia tidak dipertemukan dengan Donghae. Sebenarnya Jihyun ingin minta maaf pada Donghae, namun ia takut. Terakhir kali, Donghae tampak begitu marah padanya. Jihyun hanya takut jika permintaan maafnya hanya akan ditolak mentah-mentah oleh Donghae.

“Jihyun-ah!”

Jantung Jihyun nyaris copot begitu mendengar ada suara seorang namja yang memanggilnya. Tadinya Jihyun akan memilih untuk berlari menghindar, namun tepukan dibahunya membuat ia sadar bahwa ia tidak dapat melakukan hal tersebut. Perlahan Jihyun menoleh dan ia langsung lega kala hanya mendapati Woo Bin dan Kyuhyun disana. Tidak ada Donghae. Bagus sekali!

“Sedang apa kau disini? Tidak bersama Jiyeon?” Tanya Woo Bin.

Jihyun menggeleng kecil. “Aku ingin bertemu dengan Jeon seonsaengnim. Katanya hari ini ia ada kelas di fakultas ini. Dan Jiyeon, ia sedang mengerjakan tugas bersama teman-teman yang lain.” Jawab Jihyun. Woo Bin mengangguk paham. “Baiklah. Kalau tidak salah tadi Jeon seonsaengnim ada di ruangan 5 lantai 2. Coba saja kesana.”

“Gomawo oppa.” Jihyun melambaikan tangannya sebelum bergegas pergi. Hanya berselang beberapa detik, Donghae muncul menghampiri Woo Bin dan Kyuhyun. Sebenarnya ia sudah daritadi ada disana, tapi Donghae sengaja tidak muncul karena ada Jihyun. Ia masih merasa tak enak hati atas perlakuannya beberapa hari yang lalu. Apalagi setelah ia tanpa sengaja mendengar pengakuan dari Jihyun.

 

 

*****

 

 

Hari ini tanggal merah, yang berarti hari libur nasional. Sejak tadi Jiyeon terlihat sibuk menyiapkan diri untuk pergi ke pameran seni lukis. Gadis cantik itu memang pecinta lukisan, dan pameran ini sudah lama ia nanti-nantikan. Rencananya Jiyeon akan pergi dengan Sujeong, salah seorang teman kuliahnya yang juga pecinta lukisan. Akan tetapi, sehari sebelum acara pameran, Sujeong malah masuk rumah sakit akibat sakit tipus. Jadilah Jiyeon memutuskan untuk tetap pergi seorang diri. Sebelumnya ia sudah mencoba untuk mengajak Jihyun, walaupun Jiyeon tahu bahwa kemungkinan Jihyun akan ikut sangat kecil. Seperti mengharapkan Jeon seonsaengnim akan memberikan nilai A dengan mudah. Sahabatnya itu lebih memilih untuk menghabiskan hari dengan membaca novel roman atau bermain ria dengan laptop tercinta. Yah, tipikal gadis rumahan yang ehem, pemalas.

Jiyeon kembali melirik kearah cermin untuk yang kesekian kalinya. Setelah memastikan bahwa tidak ada yang salah dengan penampilannya, gadis berambut coklat itu meraih tas selempangnya dan berjalan keluar kamar. Rumah terasa sangat sepi. Kedua orangtua Jiyeon masih berada di luar negeri, sedangkan Woo Bin, pagi-pagi sekali oppa tampannya itu sudah pergi entah kemana.

‘Memang lebih baik aku pergi daripada di rumah sendirian.’ Batin Jiyeon sembari mengunci pintu rumah. Dengan langkah ringan ia berjalan menuju halte bis yang ada didekat rumahnya.

 

 

*****

 

 

_Pameran Lukisan, 01:45 PM, Seoul_

m-519001

Dinding-dinding ruangan besar dan luas itu penuh dengan digantungi berbagai macam lukisan. Mata Jiyeon berbinar menatap karya-karya indah hasil goresan kuas para pelukis handal tersebut. Meskipun hanya sendirian, tapi Jiyeon tak tampak canggung. Gadis itu sudah tidak peduli dengan kesendiriannya, sebab lukisan-lukisan itu sudah dengan sukses menghibur dirinya.

