Diposkan pada Chapters, KyuYeon (Kyuhyun Jiyeon)

Hoot (Part 4)

1416410092129

Author : Cho Haneul
Title      : HOOT
Type      : Chaptered
Genre    : Romance, Comedy, Friendship

Cast :
– Nam Ji Hyun
– Lee Dong Hae
– Park Ji Yeon as Kim Ji Yeon
– Cho Kyu Hyun
– Byun BaekHyun
– Kim Woo Bin
– Kris Wu

_____________________________

 

“Puas?” Donghae menatap Baekhyun dengan sinis. Namja itu kemudian tersenyum penuh kemenangan begitu melihat ekspresi kaget Baekhyun. Tanpa menunggu jawaban dari pria itu, Donghae menggandeng tangan Jihyun dan membawa gadis itu pergi. Tampaknya mereka harus berbicara empat mata mengenai kejadian beberapa saat lalu itu.

“Wah wah, siapa sangka bahwa Lee Donghae akan menyebabkan skandal heboh seperti ini. Ternyata sisi liarnya selama ini tersimpan begitu rapi.” Ujar Woo Bin sembari terkekeh, merasa salut dengan tindakan temannya yang selama ini terkenal paling kalem diantara mereka.

“Sepertinya kita harus banyak belajar darinya.” Kyuhyun menimpali. Tatapannya tanpa sengaja menangkap sosok Jiyeon, sosok yang sudah dicarinya sejak tadi. Gadis itu terlihat lucu dengan wajah syoknya disertai se-cup es krim ditangan kanannya. Tampak seperti bocah kecil. Melihat itu membuat Kyuhyun merasa gemas. Gemas ingin memeluk dan menciumi adik sahabatnya itu. Tanpa membuang waktu, ia segera melancarkan aksi pendekatannya. Masa bodoh dengan fakta bahwa Jiyeon tergila-gila dengan Kris. Karena bagi Kyuhyun, dirinyalah namja yang pantas untuk bersanding dengan Jiyeon.

Kyuhyun mencubit pipi Jiyeon, membuat gadis itu tersentak dari lamunannya. “Kau benar-benar tampak konyol jika seperti ini.” Ucap Kyuhyun usil yang langsung dihadiahi dengan tatapan sebal oleh Jiyeon. “Pergi sana! Kau merusak pemandangan saja.” Usirnya.

“Ayo ke stan ramalan. Biasanya yeoja labil sepertimu suka dengan hal-hal seperti itu, bukan?”

“Yak yak! Apa maksud ucapanmu itu? Lagipula, memangnya aku mau berjalan bersamamu? Jangan terlalu percaya diri!” Jiyeon bersungut kesal.

Kyuhyun tertawa geli melihat ekspresi kesal Jiyeon yang bahkan menurutnya sangat menggemaskan itu. “Hei, aku tahu bahwa kau tidak suka sendirian ditempat ramai seperti ini. Lagipula Jihyun sudah pergi bersama Donghae. Entah apa yang mereka berdua lakukan sekarang.” Kyuhyun menggelengkan kepalanya. “Jadi, daripada kau berjalan sendirian seperti anak hilang, lebih baik kita berjalan bersama. Kurasa itu ide yang brilian. Ja, ayo kita pergi!” Dengan seenaknya Kyuhyun menarik tangan Jiyeon agar ikut bersamanya. Kali ini Jiyeon tidak menolak, sadar bahwa apapun yang dilakukannya takkan merubah apapun. Cho Kyuhyun memang tipe namja pemaksa.

 

 

*****

 

 

Keadaan kedua anak manusia itu tampak begitu canggung. Baik Donghae maupun Jihyun tampak malu-malu kala mereka bertatapan. Efek dari ciuman tiba-tiba. Donghae berdeham sejenak, lalu menatap Jihyun dengan wajah yang merona. Yah, ia malu dan salah tingkah.

“Maaf…” Ucap Donghae pada akhirnya. “Aku hanya berusaha untuk membantumu. Aku tidak suka melihat sikap arogan bocah ingusan itu.”

“Tidak apa-apa. Seharusnya aku yang minta maaf karena sudah menyeret sunbae dalam masalahku. Aku minta maaf dan juga merasa berterima kasih.” Ucap Jihyun. Mereka berdua kembali terdiam. Jihyun melirik kearah Donghae. “Lalu…. em… bagaimana kelanjutan ini? Sunbae sudah terlanjur membuat orang-orang percaya jika kita memiliki hubungan khusus dan juga… sunbae telah sukses menjadikanku public enemy dalam kurun waktu beberapa detik.”

