Diposkan pada Chapters

The Bodyguard (Part 7)

1425994224260

Author : Cho Haneul
Title      : The Bodyguard
Genre   : Romance, Drama
Type     : Chaptered
Poster   : @shirlyuanaaa

Cast :
– Park Jiyeon
– Kim Yura (Kim Ah Young)
– Cho Kyuhyun
– Lee Donghae
– Kim Taeyeon

_____________________________________________

“Aku tahu.”

Kalimat singkat itu cukup mengguncang perasaan Ah Young. Pertanyaan besar timbul dibenaknya. Jika Kyuhyun tahu, lalu mengapa pria itu hanya diam? Namun, bibir gadis itu seakan kelu untuk bertanya. Alih-alih bertanya, dirinya justru diam dan pasrah saat Kyuhyun menuntun dirinya untuk pergi dari hutan tersebut.

Keduanya menunggu didalam gereja kecil dalam diam. Ah Young melirik sekilas kearah Kyuhyun dan begitu terkejut melihat lengan pria itu yang berlumuran darah. Wajahnya langsung panik. “Kau… lenganmu itu…”

“Tidak apa-apa.” Jawab Kyuhyun singkat.

Keduanya kembali diam, namun Ah Young diam-diam kembali melirik kearah Kyuhyun, tepatnya kearah lengan namja itu yang masih mengeluarkan darah walaupun sudah tidak sebanyak sebelumnya. Ah Young meringis membayangkan rasa perih dan sakit yang dirasakan oleh Kyuhyun. Sedikit rasa bersalah muncul dihatinya karena secara tak langsung dirinyalah penyebab kejadian ini. Ah Young menggigit bibirnya sembari menggesekkan jari telunjuk dan jempolnya, pertanda bahwa dirinya tengah gugup.

“Kau bilang kau sudah tahu jika aku bukan Yura. Lalu, mengapa kau diam saja? Apa kakek Park juga tahu bahwa aku bukan cucunya?” Ah Young menatap Kyuhyun, kali ini dengan perasaan agak kesal. Ia merasa tengah dipermainkan. Jika mereka sudah tahu siapa dirinya kenapa mereka melakukan ini semua padanya? Apa yang sebenarnya mereka rencanakan?

“Ya. Tuan Park tahu. Kau pikir bagaimana mungkin tes DNA itu bisa cocok? Semua karena campur tangan tuan Park.”

“Tapi kenapa?”

Kyuhyun mendesah pelan. Kepalanya agak pusing pengaruh dari pukulan yang didapatnya tadi serta darah yang terus keluar dari lengannya. Wajah pria itu mulai memucat, namun mati-matian ia berusaha untuk mempertahankan kesadarannya. “Tuan Park butuh bantuanmu. Cucunya menghilang selama belasan tahun, dan sekarang ada banyak pihak yang ingin merebut posisi cucunya tersebut. Dengan kehadiranmu, setidaknya posisi sang cucu akan terisi untuk sementara.” Jawab Kyuhyun sembari sesekali meringis sakit.

“Berarti cucunya belum ditemukan?”

Kyuhyun menggeleng lemah, membuat Ah Young semakin merasa cemas. “Hei, kau baik-baik saja?” Gadis itu memastikan. “Eo.” Jawab Kyuhyun pelan.

“Apa itu berarti aku harus terus berpura-pura menjadi cucunya sampai cucu yang asli ditemukan?”

“Ya.”

“Tapi aku tidak mau! Aku takut dengan orang-orang itu. Bagaimana jika kejadian seperti ini akan kembali terjadi? Aku tidak mau mati ditangan mereka. Aku ingin hidup normal.” Ujar Ah Young dengan mata yang berkaca-kaca. Gadis itu sekarang bisa merasakan kiasan yang biasa orang-orang sebut ‘Keluar dari mulut harimau, masuk kedalam mulut buaya’. Sungguh, rasanya tidak enak!

Kyuhyun menatap Ah Young dengan kedua mata tajamnya yang kali ini tampak sayu. “Jadi kau lebih memilih untuk kembali kepada ayah tirimu yang pemabuk itu atau hidup luntang lantung dijalanan? Baiklah, jika itu yang lebih kau pilih.”

“Bagaimana kau tahu soal ayah tiriku?” Tanya Ah Young kaget.

“Aku tahu semua informasi mengenai dirimu.”

Ah Young bungkam. Yah, seharusnya ia tidak perlu kaget. Dengan kekuasaan tuan Park, segala informasi yang diinginkan pasti dapat diperoleh. Memikirkan kemungkinan akan kembali tinggal bersama ayah tirinya tak ayal membuat Ah Young bergidik ngeri. Ia sudah tidak sanggup untuk terus hidup dibawah tekanan dan siksaan ayah tirinya. Sedangkan untuk hidup menggembel di kota sebesar Seoul, tentunya juga bukan merupakan pilihan yang bijak. Saat ini hanya menjadi cucu pura-pura tuan Park lah yang merupakan pilihan terbaik untuknya. Ah Young mendongak menatap Kyuhyun. “Kau… kau akan melindungiku, kan?” Tanyanya ragu.

“Tentu saja. Bukankah aku sudah pernah berjanji? Aku akan selalu melindungimu. Itu sudah menjadi tugasku.” Ucap Kyuhyun tegas.

 

*****

 

Donghae menarik kursi agar Jiyeon bisa duduk disana. Jiyeon tersenyum manis seraya duduk dikursinya. “Terima kasih.” Ucapnya. Betapa Jiyeon mengagumi sikap Donghae yang benar-benar seperti pria sejati. Pria itu tak hanya menarik kursi untuknya, tapi juga membukakan pintu, membawakan barangnya, hingga memegangi tangannya saat menuruni tangga. Manis sekali, bukan?

Ini adalah hari ketujuhnya bekerja bersama Donghae. Masih ada tiga hari lagi sampai pekerjaan sampingannya ditempat pengusaha muda itu berakhir. Meskipun begitu, namun Jiyeon sudah merasa sangat akrab dengan Donghae. Tak hanya dirinya, Jieun pun juga demikian. Donghae tahu benar bagaimana membuat orang-orang merasa nyaman berada didekatnya. Pria itu begitu ramah kepada siapa saja, termasuk kepada para karyawannya. Dalam hati Jiyeon berharap jika ia bisa terus bekerja ditempat Donghae.

“Kau ingin memesan apa?” Tanya Donghae membuyarkan lamunan Jiyeon. Jiyeon tersenyum kecil seraya meraih buku menu. Ia membolak-balik buku menu itu sejenak sebelum akhirnya menjatuhkan pilihannya pada spagethi bacon jamur dan segelas jus jeruk.

“Ja, bagaimana kesan-kesanmu bekerja ditempatku?” Donghae bertanya ramah.

x240-okt

“Sangat menyenangkan. Oppa sangat ramah terhadap semua karyawan tanpa terkecuali. Sehingga membuat kami semua merasa nyaman. Aku jarang melihat bos besar yang seperti dirimu.” Ucap Jiyeon polos yang sontak membuat Donghae tertawa.

tumblr_njdluvEDAn1si9rkio1_500

“Kalau begitu, apa kau bersedia untuk kerja ditempatku? Sebagai karyawan tetap tentunya.” Tawar Donghae.

“Eh, tapi aku kan baru masuk kuliah. Masih sangat dini untukku kerja lagipula…”

“Hei hei, tenang! Maksudku nanti jika kau sudah lulus. Atau jika kau berniat untuk kerja sambilan.”

Jiyeon tersenyum bocah. “Ah, begitu.” Wajahnya agak bersemu merah.

