Diposkan pada Chapters, Uncategorized

The Bodyguard (Part 6)

1425994224260

 

Author : Cho Haneul
Title      : The Bodyguard
Type     : Chaptered
Genre   : Drama, Romance
Poster by : Instagram @Shirlyuanaaa

Cast :
– Park Jiyeon
– Kim Ah Young (Girl’s Day Yura)
– Cho Kyuhyun
– Lee Donghae
– Kim Taeyeon
– Choi Siwon
– Jung Yunho

______________________________________

Meskipun tidak mendapat peran utama, namun Ah Young tetap merasa antusias dengan drama musikal yang akan dipentaskan oleh club teater. Terbukti dengan betapa giatnya gadis itu melatih dialognya, bahkan sempat mengabaikan beberapa tugas kampusnya yang kemudian terpaksa ia kerjakan kala mengingat wajah Im Joong Ki, dosennya yang begitu strict. Dia bisa terancam tak lulus mata kuliah akuntansi jika tidak mengerjakan satu tugas saja.

Selesai dengan tugas, Ah Young melirik kearah jam dinding kamarnya. Ternyata masih pukul 10 malam. Tadinya gadis itu mengira jika ini sudah tengah malam, mengingat ia cukup lama dan lamban dalam mengerjakan tugasnya. Merasa bosan, akhirnya ia memutuskan untuk keluar kamar dengan membawa buku sketsa miliknya yang baru seminggu lalu ia beli. Gazebo kecil didekat kolam renang terlihat begitu menggiurkan bagi Ah Young. Seakan gazebo itu melambai-lambai memanggil dirinya. Gazebo tempatnya berada sekarang persis berada dihadapan kolam renang. Lampu yang menggantung diatas gazebo membuat tempat itu cukup terang.

Ah Young meletakkan buku sketsanya diatas meja. Gadis itu sempat terdiam beberapa saat sebelum kemudian membuka buku sketsa yang baru terisi dua lembar. Sketsa pertama adalah gambar si putri es cantik Elsa dari film animasi Frozen, dan sketsa yang kedua adalah sketsa seekor burung yang hinggap dipinggiran jendelanya. Sketsa yang baru kemarin ia gambar. Ah Young tersenyum kecil melihat gambar-gambar itu. Selain bermain peran, Ah Young juga mahir dalam hal seni lukis. Ia pernah memenangkan beberapa perlombaan saat di Ulsan dulu. Halaman ketiga masih putih bersih. Ah Young meraih pensilnya. Saat ini, ada satu wajah yang begitu ia ingat dan sangat ingin dilukisnya. Wajah mendiang sang ibu. Ah Young kehilangan potret sang ibu bersama dengan tas miliknya yang dicuri orang saat pertama kali ia menjejakkan kaki di Seoul. Sekarang ini, hanya kenangan yang membuatnya dapat mengingat dengan pasti setiap jengkal wajah sang ibu.

superthumb

Dua jam lamanya Ah Young berada di Gazebo. Ia tidak menyadari jika Hyukjae sedari tadi mengamatinya dari jauh, tepatnya dari jendela kaca dapur. Pria itu tidak sengaja melihat Ah Young disana, namun enggan untuk menghampiri lantaran takut menganggu kegiatan gadis cantik itu. Saat ini memang gilirannya untuk menjaga Ah Young, sedangkan Kyuhyun bertugas untuk menjaga Jiyeon. Tatapan matanya tiba-tiba bertumbukan dengan Ah Young yang kebetulan sedang menoleh kearah jendela dapur. Hyukjae menunduk sopan kepada cucu majikannya itu. Ah, bukan cucu, tapi gadis yang berperan sebagai seorang cucu. Sampai detik ini dirinya masih belum mengerti dengan rencana yang tengah dijalankan oleh Kyuhyun dan Tuan Park. Ia hanya tahu bahwa Yura yang saat ini dilihatnya bukanlah Yura yang asli. Gadis ini hanya sebagai pemeran pengganti.

Hyukjae memutuskan untuk menghampiri Yura. Toh, ia sudah terlanjur tertangkap basah sedang memperhatikan gadis itu, bukan? Akan terasa kurang sopan jika ia langsung pergi tanpa menyapa Ah Young terlebih dahulu.

140901-gimpo-airport-eunhyuk-donghae-2

“Selamat malam, nona.”

“Hai, selamat malam.” Ah Young tersenyum riang. “Duduklah.” Gadis itu mengedikkan dagunya kearah kursi kosong yang ada dihadapannya. Hyukjae tersenyum dan kemudian duduk tepat dihadapan Ah Young. Mata pria itu menangkap sketsa seorang wanita dengan rambut panjang yang tengah tersenyum lembut. Pria itu kemudian menatap Ah Young dengan pandangan ingin tahu. “I yeoja neun nuguiyeyo?” Tanyanya sopan.

Tubuh Ah Young sempat menegang, namun buru-buru ia menormalkan eskpresinya. Gadis itu menunduk menatap sketsa wajah ibunya yang baru saja selesai ia gambarkan. “Ini… perawat di rumah sakit tempatku dirawat dulu.” Bohongnya. Dahi Hyukjae berkerut bingung. Untuk apa gadis ini menggambar wajah seorang perawat? Seperti tidak ada kerjaan saja.

Sadar bahwa jawabannya terdengar aneh, Ah Young kembali membuka suara. “Dia sangat baik padaku. Dan… em… eomma cheorom.” Ucapnya. Hyukjae mengangguk paham. “Sketsanya sangat bagus. Nona sungguh berbakat.” Puji pria pemilik senyum gusi ini.

tumblr_nh7d2mjTT11tu1naoo3_500

“Terima kasih. Kapan-kapan aku akan melukismu.” Ujar Ah Young.

Mata Hyukjae berbinar. “Jinjja?” Tanyanya antusias. Ah Young mengangguk pasti sembari tersenyum manis, yang tak ayal membuat wajah Hyukjae nyaris merah merona. Salahkan gadis cantik satu ini yang dengan murah hati selalu tersenyum manis padanya. Hyukjae tidak pernah bisa tahan dengan senyuman gadis cantik. Selalu membuatnya berdebar-debar. Ya, ia memang namja beruntung karena bisa dekat dengan dua orang yeoja cantik, Yura dan Jiyeon.

 

*****

 

“Apa oppa sudah menemukan orang yang mencelakai Ah Young?”

Kyuhyun mengalihkan matanya dari layar laptop yang penuh dengan data-data yang Jiyeon sama sekali tak mengerti apa maksud dan gunanya itu. “Sudah. Tapi dia tidak mau buka mulut.” Jawab Kyuhyun. Jiyeon menggigit kukunya, hal yang kerap ia lakukan jika sedang berpikir. “Menurut oppa siapa yang menyuruh namja itu? Hmm, siapa yang kira-kira tidak suka dengan kakek?”