Jiyeon kembali berjalan pelan menyusuri sisi lain ruangan yang belum dijamahnya. Mata Jiyeon agak menyipit kala matanya menangkap sosok pria yang cukup familiar untuknya. Namun demikian Jiyeon tidak langsung menyapa. Ia merasa agak ragu. ‘Aku tidak pernah tahu jika Kris oppa penikmat lukisan.’ Batinnya, masih sambil mengamati punggung namja itu.

tumblr_ms2kt2uxUr1rofzc1o1_250

Tiba-tiba namja itu membalikkan badannya sehingga membuat pandangan mereka bertumbukan. Jiyeon langsung tersenyum sumringah mendapati bahwa namja itu memang Kris. Dengan langkah lebar Jiyeon menghampiri sahabat kakaknya itu.

0

“Annyeong oppa. Wah, aku tidak menyangka bisa bertemu denganmu disini. Aku tidak pernah tahu jika kau penikmat lukisan.”

Kris hanya tersenyum menanggapi ocehan Jiyeon. “Kau sendirian?” Tanya Kris.

“Ne. Jihyun tidak mau menemaniku pergi. Dia tidak suka lukisan, sedangkan Woo Bin oppa, pagi-pagi sekali sudah menghilang entah kemana. Tadinya aku berpikir jika kalian pergi bersama. Apa oppa sendirian juga?”

“Awalnya tidak, tapi tiba-tiba saja dia harus pergi. Jadilah disini aku sekarang. Sendirian.”

“Yeoja?” Tanya Jiyeon lagi. Ekspresi gadis itu tiba-tiba saja mendung.

“Ya.” Jawab Kris, membuat Jiyeon menjadi penasaran siapa gerangan gadis beruntung itu. “Kau masih lama disini? Aku belum habis melihat-lihat lukisan disini. Bagaimana jika kita melihatnya bersama-sama?”

Seperti angin surga. Tawaran Kris benar-benar menyejukkan hati Jiyeon. Tanpa ragu Jiyeon langsung mengangguk setuju sembari tersenyum sumringah. Ia bahkan lupa dengan rasa sedih dan penasarannya beberapa detik yang lalu.

 

*****

 

 

“Nan anh ka!” Ujar Jihyun.

“Wae?” Jiyeon langsung mengamit lengan sahabatnya itu. “Ini kan acara pensi yang sudah lama kau nanti-nantikan. Kenapa tiba-tiba tidak ingin pergi, eo?”

Jihyun menghela napas. “Aku tidak ingin bertemu si byuntae sialan itu. Dan lagi, bagaimana jika aku bertemu dengan Donghae sunbae disana? Bukankah Woo Bin oppa dan teman-temannya juga akan datang? Itu berarti Donghae sunbaenim juga akan ada disana. Aku tidak sanggup untuk bertemu dengannya. Aku malu sekali.” Jihyun membenamkan wajahnya ke bantal. Jiyeon tidak peduli. Dengan penuh semangat ia menarik tangan sahabatnya itu. “Tidak ada alasan nona Nam. Lagipula Baekhyun sudah menganggap bahwa kau dan Donghae oppa adalah sepasang kekasih. Ia tidak akan macam-macam denganmu lagi. Ayolah~” Rayu Jiyeon sembari menggoyang-goyangkan tangan Jihyun, persis seperti anak kecil.

Jihyun termenung sejenak. Menatap Jiyeon lalu menunduk, menatap Jiyeon lagi lalu beralih menatap jam dinding berbentuk angry bird yang ada dihadapannya. Ia lalu mendesah pelan, sadar bahwa apapun jawabannya ia akan tetap terdampar di acara pensi itu. “Ara. Aku ikut.”

“Assa! Ayo ayo! Sekarang saatnya bersiap-siap. Mandilah. Aku akan memilihkan pakaian yang keren untukmu.” Ujar Jiyeon bersemangat.

Dengan setengah hati Jihyun melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. Andai saja ia bisa lebih gigih untuk menolak ajakan Jiyeon. Perasaan Jihyun tidak enak. Ia takut hal buruk nan memalukan akan terjadi padanya.

 

 

*****

 

 

_CIEL University, 07:13 PM, Seoul_

Acara pensi digelar dari sore hingga malam hari. Pensi tahun ini tampak begitu sukses dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Terbukti dengan banyaknya tamu yang datang. Bahkan disaat jam sudah menunjukkan pukul 7 malam lewat 13 menit, tamu yang datang semakin banyak. Sejauh ini Jihyun aman-aman saja karena ia belum melihat batang hidung Baekhyun ataupun Donghae. Dan gadis itu berharap akan tetap seperti itu sampai acara pensi selesai.