“Jadi, apa kau bersedia? Aku tidak menawarkan ini pada sembarang orang loh.” Goda Donghae. Jiyeon mengangguk pelan. “Tentu saja dengan senang hati.”

jiyeon triangle episode 22

Jiyeon menatap Donghae dengan pandangan memuja. Yah, ia harus mengakui bahwa ia telah jatuh kedalam pesona bos tampannya ini. Dan sampai detik ini Jiyeon masih bingung atas larangan Kyuhyun beberapa waktu lalu mengenai Donghae. Sedikitpun Jiyeon tidak melihat tanda-tanda jika Donghae adalah pria yang berbahaya. Justru kebalikannya, ia sangat baik, ramah, dan lembut. Jadi dimana letak berbahayanya? Kenapa ia harus menjauhi Donghae?

Nekadnya lagi, Jiyeon tidak memberi tahu Kyuhyun bahwa bos ditempatnya bekerja sekarang adalah Donghae. Pria itu tahunya jika bosnya bernama Shim Chang Won, yang mana sebenarnya pria itu hanya berstatus sebagai manager. Jika Kyuhyun sampai tahu, maka ia yakin bahwa detik itu juga ia akan dipaksa untuk mengundurkan diri. Dan Jiyeon tentu saja takkan rela.

 

*****

 

Sudah sejak siang tadi Ah Young mengurung diri didalam kamarnya. Semenjak ia mengetahui bahwa Kyuhyun dan tuan Park tahu bahwa dirinya bukanlah Yura yang asli, Ah Young jadi merasa asing dan tidak enak. Ah, lebih tepatnya merasa malu. Ia yakin bahwa Kyuhyun serta Tuan Park hanya menganggapnya sebagai seorang penipu yang memanfaatkan keadaan untuk meraup harta kekayaan serta kekuasaan keluarga Park. Padahal sedikitpun itu tak ada didalam benaknya. Ia hanya butuh tempat tinggal dan pelindungan. Hanya itu.

Sekarang Ah Young jadi bertanya-tanya. Apakah anggota keluarga yang lain juga tahu jika dirinya bukan Yura? Ah, tampaknya tidak, mengingat sikap yang ditunjukkan oleh paman dan bibi. Ah Young melirik kearah jam dinding yang digantung dihadapannya. Sudah jam delapan malam. Sudah cukup lama ia berada di kamar. Bahkan makan malam pun ia lewati didalam kamar megah nan nyaman itu. Ah Young keluar dari dalam kamarnya, dan kemudian melirik pintu kamar sebelahnya yang tertutup rapat. Pintu kamar Kyuhyun. Ia masih cemas memikirkan lengan serta wajah Kyuhyun yang terluka.

“Apa dia baik-baik saja?” Gumam Ah Young sembari menatap pintu kamar dihadapannya itu. Dengan perlahan Ah Young mengetuk pintu kayu berwarna putih itu. Beberapa kali ketukan, namun tak ada jawaban. Hal tersebut tak ayal membuat Ah Young panik. Ia takut jika terjadi sesuatu yang buruk pada Kyuhyun. Bisa saja kan jika pria itu pingsan karena kelelahan?

“Kyuhyun oppa!” Ah Young menggedor pintu kamar dengan lebih kuat.

“Apa yang sedang kau lakukan?”

“Eh?” Seketika Ah Young langsung membalikkan tubuhnya. Ia mendapati Kyuhyun yang tengah menatapnya datar. Gadis itu menghembuskan napas lega karena mendapati Kyuhyun tidak pingsan seperti perkiraannya semula. Ia melirik kearah lengan Kyuhyun yang dibalut perban. “Masih sakit?” Tanya Ah Young lirih.

“Tidak terlalu. Apa kau membutuhkan sesuatu?”

Ah Young menggeleng pelan. “Aku hanya… hanya ingin mengetahui keadaanmu saja. Syukurlah oppa baik-baik saja. Aku… hmm… selamat malam.” Ah Young buru-buru kembali ke kamarnya. Jantungnya berdebar keras. Entah apa yang ada dipikirannya hingga ia nekad untuk menyambangi kamar Kyuhyun, pria yang sudah sejak siang tadi dihindarinya. Kyuhyun menatap bingung kearah Ah Young, namun pria itu tidak terlalu ambil pusing. Ia lebih memilih untuk masuk kedalam kamarnya dan mengistirahatkan tubuhnya yang terasa begitu lelah bahkan nyaris remuk akibat kejadian dalam perjalanan pulang tadi.

 

*****

 

Jiyeon terpaku menatap kalendar yang ada diatas meja belajarnya. Seminggu lagi adalah hari ulang tahunnya. Hari dimana usianya akan menjadi 21 tahun. Jika dulu Jiyeon begitu tak sabar untuk memasuki usia 21 tahun, dimana secara hukum ia resmi dianggap dewasa sehingga ia bisa mencoba berbagai macam hal selama ini tak bisa dilakukannya karena dirinya masih dianggap belum cukup umur. Yah, seperti pergi ke club malam contohnya. Tapi sekarang gadis itu justru berharap agar hari ulang tahunnya tidak akan pernah datang. Sesuai dengan perjanjian, begitu usianya menjadi 21 tahun, maka Jiyeon akan secara resmi diangkat sebagai ahli waris tuan Park. Jiyeon takut. Ia tidak ingin kebebasan masa mudanya direnggut begitu saja dengan segala macam kesibukan khas seorang CEO. Belum lagi dengan banyaknya orang yang tidak mengharapkan kehadirannya. Masalah baru pasti akan ada seiring dengan kemunculan dirinya. Jiyeon belum siap untuk menerima semua itu.

Dengan lesu Jiyeon berjalan keluar kamarnya. Gadis itu mendapati Kyuhyun yang tengah duduk disofa ruang santai sembari menatap dirinya tajam. Jiyeon mengernyit, berusaha mengingat-ingat apakah ada kesalahan yang telah ia perbuat sehingga membuatnya pantas untuk mendapat tatapan setajam elang milik Cho Kyuhyun. Menyerah. Jiyeon akhirnya bertanya. “Wae geure? Apa aku melakukan sebuah kesalahan? Kau menatapku seakan aku ini seorang tersangka.” Ucap Jiyeon.

“Kau bukan tersangka, tapi terdakwa.” Ujar Kyuhyun dingin. “Bukankah aku sudah melarangmu untuk berhubungan dengan Lee Donghae? Kenapa kau masih keras kepala?”

“Aku tahu, keunde Donghae oppa neun joheun saram. Aku tidak melihat ada satupun alasan untukku menjauhinya.”

“Jelas ada. Lee Donghae adalah putra dari Lee Dongjun.”

Jiyeon melipat kedua tangannya didepan dada. Wajahnya terlihat kesal. “Lalu, apa hubungannya dengan diriku?”

“Lee Dongjun adalah musuh kakekmu. Mereka sudah terlibat perseteruan selama belasan tahun. Dan Lee Dongjun termasuk salah satu orang yang menginginkan kehancuran tuan Park. Kurasa kau cukup cerdas untuk tahu apa artinya.” Kyuhyun menatap raut wajah Jiyeon yang tampak kaget. “Ya, Lee Dongjun memiliki kemungkinan besar sebagai penyebab dari kejadian-kejadian yang belakangan ini terjadi. Sekarang kau mengerti kan kenapa aku ingin kau menjauh dari Lee Donghae? Pria itu bisa membawa petaka.”

