Diposkan pada Chapters, KyuYeon (Kyuhyun Jiyeon)

The Bodyguard (Part 1)

1425994224260

Author : Cho Haneul
Title      : The Bodyguard
Type     : Chaptered
Genre   : Drama, Romance

Cast :
– Cho Kyuhyun
– Park Jiyeon
– Kim Yura (Kim Ah Young)

__________________________________

_@Park’s House, 07:04 PM, Seoul_

“Apa kau sudah menemukan tempat yang aman bagi cucuku?” Pria tua berambut putih itu menatap lelaki tampan dihadapannya dengan serius. Lelaki tampan berpostur tinggi dan berambut hitam itu mengangguk sopan. “Ne haraboji. Geokjonghajima. Nona muda sudah berada ditempat yang aman. Identitasnya yang sebenarnya juga sudah dirahasiakan. Tidak akan ada yang tahu jika nona adalah bagian dari keluarga ini. Sekarang dimata orang-orang ia hanyalah seorang gadis biasa, bukan pewaris SJ group.”

Pria tua bernama Park Jinyoung mengangguk puas mendengar jawaban dari orang kepercayaannya itu. Pandangannya beralih kesebuah pigura foto yang terletak diatas meja kerjanya. Pigura berisi foto anak, menantu dan cucunya. Segurat kesedihan tampak diwajah yang sudah mengeriput itu. Jauh didalam lubuk hatinya terselip rasa menyesal yang amat sangat. Menyesal karena sempat mensia-siakan keluarganya.

‘Tenanglah cucuku, aku akan berusaha untuk melindungimu dari ketamakan orang-orang itu.’

Park Jinyoung kemudian kembali menoleh kearah pria muda yang masih setia berdiri dihadapannya. “Kerja bagus, Kyuhyun-ah. Terus pantau dan lindungi cucuku. Jangan sampai orang-orang tamak itu mengetahui keberadaannya.”

“Ne, algesimnida.”

 

 *****

 

_08:54 PM, Ulsan_

BRAK!

“ANAK BRENGSEK! DIMANA KAU SEMBUNYIKAN UANG-UANG ITU?!” Teriakan penuh amarah itu menggema di seluruh penjuru rumah sederhana itu. Pria paruh baya itu dengan kejam menendang tubuh ringkih anak gadisnya. Sama sekali tidak ada terselip rasa iba dihatinya kala melihat sang anak sudah merintih tak berdaya. Malah semakin lama ia menjadi semakin bersemangat untuk melayangkan pukulan dan bahkan tendangannya pada sang anak.

“Aku tidak menyembunyikan uang sepeser pun! Kita memang tidak memiliki uang lagi. Appa sudah menghabiskannya untuk minum dan berjudi.” Ujar gadis itu sembari sesegukan.

“YAK! JANGAN BANYAK ALASAN! AKU TAHU KAU PUNYA UANG! BERIKAN UANG ITU!”

“Aku tidak punya uang!”

Dengan geram pria paruh baya itu melepas ikat pinggangnya dan dengan kejam melucuti tubuh sang gadis menggunakan ikat pinggang tersebut. Sontak gadis itu langsung berteriak kesakitan sembari memohon ampun. Tubuhnya bukan hanya dipenuhi memar, namun darah sudah mengalir dari beberapa bagian tubuhnya. Akhirnya gadis itu terkapar tak berdaya dilantai rumah yang dingin dengan air mata yang mengalir deras dari matanya. Ia tampak begitu menyedihkan. Sekilas gadis itu tampak seperti seonggok tubuh tak bernyawa. Hanya helaan napasnya lah yang masih menandakan bahwa gadis itu masih hidup.

“Anak tak berguna! Mati saja kau!”

Puas sudah memukuli anak gadisnya, pria itu melenggang pergi dengan santai seolah tak terjadi apapun. Sang gadis masih tergeletak lemah dilantai. Tubuhnya tak sanggup untuk berdiri. Sekujur tubuhnya terasa sakit jika digerakkan.

“Eomma… mengapa kau meninggalkanku dengan laki-laki brengsek itu? Kenapa kau tidak membawaku pergi bersamamu? Aku sudah tidak kuat. Aku ingin bebas…”

 

 

*****

 

 

Bermodal nekat, Kim Ah Young mengendap-endap pergi dari rumah sederhana yang selama tiga tahun ini menjadi tempatnya bernaung. Hanya dengan berbekal satu ransel besar berisi baju-baju dan uang sebesar dua ratus ribu won, yang selama ini diam-diam berhasil ditabungnya tanpa sepengetahuan sang ayah, Ah Young pun memantapkan hatinya untuk pergi dari kota kelahirannya itu.