“Jihyun-ah, aku mau es krim itu.” Tunjuk Jiyeon kearah stan es krim yang tengah dipadati pembeli. Dahi Jihyun mengernyit. “Kau mau berdesak-desakan seperti itu? Kita bisa membeli es krim ditempat lain.” Jihyun begitu enggan harus membayangkan tubuhnya akan berdesak-desakan hanya demi se-cup es krim.

“Tapi ditempat lain takkan seenak disana. Mereka bilang rasanya enak sekali. Aku jadi ingin mencicipi.” Jiyeon menatap penuh minat kearah salah seorang mahasiswi yang lewat dihadapannya dengan es krim ditangan setelah pertarungan yang cukup melelahkan. Hal itu tergambar jelas dari rambut dan baju gadis itu yang begitu berantakan. “Ya sudah, kau tunggu disini. Aku akan mendapatkan es krim itu. Aku janji takkan lama. Otte?”

“Terserah mu saja. Tapi jika lama aku akan langsung pergi.”

“Ara ara. Ja, aku takkan lama.”

Jihyun menatap Jiyeon yang sedang berdesak-desakan demi se-cup es krim. Gadis itu sesekali menggelengkan kepalanya sembari tertawa kecil kala melihat Jiyeon yang bersungut saat didorong atau saat rambutnya tanpa sengaja tertarik. “Dasar Jiyeon.” Gumamnya kecil.

“Kemana namjachingumu?”

DEG

Dengan malas Jihyun menoleh kebelakang, dan tepat dibelakangnya, Byun Baekhyun tengah berdiri dengan angkuhnya. Seringaian mengejek tercetak jelas diwajah baby face-nya itu. Jihyun sudah mengumpat tidak jelas dalam hati. Namun didepan pria satu ini, gadis itu berusaha keras untuk menahan diri.

“Ah, kau lagi. Masih belum puas dengan pernyataanku tempo hari, eo? Apa kau sebegini frustasinya karena aku sudah mendapatkan namja lain, begitu?” Jihyun tersenyum sinis.

“Bagus sekali aktingmu. Aku tidak menyangka kau sebegitu rendahnya hingga berbohong soal namjachingumu padaku. Aku sudah mengamatimu beberapa hari ini dan tebak… aku tahu semuanya. Soal kau dan Donghae sunbae. Kau hanya mengaku-ngaku sebagai kekasihnya. Selama beberapa hari ini aku tidak pernah melihat kalian bersama. Jelas saja, sebab semuanya hanya sandiwaramu.” Baekhyun tertawa puas kala melihat wajah Jihyun yang sudah pucat pasi. Jihyun sendiri sudah tak tahu harus berkata apa, sebab semua yang dikatakan Baekhyun benar adanya. Ia memang telah membual.

Baekhyun semakin merasa diatas awan. Melihat Jihyun begitu terintimidasi merupakan hiburan tersendiri baginya. Seringaian diwajah namja itu semakin melebar. “Kau benar-benar menyedihkan Nam Jihyun. Sekarang kau mengerti bukan mengapa aku mencampakkanmu dan memilih Taeyeon? Itu semua karena kau sangat membosankan. Jeongmal jaemiobseo. Dari awal aku sudah heran, bagaimana mungkin orang seterkenal dan sepopular Donghae sunbaenim mau berkencan dengan gadis sepertimu?!”

“Kenapa tidak mungkin?”

tumblr_n0drw0233q1s9y50ao2_500

Jihyun tercengang melihat Donghae yang tiba-tiba sudah berada disisinya. Jihyun sempat melihat Donghae tersenyum sekilas kepadanya. Mata Jihyun yang sebelumnya sudah berkaca-kaca, kini semakin berkaca-kaca, dan malah tanpa dapat ditahannya, beberapa bulir air matanya meluncur bebas dipipi Jihyun.

“Sunbae, sudahlah. Kau tidak perlu berbohong lagi. Aku sudah tahu bahwa yeoja ini hanya memaksamu untuk berpura-pura menjadi kekasihnya. Lagipula orang popular sepertimu tak pantas bersanding dengan yeoja macam ini. Sunbae hanya akan mempermalukan diri sendiri.”