Donghae tersenyum kecil. “Maaf sekali soal itu. Tapi jangan khawatir, akan kupastikan jika mereka takkan berani mengganggumu.”

“Bagaimana caranya?”

“Karena ini sudah terlanjur, bagaimana jika kita teruskan saja?”

“Mwo? Maksud sunbae kita… berpacaran?!”

“Berpura-pura lebih tepatnya.” Donghae mengoreksi. “Bagaimana?” Namja itu menatap Jihyun intens. Jihyun tentu saja senang bukan main. Bukankah ini memang sudah menjadi keinginannya sejak beberapa waktu belakangan ini? Tanpa ragu gadis itu langsung mengangguk semangat. Senyumnya begitu sumringah. “Ja, ayo kita mulai kencan pertama kita malam ini.” Tanpa sungkan Jihyun menggandeng lengan Donghae. Rasa canggungnya menguap hilang tak berbekas. Donghae hanya dapat menggelengkan kepalanya menghadapi tipe gadis yang blak-blakan dan agak agresif seperti Jihyun. Dalam hati ia berharap semoga keputusannya ini bukanlah keputusan yang bodoh.

 

*****

 

 

Awalnya saja Jiyeon mati-matian menolak ajakan Kyuhyun, walau pada akhirnya menyerah. Tapi yang anehnya, sekarang ini justru Jiyeon yang tampak sekali bersemangat menarik tangan Kyuhyun kesana kemari, mengunjungi stan-stan menarik yang ada disana.

“Cih, tadi setengah mati sok jual mahal, sekarang mahal kau yang keasyikan.” Sindir Kyuhyun. Jiyeon memukul perut namja itu dan kemudian menjulurkan lidahnya. “Masa bodoh!” ucapnya cuek. Alih-alih marah ataupun kesal, Kyuhyun justru merasa senang bukan main. Ia selalu suka momen-momen seperti ini. Jiyeon tampak lucu dan menggemaskan. Tanpa dapat ditahan, Kyuhyun menjulurkan tangannya dan mengusap kepala Jiyeon penuh sayang, membuat sang gadis agak tersentak kaget. Namun itu tak lama karena Jiyeon langsung memasang topengnya, yaitu berpura-pura tidak tahu perasaan namja tampan yang berjalan disisinya itu. Hatinya masih terpaku pada Kris. Dan oh! Jiyeon bahkan melupakan niatnya untuk pergi bersama Kris!

“Wae?” Tanya Kyuhyun tiba-tiba. Jiyeon menggeleng kecil. “Aniya.”

Dari sudut matanya Kyuhyun dapat melihat Seohyun yang sedang memperhatikannya, atau lebih tepatnya memperhatikan dirinya dan Jiyeon. Senyum licik tersemat dibibir Kyuhyun. Dengan sigap pria itu merangkul Jiyeon. “Ya ya, apa-apaan ini?” Jiyeon menggerutu kesal sembari berusaha untuk melepaskan rangkulan Kyuhyun.

“Diamlah. Seohyun sedang memperhatikan kita.”

“Lalu apa hubungannya dengan ini?” Jiyeon masih tak mengerti. Ia malah tambah bingung.

Kyuhyun tersenyum manis. “Tentu saja ada hubungannya. Sebab aku bilang padanya bahwa kita adalah sepasang kekasih jadi….”

“Mwo?! Neo micheosseo?!” Jiyeon mendelik kesal. Kyuhyun semakin mengeratkan rangkulannya. “Jangan memasang tampang seperti itu! Jadi tampak bodoh dan menyeramkan.” Olok Kyuhyun.

“Sial!”

Kyuhyun tertawa geli mendengar gadis itu mengumpat. “Sudahlah, terima saja nasib baik ini. Kau seharusnya bangga bisa bersanding denganku. Lagipula tak ada salahnya kan membantu oppa tampanmu ini. Aku tidak sanggup menghadapi Seohyun. Dia terlalu berambisi untuk bersamaku.”

“Huh, katanya raja jahil. Tapi menghadapi seorang yeoja saja tidak mampu!” Ujar Jiyeon. Wajahnya memang menunjukkan kekesalan, tapi pada akhirnya ia tidak menolak keinginan Kyuhyun dan memilih diam mengikuti rencana yang sudah disiapkan oleh namja tampan itu.