“Tapi Donghae oppa tidak tahu jati diriku yang sebenarnya. Dan lagi… dia… dia bukan pria jahat seperti itu. Mungkin ayahnya memang jahat, tapi aku yakin Donghae oppa tidak mungkin sebusuk itu.” Ekspresi Jiyeon tampak menyedihkan. Gadis itu sama sekali tidak menyangka bahwa Donghae adalah anak dari musuh kakeknya. Lagi-lagi Jiyeon mengutuk takdir hidupnya yang terasa begitu rumit bak drama yang selama ini ditontonnya dari layar kaca.

“Apa kau bisa menjamin jika Donghae tidak seperti ayahnya?” Pertanyaan Kyuhyun sukses membuat Jiyeon bungkam. Gadis itu menunduk dalam sembari memilin ujung sweater yang dikenakannya. Bibirnya bergetar dan matanya tiba-tiba memanas. Rasanya ingin menangis. Jiyeon bahkan tak mengerti mengapa ia merasa begitu ingin menangis. Yang jelas hatinya terasa begitu sakit dan perih. Membayangkan jika Donghae kemungkinan akan menjadi salah satu penyebab dirinya celaka membuat gadis itu merasa sulit bernapas. Terbayang dibenaknya wajah Donghae yang ramah, lembut dan selalu penuh senyum.

‘Donghae oppa… kau bukan orang yang seperti itu, kan? Kau takkan menyakitiku kan?’

 

*****

 

Kyuhyun menghempaskan tubuhnya keatas sofa. Tangan kanannya dengan aktif mengurut dahinya. Wajah pria itu tampak begitu lelah. Pikirannya melayang pada percakapannya dengan tuan Park beberapa saat yang lalu. Seminggu lagi akan menjadi hari yang penting dengan penobatan Jiyeon sebagai ahli waris yang resmi. Dan itu berarti sandiwara ini sebentar lagi akan segera berakhir. Tuan Park menyuruh Kyuhyun untuk menyingkirkan Ah Young sesegera mungkin begitu Jiyeon menginjakkan kakinya di rumah ini. Kyuhyun sendiri tak mengerti mengapa sang kakek bisa sekejam itu untuk menyingkirkan Ah Young dari rumah keluarga Park setelah pengorbanan yang gadis itu lakukan. Apa salahnya untuk tetap membiarkan Ah Young tinggal ditengah-tengah mereka?

Tuan Park berpikir jika Ah Young bukan seorang gadis yang baik dan berniat untuk menikmati kekayaan berlimpah ruah yang dimiliki olehnya. Padahal jelas-jelas itu tidak benar. Oke, mungkin pada awalnya Ah Young memang berniat untuk menipu mereka, tapi toh pada akhirnya mereka yang menipu gadis itu dan memanfaatkannya. Bukankah itu impas?

Pria bertubuh tinggi itu bangkit dari duduknya, dan kemudian berjalan keluar kamar. Pria itu berhenti didepan kamar Ah Young. Ia sempat terdiam sejenak, sebelum dengan pelan mengetuk pintu berwarna putih itu. Tak lama pintu kamar dibuka, menampakkan wajah sembab dan mata panda Ah Young. Gadis itu tidak tampak baik-baik saja.

“Gwenchana?”

“Ani. Naneun museowo.” Kepala Ah Young menunduk. Kyuhyun tahu, kejadian tempo hari tentunya takkan semudah itu pudar dari ingatan Ah Young. Seberapa sering kau dikejar-kejar oleh pria-pria bersenjata yang ingin membunuhmu? Wajar jika Ah Young masih merasa trauma. Bahkan menurut Kyuhyun, gadis dihadapannya ini termasuk gadis yang kuat. Jika gadis lain mungkin akan langsung pingsan ditempat, namun Ah Young tetap bisa bertahan.

“Hari ini paman Jang berulang tahun.” Ucap Kyuhyun menyebutkan nama kepala keamanan di rumah keluarga Park yang sudah dianggap sebagai ayah sendiri oleh pekerja-pekerja disana. “Kami akan mengadakan pesta kejutan kecil-kecilan. Mau bergabung?”

 

*****

 

Meski hanya pesta kejutan kecil-kecilan, namun paman Jang tampak sangat senang. Pria yang malam ini berusia 50 tahun itu tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih kepada mereka yang telah menyiapkan pesta kecil-kecilan ini untuk dirinya. Pria itu sudah menganggap semua pekerja di rumah keluarga Park seperti anak dan keluarganya sendiri. Belasan tahun mengabdi kepada keluarga Park, membuat pria itu menjadi yang tertua disana.

“Bahkan nona Yura juga ada disini. Wah, ini benar-benar hebat!” Ujarnya sembari tertawa kecil. Yah, meskipun bekerja sebagai kepala keamanan, namun Jang Hyunseuk adalah seorang yang humoris, ramah dan murah senyum.

“Selamat ulang tahun pak Jang. Semoga kau selalu sehat, panjang umur dan selalu dalam lindungan Tuhan.”

“Terima kasih nona.”

“Ja, mari makan hidangannya.” Shin Hyena, istri pak Jang, datang dengan membawa seloyang pizza yang baru saja dipanggangnya dan kemudian meletakkannya di meja dapur, bersama dengan hidangan lainnya. Langsung saja tangan-tangan lapar bergerilya mengambil hidangan-hidangan tersebut.

Canda tawa memenuhi dapur keluarga Park yang ternyata cukup luas untuk menampung belasan orang didalamnya. Letak dapur yang cukup jauh dari ruang utama membuat mereka tidak perlu khawatir jika suara ribut mereka akan sampai terdengar hingga ke kamar tuan Park. Kyuhyun tersenyum dan bahkan sesekali akan tertawa kecil melihat kelakuan dan cerita konyol teman-temannya itu. Meskipun telah diangkat menjadi cucu serta kaki tangan tuan Park, tapi Kyuhyun lebih nyaman jika menghabiskan waktunya bersama pelayan dan pekerja yang lain. Bagi Kyuhyun, merekalah keluarganya yang sebenarnya. Apalagi ia sudah menganggap Jang Hyunseuk dan Shin Hyena sebagai orangtuanya. Pasangan suami istri itu selalu ada untuknya. Kyuhyun ingat sekali dulu ia pernah memenangkan juara olimpiade matematika, dan tuan Park terlalu sibuk untuk sekedar mengucapkan selamat. Ketika itu Jang Hyunseuk dan Shin Hyena lah orang pertama yang memberinya ucapan selamat. Bahkan bibi Hyena membelikan Kyuhyun sepasang sepatu baru yang sudah begitu lama ia inginkan sebagai hadiah.

Kyuhyun menyesap wine digelasnya, lalu menoleh kearah kanan. Saat itu juga tatapannya bertumbukan dengan Ah Young. Ternyata sejak tadi gadis itu menatapnya. Kyuhyun nyaris tertawa begitu melihat Ah Young buru-buru mengalihkan pandangannya hingga ia menyenggol sebuah gelas dan nyaris saja menjatuhkan gelas tersebut jika saja tangannya tidak refleks memegang gelas tersebut. Gadis itu tampak begitu salah tingkah.

ByjKXrAIcAAZ4FS

“Hoho, sepertinya ada yang baru saja berhasil mengait hati seorang wanita.” Bisik Zhoumi, salah seorang bodyguard yang berasal dari Cina. “Sejak tadi aku memperhatikan gerak gerik nona Yura. Ia tampak berkali-kali mencuri pandang kearahmu. Wah, mantra apa yang kau pakai hingga bisa membuatnya seperti itu?” Canda Zhoumi seraya menepuk bahu Kyuhyun. Kyuhyun hanya tersenyum kecil sebagai tanggapan.

 

*****

 

“Kupikir kau menyukai Donghae oppa.”

Jiyeon menghela napas pelan. “Aku… aku memang menyukainya.” Akunya.