Kyuhyun tidak langsung menjawab. Bukan karena ia tidak tahu siapa saja kandidat pelakunya, namun karena kandidatnya ada terlalu banyak. Ada lusinan orang yang membenci Park Jinyoung. Tak mendapat jawaban dari Kyuhyun, Jiyeon jadi merasa gundah. Gadis itu menatap Kyuhyun ragu. “Apa… kakekku bukan orang yang baik?” Suara Jiyeon terdengar lirih.

triangle20-00143

“Orang baik sekalipun pasti punya musuh. Lagipula, tidak ada orang yang benar-benar baik di dunia ini. Semua pasti memiliki sisi gelap.” Jawab pria itu. “Jangan khawatir, selama gadis itu ada maka kau akan baik-baik saja. Aku justru berharap kalau kau tidak terlalu dekat dengan Yura. Gadis itu selalu dikelilingi oleh bahaya.”

“Justru karena itu aku ingin berada didekatnya. Sebisa mungkin aku ingin menolongnya. Aku tidak bisa membiarkan orang lain terluka karena melindungiku. Apalagi jika orang itu secara cuma-cuma dijadikan tameng.”

“Jika kau sampai terluka, maka semuanya akan sia-sia. Aku tidak ingin jika kau terluka.”

“Kenapa?”

“Karena kau adalah orang… orang yang harus kujaga.”

tumblr_inline_moi63wRN091qz4rgp

 

*****

 

Jiyeon mematut dirinya dicermin. Dress hitam selutut dengan tali pinggang berwarna putih membalut tubuh rampingnya. Rambut sebahunya ia biarkan terurai bebas. Kyuhyun memperhatikan gerak gerik Jiyeon dalam diam. Pria itu memperhatikan dengan seksama bagaimana Jiyeon mengatur rambutnya, membenarkan letak baju dan ikat pinggang, hingga kala gadis itu membenarkan riasan wajahnya. Sudah lama sekali sejak terakhir kali Kyuhyun melihat pemandangan seperti ini. Tepatnya semenjak ia meninggalkan panti asuhan tempatnya bernaung saat masih kecil.

b82d75f082025aafb233216af9edab64024f1acf

Sadar bahwa dirinya sedang diperhatikan, Jiyeon pun menoleh menatap Kyuhyun. “Aku sudah siap. Kita bisa berangkat sekarang.” Ujarnya yang dijawab dengan anggukan oleh Kyuhyun.

Perjalanan yang biasanya diisi oleh celoteh Jiyeon kali ini terasa begitu sunyi. Sama sekali tidak ada percakapan sejak mobil bergerak meninggalkan parkiran apartemen. Jiyeon menghela napas berat. Terdengar begitu gelisah, membuat Kyuhyun melirik sekilas kearah gadis itu. “Aneh sekali rasanya…” Jiyeon akhirnya membuka suara. Gadis itu memang sudah terbiasa untuk menceritakan isi hatinya kepada orang yang sudah dianggap dekat. Kyuhyun hanya diam mendengarkan. “Hari ini aku akan menghadiri peringatan kematian orang tua yang bahkan tidak kuingat pernah kumiliki. Rasanya hanya… terasa janggal dan tidak benar. Aku merasa menjadi anak yang jahat.”

T-ara Jiyeon Triangle EP26 End (2)

“Terpisah dari kedua orangtuamu dan menjadi korban penculikan bukanlah keinginanmu. Jadi, tidak sepatutnya kau merasa bersalah. Aku mengerti bagaimana perasaanmu. Tapi lambat laun kau pasti juga akan terbiasa. Lagipula, setidaknya kau tahu bahwa kau pernah memiliki kedua orangtua yang begitu mencintaimu. Itu lebih baik daripada kau tidak tahu siapa orang tuamu dan menjadi anak yang dibuang.” Suara Kyuhyun terdengar agak lirih, membuat hati Jiyeon terenyuh. Dia tahu bahwa Kyuhyun memang cucu angkat kakek yang diadopsi dari sebuah panti asuhan di daerah Gwanghwamun.

“Ya, oppa benar.”

 

*****

 

Jiyeon menatap makam kedua orang tuanya dalam diam. Ia masih menyesali ingatannya yang sama sekali tidak dapat diajak kompromi meskipun hanya sebentar saja untuk mengingat secuil kenangan dirinya bersama mendiang ayah dan ibunya. Tuan Park menggenggam tangannya lembut. “Tidak apa-apa jika kau masih belum bisa mengingat mereka. Kau masih sangat kecil ketika terpisah dari kedua orang tuamu. Mereka akan mengerti.” Ucapnya lembut.

Jiyeon mengangguk pelan. Matanya masih menatap intens dua buah gundukan yang masing-masing mengubur jasad ayah dan ibunya.

Setelah dari pemakaman, mereka bertiga makan siang disalah satu restoran. “Jiyeon.” Panggil tuan Park, membuat Jiyeon mengurungkan niatnya untuk mengambil udang goreng. Alih-alih gadis itu menatap sang kakek. “Ne. Waeyo?”

“Kau dan gadis itu, ah maksudku Yura, apa kalian dekat?”

Jiyeon melirik sekilas kearah Kyuhyun. Pasti kakek tahu dari bodyguard tampannya itu. “Tidak bisa dibilang dekat sih, tapi kami berteman baik. Kami menghadiri kelas yang sama. Memangnya kenapa? Kakek tidak suka jika aku dekat dengannya?” Tanya Jiyeon to the point. Tuan Park mengeleng. “Bukan seperti itu. Hanya saja aku tidak ingin kau terkena bahaya karena dekat dengannya. Kau tidak lupa kan jika ia adalah pemeran pengganti?”

‘Lebih tepatnya tameng yang kalian peralat.’ Batin Jiyeon.

“Jadi aku tidak boleh berteman dengannya, begitu?” Jiyeon bertanya dengan nada tidak suka.

“Berteman boleh, tetapi jangan terlalu dekat.”

Jiyeon tidak menjawab lagi. Ia tidak mengiyakan ataupun menolak permintaan dari sang kakek. Selesai makan mereka pulang terpisah. Kyuhyun bersama Jiyeon, sedangkan sang kakek pulang bersama supir dan bodyguardnya yang lain. Mereka sengaja melakukan hal demikian agar tidak ada yang curiga.

“Seperti apa keluargaku? Oppa bilang aku memiliki empat orang sepupu, bukan? Apa mereka orang yang baik?”

“Mereka baik, hanya saja ada beberapa hal yang membuat Chansung dan Yunho begitu menolak kehadiranmu. Salah satunya karena kau yang ditunjuk sebagai penerus kakek. Padahal mereka sudah berambisi untuk menduduki posisi itu. Berbeda dengan Eun Soo dan Siwon hyung. Mereka telah memilih jalan hidup mereka masing-masing. Jauh dari urusan perusahaan. Eun Soo sebagai desaigner dan Siwon hyung sebagai actor.” Jelas Kyuhyun.