“Jika gara-gara ini aku jadi mendapatkan musuh, kau harus bertanggung jawab!” Jiyeon menatap Kyuhyun. Kyuhyun langsung mengancungkan sebelah jempolnya. “Siap nyonya besar! Aku akan langsung menikahimu.”

“Yak! Dasar namja gila!”

 

 

*****

 

 

Dalam waktu semalam berita mengenai Donghae dan Jihyun menyebar secepat kilat layaknya wabah penyakit. Jihyun yang tadinya hanyalah mahasiswi biasa, kini mendadak menjadi mahasiswi yang paling dicari-cari. Semua orang yang tidak melihat kejadian ciuman itu, terlebih para yeoja, amat sangat penasaran dengan sosok yeoja yang dikabarkan tengah menjalin hubungan asmara dengan salah satu namja yang paling diminati di kampus, Lee Donghae. Setelah mereka melihat langsung siapa gadis yang dimaksud, banyak yang protes dan mencibir.

“Donghae sunbae aneh. Dia telah menolak Sandara dan Im YoonA. Dan dia malah memilih gadis tak popular macam itu? Siapa namanya? Aku bahkan tak bisa mengingatnya.”

Jihyun yang ternyata berada dibalik bilik salah satu toilet jelas saja merasa geram. Mati-matian ia berusaha untuk bersabar dan bukannya menerjang gadis-gadis centil yang tengah menggosipi dirinya. Jihyun menghela napas, sadar bahwa ini semua adalah salah satu konsekuensi yang harus dia terima dengan lapang dada.

Tak jauh berbeda dengan Jihyun, Donghae pun juga dipusingkan dengan berbagai pertanyaan yang ditujukan oleh yeoja-yeoja kepada dirinya. Mengenai alasan mengapa ia memilih Jihyun. Dan juga tentang hubungan mereka yang dirasa begitu tiba-tiba.

Donghae tersenyum menanggapi pertanyaan-pertanyaan itu. “Aku sekarang sudah berpacaran dengan Jihyun. Dia gadis yang baik, jadi kumohon untuk tidak menjelekkannya. Kuharap kalian bisa menghargai pilihanku.” Ucap Donghae sopan tapi penuh dengan ketegasan yang menjelaskan bahwa ia tidak suka kehidupan pribadinya diurus oleh orang lain, apalagi oleh orang-orang yang tidak benar-benar mengenal dirinya.

 

*****

_@Starbucks, 5:50 PM, Seoul_

“Sejak kapan kau menyukai Jihyun? Aku bahkan nyaris tak pernah melihat kalian berinteraksi.” Woo Bin menyipitkan matanya. Jelas sekali jika ia curiga dengan hubungan Donghae dan Jihyun. Donghae memang tidak menceritakan perihal sandiwaranya dengan Jihyun kepada sahabat-sahabatnya. Menurutnya ini hal yang hanya cukup diketahui oleh dirinya dan Jihyun saja.

“Dan juga, kemana prinsipmu yang tak ingin berpacaran dulu?” Kali ini Kyuhyun angkat bicara.

Lagi-lagi Donghae hanya mengumbar senyum. “Kalian ini ingin tahu sekali, eo. Lagipula tak ada salahnya kan untuk kembali membuka hati? Hidup ini butuh cinta teman. Tak ada cinta sama saja seperti sayur tanpa garam. Hambar.”

“Haha, kata-katamu semakin lama semakin membuatku mual.” Ujar Kyuhyun.

Woo Bin menyeruput coffeelatte miliknya. “Well, siapapun yeoja yang kau pilih aku turut senang karena aku yakin jika itu yang terbaik untukmu. Lagipula Jihyun gadis yang baik.”

“Terima kasih. Ngomong-ngomong, kemana pangeran Wu kita? Seharian ini aku belum bertemu dengannya.”

Kyuhyun mengedikkan bahunya. “Entahlah. Padahal aku sudah bilang bahwa kita sedang berkumpul disini dan menyuruhnya untuk menyusul. Tapi sampai sekarang belum ada balasan. Mungkin dia sibuk.” Kyuhyun berkata cuek. Sejak awal ia memang tidak terlalu suka dengan Kris. Baginya Kris tidak lebih dari seorang namja sombong yang sok tampan. Donghae dan WooBin lah yang berperan penting hingga membuatnya bisa berteman dengan Kris meskipun tidak terlalu dekat.