Jieun mengerutkan dahinya. Gadis itu mencondongkan tubuhnya kearah Jiyeon dengan kedua tangan yang terlipat diatas meja. “Lalu kenapa kau menolak ajakan kencannya, eo? Aku tidak mengerti.”

“Itu bukan kencan. Ia hanya mengajakku menonton film dan kemudian makan malam.”

“Ya Tuhan, Park Jiyeon! Kau ini terlalu polos. Jelas-jelas itu ajakan kencan! Menonton film dan makan malam adalah hal yang biasa pasangan kekasih lakukan dalam kencan mereka. Lagipula kau pikir saja, Donghae oppa hanya mengajakmu saja, kan? Itu berarti ia hanya ingin menghabiskan waktu berduaan saja denganmu. Jadi, kenapa kau menolaknya?” Jieun menatap Jiyeon dengan penasaran.

Jiyeon mengaduk-aduk milkshake stroberinya dengan menggunakan sedotan. Gadis itu sebenarnya sangat ingin menerima ajakan Donghae. Tapi perkataan Kyuhyun tempo hari sukses membuat perasaan Jiyeon kacau. Donghae adalah anak dari musuh kakeknya dan itu berarti kakeknya juga tidak akan menyukai jika dirinya dekat dengan Donghae. Dan lagi, jika seandainya Donghae tahu jika dirinya adalah cucu tuan Park, apa Donghae akan menjauhinya? Berbagai pertanyaan berkecamuk dalam pikiran Jiyeon.

“Ji, jawab!” Desak Jieun.

687474703a2f2f696d616765732e74726176656c706f642e636f6d2f74726970776f772f70686f746f73342f74612d303536642d633030382d303061302f7768792d796f752d646f2d746861742d746f2d6d652d6a656f6e6a752d736f7574682d6b6f7265612b313135325

“Aku hanya… aku juga tidak tahu! Mungkin aku terlalu gugup.” Jiyeon terpaksa berbohong pada temannya itu. Ia kemudian melirik ke jam digital yang ada diponselnya. Sudah waktunya ia pergi latihan teater. Jiyeon menyeruput milkshakenya hingga tandas dan kemudian membereskan barang-barangnya. “Aku harus pergi latihan sekarang. Hari ini adalah latihan terakhir. Lusa kami akan tampil. Kau sudah berjanji akan menonton, bukan?”

“Iya, kau tenang saja. Ya sudah kalau begitu. Selamat latihan!” Jieun melambaikan tangannya.

Jiyeon sampai di ruang latihan 10 menit kemudian. Disana sudah berkumpul semua anggota teater. Mata Jiyeon langsung menelisik seluruh ruangan, dan ia menemukan Ah Young yang tengah membaca naskah diundakan tangga panggung. Jiyeon meletakkan tasnya disalah satu bangku penonton dan kemudian menghampiri Ah Young.

“Hai.” Sapa Jiyeon ramah. Ah Young mendongak dan kemudian tersenyum manis. “Aku tak sabar menunggu besok. Kita sudah bekerja keras untuk pementasan drama ini.” Ucapnya Ah Young begitu bersemangat.

“Ne. Besok akan menjadi hari yang hebat.”

“Ja, tampaknya semua sudah hadir. Ayo kita mulai sesi latihan terakhir kita. Ayo semuanya semangat!” Ujar Taeyeon sembari tersenyum sumringah. Gadis itu, selaku director, duduk dibangku penonton terdepan guna untuk mengamati jalannya proses latihan. Masing-masing pemeran sudah berada diposisinya masing-masing. Proses latihan akan memakan waktu satu jam, sesuai dengan durasi drama mereka.

Taeyeon mengamati adegan demi adegan yang dilakukan oleh para pemeran sembari sesekali membaca naskah untuk mencocokkan adegan yang dilakoni. Senyuman tipis muncul diwajahnya begitu tiba bagian Ah Young. Taeyeon menatap lurus kearah Ah Young, mengikuti setiap jengkal pergerakan gadis itu. Senyumannya semakin mengembang, begitu menantikan hal yang beberapa saat lagi akan terjadi. Dirinya sudah menyiapkan semuanya dengan begitu apik. Sangat apiknya hingga ia yakin seratus persen jika kali ini Ah Young takkan bisa menghindar dari maut.

It’s show time.” Bisik Taeyeon.

Ah Young bergerak menuju tengah panggung  sembari melafalkan dialognya. Sama sekali tidak merasakan sesuatu yang aneh ataupun membahayakan yang tengah mengintainya. Jiyeon berada dua langkah dibelakang Ah Young bersama tiga orang teman lainnya. Semua fokus merapalkan dialog mereka dalam hati, berusaha untuk tidak melupakan satu kata pun.

Ting!

Jiyeon mengernyit heran kala melihat sebuah baut berukuran sedang jatuh dari atas. Gadis itu mendongakkan kepalanya. Matanya agak menyipit kala memperhatikan lampu-lampu panggung yang ada diatas, namun tak lama matanya melotot kaget begitu melihat ada satu lampu yang nyaris jatuh. Lampu itu berada tepat diatas Ah Young! Refleks Jiyeon langsung menarik Ah Young, membuat kedua gadis itu jatuh terduduk.

PRANG!

Lampu berukuran besar itu jatuh tepat didepan Ah Young. Gadis itu mengerjab kaget. Jantungnya berdebar dengan begitu keras begitu mengingat bahwa beberapa detik yang lalu ia masih berdiri disana, tepat dibawah lampu gantung itu. Jika saja Jiyeon tidak menyelamatkan tepat waktu, dapat dipastikan bahwa kepalanya akan hancur tertimpa lampu. Ah Young bergidik ngeri memikirkan kemungkinan itu. Pemeran yang lain yang berada diatas panggung berhamburan meninggalkan panggung karena panik. Mereka menabrak apa saja yang ada dihadapannya. Suasana begitu kacau. Belum reda rasa panik yang mendera Ah Young dan Jiyeon. Keduanya kembali dikagetkan oleh beberapa property panggung yang jatuh berserakan akibat kepanikan yang terjadi diatas panggung.

“Ayo!” Jiyeon menarik tangan Ah Young. Keduanya sudah akan turun dari atas panggung, namun teriakan-teriakan histeris kembali terdengar.

“Ya Tuhan, lampu-lampunya akan kembali jatuh! Cepat menyingkir dari sana!”

“Yura-ssi, Jiyeon-ssi, cepat lari!”

Keadaan lantai panggung yang penuh dengan property yang berserakan menyulitkan langkah kedua gadis ini. Bunyi keras terdengar seiring dengan lampu-lampu panggung yang mulai berjatuhan. Tubuh Jiyeon ditarik tepat sebelum sebuah lampu panas menimpa kepalanya. Napas Jiyeon terengah. Ia menoleh dan mendapati Kyuhyun lah yang telah menyelamatkan dirinya.

“Gwenchana?” Tanya Kyuhyun khawatir. Jiyeon mengangguk lemah. Air mata mengalir dipipinya. Ia nyaris saja kehilangan nyawanya. Gadis itu begitu takut. Kyuhyun memeluk Jiyeon erat, berusaha untuk menenangkan gadis yang tengah menangis sesegukan itu. Jantung Kyuhyun tak kalah berdebarnya dengan Jiyeon. Ia nyaris saja terlambat menolong Jiyeon. Kyuhyun tak bisa membayangkan seperti apa jadinya jika ia terlambat menyelamatkan Jiyeon. Tuan Park tentunya akan murka, dan tak hanya pria tua itu, Kyuhyun pun akan merasa murka pada dirinya sendiri karena sudah gagal melindungi Jiyeon, gadis yang sudah dianggapnya seperti adik sendiri.