Bis berjalan dengan kecepatan sedang melintasi jalanan yang sepi dari kendaraan. Ah Young menatap kosong pemandangan diluar jendela bis. Malam sudah larut dan gadis itu sudah berada cukup jauh dari rumahnya. Bis ini akan membawanya ke Seoul. Sebuah kota indah nan gemerlap, namun sekaligus kota yang memiliki kehidupan yang keras. Ah Young pasrah pada nasib dan takdir yang akan menghampirinya nanti. Bagi gadis itu yang terpenting saat ini adalah ia telah berhasil lepas dari jeratan ayah tirinya yang kejam dan tak mengenal belas kasihan. Persoalan akan tinggal dimana dan bagaimana dirinya akan menyambung hidup, Ah Young akan memikirkan itu nanti. Masih ada waktu lima jam sebelum bis sampai di Seoul.

Rasa lelah dan kantuk tak mampu lagi dibendung oleh gadis itu. Ah Young merapatkan jaket merah lusuh yang membalut tubuh ringkihnya. Ia lalu menyandarkan kepalanya di jendela bis dan tak lama alam mimpi menyambut gadis itu. Membawanya menuju alam bawah sadar dimana hanya ada kedamaian disana.

 

 

*****

 

 

Jiyeon berguling kesana kemari, berusaha untuk mencari posisi yang nyaman untuk dirinya terlelap. Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam lewat, namun matanya masih enggan untuk terpejam. Dengan gusar gadis cantik itu bangkit dari tidurnya dan keluar dari kamar. Sepertinya segelas air putih bisa meredakan tenggorokannya yang terasa begitu kering.

Langkah kaki gadis itu terhenti begitu ia matanya menangkap sosok pria tampan yang baru dikenalnya selama seminggu itu. Merasa diperhatikan, sang pria menoleh. Mata tajamnya menatap Jiyeon datar, membuat gadis itu merasa gugup sekaligus takut.

“Ini sudah malam. Kenapa nona belum tidur? Ada yang bisa saya lakukan?” Tanya pria itu sopan, namun dengan nada bicara yang datar dan bahkan terkesan dingin.

“Aniya. Aku hanya haus. Ingin mengambil segelas minum didapur. Em… kau juga sebaiknya istirahat.” Jiyeon berkata dengan gugup. Pria itu masih menatapnya datar yang anehnya justru semakin membuatnya terlihat tampan dan keren. Diam-diam Jiyeon amat mengagumi wajah rupawan sang bodyguard.

“Tugasku adalah untuk menjagamu.”

“Geure. Kalau begitu… em… selamat malam, Kyuhyun-ssi.” Jiyeon menunduk sopan sebelum melanjutkan rencananya yang sempat tertunda untuk mengambil minum. Gadis itu sempat menoleh sekali lagi kearah Kyuhyun sebelum benar-benar masuk kedalam dapur. Pria satu itu begitu misterius. Sejauh ini Jiyeon hanya tahu bahwa namanya adalah Cho Kyuhyun dan ia merupakan orang kepercayaan sang kakek yang sekarang ditugaskan untuk menjadi penjaganya, alias menjadi bodyguard. Mengingat sang kakek membuat Jiyeon jadi teringat dengan pertemuannya dengan pria tua tersebut setelah belasan tahun tidak bertemu. Karena sang kakeklah Jiyeon sekarang berada disini. Sang kakek bilang bahwa jiwanya terancam sehingga ia harus menyembunyikan identitasnya. Jiyeon sendiri tidak terlalu tahu mengenai hal tersebut karena ia belum sempat berbincang banyak dengan kakeknya. Yang jelas Jiyeon ingat pesan kakeknya bahwa saat ini hanya sang kakek dan Kyuhyun lah yang bisa ia percayai.

 

 

*****

 

 

Ah Young menatap bulir-bulir air hujan yang jatuh membasahi bumi dengan tatapan kosong. Sekarang ia sudah berada di Seoul, dan parahnya ia masih belum tahu harus pergi kemana dan melakukan apa. Gadis itu betul-betul tak memiliki arah dan tujuan. Udara dingin mulai menusuk tulangnya, membuat Ah Young merapatkan jaket merah muda lusuh yang dikenakannya. Dalam hati Ah Young terus mengucapkan kata-kata semangat untuk menghibur dan menguatkan dirinya sendiri.

