Diposkan pada Chapters

The Bodyguard (Part 5)

1425994224260

 

Author : Cho Haneul (Kyula88)
Title     : The Boydguard
Type     : Chaptered
Genre   : Drama, Romance, Angst

Cast :
– Park Jiyeon
– Kim Yura
– Cho Kyuhyun
– Lee Donghae
– Kim Taeyeon
– Lee Hyukjae

____________________________________________

“Jiyeon-ah!”

Suara Jieun bagaikan angin surga untuk Jiyeon. Gadis itu menoleh kearah Jieun dan melambai singkat sebelum kembali berfokus pada Ah Young. “Aku harus pergi. Jieun sudah menunggu. Sampai bertemu hari senin nanti. Annyeong!” Jiyeon berjalan cepat menghampiri Jieun dan langsung mengamit lengan sahabatnya itu. Ah Young menatap kepergian Jiyeon dengan curiga. Sikap Jiyeon tadi terkesan aneh dan janggal. Ah Young jadi semakin mengira-ngira ada hubungan apa antara Jiyeon dan Kyuhyun. Sebab dari cara mereka berbicara tadi, mereka tak tampak seperti orang yang baru kenal.

“Ayo kita pulang.” Suara Kyuhyun mengalihkan perhatian Ah Young. Gadis itu berjalan disisi Kyuhyun menuju mobil mewah yang diparkir tak jauh dari sana.

“Apa yang oppa bicarakan dengan Jiyeon? Apa kalian pernah bertemu sebelumnya?”

“Aku hanya ingin tahu temanmu. Akhir-akhir ini kuperhatikan kau dekat sekali dengan yeoja tadi. Aku hanya memastikan bahwa dia tidak berbahaya.” Jawab Kyuhyun sembari menyetir mobilnya. Namja itu sempat melirik sekilas kearah Ah Young, ingin mengetahui bagaimana reaksi gadis yang disebelahnya itu.

“Ah, geureyo. Jiyeon adalah teman yang baik. Kami memiliki banyak kesamaan hingga selalu punya bahan pembicaraan.”

“Hari ini kau akan ikut tuan Park menghadiri acara pembukaan sebuah hotel di pulau Nami.”

“Hm, baiklah. Apa kau juga akan ikut?”

“Tentu saja. Aku adalah pengawalmu.”

“Tapi kau tidak terlihat begitu untukku.” Ucap Ah Young dengan volume suara yang kecil. Meskipun begitu, Kyuhyun yang memiliki pendengaran tajam dapat menangkap dengan jelas perkataan gadis itu. Namun Kyuhyun tidak menanggapi dan tetap fokus pada jalanan dihadapannya.

 

*****

 

_@Hansel & Gretel Cafe, 07:12 PM, Seoul_

Hyukjae bergerak tidak nyaman di kursinya akibat tatapan Jiyeon yang dirasanya begitu intens. Pria berambut blonde itu akhirnya membuka suara. “Apa ada yang aneh nona?” tanyanya sopan.

Jiyeon menyeruput smoothies mango melon-nya hingga tandas. “Ternyata kau tampan juga.” Ucap Jiyeon santai tidak mempedulikan tatapan cengo sang bodyguard. Hyukjae bahkan nyaris terjungkat dari kursinya. “Mwo…mworago?” Tanyanya gugup. Berbeda dengan Kyuhyun yang pembawaannya selalu tenang dan bahkan terkesan dingin, Hyukjae justru lebih santai dan humoris. Pria itu termasuk dalam ukuran terlalu riang bagi seorang bodyguard yang seharusnya bertampang sangar.

Jiyeon tertawa geli melihat ekspresi wajah Hyukjae yang cukup mengocok perut itu. “Kenapa kaget sekali, eo? Apa aku adalah orang pertama yang memujimu? Hm, dan sebenarnya, ada seorang temanku yang tertarik padamu.”

Mata Hyukjae berbinar. “Jinjja?”

Jiyeon mengangguk. “Dia melihatmu saat menjemputku tempo hari. Awalnya dia berpikir jika kau adalah namjachinguku, keunde aku terpaksa berbohong dan bilang bahwa kau adalah kakak sepupuku.”

“Siapa nama temanmu itu?” Tanya Hyukjae dengan gaya sok keren dan tenang. Ia sedang berusaha untuk terlihat keren seperti rekannya, Cho Kyuhyun. Jiyeon kembali terkekeh. “Lee Jieun. Itu namanya.”

Hyukjae menganggukkan kepalanya sambil dalam hati berulang kali melafalkan nama tersebut. Seulas senyum manis terukir diwajahnya.

 

*****

 

_@Classic Hotel, 07:45 PM, Nami Island_

Acara pembukaan hotel bintang lima di pulau Nami tersebut begitu meriah. Pesta dengan tema pool party itu mengundang banyak sekali orang-orang penting seperti pengusaha dan bahkan artis-artis ibu kota papan atas. Sejak tadi Ah Young tak henti-hentinya berdecak kagum melihat pemandangan disekitarnya. Apalagi setelah melihat bahwa GDragon, TOP, BoA, Lee Minho, Kim Woo Bin serta Park Shin Hye berada ditempat yang sama dengannya. Ia bahkan sempat bertukar sapa dengan Lee Minho. Benar-benar sulit untuk dipercaya.

Ah Young melirik kesisi kanannya, dimana Kyuhyun tepat berdiri disebelahnya dengan ekspresi datar dan keren ala Cho Kyuhyun. Ah Young bahkan bisa melihat beberapa wanita yang secara terang-terangan ataupun sembunyi-sembunyi menunjukkan ketertarikan mereka terhadap Kyuhyun. Melihat itu Ah Young hanya bisa menghela napas. Bodyguardnya memang sangat tampan.

“Kyuhyun oppa, aku ingin ke toilet.” Bisik Ah Young.

“Aku akan mengantarmu.”