Jiyeon berdecak kagum. “Ah, masih sulit dipercaya jika aku bersaudara dengan actor terkenal sekelas Choi Siwon. Aku sangat ingin bertemu dengannya.” Ujar Jiyeon dengan wajah berseri-seri, membuat Kyuhyun tersenyum samar. Perjalanan dilanjutkan dengan obrolan ringan antara Kyuhyun dan Jiyeon. Meskipun tentu saja percakapan lebih didominasi oleh Jiyeon.

 

*****

 

_@BLANC Pub, 09:45 PM, Seoul_

Kang Hyesung, Park Jinho, Park Yunho dan Hwang Yi Xin mengangkat gelas berisi wine milik mereka, dan kemudian menyesapnya setelah sebelumnya sempat menghirup wangi khas wine yang begitu menguar. Kesepakatan bisnis baru saja terjadi diantara keempat pria tersebut. Kesepakatan yang hanya mengguntungkan pihak keempat pria itu. Hwang Yi Xin tersenyum puas karena telah berhasil mengambil alih lahan proyek resort yang seharusnya dimiliki oleh tuan Park. Hwang Yi Xin mengambil alih lahan tersebut untuk dijadikan sebagai tempat perjudian yang besar, mirip dengan kasino yang ada di Las Vegas. Pria berkebangsaan China itu telah menyuap Hyesung, Jinho dan Yunho. Ia berjanji akan memberikan komisi yang besar jika proyek itu dilepas kepadanya. Hyesung yang gila harta tentu saja setengah mati membujuk Jinho, hingga pria yang gampang terpengaruh itu akhirnya berubah pikiran dan menyerahkan proyek tersebut kepada tuan Yi Xin, mengabaikan sang ayah yang pasti akan mengamuk jika mengetahui hal ini.

“Senang sekali bekerja sama dengan kalian. Kalian partner yang menguntungkan.” Ujar Yi Xin menggunakan bahasa Korea. Bahasa Korea pria itu lumayan bagus sebab ia memang sering bolak balik antara China-Korea demi mengurus bisnis-bisnisnya.

Hyesung kembali menyesap wine-nya. “Bukan masalan, tuan Yi Xin. Justru aku lebih senang jika lahan itu dijadikan untuk kasino. Lebih menguntungkan daripada hanya dijadikan sebagai hotel saja. Lahan itu akan lebih berguna dan maju jika anda yang mengembangkannya. Dan soal tuan Park, anda tak perlu khawatir. Itu sudah menjadi urusan kami.” Hyesung berkata sambil tersenyum lebar. Senyum munafik yang sudah menjadi ciri khasnya.

Hwang Yi Xin tertawa puas. Ia lalu menoleh kearah Jinho. “Jinho-ssi, kudengar ayahmu akan menjadikan cucu perempuannya sebagai penerus. Padahal kupikir Yunho-ssi yang akan menjadi penerus sebab kinerjanya sangat bagus. Menurutku Yunho lebih pantas daripada anak kemarin sore yang bahkan sama sekali tidak mengerti seluk beluk perusahaan.”

Perkataan tuan Yi Xin memperkeruh suasana hati Yunho dan Jinho. Topik mengenai penerus perusahaan selalu menjadi topik yang sensitive bagi anak dan ayah tersebut. Jinho tersenyum kecil sembari mengusap punggung sang anak. “Ayahku memang keliru mengambil keputusan. Itu takkan lama. Dewan direksi pasti akan langsung protes begitu melihat kinerja Yura yang tidak ada apa-apanya dibandingkan oleh Yunho.”

“Yah, aku sangat berharap jika Yunho-ssi yang akan memimpin perusahaan. Jadi dengan begitu kerja sama kita akan lebih mudah untuk berlanjut.” Ujar tuan Yi Xin.

Ya, lebih tepatnya mudah untuk dicurangi.

 

*****

 

Seluruh keluarga Park berkumpul di vila keluarga. Hari ini merupakan hari ulang tahun Tuan Park, dan pria yang telah bertambah usia menjadi enam puluh tiga tahun itu ingin agar semua anak dan cucunya berkumpul untuk merayakan hari kelahirannya itu. Meskipun acap kali berselisih paham dengan anak-anaknya, terutama mengenai perusahaan, namun itu tak membuat tuan Park kapok untuk berkumpul dengan anak-anaknya. Yah, sudah sewajarnya bukan jika orang tua ingin berkumpul dengan anak-anaknya di hari tua mereka.

Pesta barbekyu diadakan dihalaman vila yang sangat luas. Gelak tawa terdengar dari sana. Nami berusaha keras untuk mencairkan situasi canggung diantara mereka. Ibu dari Siwon dan Eun Soo itu memang selalu menjadi jembatan antara Park Jinyoung dan Jinho serta Hyesun. Siwon bahkan izin dari pekerjaannya demi ulang tahun sang kakek. Kedatangan Siwon menjadi surprise tersendiri bagi Jinyoung. Pria itu sudah mengira bahwa Siwon takkan datang mengingat jadwal syuting sang cucu yang begitu padat. Tapi nyatanya Siwon justru datang dengan membawa hadiah ulang tahun.

“Jam tangannya bagus sekali. Kau memang selalu tahu apa yang kuinginkan.” Ujar Park Jinyoung sembari menatap jam tangan mewah yang melingkari pergelangan tangan kirinya. Siwon tersenyum senang mengetahui bahwa sang kakek sangat menyukai hadiah darinya.

“Bagaimana syutingnya? Aku sangat tersanjung karena kau mau repot-repot meninggalkan syutingmu untuk sementara demi hadir disini.”

“Syutingnya berjalan dengan lancar. Dua minggu lagi akan selesai. Dan kakek, apa kau lupa jika kau termasuk orang yang terpenting dalam hidupku? Tentu aku akan hadir disini.” Ujar Siwon sembari tersenyum menampakkan lesung pipinya.

Ah Young tersenyum melihat interaksi antara kakek dan Siwon. Siwon memang selalu bisa membuat mood orang-orang yang berada disekitarnya menjadi baik. Seakan pria itu ditakdirkan untuk menjadi mood maker di keluarga mereka yang sering ricuh. Bakat alami yang ia dapatkan dari sang ibu. Tak hanya Siwon yang mendapat pujian, Ah Young pun tak luput menerima pujian dari keluarganya akibat makan malam yang gadis itu masak. Nami bahkan awalnya mengira jika makanan-makanan itu berasal dari restoran bintang lima, bukannya dari tangan seorang gadis berusia 21 tahun.