‘Setidaknya begini jauh lebih baik daripada tetap bertahan di rumah itu dan selalu menjadi objek penyiksaan pria jahat itu.’ Batin Ah Young.

Tak berapa lama perut gadis itu berbunyi, menandakan bahwa perutnya sudah minta untuk diisi. Ah Young baru ingat jika sejak semalam ia belum memakan apapun karena terlalu gugup dan fokus pada rencana pelariannya. Gadis itu menunggu hujan agak reda, dan kemudian memutuskan untuk masuk ke salah satu restoran sederhana yang ada disekitar tempatnya berteduh. Setelah ini gadis itu berencana untuk mencari tempat tinggal murah untuk dirinya tinggali. Uang dua ratus ribu won bukanlah nominal yang banyak jika dibawa untuk tinggal di kota Seoul yang semuanya serba mahal. Maka dari itu ia harus dapat berhemat sembari mencari pekerjaan yang bisa ia lakukan untuk menyambung hidup.

Ah Young masuk kedalam restoran sederhana itu, dan kemudian memilih untuk duduk dimeja kosong yang ada disudut ruangan. Sembari menunggu pelayan yang akan melayaninya, gadis itu memandang sekitar ruangan, mengamati orang-orang yang sedang berada disana. Tatapan mata gadis itu terkunci pada satu objek. Tepatnya kearah seorang namja tampan berwajah tegas yang duduk tak jauh darinya. Pakaian namja itu terlihat kontras dengan suasana disana. Jas hitam yang dikenakannya semakin menambah kadar ketampanan pria itu. Untuk sesaat napas Ah Young tercekat. Ia tidak bisa mengalihkan pandangannya dari namja itu, sampai akhirnya namja itu menoleh kearahnya dan menatapnya tajam.

DEG!

Ah Young buru-buru mengalihkan pandangannya setelah sempat melakukan eye contact terhadap namja asing itu. Beruntung seorang pelayan datang sehingga bisa mengalihkan perhatian gadis itu.

“Apa yang ingin anda pesan?” Tanya seorang pelayan perempuan dengan ramah. Ah Young mentaksir jika umur gadis itu tak berbeda jauh dengannya atau bahkan lebih muda. Ah Young tersenyum ramah sembari melihat buku menu yang tadi disodorkan padanya.

“Bisa aku minta semangkuk nasi dan sup ayam serta segelas teh hangat?”

“Ne, tentu saja. Tunggu sebentar, pesanan anda akan siap dalam beberapa menit.” Pelayan itu berkata dengan sopan.

Selepas perginya pelayan itu, dengan hati-hati Ah Young kembali menoleh kearah dimana pria tampan tadi duduk. Ah Young benar-benar ingin memandangi wajah tampan itu sekali lagi. Akan tetapi gadis itu harus menelan kekecewaan kala mendapati meja itu sudah kosong. Gadis itu menghela napas kecewa. ‘Cepat sekali perginya. Aku bahkan belum puas untuk menatapnya.’

 

 

*****

 

 

_@Park’s House, 02:12 PM, Seoul_

Suasana didalam ruang kerja berdesain eropa klasik itu terasa begitu tegang. Raut wajah orang-orang yang ada didalam ruangan itu secara tidak langsung mengatakan bahwa situasi disana sedang tidak terlalu baik dan orang-orang yang berada disana sedang berada dalam sebuah konflik.

“Appa bilang gadis itu sudah ditemukan. Hajiman, apa appa yakin jika gadis itu adalah Yura, anak dari Youngjae oppa? Bisa saja kan jika gadis itu hanya berpura-pura mengaku sebagai Yura demi masuk kedalam keluarga ini agar dapat menjadi pewaris SJ Group.” Wanita bernama Park Hyesun itu menatap sang ayah, Park Jinyoung, dengan tatapan serius. Park Jinyoung mendesah pelan, tahu bahwa topik ini akan kembali dibawa oleh anak perempuannya itu. Lelaki yang berada disamping Hyesun, Park Jinho, yang merupakan anak tertua di keluarga Park juga menatap sang ayah dengan intense. “Hyesun benar appa. Sebelum tes DNA dilakukan kita tidak bisa memastikan jika gadis itu adalah Yura atau bukan. Sekalipun jika ia memilki ciri-ciri dan bahkan tanda lahir yang sama seperti Yura.”

“Kalian tidak perlu khawatir. Aku akan segera melakukan tes DNA itu dan memberikan bukti kepada kalian semua jika memang gadis itu adalah Yura yang selama belasan tahun ini hilang.” Ujar tuan Park.