Ah Young dan Kyuhyun berjalan melewati tamu-tamu undangan pesta dan kemudian masuk kedalam gedung hotel. Kyuhyun membawa Ah Young menuju ke toilet yang terletak cukup jauh dari kolam renang tempat acara berlangsung. Ah Young masuk kedalam toilet wanita, sementara Kyuhyun menunggu dengan sabar disamping pintu. Mata pria itu begitu awas memperhatikan sekelilingnya, memastikan bahwa tidak ada hal yang mencurigakan disekitar mereka.

Bilik nomor tiga menjadi pilihan Ah Young. Gadis itu buru-buru masuk, dan langsung mengunci pintu bilik. Beberapa saat kemudian terdengar suara langkah kaki yang semakin lama terdengar semakin dekat. Ah Young agak mengernyit heran karena ia tidak merasa telah mendengar suara pintu yang dibuka sebelumnya. Gadis itu semakin heran kala mendapati bahwa orang yang masuk tadi berdiri tepat didepan biliknya, terlihat jelas dari sepatu orang tersebut yang terlihat dari celah bawah pintu. Padahal jelas-jelas bilik lain masih kosong. Perasaan heran Ah Young berubah menjadi perasaan panik begitu secara tiba-tiba asap pekat secara perlahan namun pasti memadati bilik tempatnya berada. Secepat kilat Ah Young meraih gagang pintu dan berusaha membukanya. Namun sayangnya pintu itu terkunci dari luar. “Ya Tuhan!” Ah Young sangat panik. Tangannya refleks menggedor-gedor pintu sembari berteriak meminta pertolongan.

“Tolong aku! Kyuhyun oppa! Tolong!”

Asap semakin memenuhi ruangan, membuat Ah Young mulai kesulitan bernapas. Dadanya terasa sesak ditambah lagi dengan kondisinya yang panik sehingga membuat gadis itu menghirup asap dua kali lebih banyak. Tak mengenal lelah, kedua tangan kurus yang terkepal dengan kuat itu terus menerus menggedor pintu.

Diluar toilet, Kyuhyun mulai merasa ada yang janggal. Salahkan dinding dan pintu ruangan yang begitu tebal serta music klasik yang mengalun didalam gedung, membuat Kyuhyun tidak dapat mendengar dengan jelas teriakan Ah Young. Begitu sadar akan suara teriakan tersebut, secepat kilat Kyuhyun berusaha membuka pintu toilet.

“Sialan!” Pekik Kyuhyun ketika mendapati bahwa pintu toilet dikunci dari dalam. Sekuat tenaga Kyuhyun berusaha untuk mendobrak pintu. Berkali-kali Kyuhyun menubruk pintu tebal itu dengan menggunakan tubuhnya. Akhirnya pintu terbuka setelah dobrakan yang ketiga. Asap tebal langsung menyambut Kyuhyun. Pria itu menutup hidung dan mulutnya dengan menggunakan sapu tangan yang selalu ada dikantung jasnya. Tanpa menghabiskan banyak waktu, Kyuhyun segera berlari memasuki toilet seorang diri. Ia agak kesulitan melihat karena asap tebal yang begitu menganggu pemandangan. Suara Yura terdengar samar-samar.

“Yura?!” Panggil Kyuhyun.

“Kyuhyun oppa…” suara Ah Young terdengar semakin lemah.

Sekali lihat Kyuhyun langsung tahu dibilik mana Ah Young berada. Sebuah sapu yang disangkutkan digagang pintu sudah cukup menjadi bukti bahwa ada seseorang yang sengaja dikunci disana. Kyuhyun langsung melesat menuju bilik nomor tiga, kemudian mencabut sapu yang disangkutkan digagang pintu. Kyuhyun melempar sapu tersebut dengan gusar hingga menimbulkan suara yang cukup nyaring. Pria itu membuka pintu dan mendapati Ah Young terduduk lemas dengan bersandar pada dinding bilik. Secepat mungkin Kyuhyun langsung mengangkat tubuh Ah Young dan membawa tubuh ringkih itu keluar dari dalam toilet.

Kyuhyun meletakkan tubuh Ah Young dilantai, sementara pria itu menghubungi penjaga yang lainnya.

“Yura! Sadarlah!” Kyuhyun menepuk pipi Ah Young beberapa kali untuk menjaga kesadaran gadis itu, namun gadis itu tetap berakhir dengan kehilangan kesadarannya akibat menghirup asap terlalu banyak. Tak berapa lama pengawal yang lainnya datang bersama tuan Park. Pria tua itu menatap tubuh tak sadarkan diri Ah Young dalam diam. Kedua tangannya yang saling bertumpu memegang tongkat mengepal menahan amarah. “Bawa dia ke rumah sakit. Cari tahu siapa dalang dibalik semua ini!” Perintah Tuan Park. Setelah itu ia berbalik pergi, kembali ke tempat acara berlangsung diikuti oleh para pengawalnya, meninggalkan Kyuhyun bersama Ah Young disana.

 

*****

 

_@Health Care Hospital, 10:02 PM, Nami Island_

Kyuhyun menatap Ah Young yang tengah terbaring tak berdaya di ranjang rumah sakit dengan tatapan datar, nyaris tak terlihat emosi apapun disana. Dokter bilang bahwa tak ada yang perlu dikhawatirkan dengan kondisi gadis itu sebab Kyuhyun membawanya ke rumah sakit tepat waktu. Hanya tinggal menunggu waktu hingga gadis itu sadar. Kejadian ini hanya berarti satu, orang-orang itu sudah mulai memburu Jiyeon. Kyuhyun harus mengetatkan penjagaannya terhadap Jiyeon. Pria itu sudah menghubungi Hyukjae tadi, dan meminta pria itu untuk tidak sedikitpun mengalihkan penjagaannya dari Jiyeon.

“Eugh…”

Suara leguhan yang terdengar begitu pelan itu mengalihkan perhatian Kyuhyun. Pria itu berjalan mendekati ranjang Ah Young, menarik sebuah kursi kesisi ranjang gadis itu dan kemudian duduk disana, menunggu hingga Ah Young benar-benar sadar. Tak berapa lama kedua mata yang semula terpejam itu perlahan terbuka. Ah Young sempat mengerjap beberapa kali, mungkin menyesuaikan pandangan matanya yang terasa agak kabur serta perih.