Ingin sekali rasanya Jihyun menampar mulut kurang ajar Baekhyun dan menendang bokong namja pendek itu atas perkataan kejinya. Tapi tampaknya Donghae akan mewakili keinginannya itu.

Donghae menarik kerah baju Baekhyun, menyebabkan mereka menjadi pusat perhatian orang-orang. Jelas saja, Donghae dikenal sebagai namja lembut dan penyabar. Kejadian ini jelas mengejutkan orang-orang. Donghae berdesis tepat ditelinga Baekhyun. “Jangan sekali-kali menghina seorang yeoja, apalagi yeoja itu adalah kekasihku!”

Baekhyun yang sudah kepalang malu pun tidak mau kalah. Dengan sisa-sisa rasa percaya diri yang masih dimilikinya ia menantang sang sunbae popular itu. “Jika ia memang kekasihmu, maka kau tidak keberatan kan jika harus membuktikannya didepan orang-orang.”

“Apa untungnya untukku?”

“Kau tidak bisa? Ah, berarti ini semua memang sandiwara.”

234496-super-junior-lee-donghae-superjunior-11

Donghae menatap Baekhyun tajam. “Aku bisa melakukan itu. Tapi sebagai gantinya, kau tidak boleh menganggu Jihyun lagi. Nikmati saja hidupmu bersama noona mu itu.” Sindir Donghae. Baekhyun yang memang agak sensitif jika diungkit soal perbandingan umurnya dengan sang kekasih pun akhirnya ikut terbakar emosi.

“Geure! Lagipula tak ada untungnya jika aku menganggu yeojamu itu. Hanya membuang-buang waktuku saja. Tunggu apa lagi? Cepat buktikan jika…”

Belum selesai Baekhyun berbicara, namja itu sudah dikejutkan dengan aksi tiba-tiba Donghae. Tak hanya Baekhyun yang dibuat kaget. Orang-orang yang sedari menonton mereka juga tak kalah kagetnya saat melihat Donghae menarik tubuh Jihyun mendekat ke tubuhnya dan mengecup bibir gadis itu dengan lembut. Pekikan histeris terdengar dari beberapa orang fans Donghae yang mulai detik ini sudah menetapkan Jihyun sebagai musuh abadi mereka.

Dan Jihyun? Oh, gadis itu bahkan nyaris tergeletak tak berdaya diatas tanah.

 

 

 

-To Be Continued-

Iklan

Penulis:

Just a simple girl who loves music, food and blue sky

19 tanggapan untuk “Hoot (Part 3)

  1. awww..dasar pangeran kampus kkkkk kayany si jo hyun bakal jambak si jiyeon gara2 kyuu… aku mau adegan kyuyeon hihi..

  2. Aigooo, udah lama gak mampir kesini. Btw beneran nih chapter depan banyak kyuyeon? /siap siap tebar confetti/ kekekekek. Ditunggu ya ff kyuyeon lainnya dari kamu 🙂

  3. Hai thor! Salam kenal ya, ak reader baru disini 🙂 suka bgt sama ffnya n tiba2 jadi kyuyeon shipper! Ditunggu next partnya ya thor! Hehe

  4. setelah jihyun yg ngaku2 donghae pacarnya sekarang si kyu kalian ga jauh beda wkwkwk
    jihyun untung banget donghae bisa pas banget ada disana kalo engga udah abis deh diintimidasi sama baekhyun :’)
    baekhyun jg rese banget sih pake ngejek jihyun mulu jangan2 dia emang suka sama jihyun tp malu lagi wkwkwk
    ciyeee jihyun dapet ciuman dari hae opp.
    jiyi patah hati deh sekarang ternyata kris punya yeoja, poor jiyi udah sama kyu aja ya :’)

    1. hoho, disini Donghae jd super hero bgt! xD ya tuh, diem2 ternyata si abang kris lg setia nungguin cinta pertamanya 😦 tenang tenang, abang Kyu takkan meninggalkan uri Jiyi hehe

  5. ommo ommo ommo donghae lngsung kissu jihyun….kkk…yaaaakk jihyun menang banyak hehehe…daebaaakkkk…kalo jiyeon liat…..woooaaahhh….0.0

  6. Ige mwoya?
    Astagaaaa sebenernya apa yg terjadi disini
    Jadi sekarang si nemo bantuin jihyun gitu?
    Aaaahhh nggak sabar sama kelanjutan couple ini
    Dan lagi apa yg bakalan terjadi sama kyuyeon couple ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s