Nami, yang mana merupakan putri bungsu Park Jinyoung, sedari tadi hanya diam dan mendengarkan percakapan antara ayah dan kedua kakaknya. Wanita satu itu tidak terlalu berminat untuk membahas mengenai keponakan yang selama belasan tahun ini menghilang karena sebuah insiden penculikan.

“Dimana gadis itu sekarang?” Hyesun menatap ayahnya penasaran. Tuan Park tersenyum kecil. “Ia berada disuatu tempat yang aman. Ia akan tetap berada disana sampai hasil tes DNA keluar. Aku tak ingin mengambil resiko kembali kehilangan cucuku, sang ahli waris SJ group.”

Mendengar kata ahli waris tak ayal membuat tubuh Hyesun dan Jinho menegang. Topik satu ini memang begitu sensitif bagi pendengaran mereka. Tangan Jinho mengepal sempuran, sedangkan Hyesun menggigit bibirnya geram. Mereka berdua tidak habis pikir dengan keputusan sang ayah yang dengan seenaknya dan tanpa perundingan telah menetapkan Jiyeon sebagai ahli waris SJ Group, dimana gadis itu akan memegang saham terbesar diperusahaan tersebut. Gadis yang bahkan mereka tidak yakini sebagai anggota keluarga mereka.

“Apa appa tidak merasa terlalu berlebihan jika memberikan posisi sepenting itu kepada gadis muda yang bahkan sama sekali tidak tahu seluk beluk perusahaan? Gadis seusia Yura hanya tahu bermain dan menghamburkan uang. Dia takkan tahu bagaimana caranya menjalankan perusahaan.”

Park Jinyoung menatap putrinya itu datar. “Lalu kau ingin aku memberikan jabatan itu pada anakmu, Chansung? Yang ada dia tidak akan mengurus perusahaan, dan malah sibuk dengan kehidupan malamnya serta semua obat-obatan laknat itu.” Suara Park Jinyoung terkesan begitu dingin dan meremehkan. Hal tersebut membuat Hyesun meradang. “Setidaknya Chansung berasal dari keluarga terhormat dan asal usulnya jelas. Tidak seperti gadis itu yang bahkan orang tuanya adalah hasil dari hubungan gelap!”

“PARK HYESUN!” Geram tuan Park. Mendengar amukan sang ayah bukannya membuat Hyesun takut, namun malah membuat wanita itu semakin gencar menyerang sang ayah. “Appa pikir pemegang saham yang lainnya akan setuju? Appa pikir keluarga kita akan setuju jika perusahaan keluarga nantinya akan dipegang oleh gadis itu? Aku tidak yakin. Apalagi mereka tahu pasti siapa Yongjae.” Ucap Hyesun sinis, dan kemudian gadis itu melenggang pergi dari ruang kerja sang ayah. Tuan Park membiarkan anaknya itu pergi. Toh, tetap menahannya tak akan membantu apapun.

“Appa keterlaluan. Aku adalah anak pertama. Sudah sewajarnya aku yang mendapat jabatan itu. Aku sudah mengabdi di perusahaan kita selama puluhan tahun. Aku bahkan mengubur cita-citaku hanya untuk mengabdi di perusahaan, dan sekarang dengan mudahnya kau memberikan semuanya kepada gadis itu? Apa ini sebuah lelucon?!”

“Lalu kau berharap aku memberikan jabatan ini kepada Chansung yang tahunya hanya menghamburkan uang dan mengkonsumi obat-obatan terlarang? Kepada Siwon yang sekarang lebih memilih untuk menjadi artis? Atau kepada Eunsoo yang sejak dini sudah mengatakan bahwa ia ingin menjadi desaigner dan menolak untuk bergabung di perusahaan? Atau malah kepada Yunho yang bahkan bukan cucu kandungku?” Tuan Park menatap Jinho tajam, membuat anak sulungnya itu terdiam tanpa kata. Jinho kalah telak. Ia sadar bahwa ayahnya tidak akan sedermawan itu untuk memberikan jabatan penting di perusahaan kepada anak angkatnya, Yunho. Apalagi sejak awal ayahnya itu menolak mati-matian idenya untuk mengadopsi seorang anak dan malah dengan seenaknya menyuruh Jinho untuk menikah dengan wanita lain demi memperoleh seorang anak.

Tuan Park menatap Jinho tajam. “Seharusnya sejak awal kau mendengarkan perkataanku untuk meninggalkan wanita mandul itu dan menikah dengan wanita sehat yang bisa memberikanku seorang cucu. Cucu kandung, bukan cucu yang berasal dari panti asuhan!”