“Kyuhyun oppa…” Ucapnya dengan suara serak. “Aku…” Gadis itu hendak bertanya dimana mereka sekarang berada, sebelum akhirnya menyadari jika mereka tengah berada kamar rawat rumah sakit. Kyuhyun dapat melihat ketakutan yang terpancar dari kedua mata Ah Young. Sepertinya gadis itu mengalami sedikit trauma atas kejadian naas yang baru saja dialaminya itu. Sayangnya ini takkan menjadi yang pertama sekaligus yang terakhir. Masih akan ada kejadian-kejadian seperti ini, dan mungkin lebih parah, yang akan terjadi dimasa yang akan datang. Yah, Kyuhyun sangat yakin dengan hal itu.

 

*****

 

Jiyeon gelisah kala tak mendapati Ah Young hadir di kampus. Awalnya ia berpikir jika gadis itu terlambat dan terpaksa untuk melewatkan jam pelajaran pertama mereka, namun hingga memasuki jam pelajaran terakhir pun, batang hidung Ah Young tetap tak tampak. Perasaan Jiyeon semakin tak karuan kala ia menelpon Kyuhyun dan mendapati fakta bahwa Ah Young sedang dirawat di rumah sakit. Seseorang telah berusaha untuk mencelakai Ah Young. Hal tersebut membuat Jiyeon merasa bersalah. Seharusnya dia yang berada di ranjang pesakitan itu. Target orang-orang jahat itu adalah dirinya, bukan Ah Young!

“Hei, kenapa gelisah sekali?” Tanya Jieun heran. Jiyeon hanya tersenyum tipis. “Tidak ada apa-apa. Hanya sedang memikirkan tugas statistic yang tadi. Aku masih kesulitan untuk mengerti cara menyelesaikannya.” Bohong Jiyeon.

“Sudahlah, tidak perlu galau seperti ini. Kau tidak sendirian. Aku jamin hampir semua yang berada di kelas tadi juga tidak mengerti dengan materi yang diajarkan oleh dosen ajaib itu. Bayangkan, tubuh besarnya itu bahkan menutup setengah papan tulis sehingga kita tidak bisa melihat rumus yang ia tuliskan.” Ujar Jieun yang tak ayal mengundang tawa Jiyeon.

Kedua gadis itu langsung berhenti berbicara ketika beberapa orang berpakaian rapi memasuki aula kampus berukuran sedang itu. Jiyeon dan Jieun memang sedang mengikuti seminar yang diselenggarakan oleh fakultas bisnis mereka. Sebenarnya Jiyeon enggan untuk menapakkan kakinya disana, namun nilai plus yang akan diberikan secara cuma-cuma oleh dosen managemennya lah yang menjadi daya tarik bagi Jiyeon. Kapan lagi bisa mendapatkan nilai hanya dengan menghadiri sebuah seminar yang bahkan kau tidak perlu mendengarkan dan memperhatikannya jika enggan. Cukup dengan duduk manis dan berpura-pura tertarik dengan topik yang dibahaskan.

“Ya Tuhan, ternyata mereka benar! Pengusaha tampan itu memang ada disini.” Ujar Jieun heboh.

Jiyeon tertawa kecil melihat reaksi lucu temannya itu. Berbeda dengan Jiyeon, Jieun justru semangat untuk mengikuti seminar karena mendengar bahwa akan ada pengusaha muda nan tampan yang akan menjadi pembicara disana. Temannya yang satu ini memang tidak pernah bisa tenang jika sudah menyangkut pria tampan. Jiyeon mengalihkan pandangannya kearah panggung, ingin melihat namja tampan yang dimaksud oleh Jieun. Akan tetapi perhatian gadis itu langsung terpaku pada satu sosok yang dirasanya tak terlalu asing. Sepertinya ia pernah bertemu dengan pria tampan berwajah lembut itu. Wajah itu…

Ah! Dia ingat! Pria itu adalah pria yang ditabraknya kemarin!

“Dia yang memakai jas hitam dengan kemeja biru.” Terang Jieun tanpa Jiyeon pinta. Dan ternyata si pengusaha tampan yang dimaksud oleh Jieun adalah namja yang pernah ditabraknya di tangga. Jiyeon tersenyum kecil melihat namja itu. Jieun benar. Pria itu sungguh tampan. Jiyeon melirik kesekitarnya. Pantas seminar ini begitu banyak dihadiri oleh para mahasiswi. Rupanya karena pria tampan itu. Baru saja Jiyeon ingin menanyakan nama pria itu, pria itu sudah terlebih dahulu mengenalkan dirinya kepada para hadirin.

“Selamat sore semuanya. Senang sekali saya bisa mendapat kesempatan untuk berbagi pengalaman bersama kalian semua. Perkenalkan nama saya adalah Lee Donghae.” Pria itu berkata sembari tersenyum manis, membuat gadis-gadis yang berada disana tak dapat menahan pekikan kagum mereka. Jiyeon pun tidak jauh berbeda dengan gadis-gadis itu. Ia juga turut terpana akan ketampanan pria bernama Lee Donghae itu. Seperti ada magnet yang selalu menariknya untuk terus menatap pria itu. Tiba-tiba Donghae menoleh kearahnya sehingga tatapan mereka bertumbukan. Dan lagi-lagi pria itu tersenyum manis, membuat Jiyeon berdebar.

‘Apa barusan ia tersenyum kepadaku? Apa jangan-jangan ia masih ingat padaku?’ Batin Jiyeon bertanya-tanya. Namun tak ayal gadis itu kemudian tersenyum kecil. ‘Yah semoga saja…’

 

*****

 

Seminar baru saja selesai, namun para mahasiswi masih enggan untuk meninggalkan aula tersebut. Alasannya karena pria bernama Lee Donghae itu. Ternyata selain menjadi pembicara, pria itu juga berniat untuk mencari volunteer yang bisa membantu di acaranya. Sontak saja berbondong-bondong mahasiswi berebut untuk mengisi formulir pendaftaran. Bahkan mereka yang pasif sekalipun kali ini ingin turut serta. Tak ketinggalan Jiyeon dan Jieun. Kedua gadis itu juga berjuang keras berdesak-desakan demi selembar kertas formulir.