 

 

*****

 

 

_@Ciel University’s Cafetaria, 01:12 PM, Seoul_

“Oppa, manhi mokgo.” Jihyun menyuapkan nasi gulung ke mulut Donghae diiringi dengan berpuluh-puluh pasang mata yang menatap mereka iri, atau lebih tepatnya penuh dendam. Jihyun terkikik geli melihat berbagai macam reaksi yang diberikan oleh gadis-gadis itu.

“Katanya kau tidak ingin mencari musuh? Tapi mengapa begini, eo? Tidak lihat tatapan penuh hasrat untuk membunuh itu?” Donghae berbisik. Posisi namja itu yang terkesan begitu intim dengan Jihyun tak ayal membuat fans Donghae semakin kebakaran jenggot.

“Sejak oppa menciumku didepan umum aku sudah mendapatkan selusin haters. Jadi karena sudah terlanjut, maka kenapa tidak diteruskan saja?” Jihyun mengedipkan sebelah matanya sembari tersenyum geli. Niat awal Jihyun sebenarnya hanya ingin membuat Baekhyun cemburu. Yah, Baekhyun juga ada disana bersama beberapa orang temannya. Taeyeon tidak tampak disana, berbeda dari biasanya. Jihyun tidak peduli dimanapun keberadaan gadis itu. Yang dia pedulikan adalah bagaimana membuat Baekhyun menyesal karena sudah mencampakkannya. Sangking menyesalnya hingga namja itu ingin terjun bebas dari atap gedung.

‘Cih, kita lihat siapa yang pada nantinya akan tertawa puas!’ Jihyun melirik sekilas kearah Baekhyun dan ketika tatapan mereka bertumbukan, gadis itu tersenyum mengejek.

Baekhyun menggeram marah. Ia tidak suka melihat pemandangan itu. Entah karena apa. “Kau terlihat marah melihat Jihyun bersama Donghae sunbae. Wae? Bukankah kau sendiri yang mencampakkannya dan memilih untuk bersama Taeyeon?” Chanyeol bertanya dengan bingung, merasa tidak mengerti dengan jalan pikiran temannya ini. Jongin dan Jongdae juga menatap Baekhyun bingung. “Aku pergi.” Bukannya menjawab pertanyaan teman-temannya, Baekhyun malah melengos pergi. Yah, tampak sekali jika emosi namja itu sedang tidak stabil.

“Dasar aneh.” Jongdae menggelengkan kepalanya tak habis pikir.

 

 

*****

 

 

Jiyeon berpapasan dengan Kris didepan pintu rumahnya. Gadis itu langsung tersenyum sumringah. Bahagia bukan main kala melihat namja pujaannya. Dan tampaknya mood Kris sedang baik karena namja itu balas tersenyum tak kalah sumringahnya, hal yang amat jarang ditunjukkan oleh Kris yang biasanya selalu berekspresi dingin dan datar.

“Baru mau pulang? Ini bahkan belum larut malam.” Jiyeon melihat kearah jam tangannya.

“Ne, aku hanya ingin mengantarkan undangan. Kau harus datang ya.” Kris berkata sembari tersenyum manis, membuat jantung Jiyeon semakin berdebar kencang. “Undangan apa? Ulang tahun oppa kan sudah lewat.”

“Haha, bukan ulang tahun. Tapi ini acara pertunanganku.”

“Ne?” Ekspresi wajah Jiyeon langsung berubah. Tubuhnya menegang. Ia menatap Kris dengan tatapan kosong. “Tunangan?” Tanyanya lagi, berharap bahwa tadi ia salah dengar. Tetapi sayangnya pendengaran gadis itu tidak salah. Kris memang akan bertunangan.

“Ya, pesta pertunanganku. Maaf, aku harus pergi sekarang. Sampai jumpa.” Kris melambaikan tangannya dan kemudian berlari-lari kecil menuju mobil sportnya yang diparkir didepan rumah. Mobil Kris sudah tak nampak, namun Jiyeon masih setia berdiri disana. Bibir gadis itu bergetar, matanya berkaca-kaca dan tanpa dapat ditahan sedetik kemudian ia sudah menangis sesegukan. Jiyeon membekap mulutnya dengan kedua tangan, berusaha untuk meredam suara tangisnya. Tapi usahanya tidak membuahkan hasil. Tangisnya justru semakin kencang. Woo Bin kaget mendapati adiknya tengah menangis sesegukan.