“Ini sungguh enak, Yura-ya! Kurasa kau sangat berbakat dalam bidang memasak. Eun Soo-ya, kau harus banyak belajar dari Yura.” Ujar Nami.

“Ah, jangankan memasak, membedakan garam dan gula saja ia masih kesulitan. Bahkan ia tidak tahu bentuk sayur bayam seperti apa.” Gurau Siwon. Yah, sebenarnya tidak sepenuhnya bergurau. Eun Soo memang pernah salah memasukkan garam kedalam kopi yang dibuatnya untuk Siwon, serta memasukkan gula kedalam masakan yang seharusnya ditambah dengan garam. Salahkan Eun Soo yang memang tak pernah sudi untuk berada didalam dapur lebih dari sepuluh menit.

tumblr_n2t78m5ANw1trb3v0o2_250

Ah Young tertawa mendengar ucapan Siwon. Gadis itu tahu mengenai insiden gula dan garam, sebab ia berada disana ketika hal tersebut terjadi. Mata Yura tanpa sengaja melihat kearah Kyuhyun. Ia agak mengernyit ketika melihat pria itu sama sekali tidak menyentuh sayur tumis maupun rebus yang ada dihadapannya. “Apa tidak enak?” Tanpa sadar ia bertanya kepada Kyuhyun. Kyuhyun mendongak dan langsung menatap kedua mata Ah Young.

“Kyuhyun memang tidak suka sayuran. Benar kan, Kyuhyun-ah?” Nami memastikan. Kyuhyun mengangguk sopan. “Ya, aku memang bukan penggemar sayuran.” Ujarnya.

“Ah, begitu.” Ah Young mengangguk paham. Satu fakta kecil lagi yang ia temukan mengenai Kyuhyun. Pria itu tidak suka sayuran. Ah Young mencatatnya dalam otak dan berusaha untuk mengingatnya dengan baik.

 

*****

 

Mata Ah Young melirik diam-diam kearah Kyuhyun yang tengah berbincang dengan Siwon dan Kakek Park. Goresan-goresan pensil yang halus tercipta dilembar buku sketsa milik gadis itu seiring dengan lirikan matanya. Awalnya masih belum tampak, namun perlahan semakin jelas wajah siapa yang terlukis disana. Wajah Cho Kyuhyun.

Ah Young sendiri tidak mengerti mengapa ia memiliki keinginan yang begitu kuat untuk melukiskan wajah Kyuhyun di buku sketsa miliknya. Mungkinkah agar ia selalu bisa melihat wajah minim ekspresi itu? Ah Young tercenung menatap gambarnya yang hampir selesai. Saking fokusnya, ia bahkan tidak menyadari jika Eun Soo berada dibelakangnya. Walhasil Ah Young kaget setengah mati begitu menyadari bahwa sepupu pura-puranya itu tengah menatapnya dengan senyuman jahil.

Eun Soo mengambil tempat disebelah Ah Young, membuat Ah Young buru-buru menutup buku sketsanya. Namun percuma, Eun Soo sudah melihat gambar wajah Kyuhyun dengan begitu jelas. Langsung saja gadis itu menggoda Ah Young. “Oh, jadi Cho Kyuhyun, eo? Selera mu cukup bagus.” Eun Soo tertawa kecil sembari mencolek pinggang Ah Young.

“Aniya. Bukan seperti yang ada dipikiranmu. Aku hanya… sedang ingin melukis wajah seseorang.”

“Dan diantara banyak orang ini kau memilih Cho Kyuhyun.”

“Itu karena…”

“Hahaha, gwenchana. Aku setuju kok. Dia namja yang baik dan bisa diandalkan.” Bisik Eun Soo yang tak ayal membuat wajah Ah Young agak bersemu merah. Seperti mendapat feeling jika dirinya tengah dibicarakan, Kyuhyun menoleh kearah dimana Ah Young dan Eun Soo duduk. Pandangan matanya bertumbukan dengan Ah Young. Buru-buru gadis itu mengalihkan pandangannya. Ia terlalu gugup dan salah tingkah akibat dari perkataan Eun Soo tadi.

Malam sudah semakin larut. Satu persatu anggota keluarga Park sudah masuk kedalam kamar mereka guna untuk beristirahat. Hanya Kyuhyun yang masih tinggal di ruang keluarga. Pria itu tengah duduk di meja bar sembari menyesap wine, minuman favoritnya. Kesunyian seakan-akan sudah menjadi temannya hingga tak ada sedikitpun rasa aneh kala harus duduk sendirian ditemani dengan segelas wine merk ternama. Terkadang ada kalanya rasa jenuh menghampiri pria berusia 25 tahun itu. Seperti saat ini. Dan jika sudah begini, maka wine adalah teman terbaik.

 

*****

 

Jantung Ah Young berdebar keras. Oke, ia tampak seperti seorang sasaeng fans sekarang. Diam-diam melukis wajah Kyuhyun yang sedang tertidur. Apa lagi namanya jika bukan sasaeng fans? Sebut gadis itu aneh, sebab ia jadi kecanduan untuk melukis wajah Kyuhyun. Ini adalah kali pertamanya melihat wajah Kyuhyun yang tengah tertidur pulas diatas sofa. Sepertinya Kyuhyun tertidur tanpa sengaja disana. Tentunya kesempatan emas ini tak ia lewatkan begitu saja. Secepat kilat Ah Young mengambil buku sketsanya dan mulai menggambar wajah tertidur Kyuhyun yang menurutnya sangat tampan dan menggemaskan. Kyuhyun yang saat ini dilihatnya tampak begitu berbeda dengan Kyuhyun yang biasanya selalu tampak siaga, dingin dan terkesan cuek. Kyuhyun yang sekarang tampak begitu polos, tenang dan lembut.

normal_kyuhyun_5

Ah Young tersenyum kecil. ‘Tampan sekali.’ Batinnya sembari mengamati wajah Kyuhyun dengan seksama. Perlahan jemarinya terjulur kearah kepala Kyuhyun. Dengan penuh keraguan ia menyentuh kepala Kyuhyun dan mengelusnya dengan lembut. Entah mendapat keberanian darimana sehingga ia berani melakukan hal demikian. Beruntung Kyuhyun tak tampak terganggu dengan sentuhan itu. Pria itu tidur terlelap seperti bayi. Ah Young dapat melihat guratan lelah yang terpatri diwajah Kyuhyun. Hal yang tidak mengherankan mengingat betapa sibuknya Kyuhyun dalam mengurus perusahaan sekaligus menjaga dirinya. Bahkan pria itu kerap kali mengabaikan kepentingan pribadinya. Ah Young cukup prihatin dengan hal itu.