“Semoga kita berdua diterima.” Harap Jieun. Jiyeon yang berjalan disisi gadis itu hanya mengangguk, meskipun dalam hati tak berani terlalu berharap. Jelas saja. Pria itu hanya mencari 10 orang volunteer, sedangkan yang mendaftar ada sekitar 40 orang. Bak mencari sumber air di gurun Sahara, bukan?

BRUK!

“Ah, jwesonghamnida!” Jiyeon menunduk berkali-kali. Lagi-lagi ia melamun disaat yang tidak tepat hingga kembali harus menabrak orang. “Hei, lagi-lagi kita bertemu dalam kondisi yang seperti ini.” Suara orang yang ditabrak Jiyeon terasa begitu familiar untuk gadis itu, maka dari itu Jiyeon mendongak. Dan benar saja, si pengusaha tampan Lee Donghae tengah tersenyum sembari menatapnya. Jiyeon sempat melirik sekilas kearah Jieun, dan nyaris saja tertawa terpingkal-pingkal kala melihat wajah cengo milik sahabatnya yang lucu itu.

“Aku sungguh minta maaf.” Ucap Jiyeon lagi.

Donghae tersenyum. “Tidak apa-apa. Toh ini bukannya tindak kriminal, kan.” Gurau pria itu. “Eh, tadi jika tidak salah kau juga ikut dalam seminarku, bukan?” Tanya Donghae yang dibalas dengan anggukan oleh Jiyeon. “Kalau begitu apa kau juga turut mendaftar untuk menjadi volunteer di acaraku?” Tanya pria itu lagi.

“Ne. Aku dan temanku tadi mendaftar.” Jawab Jiyeon sopan. Donghae tampak puas akan jawaban itu. Terlihat jelas sekali dari wajahnya yang begitu sumringah. “Ah, boleh kutahu siapa namamu?”

“Aku Park Jiyeon, dan ini temanku Lee Jieun.”

Donghae menjabat tangan Jiyeon dan kemudian disusul dengan menjabat tangan Jieun. Pria itu tidak tahu saja jika kedua gadis muda dihadapannya ini nyaris masuk rumah sakit akibat kekurangan oksigen. Ya, salahkan dirinya yang begitu tampan serta murah senyum. Setelah berbasa-basi sedikit, Donghae pun undur diri. Sepeninggal Donghae, Jieun langsung heboh.

“Kyaaaa! Dari mana kau mengenal Lee Donghae itu? Kenapa tidak menceritakannya padaku, eo? Wae?”

“Aish, berisik sekali! Nanti aku ceritakan.”

“Maunya sekarang! Ayolah~” Rayu Jieun seperti anak kecil. “Ya ya ya?” Kali ini gadis mungil itu mengeluarkan jurus puppy eyes andalannya. Jiyeon langsung mendesah frustasi, membuat Jieun tersenyum penuh kemenangan. Yah, ia tahu benar jika Jiyeon takkan bisa menangkal serangannya yang satu itu.

 

*****

 

Ah Young duduk diam diatas ranjang kamarnya. Gadis itu sudah diperbolehkan pulang kemarin siang. Ah Young memang tahu jika menjadi pewaris tuan Park akan membuatnya menjadi target saingan bisnis tuan Park. Tapi ia tidak menyangka jika orang-orang itu akan melakukan cara-cara keji untuk menyingkirkannya. Seperti percobaan pembunuhan. Tubuh Ah Young bergidik membayangkan kejadian yang kemarin malam ia alami. Jelas-jelas ada yang sedang mengincar dirinya.

“Ya Tuhan, apa ini ganjaran karena aku sudah berbohong?” Gumamnya risau. Dan satu hal yang membuat Ah Young agak merasa janggal. Tuan Park tampak tidak terlalu mempedulikan dirinya. Pria itu tidak seperti seorang kakek yang melihat cucunya celaka. Apalagi mengingat fakta bahwa tuan Park telah mencari cucunya selama bertahun-tahun, sudah seharusnya pria itu kelabakan saat melihat sang cucu celaka. Tapi nyatanya tidak seperti itu. Tuan Park bahkan tidak datang ke rumah sakit. Semua keperluan Ah Young disana diurus oleh Kyuhyun. Tanda tanya besar muncul dibenak Ah Young. ‘Apa jangan-jangan ia tahu jika aku bukan cucu kandungnya?’

Tapi pemikiran itu langsung ditepis oleh Ah Young. Dirinya takkan mungkin masih berada di rumah mewah itu jika tuan Park tahu bahwa ia bukan Yura. Pintu kamar Ah Young terbuka tanpa ada ketukan terlebih dahulu. Gadis itu menoleh kearah pintu masuk dan mendapati sang bibi, Hyesun, tengah berada didepan pintu. Ah Young mengubah posisi bersandarnya menjadi duduk tegak. Ia selalu tidak nyaman jika acap kali harus berinteraksi dengan bibi yang dinilainya kejam ini.

Hyesun duduk dipinggir ranjang Ah Young. “Bagaimana keadaanmu? Kudengar ada seseorang yang berniat mencelakakanmu.”

“Aku baik-baik saja. Ne. Seseorang mengunciku didalam bilik toilet dan kemudian meletakkan gas beracun disana. Beruntung Kyuhyun oppa cepat menemukanku dan langsung membawaku ke rumah sakit.”

Hyesun mengusap punggung tangan Ah Young. “Ya, kau begitu beruntung. Telat sedikit bisa fatal akibatnya.” Ucapnya. “Kau harus tahan banting jika ingin menjadi pemegang saham terbesar SJ Group dan menjadi penerus ayah. Kejadian itu bukan yang pertama dan terakhir.”