Perkataan tuan Park betul-betul menohok hati Jinho. Sama seperti Hyesun, Jinho memilih untuk pergi dari ruangan itu sebelum emosinya semakin meledak-ledak. Tinggalah Nami disana. Wanita berparas lembut itu hanya diam sembari menunduk. Ia benci jika kedua kakaknya sudah mulai berselisih paham dengan sang ayah hanya karena masalah harta dan tahta. Diam-diam Nami merasa bersyukur karena kedua anaknya, Siwon dan Eunsoo, enggan untuk berkecimpung kedalam perusahaan keluarga dan memilih untuk menjalani kehidupan mereka sesuai dengan minat mereka masing-masing.

Tuan Park menatap Nami. Diantara semua anaknya, tuan Park merasa hanya Nami yang mengerti dirinya. Disaat Jinho dan Hyesun membenci dan menjauhinya atas kesalahan fatal yang pernah dilakukannya, tapi Nami tetap ada disisinya dan tidak meninggalkannya.

“Bagaimana denganmu? Apa ada keluhan yang ingin kau sampaikan?” Tanya tuan Park. Nami menggeleng. “Opseo appa. Semua keputusan ada ditanganmu. Jika kau merasa bahwa Yura adalah orang yang tepat, maka lakukanlah. Aku tidak keberatan.” Jawab Nami. Tuan Park merasa puas atas jawaban yang diberikan oleh si bungsu itu. Nami menatap ayahnya. “Bolehkah aku bertanya sesuatu?”

“Ya, silahkan.”

Nami menatap ayahnya intense. “Apa kau melakukan ini semua untuk menebus dosa pada mendiang Youngjae oppa?” Tanya Nami, membuat tuan Park terdiam dengan tatapan kosong. Sekelebat ingatan muncul. Ingatan saat ia menelantarkan Youngjae yang merupakan anak hasil hubungan gelapnya, kemudian ia membawa Youngjae untuk tinggal di rumahnya, hingga akhirnya ia kembali membuang anaknya itu atas permintaan Minah, istri sahnya. Semua ingatan itu menyadarkan Jinyoung betapa kejam dan tidak adilnya ia telah memperlakukan Youngjae. Dan itu semua membuat dadanya sesak. Ia tidak akan bisa tenang sebelum ia bisa menebus semua kesalahannya itu. Dan saat ini, satu-satunya hal yang bisa dilakukannya untuk menebus kesalahan tersebut hanyalah dengan merawat, melindungi serta memberikan kemewahan kepada cucunya. Segala hal yang seharusnya sudah sejak dulu didapatkan oleh cucunya.

Jinyoung menghela napas pelan. “Ne, aku melakukan ini demi menebus kesalahanku pada Youngjae. Aku takkan bisa pergi dengan tenang sebelum aku bisa membahagiakan Yura, satu-satunya harta peninggalan Youngjae.” Ucap pria tua itu lirih.

“Kalau itu alasannya, maka aku bersedia untuk membantu appa.”

 

 

*****

 

 

Ah Young berjalan tanpa arah dan tujuan. Sudah berjam-jam dia mencari tempat tinggal sekaligus pekerjaan, namun hingga hari sudah petang, ia masih belum dapat menemukan tempat tinggal maupun pekerjaan. Gadis itu merasa ingin menyerah saja. Ternyata kabur dari rumah tidak semudah yang ia bayangkan. Ini hampir sama dengan keluar dari kandang macan kemudian masuk kedalam mulut buaya. Merasa lelah, Ah Young memutuskan untuk beristirahat di halte bis, sembari memikirkan langkah selanjutnya. Pokoknya malam ini juga ia harus menemukan tempat tinggal. Ia tidak mungkin tidur dijalanan dengan resiko akan menjadi korban kejahatan.

“Ya Tuhan, aku bisa gila jika seperti ini.” Gumamnya.

Ah Young tidak sadar bahwa sedari tadi dua orang pria tengah menatap gadis itu penuh minat. Lebih tepatnya kearah tas gadis itu yang sedikit terbuka dan menampakkan dompetnya. Kedua pria itu saling bertukar pandang sembari tersenyum licik. “Sepertinya mudah. Ayo!”

Halte yang kebetulan saat itu sedang sepi seakan menjadi kesempatan emas bagi kedua pria tersebut. Hanya ada Ah Young dan dua orang wanita lainnya disana. Namun hanya Ah Young yang menjadi incaran mereka lantaran gadis itu lengah. Tidak seperti dua orang yeoja lainnya yang memeluk tas mereka didepan dada, Ah Young malah meletakkan tas ranselnya disebelahnya.