Puas mengamati Kyuhyun, Ah Young kembali ke kamar. Namun tak berapa lama kemudian ia kembali dengan sebuah selimut tebal ditangan. Setelah menyelimuti Kyuhyun dan memastikan bahwa namja itu cukup merasa hangat, Ah Young pun kembali ke kamarnya untuk tidur. Sebelum pergi ia sempat bergumam, “Selamat tidur Kyuhyun oppa. Mimpi yang indah.” Ia bergumam pelan.

 

*****

 

Perjalanan pulang dari vila dimanfaatkan Ah Young untuk lagi-lagi mencuri pandang kearah Kyuhyun. Namun tampaknya kali ini ia kurang beruntung, sebab baru sepuluh menit ia menatap pria itu, Kyuhyun ternyata sadar bahwa dirinya tengah menjadi objek pandangan Ah Young. Kyuhyun menoleh, dahinya agak sedikit mengernyit. “Ada yang salah?” Tanyanya yang seketika menyentak Ah Young. Buru-buru gadis berambut panjang itu menggelengkan kepalanya. “Tidak ada! Aku hanya… melihat.” Suaranya mendadak menjadi pelan, nyaris seperti sebuah bisikan.

Kyuhyun tidak menampakkan reaksi apapun. Pria itu tetap fokus menyetir. Tuan Park harus buru-buru ke bandara sehingga pria tua tidak pulang bersama mereka. Ada sebuah mobil lain berada di belakang mobil yang dikendarai oleh Kyuhyun dan Ah Young, mobil yang dikendarai oleh tiga orang pengawal. Bukannya tuan Park tidak percaya dan tidak bisa mengandalkan Kyuhyun, tapi tentunya lebih banyak pengawal akan jauh lebih baik.

Awalnya tidak ada yang aneh dijalanan sepi itu. Semuanya tampak normal. Hanya sebuah jalanan yang sepi dan panjang hingga jauh dijangkau mata. Akan tetapi mata Kyuhyun yang selalu awas serta waspada dengan cepat menyadari bahwa ada yang dua mobil lain yang mengikuti mereka. Pria itu baru saja ingin menghubungi mobil kedua ketika tiba-tiba  terdengar suara letusan, dan sedetik setelah itu mobil pengawal di belakang mereka tampak oleng sebelum akhirnya menabrak pembatas jalan. Penyebabnya adalah ban mobil yang pecah akibat tembakan. Setelah berhasil melumpuhkan mobil pengawal, kedua mobil asing itu bergerak maju mengapit mobil yang dikendarai oleh Kyuhyun dan Ah Young. Sontak hal tersebut membuat Ah Young panik bukan kepalang.

“Oppa, siapa mereka?!” gadis itu berseru panik.

Kyuhyun tidak menjawab. Pria itu fokus pada kemudinya agar bisa melarikan diri sesegera mungkin dari kedua mobil asing itu. Kedua mobil sedan itu mengapit kiri dan kanan mobil yang dikendarai Kyuhyun, menghantam sisi kiri dan kanan mobil. Ah Young berteriak panik. Hal seperti ini hanya pernah gadis itu lihat dalam film action yang sering diputar ditelevisi. Sumpah, tak pernah terlintas sedetikpun dipikirannya bahwa ia akan mengalami kejadian seperti ini secara langsung.

BRAK!

Sekali lagi mobil Ah Young dan Kyuhyun dihantam. Salah satu mobil menyerongkan posisinya dan berhenti tepat didepan Kyuhyun, sedangkan mobil yang satunya berhenti tepat dibelakang mobil Kyuhyun dan Ah Young. Pria-pria itu keluar dari dalam mobil dengan masing-masing memegang senjata api ditangannya.

“Oppa!” Ah Young berseru panik saat salah seorang pria memaksa membuka pintu mobil dengan paksa.

“KELUAR SEKARANG JUGA!” Perintah salah seorang pria asing itu dengan nada kasar.

Merasa tidak memiliki pilihan lain, Kyuhyun pun berniat untuk keluar dari dalam mobil. Tentunya dengan senjata api yang tak lupa ia sembunyikan dibalik jas hitam miliknya. Ah Young menatap sekelilingnya dengan ngeri. Terlebih lagi melihat Kyuhyun yang seakan pasrah.

“Aku tidak mau keluar!” Pekik Ah Young. Kyuhyun menoleh kearah gadis itu. Tidak sedikitpun terlihat kepanikan diwajah tampannya itu. Seakan ia sudah sering mengalami kejadian seperti ini. Yah, pria itu tampak begitu tenang. Wajah mereka begitu dekat. Bahkan Ah Young dapat melihat beberapa bekas jerawat diwajah Kyuhyun. “Kau percaya padaku, bukan? Aku disini sebagai penjagamu. Aku akan melakukan apa saja untuk melindungimu.” Ucapan Kyuhyun tampak begitu bersungguh-sungguh, membuat hati Ah Young terenyuh.

“Kau janji akan melindungiku?” Tanyanya dengan mata yang memerah menahan tangis.

“Aku janji.”

Dua kata itu diucapkan dengan begitu mantap. Kyuhyun membuka pintu, dan saat itu juga pria itu ditarik dari luar oleh lima orang pria berbaju hitam yang masing-masing memegang senjata api. Ah Young refleks berteriak saat kedua tangannya dicekal sehingga ia tidak bisa bergerak dengan leluasa.

“Siapa yang menyuruh kalian?” Suara Kyuhyun terdengar begitu dingin, sedingin es. Kelima pria itu bungkam. Mereka malah semakin memperlakukan Kyuhyun dan Ah Young dengan kasar.

“Ya Tuhan, ini sakit!” Rintih Ah Young. Kyuhyun menoleh kearah Ah Young dan melihat gadis itu sudah menangis tersedu-sedu. Pistol masih menempel dipelipis Kyuhyun, namun hal itu tidak membuatnya gentar. Sekali sikut, pria yang mendongkan pistol ke kepalanya langsung mundur seraya meringis menahan sakit. Kesempatan itu tidak Kyuhyun sia-siakan untuk memberikan perlawanan. Tendangan dan pukulan Kyuhyun berikan kepada pria-pria tersebut hingga mereka jatuh tersungkur dan sulit untuk bangkit melawan. Terang saja Kyuhyun bisa menjatuhkan pria-pria yang hanya mengandalkan senjata api itu dengan mudah, mengingat fakta bahwa dirinya adalah pemegang sabuk hitam taekwondo. Salah seorang pria yang masih menahan Ah Young memberikan ancaman kepada Kyuhyun.

“Menyerah atau gadis ini kutembak?”

Alih-alih panik, Kyuhyun justru menyeringai. Jika tidak sedang berada dalam keadaan genting, Ah Young pasti sudah berdecak kagum. Pria itu terlihat begitu tampan.

Secepat kilat Kyuhyun mengambil pistol didalam jasnya dan menodongkannya ke pelipis pria yang menahan Ah Young, membuat pria itu tersentak dan menatap ngeri kearah pistol yang bisa kapan saja meledakkan kepalanya itu. Kyuhyun tersenyum kecil melihat kepanikan yang terpatri jelas diwajah pria itu.