Jantung Ah Young bergemuruh. “Maksud imo?” Tanya gadis itu dengan suara yang terdengar begitu lirih dan mengiba.

“Ayahku mempunyai banyak saingan bisnis. Ada banyak sekali orang yang tidak senang akan kesuksesannya itu. Dan… ayahku tidak sebaik yang kau pikirkan…”

“Maksudnya?”

Suara ketukan terdengar dipintu kamar Ah Young, membuat percakapannya dengan Hyesun harus terhenti. “Masuk.” Ujar Ah Young.

Kyuhyun masuk kedalam kamar. Pria itu menatap Hyesun dengan dahi agak mengernyit samar, merasa aneh dengan kehadiran wanita tersebut di kamar Ah Young yang jelas-jelas dibencinya. Sikap waspada Kyuhyun kembali hadir. Pria itu membungkuk sopan kepada Hyesun, lalu pandangannya beralih kearah Ah Young. “Kakek menunggu mu di bawah. Ada yang ingin ia bicarakan.” Ucap Kyuhyun. Ah Young mengangguk pelan dan kemudian beranjak dari atas ranjangnya.

“Aku pergi menemui kakek dulu, imo.”

“Ne. Aku akan ada di perpustakaan jika kau ingin mencariku. Kita bisa melanjutkan obrolan kita disana.” Hyesun tersenyum kecil.

“Apa yang kalian bicarakan?” Tanya Kyuhyun ketika mereka dalam perjalanan menuju ruang kerja tuan Park. Ah Young melirik kearah Kyuhyun. “Tidak banyak. Ia hanya menanyakan kabarku dan yah… memperingatiku jika kejadian seperti kemarin ada kemungkinan untuk kembali terjadi.” Ah Young menelan salivanya gugup. “Kyuhyun oppa… apa itu benar? Apa nyawaku benar-benar menjadi incaran sekarang?” Tatapan Ah Young terlihat begitu mengiba. Kyuhyun terdiam, sebelum pada akhirnya mengangguk pelan, membuat tatapan mengiba itu berubah menjadi tatapan penuh ketakutan.

“Ya. Nyawamu memang sedang menjadi incaran.”

 

*****

 

Pagi-pagi Ah Young tampak sibuk di dapur. Meskipun sejak ia menapakkan kakinya disana hampir semua pelayan yang melihat melarangnya untuk menyentuh peralatan memasak, namun gadis itu tetap bersikeras untuk berada disana, membuat para pelayan pada akhirnya hanya bisa mengalah. Ah Young sendiri punya alasan kuat mengapa sepagi ini ia sudah berada disana, berkutat dengan berbagai macam jenis sayuran dan bumbu dapur lainnya. Sejak semalam Ah Young sudah berencana untuk memasak sarapan yang lezat untuk kakek dan Kyuhyun. Mendiang ibunya cukup banyak mengajarkan berbagai resep makanan tradisional sehingga membuat gadis itu cukup merasa percaya diri.

“Nona, apa ada yang bisa saya bantu?” Se Kyung, pelayan yang ditugaskan untuk melayani Ah Young bertanya dengan sopan. Ah Young menoleh dan tampak berpikir sejenak sebelum ia menyuruh gadis itu untuk membantunya merebus ayam. “Tolong bantu aku merebus ayam ini dan juga memotong sayuran ini.”

“Ne.” Se Kyung mulai mengerjakan tugasnya. Gadis belia itu memperhatikan makanan-makanan yang tengah dimasak oleh Ah Young. Ada total empat macam jenis makanan yang dimasak oleh gadis itu. Menu yang cukup banyak jika hanya untuk sarapan pagi. “Apa hari ini adalah hari yang spesial? Nona memasak banyak sekali.”

Ah Young tersenyum kecil. “Aniya. Aku hanya sedang ingin saja.” Jawabnya.

Satu jam kemudian makanan sudah tersaji dengan apik di atas meja makan. Ah Young tersenyum puas menatap hasil masakannya. Ia berharap bahwa kakek dan Kyuhyun akan menyukai hasil masakannya ini. Tak berapa lama kemudian kakek dan Kyuhyun masuk ke ruang makan sembari berbicara serius. Mungkin urusan pekerjaan. Lagipula selama ini Ah Young tidak pernah melihat kakek dan Kyuhyun berbincang selain demi urusan pekerjaan. Hubungan kakek dan cucu yang aneh, bukan?

Tuan Park tersenyum pada Ah Young. “Selamat pagi. Kau terlihat baik pagi ini.” Ucapnya.

“Ne. Aku tidur dengan nyenyak semalam. Bagaimana dengan kakek?”

“Aku tidur seperti bayi.” Guraunya. Matanya kemudian beralih kearah meja makan. Agak sedikit heran melihat menu sarapan yang banyak dan semuanya adalah makanan berat. Ah Young menyadari arah pandangan kakek. “Ayo, silahkan makan. Ini semua aku yang memasaknya. Semoga kalian suka.” Ucap Ah Young.

“Wah, banyak sekali. Kelihatannya enak. Kakek jadi tidak sabar untuk mencobanya.”

Ah Young tersenyum sumringah. Gadis itu menyendokkan nasi kedalam piring dan mengambilkan beberapa lauk. Kemudian ia menyerahkan piring itu kepada sang kakek. Ah Young juga melakukan hal yang sama terhadap Kyuhyun, bahkan sebelum namja itu sempat untuk menolak. Mereka bertiga makan dalam suasana tenang dan hangat.

“Kakek tidak tahu jika kau bisa memasak makanan seenak ini. Ini bahkan lebih enak daripada masakan John.” Ujar sang kakek.

“Jangan berbicara seperti itu, kek. Nanti John malah mogok masak lagi haha…”

Kyuhyun seperti biasa, tidak terlalu banyak berbicara. Ia hanya akan sesekali menanggapi obrolan kakek dan Ah Young. Pria itu lebih fokus kepada makanan yang ada dipiringnya. Ah Young betul-betul berusaha untuk menjelma menjadi cucu idaman. Gadis itu benar-benar melayani tuan Park dengan amat baik. Tatapan mata Ah Young tanpa sengaja bertumbukan dengan Kyuhyun. Gadis itu langsung melayangkan senyuman manisnya, namun Kyuhyun hanya menatapnya datar dan memutuskan kontak mata mereka. Ia lebih memilih untuk berbincang dengan tuan Park. Reaksi Kyuhyun cukup membuat Ah Young merasa berkecil hati.