“YA!” Ah Young berteriak panic ketika tas ranselnya dirampas oleh kedua namja itu. Kedua wanita disebelah Ah Young hanya dapat berteriak tanpa berani mengejar para pencuri, takut jika mereka akan terluka. Ah Young tidak punya pilihan lain selain mengejar para pencuri tasnya itu. Semua barang berharganya ada didalam ta situ. Jika tas itu raib itu sama saja dengan petaka bagi Ah Young. Dengan sekuat tenaga Ah Young mengejar kedua namja yang tengah berlari kencang didepannya.

“YA! BERHENTI! KEMBALIKAN TASKU!” Teriak Ah Young. Napasnya sudah terputus-putus. Kedua pencuri itu menyebrangi jalanan yang tampak sepi. Tanpa ragu Ah Young juga ikut menyebrang dan BRAK…

Tubuh gadis itu terpental dan jatuh menggesek aspal yang keras. Seketika darah mengucur dari kepalanya. Samar-samar Ah Young masih dapat melihat kedua pencuri yang semakin lama semakin menjauh dari pandangannya. “Tasku…” lirih gadis itu disela-sela rasa sakit yang mendera sekujur tubuhnya. Air mata mengalir dipipinya. Apa ini akhir dari hidupnya? Apa hidupnya akan berakhir dengan kondisi semenyedihkan ini?

Hal terakhir yang Ah Young ingat adalah seseorang mengangkat tubuhnya dari aspal dan saat itu juga gadis itu dapat mencium harum mint yang begitu menyegarkan. Itu hal terakhir yang ia ingat dan rasakan sebelum kegelapan menyelimutinya.

 

 

-To Be Continued-

Annyeong haseyo! Aku datang bawa FF baru nih haha 😀 FF ini terinspirasi sama komik korea yang judulnya juga The Bodyguard. Tapi aku jamin jalan cerita apalagi ending bakalan beda abis kok hehe… Ini masih chapter awal, jadi belum semua pemain muncul. Semoga suka ya. Sampai ketemu di chapter 2. See you soon~

Iklan

Penulis:

Just a simple girl who loves music, food and blue sky

76 tanggapan untuk “The Bodyguard (Part 1)

  1. Huaaaaaaa
    Saeng kau kmbali
    Juga dengan mmbawa ff KyuYeon…😘😘😘😘
    Neeeeeeext saeng,
    Belum terbaca nich alur_ny
    Sperti apa…hehehe
    D tunggu ya, palliiiiiii…😀😀😀

      1. Ok saeng…
        Eon do’ain smga kamu
        D berikan kcrhan dalam
        Mncari ide,,and kmu bisa lancat nulis ff_ny,,😊😊😊
        AzZa AzZa FAIGTHING…😉😉

  2. msi bgu nih peran2 mrk in nnti ny bakal andil dlm hal apa… dan kyu jd bodyguard jiyi trs jiyi knp mst d kawal whyyy,,, syp yg ancem jiyi mksd ngebhyain jiyi. hmmmm pnuh tekai teki,,, mdh2 an nextt part agak lbi jelas yah yg ini jd syp bgni2 dan bla bla bla,,, nextttttttttt

    1. haha, ini masih chapter awal. istilahnya masih intro doang. wajar kalo masih bingung. tp ntr di chapter dua bakalan dijelasin lebih lanjut kok ^^ makasih buat komennya 😀

  3. Huahh huahh huahh ..
    Eonni nongol dgn ff baru Kkk~ masih part1 ya jd blm trlalu ngrti jln crtany mungkin klo udh part” slnjutny jd mkin seru and mulai ngrti alurny xD Kkk Fighting Eonni;;)

  4. Annyeong~ reader baruuuu disinii :D,, Ceritanya yg iniii menarikkkkk 😀 tapiii saya masih blm ngerti sama alur ceritanyaa :(, masiih byk yg abu2… Semoga di part selanjutnyaa udahh mulai dijelaskan satu-persatu yaaa :D. Ditunggu kelanjutannyaaaaa ^^, fighting:)

  5. Reader baru dab kayaknya bakalan on nih disini. Secara ada jiyeon. Hehehe
    Apa kakek park salah orang?? Bukan jiyeon cucunya tapi ah young? Atau ah young dijadiin cucu pura2 biar jiyeon gk jadi ahli waris? Yang nabrak ah young siapa? Ahh banyaj deh pertanyaannya. Lanjutannya ditunggu…..