Disatu sisi, Ah Young menatap semuanya dengan pandangan kosong. Pemandangan Kyuhyun yang tengah memeluk Jiyeon dengan erat cukup menganggu dirinya. Kyuhyun seharusnya ada disisinya, memeluk dirinya, bukannya Jiyeon. Dan pemandangan itu cukup menjelaskan bahwa Jiyeon dan Kyuhyun memiliki hubungan yang dekat. Mereka memang saling mengenal. Kenapa dirinya tidak pernah tahu? Kenapa baik Kyuhyun ataupun Jiyeon tidak pernah bercerita? Dan kenapa Kyuhyun tampak begitu protektif terhadap Jiyeon?

‘Apa jangan-jangan Jiyeon adalah Park Yura yang asli?!’

Belum reda rasa kaget Ah Young atas semua yang baru saja terjadi, gadis itu dan anggota teater yang lain kembali dikagetkan oleh teriakan Taeyeon disertai dengan rontaan gadis itu. Kedua tangan Taeyeon dipiting kuat oleh Hyukjae, membuat gadis itu meringis kesakitan. “Lepaskan aku! Apa-apaan ini?!” Seru Taeyeon penuh emosi.

“DIAM!” Bentak Hyukjae.

Kyuhyun berjalan menghampiri Taeyeon disertai dengan tatapan tajamnya. “Kau tidak bisa mengelak. Kau adalah otak dibalik semua kejadian ini. Lampu-lampu yang jatuh itu adalah kerjaanmu, kan?! Kau yang merencanakan ini semua untuk mencelakai Yura.” Ujar Kyuhyun. Semua anggota teater menatap Taeyeon kaget. Sulit dipercaya jika sang ketua yang selama ini terlihat ramah, baik dan periang telah melakukan hal kriminal seperti ini.

“Jangan asal bicara kau! Untuk apa aku mencelakai Yura? Aku tidak punya motif untuk melakukan itu!”

“Oh, jelas ada, nona Kim Taeyeon putri dari Kim Baek Soo. Kau punya motif yang kuat untuk melakukan hal ini.”

Taeyeon tampak kaget karena Kyuhyun mengetahui jati dirinya sebagai putri dari Kim Baek Soo. “Oke, aku memang putri Kim Baek Soo, tapi apa kau punya bukti jika aku adalah pelakunya? Kau tidak bisa menuduhku tanpa bukti yang nyata. Hanya karena ayahku punya masalah dengan Park Jinyoung, tidak berarti jika aku juga berencana untuk menyakiti cucunya!”

“Jangan khawatir. Aku memiliki bukti yang kuat yang bisa langsung menjebloskanmu kedalam penjara.” Kyuhyun menatap lurus kearah sudut ruangan. Taeyeon membalikkan tubuhnya. Awalnya wajahnya masih tampak bingung, namun beberapa saat kemudian wajah manis itu mendadak pucat begitu matanya menangkap sebuah kamera sisi tv yang diletakkan dipojok atas dinding, tepat menyorot kearah panggung. Ia tidak menyadari bahwa ada sisi tv disana dikarenakan ukuran kamera yang begitu kecil dan tertanam di dinding. Jantung Taeyeon berdegub kencang. Tak ada lagi celah baginya untuk mengelak.

“Haha, kau pasti kaget kan karena ada sisi tv disini?” Bisik Hyukjae sinis. “Kami sudah mencurigai dirimu. Kau yang tiba-tiba mendekati Yura dan mengajaknya untuk bergabung dengan club teatermu. Tentunya itu membuat kami semua waspada. Kau pikir kau pintar? Tapi kami masih jauh lebih pintar daripada dirimu. Sisi tv itu merekam dengan jelas semua aksi bejat yang kau lakukan. Kau dan beberapa orang anak buah ayahmu datang kesini semalam, menyabotase lampu-lampu gantung diatas panggung, memasang timer sehingga lampu-lampu itu akan jatuh begitu tombol ditekan. Tentunya targetmu adalah nona Yura. Apa ucapanku salah?” Hyukjae menyeringai sinis. Pria itu mengeratkan cengkraman tangannya dan kemudian menyeret Taeyeon untuk pergi dari sana. Sudah ada mobil polisi yang menunggu gadis itu.

Suasana yang semula sempat sunyi kini kembali hiruk pikuk begitu Taeyeon dibawa keluar oleh Hyukjae. Semua anggota teater masih sangat syok dengan kejadian ini. Dimulai dari kecelakaan diatas panggung hingga terkuaknya fakta jika Taeyeon lah dalang dibalik peristiwa ini. Ah Young juga syok, namun alasannya adalah karena Kyuhyun yang dengan telaten tengah memapah Jiyeon. Pria itu bahkan tidak sedikitpun menanyakan kondisinya. Justru pengawal lain yang membantu dirinya.

 

*****

 

“Gwenchana?”

131119-donghae1-e1415026715782

Jiyeon mendongak dan mendapati Donghae yang tengah menatapnya cemas. Gadis itu mengangguk sembari berucap pelan. “Ne, aku baik-baik saja.”

“Kau menjadi begitu pendiam hari ini. Apa ada sesuatu yang mengganggumu?”

1537b66163f89b.img
“Tidak ada.” Jiyeon tersenyum manis, berusaha untuk meyakinkan Donghae bahwa dirinya baik-baik saja. Padahal pikiran gadis itu masih diganggu oleh fakta bahwa Donghae adalah anak dari musuh kakeknya. Jiyeon ingin bertanya, untuk memastikan hal tersebut. Namun disatu sisi ia juga takut dengan kenyataan yang ada. Untuk kesekian kalinya Jiyeon kembali melanggar larangan Kyuhyun dengan tetap pergi menemui Donghae. Entah mantra apa yang Donghae berikan padanya sehingga Jiyeon tidak pernah tega untuk menolak permintaan namja itu. Atau hal tersebut karena dirinya yang begitu menyukai Donghae?

Setelah makan malam Donghae mengantar Jiyeon kembali ke apartemen gadis itu dengan berjalan kaki. Restoran tempat mereka makan malam letaknya tidak jauh dari apartemen Jiyeon. Hanya memakan waktu 10 menit jika berjalan kaki. Dan lagi, ide berjalan kaki ini sebenarnya datang dari Jiyeon. Gadis itu sendiri yang meminta agar Donghae meninggalkan mobilnya di parkiran apartemen agar mereka bisa berjalan kaki. “Cuaca sedang bagus” Itu yang Jiyeon katakan pada Donghae.

Apartemen Jiyeon sudah tampak didepan mata, namun gadis itu malah berharap jika apartemennya masih jauh. Demi apapun, ia masih sanggup jika harus berjalan satu jam sekalipun. Ia masih ingin menghabiskan waktu bersama Donghae. Tampaknya Donghae pun merasa demikian karena tak lama pria itu menghentikan langkahnya dan kemudian menatap Jiyeon sambil menggaruk bagian belakag lehernya. “Hei, mau makan ice cream sambil menonton live music?”

Jiyeon tertawa kecil, namun tak ayal dirinya merasa senang dengan tawaran itu. “Yah, kurasa semangkuk ice cream takkan membunuhku. Ja!”

Donghae tersenyum manis dan kemudian meraih jemari Jiyeon kedalam genggamannya. Jiyeon tersentak kaget, tapi ia tetap membiarkan jemari mereka bertautan. Kedua muda mudi itu berjalan bersisian dengan wajah yang sumringah. Suasana taman cukup ramai dipenuhi oleh pasangan kekasih yang menghabiskan malam dengan menonton live music yang ada disana, mencoba jajanan ataupun hanya sekedar duduk-duduk santai dibangku-bangku taman. Donghae dan Jiyeon duduk disalah satu bangku, tak jauh dari panggung kecil dimana pertunjukkan musik sedang berlangsung. Masing-masing memegang satu mangkuk ice cream berukuran medium ditangan mereka. Rasa stroberi untuk Jiyeon dan coklat untuk Donghae.