 

*****

 

“Hai, kau sudah sembuh rupanya. Senang melihatmu kembali ke kelas.” Ujar Jiyeon riang.

Ah Young mengernyit heran. “Kau tahu darimana jika aku sakit?” Tanyanya bingung. Jiyeon nyaris kelabakan, namun dengan lihai gadis itu dapat menetralkan perasaan gugupnya. “Hanya menebak saja. Kau tidak masuk selama dua hari, dan kau tidak tampak seperti orang yang gemar membolos kelas. Jadi aku berasumsi jika kau sakit.”

Ah Young tersenyum kecil. “Ya, aku sempat masuk rumah sakit, keunde naega jeongmal gwenchana jigeum.” Jawab Ah Young ramah. Jiyeon teringat akan latihan teater mereka yang akan dilaksanakan hari ini. Tadi ia sempat berpapasan dengan Taeyeon, dan gadis itu mengingatkannya akan latihan mereka yang dipercepat sehari.

“Oh iya, aku nyaris lupa! Taeyeon sunbae bilang bahwa latihan dipercepat menjadi sore ini. Kau bisa, kan?”

“Ne, tentu saja. Aku sungguh sudah tidak sabar. Ini akan menjadi pengalaman yang mengasyikkan.”  Ujar Ah Young girang.

Satu setengah jam kemudian Ah Young dan Jiyeon melesat ke ruang latihan teater yang berada di lantai tiga. Mereka berdua agak sedikit terlambat akibat dosen yang mengajar terlambat mengakhiri sesi belajar mereka. Begitu sampai di ruang latihan teater yang luas, Ah Young dan Jiyeon dapat melihat sudah banyak anggota klub yang berada disana. Tampaknya tengah bersiap-siap untuk latihan. Taeyeon melambai sembari tersenyum ramah kepada mereka.

“Ayo kesini!” Ujarnya. “Nah, kita ada tambahan dua anggota lagi. Ayo silahkan memperkenalkan diri.”

“Annyeonghaseyo, Park Jiyeon imnida. Aku mahasiswi tahun pertama jurusan bisnis.”

“Annyeonghaseyo, Park Yura imnida. Sama seperti Jiyeon, aku juga adalah mahasiswi tahun pertama jurusan bisnis. Mohon bantuannya.”

Beberapa mahasiswa dan mahasiswi tampak saling berbisik sejenak kala tahu bahwa ada cucu seorang chaebol di dalam klub mereka. Sejak diumumkannya perihal status Ah Young sebagai Yura pada publik, banyak sekali yang menjadi penasaran dan ingin melihat lebih dekat sosok cucu chaebol tersebut. Baik yeoja maupun namja. Yang yeoja berharap akan dapat bersahabat dan berteman baik dengan Ah Young, sedangkan para namja berharap dapat menjadikan gadis itu kekasih mereka. Dalam hitungan menit Ah Young sudah menjadi primadona didalam klub tersebut, membuat Jiyeon hanya bisa tersenyum miris karena gadis itu tahu dengan pasti apa penyebabnya.

“Ja, hari ini kita akan memilih peran untuk drama musikal Robin Hood. Kalian sudah mempelajari naskah yang kuberikan, bukan?”

“Ne.”

“Johta! Kalau begitu, ayo segera dimulai!” Taeyeon berseru semangat.

 

*****

 

“Jiyeon-ssi!”

Jiyeon menoleh dan mendapati Lee Donghae tengah berjalan menuju kearahnya. Jiyeon sempat terkesima. Lee Donghae selalu tampan kapan saja dan dimana saja. Gadis itu bahkan harus mati-matian menahan agar senyumannya tidak terlalu sumringah. Bisa bahaya jika itu terjadi. Dirinya tidak mau dicap aneh oleh Donghae.

“Annyeong haseyo Donghae-ssi.” Sapa Jiyeon.

“Sudah mau pulang?” Tanya Donghae ramah. Jiyeon menggeleng. “Aniya, aku masih ada audisi teater. Aku baru saja kembali dari kantin. Kau sendiri sedang apa disini?”

“Ah, aku ada sedikit urusan dengan tuan Im Joong Ki.” Jawab Donghae menyebut nama salah seorang dosen yang Jiyeon kenal. Gadis itu mengangguk paham. Donghae tersenyum manis sebelum pria itu pamit karena harus segera kembali ke perusahaan.

“Sampai jumpa lagi, Jiyeon-ssi. Segera.” Ucap pria itu pelan namun cukup untuk didengar oleh Jiyeon. Kedua mata Jiyeon membulat kaget. Gadis itu menatap punggung Donghae yang perlahan menghilang dari jarak pandangnya. “Segera?” Gumam Jiyeon dan kemudian tersenyum kecil. “Ya, kuharap segera.” Bisiknya.

 

*****

 

“Siapa pria yang tadi berpapasan denganmu?” Kyuhyun menatap Jiyeon, menanti jawaban gadis itu. Jiyeon berpikir sejenak, sebelum akhirnya gadis itu ingat mengenai Donghae yang sempat berpapasan dengannya tadi. “Waeyo?” Tanya Jiyeon tanpa menjawab pertanyaan Kyuhyun. Kyuhyun terlihat tidak senang karena pertanyaannya belum dijawab.

“Siapa dia?” Kyuhyun kembali mengulang pertanyaannya.

“Dia Lee Donghae.”

Rahang Kyuhyun mengeras. Ekspresi tidak suka terlihat dari wajahnya. “Bagaimana kau bisa mengenalnya?”