  6. sepertinnya tampialan baru kekke 🙂
    ceriatnnya awalnnya masih menggantung 🙂
    apa emang di buat seperti itu agar bikin penasaran kekke 🙂
    belum terlallu jelas 🙂
    next^^

  7. tapi kalo kyuyeon couple apa g trlalu biasa ya, bknnya g suka, tpi main cast nya mrka udh sering disini, tpi terserah chingu aja gmna, saya suka2 aja, chingu, boleh minta pw untuk protective kyu ya

    1. Makasih buat pendapatnya 🙂 Jujur, aku ini Kyuyeon shipper. makanya harap maklum kalo banyak cerita mereka di blog ini. Untuk pw nya kamu bisa pake chohaneul88

  8. apakah kakek park salah ngira cucunya ya thor? Apa sbnernya cucunya itu ahyoung bkan jiyeon? Apa maksud kakek park untuk melindungi cucunya dari anak2nya ya? Siapa yg nolongin ahyoung? Dan siapa yg diliat ahyoung direstoran? Apakah ini ff kyuyeon thor? Berharap bnget kalau iya 😀 ditunggu next partnya ya 🙂

    1. Chapter satunya msh intro doang sih. Jadi masih bikin bingung. Tp semuanya bakalan sedikit lebih jelas di chapter 2 kok 😀 Hmm, soal FF Kyuyeon atau bukan, ntr seiring berjalannya waktu bakalan keliatan kok hehehe. Makasih udh baca ^^

  9. Kyuyeon ><
    Asikkkkk akhirnya muncul kyuyeon lagi hahahaaa

    Jiyeon itu yura kan? Trus nanti ah young itu bakal jd siapa? Dy siapa?
    Yg nabrak ah young itu kyuhyun ya?

    Kyuyeon moment nya blm keliatan, aku bakal sabar menanti part selanjutnya kkkk

    Update soon yoooo

    1. Hahaha, chapter satunya msh full teka-teki. sengaja mau bikin readers pada kepo wkwkwk… chapter duanya bakalan dipublish secepetnya kok. ditunggu aja ya ^^

  10. Hasil dari ngacak2 google, eh ketemu WP ini.. Annyeong, reader baru nih.. Hmm itu jiyi sebenernya asli cucunya park jinyoung bukan sih? Kok di intro cast nya kim yura tuh ah young ya? Ahh, andwe.. Kayanya ini kisah cinta segitiga juga deh, soalnya si ah young udah tertarik aja ama kyu dari awal ketemu. Aku ngedukungnya kyu ama jiyi aja..

    1. Halo, selamat datang di blog gaje ini hehe 😀 Nama asli Yura Girl’s day itu Kim Ah Young. Aku sengaja pake nama aslinya soalnya namanya rada ndeso gitu wkwkwk… cocok sm karakter dia yg juga cewek desa.

  11. Annyeong, aku reader baru disini.. Hasil ngacak2 mbah google. Wahh, aku suka ff yang pairingnya kyuyeon. Tapi ini bakalan kyuyeon bukan? Abis baunya bakalan ada sesuatu bersegi tiga.. Abis ada cast ah young itu. Aku penasaran, jiyi itu cucu kandung park jinyoung bukan? Kok di intro cast nya, nama kim yura itu jadi si ah young si? Izin lanjut part dua nya dan ff lainnya yaa.. Gomawo

  12. jangan2 ah young yg dimaksud keluarga parksalah lagi aigoo malah makin bahaya nih keluarga parkkalo gini caranya, terus jiyeon anaknya siapa? kenapa dia yg harus diumpetin sedangkan cucunya yg lain bisa bebas.
    aku lanjut baca ya :))

  13. Bel, aku mencium bau tak sedap akan adanya cinta segitiga atau bahkan segi banyak looool haha. Exciting banget! Aku kaget lho kamu udah post sampe ch 3, aah pokoknya tiap chapter aku comment lah………/dasar spam/ /diusir/

    1. Haha, gpp kok. Malah seneng kalo tiap chapter di komen. Boleh bgt kok di spam sm komen hehe… xD yup, ini cerita emg bakalan agak rempong ala drama2 gitu. Semoga ga bikin kmu eneg xD

  14. Cocok deh klu kyu jdi bodyguard sekaligus nantinya bkalan jdi pendamping hidup jiyi, ㅋㅋㅋㅋㅋmasih bingung sama ah young di ff ini jadi apa ???
    Maklum ya bru part 1 jdi sya kurang paham ttg adanya ah young,,

  15. Ketemu ff kyuyeon. Yeay keren!
    Uhm cerita awal nya menggantung, jdi blm bsa komentar apa2.
    Lanjut part 2 dlu ya eon 😀

  16. mmmhhh semoga aja jiyeon memang cucu kandung keluarga park. bukannya ah young.hehe mana tau kan…aigoo aigoo tpi kasian jug ah young….apa itu kyuhyun ? yg ngendong nya ? aahhh next aahhh pnasaran nih.