“Dari mana oppa tahu bahwa disini ada live music? Apa oppa sering pergi kesini, hmm untuk berkencan mungkin?”

“Aku pernah beberapa kali melewati taman ini. Dan sekedar informasi saja ya, aku sudah lama tidak berkencan. Terakhir kali mungkin saat masih kuliah semester awal.”

Jiyeon menatap Donghae sangsi. “Ey, mana mungkin seperti itu. Geotjimal oppa.” Ujar Jiyeon.

“Aku serius. Tatap mataku! Apa aku tampak seperti tengah membual?” Donghae menarik dagu Jiyeon agak gadis itu menatapnya. Begitu kedua pasang bola mata itu saling bertatapan, baik Donghae maupun Jiyeon seakan terhipnotis. Napas Jiyeon tercekat. Seumur hidup ia tidak pernah sedekat ini dengan pria manapun selain ayah angkatnya. Jiyeon bahkan bisa merasakan napas Donghae yang berhembus mengenai wajahnya. Dan oh, Jiyeon baru menyadari bahwa perkataan teman-temannya memang benar. Lee Donghae memang memiliki mata yang indah. Sepersekian detik kemudian Jiyeon merasakan sesuatu yang lembut menempel dibibirnya. Refleks, gadis itu memejamkan matanya. Donghae menciumnya dengan sangat lembut. Tidak ada lumatan nafsu. Pria itu hanya menempelkan bibirnya ke bibir Jiyeon. Melihat tidak adanya penolakan dari Jiyeon, membuat Donghae tersenyum senang. Jiyeon juga tersenyum. Ciuman ini begitu indah dan berkesan, sesuai dengan ekspektasinya terhadap ciuman pertama. Dan kerennya, ciuman itu memiliki rasa stroberi dan coklat!

Donghae menjauhkan wajahnya, lalu menatap Jiyeon dengan pandangan memuja disertai dengan senyuman manisnya yang sungguh membuat siapa saja akan jatuh hati kala melihatnya. “Rasa stroberi. Aku suka.” Bisiknya jahil yang sukses membuat wajah Jiyeon bersemu merah.

 

*****

 

Pagi-pagi Ah Young sudah berkutat dengan peralatan masak di dapur. Ia tidak sendiri, ada SeKyung yang turut menemani majikannya itu. Kegiatan keduanya sesekali diiringi dengan canda tawa. Mulut Ah Young memang tidak pernah bisa diam. Selalu saja ada hal yang bisa menjadi topik pembicaraan atau sekedar menjadi bahan candaan.

“Yang itu jangan diberi sayuran.” Ujar Ah Young saat SeKyung berniat untuk menumpukkan beberapa sayuran diatas roti. SeKyung menurut, namun tak ayal agak sedikit bingung. Setahunya selain daging, majikannya ini begitu menyukai sayuran. Sadar akan ekspresi bingung pelayannya itu, Ah Young memberikan sebuah alasan yang spontan membuat SeKyung tersenyum jahil. Empat bulan menjadi pelayan Ah Young membuat gadis itu memahami watak Ah Young yang ramah dan santai sehingga membuat gadis itu tidak terlalu kaku atau takut jika sedang bersama Ah Young. Mereka malah lebih tampak seperti teman daripada majikan dan pembantu.

“Itu untuk Kyuhyun oppa. Diakan tidak suka sayur.”

“Ah, untuk Kyuhyun-ssi ternyata.”

“Yak, kenapa tersenyum aneh seperti itu, eo?” Ah Young mengerucutkan bibirnya. SeKyung menggeleng. “Tidak apa-apa.” Jawabnya masih sambil tersenyum. Ah Young masih penasaran, namun ia urung bertanya kala melihat beberapa orang pelayan masuk kedalam dapur dan membungkuk sopan padanya.

Suasana meja makan tampak begitu hening dan canggung. Persis seperti awal-awal Ah Young tinggal disana. Gadis itu terus menunduk sembari memakan sandwich yang tadi dibuatnya. Tuan Park juga diam, sedikitpun tak membuka suaranya, membuat Ah Young semakin gugup. Gadis itu tiba-tiba teringat sesuatu. Ia bangkit dari kursinya dan bergegas ke dapur diiringi tatapan bingung oleh Kyuhyun. Tak lama Ah Young kembali dengan sebuah botol kaca berukuran sedang ditangannya. Ia menjilat bibirnya sembari menyusun kata-kata yang pas untuk diucapkan.

“Kakek… em, ini untukmu.” Ah Young mendorong botol tersebut kesebelah piring makan sang kakek. Tuan Park menoleh. “Apa ini?”

“Itu ramuan tradisional yang kubuat sendiri. Katanya itu bagus untuk kesehatan jantung dan lambung. Kakekkan sering mengeluh tidak enak badan akhir-akhir ini, jadi kupikir ramuan ini akan sedikit membantu. Rasanya tidak pahit kok.”

Tuan Park tersenyum kecil seraya meraih botol itu. “Terima kasih.” Ucapnya. Pria itu kembali menatap Ah Young. “Setelah makan, bisa kau ke ruangan kerjaku? Ada hal yang ingin kubicarakan denganmu.”

“Ne.” Jawab Ah Young pelan, nyaris berbisik. Gadis itu seperti sudah mendapat bayangan bahwa pria itu akan membicarakan mengenai statusnya. Apa ia akan segera disingkirkan dari rumah ini? Entahlah, Ah Young tidak berani mengansumsi apapun.

Kyuhyun melirik wajah Ah Young yang tampak kembali lesu, dan kemudian beralih menatap tuan Park yang ternyata juga tengah menatap dirinya. Kyuhyun tahu apa yang akan tuan Park bicarakan dengan Ah Young, dan pria itu pun tahu tindakan apa yang akan ditempuh oleh kakek angkatnya ini. Kyuhyun kembali menatap Ah Young. Ada rasa simpati yang tumbuh dihati pria berparas tampan itu.

 

*****

 

“Duduklah.” Tuan Park mempersilahkan Ah Young untuk duduk disofa ruang kerjanya. Gadis itu duduk disofa tepat didepan tuan Park. Situasi diantara mereka bahkan jauh lebih canggung daripada saat sarapan tadi. Tuan Park menatap Ah Young intens, mengamati gadis itu dari ujung kepala hingga ujung kaki. Ia kemudian berdeham sejenak, sebelum akhirnya mengeluarkan perkataan yang membuat hati Ah Young mencelos.

“Kim Ah Young. Itu nama aslimu, bukan? Aku sudah mengetahui semua data pribadimu. Kau berasal dari Ulsan dan hanya tinggal bersama Ayah tirimu yang temperamental sehingga kau akhirnya memutuskan untuk kabur. Aku juga tahu bahwa kau tidak pernah amnesia. Jangan khawatir, aku tidak marah soal itu.” Ujar Park Jinyoung saat dilihatnya wajah Ah Young yang panik. “Aku justru ingin berterima kasih padamu. Tanpa kau sadari kau sudah banyak membantu kami dengan kehadiranmu disini. Ku yakin Kyuhyun pasti sudah menjelaskan beberapa hal kepadamu. Beberapa hari lagi cucuku yang asli akan berulang tahun yang ke 21 tahun, dan itu berarti ia akan segera menggantikan jabatanku sebagai direktur utama SJ group. Dan kurasa kau cukup paham dengan maksudku, bukan?”