Jiyeon semakin bingung. Cara Kyuhyun bertanya lebih mirip orang yang mengintrogasi daripada sekedar bertanya. “Em, dia pernah menjadi pembicara di seminar yang kuhadiri. Dan aku mendaftar untuk menjadi volunteer d iacara marketing yang akan digelarnya bulan depan.” Jawab Jiyeon. Wajah Kyuhyun yang biasanya tampak datar kini terlihat sedikit beremosi. Wajahnya tampak tidak senang.

“Jangan dekat-dekat dengannya.”

“Wae?”

“Turuti saja perkataanku. Ini demi kebaikanmu.”

 

*****

 

“Gadis itu sudah keluar dari rumah sakit?”

“Ne. Tadi dia sudah hadir kembali di kampus. Pengawalnya terlalu cepat datang untuk menyelamatkan gadis tolol itu. Jika tidak, mungkin keadaannya akan jauh lebih parah. Dia bisa koma.”

“Tidak apa-apa. Ini semua baru permulaan. Masih ada banyak kejutan yang menanti si brengsek Park Jinyoung dan cucunya. Aku bersumpah akan membuat mereka merasakan kehancuran seperti yang kita rasakan. Park Jinyoung harus mendapat ganjaran atas perbuatannya.” Tatapan mata pria paruh baya itu penuh dendam dan kemarahan. Tekadnya sudah bulat untuk menghancurkan Park Jinyoung, pria yang dianggapnya sudah menghancurkan karir serta kehidupannya. Pria itu menoleh menatap anak perempuan satu-satunya. Harta paling berharga yang ia miliki saat ini. “Kau sudah melakukan kerja yang baik, Taeyeon-ah. Terus dekati gadis itu. Untuk menghancurkan seseorang, kita harus dekat dengan orang itu terlebih dahulu.”

Taeyeon mengangguk. “Ne, appa. Aku mengerti. Kau tidak perlu khawatir. Aku bersumpah akan membalaskan dendam keluarga kita.”

Berbeda dengan Taeyeon yang biasanya tampak riang dan ramah, kali ini ekspresi wajah gadis itu tampak dingin dan penuh dendam. Ekspresi yang selama ini diam-diam tersimpan rapat. Kedua tangan gadis itu mengepal sempurna. Bayangan untuk menghancurkan Park Jinyoung serta Park Yura sudah berseliweran di kepalanya. Ia rela melakukan apa saja untuk membalaskan dendamnya. Termasuk jika harus melakukan hal kriminal sekalipun. Park Jinyoung harus merasakan penderitaan yang ia alami…

 

 

-To Be Continued-

Iklan

Penulis:

Just a simple girl who loves music, food and blue sky

41 tanggapan untuk “The Bodyguard (Part 5)

  1. kyaaa ternyata orang yg ditabrak jiyeon ditangga itu donghae >< atau memang ada alasan lain?
    Pokoknya ditunggu bnget next chapternya ya ^,~

  2. yey post…meski scane kyuyeon tetep cuma 1 hikss tapi kyu udah keliatan ga suka apa bener hae jahat? apa cemburu?? ciee kyuuu…
    semoga ngga hae kan baik ga tega kalo dia jadi jahat dan udah tau siapa jiyeon semoga emg pure suka hihi

    oke,fighting eonn semoga cepet post lagi !!^^

  3. yaah thor knapa tumben singkat ceritanya ga panjang 😦
    tapi gapapa deh yg penting udah update 🙂
    ciee hyukjae ada yg nyukain ihiiw dan jiyi jg falling in love sama donghae ahahahaha
    kyuhyun bener2 ngelarang jiyi deket sama hae gara2 hae emang berbahaya atau dia ga seneng jiyi deket sama hae ya hmmm
    kasian yura dia jadi bahan bullyan gitu :((
    yura juga udah mulai ngerasa ganjil sama kakeknya yg ga perhatian sama dia
    update soon chingu ^^

  4. Hooooiio
    Akhir_ny keluar juga part 5ny…hehe
    Aaaaaaaach
    Saeeeeng,,tuuuch kan donghae.. 😞😞😞
    Kau bner”ingin mmbuat q galau…😢😢
    Hmmmmm
    Ada apa ya!!kok kyuppa seperti_ny
    Sngat tdak menyukai haeppa!!
    Zperti ada sesuatu niiich,,,
    Jebal jangan buat haeppa jdi jhat ya daini aaeng..hehe
    Omoooooo
    Ternyta yang jhat itu taeyeon!!!
    Ada dendam apa sbnar_ny keluarga taeyeon sma kakek jiyi ya!!!
    Hmmmmm makin pnsaran aja dech…Kkkk
    satu yang eon takutkan,,kkek park lakukan apapun buat lindungi jiyi,,tpi sekarang jiyi deket sma ah young,and selalu ada d deket_ny eon tkut ujung”ny jiyi juga yang celaka krna mlindungi ah young…hehe
    Tpi keren tuch law ampe gitu,,Kkk
    Neeeeeeext pokok_ny ya saeng
    Jebaaaaaaalllllll palliiiii…hehe
    FAIGRTHING…😉😉😉

    1. Iya nih eon. Aku baru bisa nyelesain part 5 kmrn malam xD tenang tenang, Donghae ga bakalan jd jahat kok. Mukanya ga mendukung bgt hehe xD ditunggu aja ya next partnya. Msh dlm proses nih hehe 😀

  5. Wkwkwk bner Donghae kn yg dtabrak jiyeon xD BHAKK ngkak abiss dongdong dasarrr selalu dtg aja di ff kyukyu xD
    Siapa lg tuh yg celakain Ah Young -.- Taeyeon kynya deh huhuhu …
    Kyuhyun cemburu sm Jiyeon atau gmn coba? Atau skedr cuma pngen ngejagain dia dr dongdong -.- Aaaa kyuhyun sm jiyeon aja xD Kkk~

    fighting eonni^^

    1. Haha, tebakan kamu bener tuh! Si Donghae emg selalu bakalan jd org ketiga antara kyu dan cast cewe. Dia rival terkuat kyuhyun haha xD makasih udh baca