“Hei, kau kenapa, Ji? Ada apa?” Tanyanya panik. Sudah lama sekali sejak terakhir kali Woo Bin melihat adiknya menangis sesegukan seperti ini. Jiyeon hanya menggeleng dan memilih untuk melemparkan tubuhnya kepelukan sang kakak. Woo Bin hanya bisa mengelus punggung adiknya tanpa mengerti apa yang terjadi. Untuk saat ini Jiyeon belum bisa ditanyai. “Ayo masuk.” Dengan telaten Woo Bin menuntun Jiyeon untuk masuk kedalam rumah.

 

 

*****

 

 

Kyuhyun mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dikursi sebelahnya tergeletak selembar undangan. Kyuhyun menggeram marah karena ia yakin jika Jiyeon pasti akan terluka jika sampai gadis itu melihat undangan pertunangan Kris dengan wanita bernama Sophia. Kyuhyun sendiri bahkan sangat kaget saat pulang ke rumah dan mendapati undangan itu sudah ada kamarnya, apalagi Jiyeon. Namja itu tidak habis pikir. Selama ini ia tidak pernah melihat Kris dekat dengan seorang wanita, apalagi berpacaran hingga bertunangan seperti ini. Ini bukan April Mop, kan?

Kyuhyun membanting pintu mobilnya asal dan dengan tak sabaran menekan bel rumah keluarga Park. Tak sampai semenit pintu terbuka dan menampakkan Woo Bin yang mengernyit heran melihat Kyuhyun yang tampak gusar. “Wae?” Tanya Woo Bin seraya bergeser, memberi ruang bagi Kyuhyun untuk masuk kedalam.

“Jiyeon dimana?”

“Dia di kamar. Ia sedang dalam suasana hati yang buruk. Entah karena apa. Ada apa? Kau ada perlu dengannya?”

“Undangan Kris. Kau sudah mendapatkannya?” Kyuhyun menatap Woo Bin, sembari dalam hati berharap jika yang menyebabkan suasana hati Jiyeon buruk bukanlah karena selembar undangan sialan itu. Tapi harapannya pupus saat melihat selembar undangan yang sama persis dengan yang ada didalam mobilnya di atas meja makan. “Sial!” Umpat Kyuhyun.

“Ada apa sih? Hei, jangan bilang jika keadaan Jiyeon sekarang ada sangkut pautnya dengan undangan itu.” Woo Bin menatap Kyuhyun.

“Adikmu tergila-gila dengan Kris. Ku kira kau tahu.” Ucap Kyuhyun.

Woo Bin mengusap wajahnya. “Ya Tuhan, aku kira dia hanya sekedar mengagumi. Kau tahu, seperti fans Kris lainnya. Aku tidak tahu jika dia benar-benar mencintai Kris…” Woo Bin menghempaskan tubuhnya ke sofa. Sekarang semuanya menjadi jelas. Pantas saja adiknya terlihat sangat terpukul. Jiyeon pasti sedang merasakan hal sialan yang bernama patah hati. Kyuhyun melirik kearah tangga. Sebenarnya ia ingin sekali melihat Jiyeon secara langsung. Ia ingin menghibur gadis itu. Tapi Kyuhyun sadar bahwa saat ini Jiyeon pasti butuh waktu untuk menenangkan dirinya. Yah, Kyuhyun terlalu mengenal gadis itu. Alih-alih bertemu Jiyeon, Kyuhyun akhirnya memilih untuk duduk disebelah Woo Bin.

“Siapa Sophia? Aku tidak pernah melihat Kris dekat dengan yeoja manapun.” Ujar Kyuhyun.

Woo Bin menghela napas. “Gadis itu cinta pertama Kris. Mereka sudah kenal sejak kecil. Tapi sudah 8 tahun Sophia tinggal di Swedia mengikuti kedua orangtuanya. Mereka sempat tidak berhubungan selama beberapa tahun karena hal itu, sebelum akhirnya mereka kembali bertemu tiga tahun yang lalu saat Sophia kembali ke Korea. Tapi aku pun tidak menyangka jika mereka berpacaran. Kau tahu sendiri kan jika Kris itu begitu tertutup perihal kehidupan pribadinya.”

Kyuhyun membenarkan perkataan Woo Bin. Wajar jika Kyuhyun tidak tahu mengenai Sophia. Ia mengenal Kris saat tahun pertama mereka di perguruan tinggi dan menjadi akrab sejak dua tahun yang lalu. Berbeda dengan Woo Bin yang sudah mengenal Kris sejak SMP. Pikiran Kyuhyun jadi kembali teralih kepada Jiyeon. Sedang apa gadis itu sekarang? Ia sangat ingin bertemu Jiyeon, setidaknya untuk bisa membuatnya tidur nyenyak malam ini.