Bibir Ah Young bergetar. Ia kemudian mengangguk pelan. “Aku sudah tidak dibutuhkan.” Ucapnya dengan suara serak, nyaris menangis. Gadis itu merasa begitu terbuang sekarang. Tapi Ah Young sadar akan posisinya. Ia memang bukan bagian dari keluarga ini.

“Aku tidak akan sejahat itu untuk mengusirmu dan membiarkanmu hidup luntang lantung dijalanan. Aku sudah menyiapkan sejumlah uang dengan nominal besar untukmu. Kau bebas menggunakan uang itu untuk apa saja. Pergi dari Seoul dan mulai kehidupan baru yang lebih baik disana.” Tuan Park menatap Ah Young datar, tanpa ada sedikitpun belas kasihan. “Aku mau akhir minggu ini kau sudah tidak berada disini.”

 

*****

 

10731442_338380219667491_482583362_a

Dengan lunglai Ah Young melangkah keluar dari dalam ruang kerja tuan Park. Gadis itu tidak dapat menahan air matanya lagi. Perkataan tuan Park cukup melukai hati dan harga dirinya. Padahal ia sudah menganggap pria itu sebagai kakeknya sendiri, namun ternyata bagi pria itu dirinya tak lebih dari seorang peran pengganti, atau lebih tepatnya tameng bagi cucu pria itu. Ah Young merasa telah dimanfaatkan dan ditipu mentah-mentah oleh kebaikan dan keramahan yang selama ini didapatnya dari pria tua tersebut. Ah Young menghentikan langkahnya ketika ia berpapasan dengan Kyuhyun diujung koridor. Gadis itu buru-buru menghapus air matanya, tersenyum kecil dan kemudian berjalan begitu saja melewati Kyuhyun.

adaf2edda3cc7cd9508b9d2a3901213fb90e919b

“Ah Young-ah.”

Langkah Ah Young otomatis terhenti begitu Kyuhyun memanggil dirinya dengan nama asli yang sudah beberapa bulan ini tak pernah didengarnya. Ragu-ragu, Ah Young menoleh. Kyuhyun berjalan mendekati dirinya dengan ekspresi wajah yang datar dan dingin seperti biasanya. “Kau pernah bilang jika kau suka anak-anak, bukan? Apa kau mau ikut denganku ke panti asuhan?” Tanya Kyuhyun to the point. Ah Young mengerjapkan matanya. “Panti asuhan? Untuk apa?”

“Mengantarkan donasi dari tuan Park. Jadi, apa kau mau?”

Ah Young tersenyum kecil. “Em, tentu saja!”

 

*****

 

Tuan Park menatap halaman rumahnya dari jendela ruang kerjanya. Ia melihat Kyuhyun dan Ah Young yang berjalan bersisian sebelum kedua sejoli itu masuk kedalam mobil sedan milik Kyuhyun. Beberapa saat kemudian mobil yang dikemudikan oleh Kyuhyun itu melesat meninggalkan kediaman mewah miliknya meninggalkan sedikit debu dan asap mobil. Pria itu mengernyit tidak suka melihat kedekatan Kyuhyun dan Ah Young yang sudah sejak beberapa hari yang lalu disadarinya. Ah Young harus segera disingkirkan, sebab jika tidak maka rencananya akan berantakan. Dan pria tua itu tentunya takkan membiarkan rencana apiknya rusak barang sedikitpun.

 

 

-To Be Continued-

Akhirnya setelah sebulan lebih 2 hari aku bisa ngepost ff ini lagi 😀 Makasih banyak buat dukungannya yang selalu jadi penyemangat aku buat terus nulis dan lanjutin ff ini meskipun ada beberapa yang… yah, agak ‘menyebalkan’

Maaf bgt baru bisa posting sekarang. Soalnya aku baru kelar ujian dan masih harus SP mata kuliah statistik *curcol* Jadi hilanglah seminggu liburanku yg berharga T__T Part ini lebih panjang dari yang sebelumnya kok ^^ Dan untung bagian yang paling banyak entah itu Jiyeon atau Ah Young, sorry i didn’t count, jd ga tau tuh banyakan siapa :/ Soalnya aku kalo nulis itu ya kaya air yang mengalir. Apa yang ada dikepala aku langsung aku tuangin, mau itu bagian Ah Young, Jiyeon, Kyuhyun atau malah Hyukjae sekalipun. Lagian sekali lagi aku tegasin, main cast ff ini ada 3, Jiyeon, Ah Young dan Kyuhyun!

Oke deh, cukup sampe sini cuap2 gaje aku sebelum kalian tambah eneg lol. Sampai ketemu di chapter selanjutnya (bagi yang masih berminat). Dan Selamat Tinggal bagi yang memutuskan untuk stop baca ff ini ^^

Iklan

Penulis:

Just a simple girl who loves music, food and blue sky

46 tanggapan untuk “The Bodyguard (Part 7)

  1. Haduhhhh makinnnnn gregetannn sekLiguss bingungggg,,,
    Gak suka ahyoung tapi kasihan juga,,
    Trusss tuh jiyeon knpa am donghae,,
    Eon ini Kyuyeon atau enggak sihh ??
    Dtunggu next chap

  2. ahhh wae cuma adik kecil hiks kayanya endingny ga sesuai harapan kyu ama si ah young masa hikss abis kyu di rumah yg besar trus sih wkww

  3. Jadi kyuhyun benar2 nganggap jiyeon cuma sebagai adik??
    Lalu jiyeon jatuh cinta sama donghae??
    Donghae itu beda dari ayah nya apa ga ya?
    Apa jgn2 dy juga akan berbuat jahat sama jiyeon?? Apa jangan2 dy tau identitas jiyeon yg sebenernya??

    Lalu perasaan kyu ke ah young itu seperti apa?
    Aku penasaran bgt next nya, klo bisa jangan lama ya chingu ^^

    1. Ditunggu aja ya next partnya. Sedikit demi sedikit pasti bakalan lebih jelas kok gmn watak karakter diff ini. Dan yah, jiyeon emg udh suka ama donghae. Makasih udh baca

  4. Ehhh iya lupa mau nambahin

    Itu pict nya donghae manisssssss bgt hahahahaa
    Siapa yg ga klepek2 klo dikasih senyum semanis itu
    Sebenernya aku juga suka couple haeji sih
    Tp klo donghae nya disini jahat mending sama kyuhyun aja wkwkwkwk

  5. sebenernya apa rencana tuan park? Kenapa dia tega bnget sma ahyoung? Dan sepertinya tuan park ga suka liat kdekatan ahyoung sma kyu
    ya ampun jiyeon makin dket aja sma donghae, bagaimana reaksi donghae kalau dia tau jiyeon cucu dari tuan park?
    Ditunggu next chapternya 😀

    1. Makasih banyak udh baca. Haha, ff ini emg msh byk bgt yg belum terjawab, jd msh panjang perjalanannya. Semoga ga bosen ya hehe.. tuan park pengen nyingkirin ah young dr kehidupan mereka

  6. Yahh ini bukan kyuyeon yaa :((
    Berharap kyuyeon sihh tp karna donghae ganteng banget jadi ikhlas dahh
    Ini tuan Park jahat amatt
    Ditunggu next chapnya yaaa