  6. aiiiss donghae yg muncul >_< wahh saingan berat nihh.. jiyeon suka sama hae kayanya XD kyu cemburu atau tau kalo donghae itu jahat??? ahhhh nextnya bikin penasarannn.. taeyeon juga jahat disini -.-

  7. Aku baru nemuin wp ini dan ketemu ff yg main cast nya jiyeon. Aku emang cuma baca ff yg main cast jiyeon doang sih hehehe. Pas baru pertama baca yg part 1 aku mulai tertarik sama isi ceritanya. Jeongmal mianhae aku baru commet di part ini. Abis ceritanya seru banget sih aku langsung baca non stop dari part ke part nya haha. Pas part awal awal aku agak bingung sama cerita nya tp makin kesini makin keliatan. Biarpun belom mencapai klimaks nya aku udh suka bgt sama author yang nyeritain ff ini dengan karaktet jiyeon yang ceria& hatinya yg lembut sama kyuhyun yg baik tp terkesan dingin. Wkwkwk pokonya aku suka bgt berasa baca novel atau teenlit bestseller. Pokoknya aku tunggu kelanjutannya klo bisa jgn lama lama ya thor hehe fighting!

  8. kyaa lee donghae nugu ya???
    apa hae akan jahat 🙂 aigooo 🙂
    kyu cemburu kah 🙂 tau kyu tahu sesuatu 🙂
    taeyoen g disangka ada udang di balik batu 🙂
    kasiha yura 🙂
    next^^

  9. ya smpunnnnn rasanya sllu blm puas bc ff ini ,, np yah??? apa krn trll lama nggu jg kgnnn bgt,, trs pas postg cm seumpritt wlwpn ud pjg bnrny tp brsa kurang trs.. aihhhh,,, makinnn penasrn,,, dsni jiyi ny jg numpang nampg doank,,,, smwnya k bgian sdkt2,,, ayo donk author post ny lbi dket lg jarak nya mgkn bs 2 mggu sekali kan enakkk jd qt g lupa dan g bgni nih kena sindrom tamak g prn puas

    kgn moment kyuuyeon. donghae knp hrs smpe d jauhi kyu???

  10. Kyaaa udah update…
    Senengnya!!
    Hm, ah young udah mulai jdi incaran nih. Ngomong2 eonni, aq suka percakapan jiyeon n eunhyuk, walaupun singkat tp bikin senyum2! Knpa kyuhyun ga mw jiyeon dekat2 dgn donghae? Kalo cemburu menurut ku hbngan mereka blm sampe stu deh! Pasti ad sesuatu kan, kan , kan ? Aku kepo deh,hahahaa
    pengen baca kyuyeon moment eonnie ! ! !
    Eoh, ternyata taeyeon punya niat jahat ! Ckckk
    d.tunggu kelanjutannya eonnie 😀

  11. Kyaaaaa >< donghae oppaaa~~~~
    Btw donghae itu baik apa jahat y? Koq kyuhyun khawatir gt jiyeon deket sama donghae, cemburu atw ada alasan lain?

    Taeyeon ternyata punya maksd lain…penasaran sama lanjutannya
    Di tunggu next nya lagi yaa

  12. Jadi musuhnya itu bukan kelurga mereka sendiri? Eh tapi kan emang banyak ya musuhnya. Kasian yurayura sial terus tapi kasian juga jiyeon kaga banyak munculnya. Hahahah

    Cie kyu marah. Gk usah marah kyu masa kmu marah sama donghae, kan dia hyungmu di suju. Lah?

    Ditunggu kelanjutannya, masih bnyk teka tekinya

  13. Yahhh eon dipart ini knpa kyuyeon moment dikiiiitt bangeeettttt sihhhhhhhhhhhhhhhh,, padahal kan kyuyeon moment yg pling dtunggu*,,
    Kecewa dkit gak apakan eon,,,
    Knpa kyu gak suka ya am donghae, emg haeppa org jahat yak ??
    Dipart selanjutnya banyakin kyuyeon dong eon,, udah bosen am ah young story,,,
    Dtunggu next chap

  14. woow trnyata haeppa spty hrapanq wohihi
    weleh2 kyu ntu cemburu ma d0nghae or punya msa lalu yg brkaitang dg lee d0nghae
    part jiye0n dsni dah lumayan byk dr kmaren +m0ment kyuye0n jg cukup bguz ^^
    sdikit2 dah mule trbuka krakter/niat masng2 peran tp typ part jg mkin tmbh mslahny hahay #tentuaja lok kgak ada mslah kgak ad crta donk haha
    nextny gpl ya hehe

  15. Setelah lama ditunggu tunggu akhirnya post jugaa..
    Itu si kyu kenapa ??
    Cemburu atau emang dongek oppa yang jahat ??
    Penasaran nih, cepat publish lagi yaa..
    Tetap semangat author ^^

  16. ternyata donghae,,hahaha dan tae ternyata bermuka dua..kya jangan bilang kalau hae saingan bisnis kakeknya…
    nah lho jiyeon ada rasa dikit ama hae,,ya iyalah sekarang kyu dan jiyeon jarang bertemu..

  17. yakkkk makin serruuu…leee donghaeee kannn aku udah nebakkk pasti dongeekkk yang tabrakan sama jiyeon…hakkss kyuuu knpa marah gitu pas tau jiyi deket sama dongekkkk..yakkk banyakin momentt Kyuyeon nya donggg eonniiiiii..plisssssss KYUYEON Jjang..dongeekk sma yura kw ajhhh… 😀 Visss

  18. kasian juga ah young jd bahan inceran musuh kakek y bukan y jiyeon…
    kyuhyun cemburu kah???? atau dia tau sesuatu soal lee donghae???? berharap y sih lebih kecemburu…
    harus waspada ternyata taeyeon jahat n bisa aja donghae jg

  19. huuwaaa daebaaakkkk ternyata taeyeon jahat….eoh ternyata namja yg jiyeon tabrak itu donghae…eeeiiii kyu kamu cemburu kah…kkk….daebak daebak…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s