“Lepaskan dia atau kepalamu ku ledakkan? Dan aku tidak main-main.”

“Kyuhyun oppa awas!” Teriak Ah Young kala salah seorang pria yang Kyuhyun lumpuhkan tadi berhasil bangkit dan berniat untuk kembali menyerang. Dengan begitu cepat Kyuhyun menoleh dan menembak kaki pria itu, kiri dan kanannya, kemudian sebelum sempat pria yang menawan Ah Young bertindak, Kyuhyun sudah kembali melepaskan pelurunya kearah kaki pria itu.

“Sudah kubilang aku tidak bercanda.” Ucap Kyuhyun dingin.

Pria itu mengerang kesakitan. Pertahanannya mengendur, dan kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Ah Young untuk kabur ketempat Kyuhyun. Baru saja mereka bisa bernapas lega, tiba-tiba dari arah belakang datang dua buah mobil lain yang tentunya kembali membangkitkan rasa panik Ah Young.

“Ayo kita pergi!” Kyuhyun dengan sigap menarik tangan Ah Young dan mereka berlari memasuki hutan disekitar jalanan. Ah Young berlari dengan terseok-seok. Gadis itu bukanlah pelari yang baik. Beruntung ia tidak memakai salah satu high heels koleksinya. Jika tidak, bisa bayangkan akan seperti apa pelarian mereka ini?

Letusan tembakan terdengar silih berganti dibelakang mereka. Ah Young sama sekali tidak punya nyali untuk menoleh demi memastikan berapa orang yang tengah mengejar mereka. “Jangan pikirkan apapun dan teruslah berlari!” Ujar Kyuhyun dengan napas terengah-engah. Keringat sudah membasahi wajahnya dan perlahan turun menetes dilehernya. Kyuhyun menarik Ah Young agak bersembunyi dibalik semak-semak. “Tunggu disini. Aku akan kembali. Jangan sekalipun beranjak pergi, ara!”

“Eo.” Ah Young mengangguk lemah. Napas gadis itu sudah terputus-putus hingga ia tidak mampu untuk berbicara banyak. Ia hanya bisa pasrah kala melihat Kyuhyun menghilang dari pandangannya. Entah apa rencananya yang ada dikepala namja itu. Ah Young tidak tertarik untuk tahu. Yang ia inginkan hanyalah bisa pergi dan kembali ke kamarnya di rumah keluarga Park. Satu-satunya tempat yang bisa membuatnya aman dan nyaman.

 

*****

 

40575669

DOR!

Satu orang pria lagi tumbang akibat timah panas yang bersarang dibahu kirinya. Kyuhyun kembali mengendap-endap dibalik semak-semak belukar. Didepannya ada dua orang pria, masing-masing bersenjata api. Kyuhyun memelintir leher salah seorang pria, dan memberikan tendangan bertubi-tubi pada pria yang satunya lagi, membuat pria itu memuntahkan darah segar dari dalam mulutnya sebelum kesadarannya hilang.

Kyuhyun terhuyung kedepan dan berakhir dengan jatuh terjerembab ke tanah saat punggungnya ditendang dari belakang. Pria satu ini bahkan tidak memberikan Kyuhyun sedikit kesempatan untuk bangkit. Dengan brutal ia menendang kepala Kyuhyun, membuat lebam biru tercetak jelas dipipi kanannya dan membuat bibir Kyuhyun robek. Kyuhyun bangkit berdiri, namun baru sebentar tubuhnya kembali terjerembab ke tanah. Pria itu mendekat. Kyuhyun dengan sigap kembali bangkit hingga tendangan dari pria itu bisa ia elakkan. Pria itu mengumpat kesal karena Kyuhyun berhasil mengelak dari serangannya. Kyuhyun dan pria yang satu ini berkelahi dengan tangan kosong. Tampaknya pria itu cukup menguasai ilmu bela diri seperti Kyuhyun. Terlihat dari caranya menangkis serangan Kyuhyun.

Kyuhyun tampak kewalahan, begitu juga dengan si penjahat. Keduanya berdiri saling berhadapan dengan napas yang terengah-engah. Pria jahat itu meronggoh saku jaket hitamnya dan mengeluarkan sebilah pisau lipat. Tanpa aba-aba ia berlari kearah Kyuhyun dengan pisau yang siap menikam Kyuhyun. Meskipun sempat menghindar, namun pisau tersebut sempat melukai lengan bagian atas Kyuhyun. Perlahan namun pasti darah segar keluar dari luka sayatan itu. Lukanya tidak terlalu dalam, akan tetapi cukup untuk menghambat gerakan Kyuhyun.

BRUK!

Satu tendangan Kyuhyun layangkan ke perut dan kepala pria itu. Cukup kuat hingga membuat pria itu pada akhirnya tersungkur tak sadarkan diri. Melihat lawannya yang sudah tak sadarkan diri, Kyuhyun buru-buru kembali menghampiri Ah Young. Kyuhyun menyibak semak-semak tempat Ah Young bersembunyi.

“Kyuhyun oppa!”

“Ssst! Ayo kita pergi.” Kyuhyun mengulurkan tangannya yang langsung disambut oleh Ah Young. Keduanya berlari-lari kecil menyusuri hutan, berusaha untuk mencari jalan keluar serta bantuan. Kyuhyun tak henti-hentinya berusaha untuk menghubungi bodyguard yang lainnya. Ia takut jika ternyata masih ada yang akan menyerang mereka disana.

“Kita istirahat disini.” Ujar Kyuhyun saat dirasanya mereka sudah cukup jauh melarikan diri. Pria itu menyuruh Ah Young duduk dibawah pohon rindang yang akar-akarnya mencuat dari dalam tanah menandakan bahwa pohon besar itu sudah cukup tua. Ah Young duduk dalam diam sembari menatap sekeliling dengan perasaan takut. Takut jika tiba-tiba orang-orang itu akan kembali muncul dan berusaha untuk mencelakai dirinya.

“Ya, kami baik-baik saja. Aku butuh bantuanmu untuk menjemputku dan nona Yura… Baiklah, kita bertemu didekat gereja kecil. Kau tahu kan dimana? Oke, sampai bertemu nanti.” Kyuhyun menoleh kearah Ah Young duduk. “Hyukjae sedang dalam perjalanan untuk menjemput kita. Ayo kita kembali jalan.”

Ah Young hanya diam, tidak bergerak sedikit pun. “Ada apa? Apa kau masih lelah?” Tanya Kyuhyun sembari menatap wajah Ah Young lekat. Ah Young mencengkram kedua tangan Kyuhyun, lalu ia mendongak guna untuk menatap wajah sang bodyguardnya itu. Kyuhyun agak terkesiap kala menatap wajah kuyu Ah Young. Tersirat rasa khawatir, panik dan takut diwajah cantiknya. Jelas kejadian tadi meninggalkan trauma yang begitu mendalam pada diri Ah Young.