  17. Maaf tad kepotong tapi eonnie masih bingung mungkin karna masih part1 ,mudah”an aja emang jiyi cucu kandungx tapi kira”siapa ya yg nolong ah yuong?

  18. banyak spekulasi dipikiran aku nich ama jalan ceritanya tapi penasaran juga sich
    kayaknya seru dan complicated banget

  19. terakhir baca can i love you,hihihi ternyata. ada ff baru.nah lho itu yura yg sebenarnya sapa ya..meski jiyeon bukan cucu kandung tapi tetap berharap kyu suka jiyeon.dan disini nasib ah young naas betul..

  20. Dear all of my readers,
    aku punya kabar buruk 😦 aku ga bisa log in ke akun ini lagi lantaran aku ga nerima SMS verification code dari wordpress. aku udh ga tau lg harus gimana. Ini udah berlangsung selama 4 hari 😦 Sumpah, ini suck bgt! aku memulai akun ini udh dari 6 tahun lalu, dan tiba2 kehilangan akses gitu aja. pas minta bantuan dari team wordpress, mereka cuma kasi form pengaduan yg ga guna bgt!!! Skrg aku cuma berharap kalo ini ga permanent dan segera mungkin aku bisa akses akun ini lg. Jd untuk jaga2 aku bakalan posting ff di akun wattpad aja.

    https://www.wattpad.com/user/Kyula88

    Feel free to visit krn kalo akun WP ini ttp ga bisa diakses, aku bakalan posting lanjutan ff di wattpad aja. Mohon doanya supaya akun ku bs balik 😥

  21. Dear all of my readers,
    aku punya kabar buruk 😦 aku ga bisa log in ke akun ini lagi lantaran aku ga nerima SMS verification code dari wordpress. aku udh ga tau lg harus gimana. Ini udah berlangsung selama 4 hari 😦 Sumpah, ini suck bgt! aku memulai akun ini udh dari 6 tahun lalu, dan tiba2 kehilangan akses gitu aja. pas minta bantuan dari team wordpress, mereka cuma kasi form pengaduan yg ga guna bgt!!! Skrg aku cuma berharap kalo ini ga permanent dan segera mungkin aku bisa akses akun ini lg. Jd untuk jaga2 aku bakalan posting ff di akun wattpad aja.

    https://www.wattpad.com/user/Kyula88

    Feel free to visit krn kalo akun WP ini ttp ga bisa diakses, aku bakalan posting lanjutan ff di wattpad aja. Mohon doanya supaya akun ku bs balik 😥

  22. Menarik,,,bnarkah jiyoen itu yura???atau mlah ktukar sma ah young???heheheheheeee
    spertinya critanya akan sdkit complicated!!
    Good job!!

  23. hai aq reader baru disini………………………………………. ijin ubek2 y,aq gak sengaja nemu wp ini. pas lg cari si kyu jd bodyguard ada wp ini yg jd recommend. krn penasaran aq lgsung baca aja

  24. Wahhhh eonni…baru pertama aku ketemu author yang baiiikk bngt kya eonni,yang nggak smbong dan rela ngbls komen dari para reader..eonni jga nggak pelit sma pw…beruntungnya aku ketemu almat wordpress eonni,kalau eonni nggak keberatan boleh nggak aku jadi fans setia eonni..boleh minta alamat fb eonni nggak aku bakal ngikutin eonni..^_^gomawo eonni… Saranghae>< tetap semangat..!!

    1. Haha makasiii 😁😁 kalo lg ada waktu pasti aku balesin kok komennya walau kadang lama. Aku punya FB, tp udh ga main lg haha. Makasih buat dukungannya. Semoga ga bosen ya baca tulisanku

  25. Annyeong aq reader baru salam kenal Chingu,, ijin baca ff na. Itu sebenarnya jiyeon tuh kim yura atau malah ah young yg kim yura jdi penasaran lanjut baca

    1. annyeong Ni Young-ssi 😀 Sebenernya Jiyeon itu nama aslinya Kim Yura (nama dr org tua dulu), tp berhubung dia ngerasa asing bgt sm nama itu, dia minta ke kakeknya biar tetap pake nama Jiyeon.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s