 

 

*****

 

 

Jiyeon terbangun dengan mata yang sembab. Tidak heran, mengingat gadis itu menghabiskan malam dengan penuh derai air mata. Hatinya kembali sakit mengingat alasan mengapa ia berakhir menyedihkan seperti ini. Kris, lelaki yang selama ini dicintainya, akan bertunangan dengan gadis lain. Oh, selama ini Jiyeon berpikir jika kejadian seperti ini hanya akan terjadi di drama ataupun novel roman.

Dengan malas Jiyeon bangkit dari ranjangnya. Tenggorokannya yang terasa kering memaksanya untuk pergi ke dapur demi memuaskan dahaga. Sekilas Jiyeon dapat melihat pantulan dirinya di cermin. Menyedihkan. Dengan gusar gadis itu menyisir rambutnya dan kemudian mencuci muka. Beruntung hari ini adalah hari minggu sehingga ia tidak perlu repot-repot untuk mencari alasan dibalik mata sembabnya itu. Soal Woo Bin bisa diurusnya nanti. Jiyeon masih belum tahu jika oppanya sudah mengetahui alasan dirinya menangis semalam suntuk.

“Ah…” Desahan lega itu terdengar segera setelah tenggorokan Jiyeon dialiri oleh jus jeruk. Gadis itu menutup pintu kulkas, dan seketika terperanjat kaget mendapati Cho Kyuhyun tengah berdiri dibalik pintu kulkas. Pria itu menatap Jiyeon cukup intens, membuat Jiyeon merasa tidak nyaman.

“Wae geure? Kenapa pagi-pagi sudah disini?” Jiyeon enggan menatap Kyuhyun. Khawatir jika namja itu akan bertanya macam-macam atau malah mengejek mata sembabnya.

“Ayo sarapan. Aku sudah membelikan makanan.” Kyuhyun tersenyum kecil sembari mengelus kepala Jiyeon. Jiyeon membeku mendapat perlakuan seperti itu. Selama ini hanya Woo Bin dan appanya yang kerap memperlakukannya dengan manis dan manja seperti itu. Diam-diam Jiyeon merasa terharu. Terlebih dengan fakta bahwa Kyuhyun sama sekali tidak bertanya macam-macam atau malah mengejeknya seperti yang ia bayangkan tadi. Kedua insan itu makan dalam keheningan. Sesekali Jiyeon akan melirik Kyuhyun. Jiyeon tahu bahwa Kyuhyun selama ini menyukainya, tapi dengan kejamnya ia berpura-pura tidak tahu. Tiba-tiba Jiyeon merasa telah menjadi seorang yeoja yang jahat. Apalagi sekarang ia tahu bahwa patah hati itu rasanya sakit bukan main. Lebih sakit daripada sakit gigi. Setidaknya jika sakit gigi masih akan ada obatnya. Jiyeon kembali menatap Kyuhyun, mengamati sosok tampan itu. Yah, Jiyeon harus mengakui jika Kyuhyun memang namja yang tampan dan juga multitalenta. Sekarang gadis itu bergelut dengan pikirannya.

‘Haruskah aku mulai mencoba untuk memberikan kesempatan padamu?’

 

 

-To Be Continued-

Iklan

Penulis:

Just a simple girl who loves music, food and blue sky

11 tanggapan untuk “Hoot (Part 4)

  1. apa yg akan terjadi pada donghae dan juhyun kekke 🙂
    apa mereka akan terlibat cinta yg sebenarnnya kekke 🙂
    aigoo hub kyuhyun sam jiyoen mungkin ada peningkatan hoho 🙂
    kalo kris sudah pnya calon ,, woo bin sama siapa kekke 🙂
    next^^

  2. horeee baekhyun kebakaran jenggot apa baekhyun sekarang mulai jatuh cinta sama jihyun ahaaaiii pasti seru
    jiyi kasian dia mulai patah hati tapi dia harus terima nasib, tenang jiy ada kyu yg menanti eaaaa lanjut baca ya :3

  3. haaahh kris mau bertunangan sm orang lain….ji masi ada kyu yg slalu bersama mu…akhirnya donghae menerima tawaran jihyun…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s