“Ini salah… Mereka tidak seharusnya mengejarku. Mereka salah orang… Aku… Aku bukan Park Yura.” Ujar Ah Young terbata-bata dengan bibir yang sudah bergetar menahan tangis. “Aku adalah Kim Ah Young. Maaf karena telah membohongi kalian semua selama ini. Tapi aku bersumpah bahwa aku tidak memiliki niat yang jahat. Ku mohon maafkan aku… Aku tidak ingin mati. Aku bukan Yura… aku…”

“Aku tahu.”

DEG!

Ah Young menatap wajah tenang Kyuhyun. Gadis itu cukup kaget dengan jawaban yang diberikan Kyuhyun. Padahal ia sudah mengira akan mendapat amukan marah dari Kyuhyun. Ia bahkan mati-matian berusaha untuk mengakui kebohongannya selama ini. Dan ternyata namja itu sudah tahu? Tapi bagaimana mungkin? Dan mengapa Kyuhyun tidak pernah mengatakan apapun dan malah tetap bersikap seperti biasa.

 

-To Be Continued-

Minal Aidzin Walfaidzin semuanya! 😀
Maaf banget ya aku baru bisa ngepost sekarang. Soalnya aku lagi liburan sama keluarga jadi susah nemu waktu yang pas untuk nulis.

Aku liat kyknya kalian udh mulai hilang rasa sama ff ini. Keliatan dari komen yang menurun drastis di part 5 kmrn. Yah, aku sih ga paksa kalian untuk suka dan komen cerita aku kok. Kalo ngga suka ya ga usah baca. As simple as that 😀 Walaupun begitu aku masih semangat nulis kok hehe… soalnya ini pengalaman pertama aku nulis cerita model kyk gini. Buat yang protes soal Kyuyeon moment dll, please deh ah, emang dari awal aku bilang kalo ini ff khusus Kyuyeon? Ga kan? Nah, maka dari itu aku harap kalian ga protes soal Kyuyeon momentnya. Aku bukannya ngga mau nerima masukan, tp emg pd dasarnya ini bukan ff khusus Kyuyeon. Ada banyak cast didalam cerita ini, jadi aku ngga cuma fokus ke Kyuyeon aja. Semoga Part 6 ini berkenan di hati kalian. Makasih buat yang selama ini dukung ff ini. I love you guys! <3

Iklan

Penulis:

Just a simple girl who loves music, food and blue sky

46 tanggapan untuk “The Bodyguard (Part 6)

  1. Minal aidin wal faidzin authorrrr

    Yura ngaku juga akhir nya, walaupun pengakuannya useless sih menurut aku kkkk secara kyu kan udh tau

    Ah young udh ngaku dan mdh2an aja ga kedengeran siapa pun, takutnya di sekitar mereka ada yg denger dan akhirnya tau deh penyamaran ah young

    Next again yaaa ^^

  2. Minal aidzin juga

    Ah young ngaku juga akhirnya, tapi emang kakek park gk kasian apa ya sana ah young yg gantiin jiyeon??

    Musuhnya banyak bgt si. Dan jiyeon apa kaga bosen tuh di rumah trus, ada moment jiyeon bosen gitu gk berkutat dgn yg itu2 aja.. Ohh ya mungkin ini partnya banyak ah youngnya kali ya, jadi gitudeeeh… Hehehehe

    Ditunggu aja lanjutannya

  3. minal aidzin walfaidzin juga ya ^^

    waaaaw ternyata yura ngakuin kalo dia bukan cucu sebenernya tapi sayang kyu juga udah tau itu :’)
    terus gimana nasib yura ya nanti :’)
    semoga ga lama ya updatenya ditunggu ^^

  4. Yaampun bel asli tadi gue udah ngetik panjang lho;_____; gak masuk tapi heol. Maafkan yua.
    Ketinggalan dua chapter tuh sakitnya disini /nunjuk bulu ketek Kyuhyun/ huhuhu tapi asli deh, gue kaget Taeyeon jadi villain /padahal udah sering banget kalo di ffnya bella haha/ trus juga ada Lee Donghae! Uhuhu apakah endingnya bakal JiyeonxDonghae?? /ngarepnya sih KyuYeon. Ehem./
    Biarpun gue sering kelewatan, tapi gue bakal terus nyempetin mampir disini. Soalnya blog ini udah semacam senpai-blog buat gue, gokillll gue jadi suka KyuYeon gara gara ff lo bel! Apalagi yang JiyeonxJunhyungxKyuhyun uhuhuhu biarpun agak nyelekit di Junhyung, tapi endingnya tetep cuco.. Semangat terus ya bella!😁😁

    1. Hihi, makasiiii byk. Wkwkwk… gw bs bayangin gmn sakitnya pas udh nulis komen panjang2 sepanjang rel kereta api trus ga ke kirim xD ini pertama kalinya bikin taeyeon jd jahat. Rada ga tega sebenernya. Hmm, blm tau nih bakalan kmn hati bangKyu akan berlabuh.makasih banyak udh selalu setia sm ff gaje ini hehe

  5. dan akhirnya yura menyerah,karna tekanan dan bahaya..duh kyu terlalu berterus terang langsung bilang kalau sudah tahu..
    jadi gemes dan was2 menanti klanjutannya..

  6. maaf lahir batin eonn ^^
    eoniiii kyunya ama ah young mulu kyuyeon cuma satu paragraf kayany end nya ama ah young ini mah hikss

  7. ah young saking ketakutannya sampe2 ngaku klu dia pura2 hilang ingatan, kyu tenang bgt ya, keren lah bayangin kyu kek gitu duuuh
    Oh ya minal aidzin wal faidzin yaa 🙏

  8. Kyu udah mulai suka ama jiyi yaaa ??
    Pasti iya kan ??
    Bagus thor, jangan cuma gegara readers author nyerah..
    Tetap semangat nulis ya thor, karena ada readers readers lain yang menanti ff kamu kok..
    Fighting ^^

  9. yakkk kapan part nya kyuyeon banyakk nyaa….ngga pph deh moment kyuyeon dikit tpi Endingnya berharap banget kalo kyu sama jiyeon….neexxtttt part berikutnya eonniiii…Fightiiiing… 😀

  10. haaah ini ini part byk an ah young nye…
    weleh2 wlo dah ngakuin tp te2p aje ane sbel ma tu anak,, part jiye0n mah dikit bgt (ok gwe da’ akn tanya kyuye0n m0ment wlo brharap end ny kyuye0n cuma q hnya ingn part jiye0n dbyakin dy kn jd main cast utama tp part ny seuprit part jiye0n tdk hruz dg kyu kan bsa dg d0nghae eunhyuk or siapapun ntu siw0n jg mungkn) maap kalo ane nyinggung tp ya q gtu slalu brusaha ju2r untuk k0men /apapun ntu
    haaaih jangan buat feel q ilang cz jiye0n ny kgak ad/seuprit ;(

  11. Eonn please ttp dlnjut ya Aku ttp SETIA ko nunggunya:’)

    tuh kn Ah Young ngaku juga Bhakakakk org si kyukyu idh tau ya -…- trus gmn ya ah young msh ttp mau jd Yura atau enggak ya?

    Jiyeon ktinggalan start buat dapetin kyuhyun tuh -…- Ah Young gra” lbih lma dketnya sm kyu jd dy lbh bnyk dpt adegan sm kyu deh huaaaaa kyuhyun sm Jiyeon aja 😥

    Fighting Eonn dlnjut terus ya aku ttp nunggu ko :’)

    1. Makasih byk ya buat dukungan dan kesabarannya. Byk bgt org2 yg ga sabaran sama ff ini. Pdhl dr awal aku udh blg kalo ff ini emg rumit. Dan aku bukannya terlalu membias ke Yura, tp aku emg untuk saat ini le ih banyak bagian dia. semoga kmu g bosen sm ff ini ^^

  12. minal adzin wallfaidzin ya saeng,,
    mian eon baru mmpir…hehehe
    ya juaga sich tkut juga law jiyi
    trlalu dekat sma ah young nanti ujung”ny
    pasti jiyi juga yang celaka…
    tpi law gak gitu pasti gak seru..hehehe
    part jiyi blum banyak ya d ff nie smpe part ini…
    hmmmmm gmna ya!!!
    ach pokok_ny eon tunggu klanjutan_ny…
    ok ok ok… (y) (y)
    ech iya,, ah young ngaku tuch law dyy
    bkan yura asli and buka jti diri_ny sma kyu,,and
    kyu dengan mdah_ny bilang law dy tau!!!
    gmna reaksi slanjut_ny!!!
    neeeeeeeeeexxxxt saeeeeng,,,palliiiii…hehehee
    azza azza FAIGTHING…:)

    1. Aku lebih fokus ke yura dlu. Soalnya masalah kan berada disekitar dia. Tp jiyeon jg akan ada momennya tersendiri kok. Lgian cast utama di ff ini adalah jiyeon, yura, kyu. Jd semua bakalan dpt bagian. Makasih byk udh baca ^^

  13. komen readers mnurun ??? mnrt km knp ??? itu krn km lbi sering mnyajikan konflik kluarga , perebutan jabatan k qt d banding ,, moment2 romance. y stdknya ada lah bumbu percikan cinta ( asikkk bhsa gue ) sdkit yah. jgn melulu mslh kluarga , adu trik licik bgni. jd flat ,,, masakan nya kurang garem, as simple as that spti km blg, just need a bit salt, honey.
    moment jiyi ma kyu, jg tak ada,, oh ya ampunnnnnn. jg blm ada tnda2 kyu ini trtarik k syp msi bgni2 aja blm ad prkembgn brarti.. hufttttttt

  14. oia,,, utk koemn nya aq tmbah lg,,, bnr jg apa kt kakek jiyi, jgn deket2 yura nnti kena d jahatin jg. tp yah mau gmn lg,, jiyi malah klo acuh jd malah lbi ngerasa brsalah lg, tameng ? yappp bnr bgt, tameng jiyi jd korban.
    dan.,,, hell. ah young mngakui stlh bnr2 d landa takut akut,,, dy d serbu gara2 jd pewaris yg tak d harapkan segilintr org jahat. so,,, gmn kyu mau jwb, g mgkn donk dy blg km dsni d jdiin cucu palsu utk mmperthan kn warisan si kakek spy ccu2 jahat lainnya g ngincer lg,, so ah young malah yg bkalan marah krn d manfaatin kan.

    hmmm,,, jiyi oh jiyi kpn moment km ma kyu bykaaaaaaaaaannnnnnnnnnnnnnnnnn.. aduhhhh pgn kyuyeon
    good luck, keep writing

  15. Ah young kasihan jga sih jadi tameng jiyi,, tapi gak apalah demi jiyi,,
    Dan lbih sedih lagi klo jiyi knpa* dan mkasih ya ahyoung udah jd tameng wlaupun drimu gak tau ,,
    Skhirnya ahyoung ngaku jga klo dy buka yura ,,
    Kyuhyunnnn kereeenn bgt saat pgang senjata sumpah cool bgt,,
    Dtunggu next chap eon

  16. ah young ngaku dan respon kyuhyun datar amat ‘aku tahu’ 😀

    Semakin penasaran dn gak sabar nggu lanjutannya
    Semangat terus thor!!!

  17. Daebakkk hahaah krn tkut akhirx ngaku sendiro si ah youngx.. kekeke.. gmn nasib jiyi? Kyu cptlah jdian dgn jiyi dan lindungi dy trs ne.. ksian jg hdp kyu kyk robot gt

  18. Kasian jga ah young smpai” dia ketakutan gitu, smpai gk kuatnya di terror trus ah young jdi ngaku dia gk amnesia,, trs apa yg dilakuin ah young stelah dia tau klu kyuhyun tau klu ah young bukan yura?? Penasaran?

  19. gk ikhlas banget sebenarnya kalo kyuhyun selalu delat dengan ah young
    bagaamana dengan jiyeon
    jangan bilang kyuhyun mau jujur soal rencananya bersama tuan park ke ah young ya

  20. oada main bohong2an sih satu sama lain tp yg lebih parah sih kyuhyun n tuan oark yg manfaatin ah young buat jd yura dr pada kebohongan ah young ke mereka….
    ah young bakal marah ngak ya kko tau di dimanfaatin jd yura????

  21. Kenapa lebih banyak ah young sama kyuhyun ketimbang sama jiyeon..
    Banyakin dong min kyuyeon nya 😭😭😭

    Aku reader baru, maaf bru smpet komen

  22. huuwaaahhh semakin menegangkan…jinjja jinjja daebak….nah lo kyu ngaku kalo dia tau…eeeiiii jngan smpai ah young jdi tau kalo dia di manfaat kan.trus jdi dendam….trus mecelakai jiyeon….andweeeeee andweeeeee….

  23. Wahhh jalan ceritanya makin kerenn nihh..tapi aku lebih suka jiyeon sama kyu oppa terus daripada ah young..heheheh itu menurutku lohh eonnii…
    Semangat terus eonni buat nulis ff keren
    Gomawo^_^

  24. Aigoo saking takutnya ah young sampe ngaku lho kalau dia bukan kim yura. Kira2 apa reaksinya ah young kalau dia cuma di manfaatin doang .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s