  7. aigoooo aigooooo kepala gue jd pusing nih kyula. ahhhhrrggggg knp malah ah young sih yg sering deket ma kyuhyun, byk moment mrk ,, walau kyu emg cm masi sebatas rasa iba dan jagain ah young krn jd korban buat peran peggantin, trs jiyi nya apa coba malah jatuh cintrong ama bang donghae ??? iya kah donghae tuh sbnrnya diem2 tau mgkn yah klo jiyi sbnrnya cucu aslinya si kakek itu nah dy deketin jiyi heart to heart. klo uda dptin hatinya kan udah gmpg,,, aigooo moga aja jiyi g pny mksd jelek yah. gue msti bakalan makin dongkol.
    kyula mbok y post nya jgn lama2,,,, kita smw pd penasaran setgh anjrittttt.
    dan apa coba the worse ever nya ??? kyu paling anggep jiyi anak kecila,,, arghhhhh bkin gue Gilllaaa klo bgni,, trs gmn donk. itu si kakek pny plan apalgi??? mau jodoin jiyi ma kyu? kyu mah mantuk aja, masa di antra kedua belah pihak g ad yg slg sk, gmn bs breng sama2. sih jiyi dah nambatin hatinya k bang donghae lah kyu???? fokus doang ama mslh ma bisnis. ishhhhh,,, smoga dg nnti kedekatan jiyi ma donghae bs sdkit2 bkin kyu cmburu krn jiyi apa2 sllu donghae dan donghae.. weeeekkkkkzzzzzzz rasain tuh bang biar km sdar jiyi itu bukan adik km dy tu cwe aja layaknya temen cwe km lainnya

    1. Maaf bgt ya kalo aku ngepostnya bikin kamu nunggunya smpe jamuran. Soalnya aku suka susah cari ide sih, jd harus bertapa dlu wkwkwk… ntr bakalan dijelasi kok kenapa kyu anggap jiyeon kyk adeknya sendiri dan bukannya sbg yeoja. Iy, tuan park emg udh ada rencana terselubung. Makanya dia getol bgt pengen nyingkirin ah young. Ditunggu aja ya next chpnya. Makasih byk loh udh baca ff ini

  8. uyeeaaah akhirnya keluar ..
    ini kayak detik2 terakhir ah young nih dan jiyi bakal gantiin di rumah kelarga park terus gimana nasib jiyi sama hae oppa kalo dia udah harus pindah :’)
    duuh kyu agak labil deh nanti ke ahyoung abis itu ke jiyi tentukan pilihanmu kyu hahaha
    author aku agak bingung yg diawal si kyu awalnya lg sama yura tp berikutnya dia udah ngobrol sama jiyi padahal mereka kan jauh, maaf ya aku komplain jgn benci aku huhuhu
    keep writing ditunggu kelanjutannya ^^

    1. Haha, aduh maaf ya. Pergantian t4 nya bikin bingung ya. Kan itu ceritanya Kyu udh balik ke seoul trus dia lgsg ketemu ama jiyeon. Ntr buat next part aku usahain ksh penjelasan t4 biar ga bingung. Makasih buat komennya ^^

  9. kyu masih nganggap jiyeon sebagai adik,sedangkan jiyeon jatuh pada pesona donghae..ah young suka kyuhyun..tapi tn park gak suka melihat kedekatan mereka..rencana tn.park apa jangan2 mau jodohin kyu ama jiyeon ya?tapi suka lah hubungan jiyeon dan kyuhyun masih abu-abu lom ada tanda2 saling jatuh cinta..tapi q agak sedih kyuhyun banyak momentnya dg ah young..oh jadi penasaran ah young akan tetap jadi baik hati atau malah sebaliknya,secara dia hampir menebak kalau jiyeon itu yura,palgi yg belum tahu pasti tn.park rencana in buat ah young..

    1. Kyu ama jiyeon emg ga ada hubungan yg romantis kok. Kyu anggap jiyeon kyk adeknya sendiri. Dan jiyeon disini suka bgt sama prince charming lee donghae. Dia bahkan ga peduli sekalipun udh dilarang ama kyu. Untung gmn watak ah young selanjutnya, ditunggu aja ya next chapternya hehe… makasih udh baca

  10. Hah daebak knp jd haeji? Hmm sbnrx it’s ok asal hae bnr2 syg jiyi keunde.. mdh2an kyu ga sk yura.. dan rencana haraboji park itu apa? Apa menjodohkan kyuyeon y? Next dong

    1. Tiba2 jd haeji gr2 aku hilang fokus pas liat foto donghae dan gaya dia di mv devil wkwkwk #becanda. Donghae beneran suka sama jiyeon kok, gitu juga jiyeon. Ditunggu aja ya next chpternya. Makasih ^^

  11. belum bisa berpihak pada siapa2. Baik ah young maupun jiyeon. Kehidupan mereka bisa dibilang sama menyedihkannya walaupun dalam konteks yang berbeda.
    Tuan park udah tua tapi tetep aja lumayan jahat. Greget sendiri sama aki tua itu.

  12. Apa yg direncanin tuan park,, apa dia mau jodohin jiyeon sma kyuhyun ya?? Woah ada moment haeji,, berarti jiyeon sma donghae nih , bkan sm kyuhyun?? Kok makin kesini aq ksian sma ah young ya… Jdi penasaran sma nextnya nich ^^

  13. tuan park terlalu menakutkan ye
    dan asumsiku kalo setelah ah young disingkirkan jusyru malahan bakal membuat dia nantinya jadi gadis yang jahat yang bisa menjadi alat perantara para musuh tuan park
    jiyeon mulai masuk perangkap donghae nich
    aigoo kyuhyun mending dijodohin ama jiyi aja dech tuan park

  14. part jiye0n udah mule byk dsni yaaah spty kta kmu thor main cast ada 3 jiye0n kyuhyun ah young jd part mrka hrus sma kn ?haha #sotoy
    dan dpart ini emang lumayan part mrka sma rata..
    ok l0k q emang reader yg ska dem0+bnyak cinc0ng keke#emang lg pilpres
    w0ow wow m0ment kyuye0n ada sech tp prtanyaan bsar.. Kyu anggp jiye0n adkny??itu tndanya ?kyaaaa Omg bnere d ff ini q brharap kyuye0n ,ah young biar ama cwo bru (tu dy kn lg mau k panti asuhan &ktmu coupleny dsna aka cast bru bukan kyu pasty)hehe
    &kyu suatu saat sdar prasaany ma jiye0n bgtupn jiye0n lok ma d0nghae dy hnya sbtas kgum

  15. kyaaaaaaaaaaa
    adah lanjut ternyata!!!!
    dan lagi dan lagi eon telat baca… 😦

    aigooooooo
    cepet bnget taeyeon ketauan_ny…!
    harus_ny iyi kena tuch lampu_ny,,,biar lbih
    dramatis…hehehe#becanda

    omo omo omooooooo
    ada apa ini!!!HaeJi KISSSSSSS!!!! O.O
    OMGGGGGGGG
    kamu benar”membuat ku GALAUUUUUUU….Kkkkk
    haeppa suka benran pan ma jiyi!!!
    gak bo’ongan!!!!PLEASSSSEEEE
    jangan buat Haeppa jahat ya saeng,,
    demi apa GAK RELAAAAAA,,hehehe
    sudah cukup kamu membuat Choi Minho jahat
    d ff trdahulumu,,jangan haeppa lgi…
    jebaaaallllll…#pLaKkk*Lebay.com

    jdi benran kyuppa hanya menganggap jiyi seperti adik?????
    huuuhhhffff
    semga seiring dengan berjalan_ny waktu mata dan hati kyu
    bisa terbuka akan jiyi… 😀

    buat ah young!!!kakek park trlalu kejjam dech… 😦
    msa ah young mau d hlangkan bgitu sja!!!!
    walau bgaimanapun kan ah young
    sdah ikut mmbantu melindung kbradaan jiyi dri para musuh… 😦

    neeeeeext eon tunggu,,,
    pnsaran sma rencana kakek park apa???yang mmbuat dy gak suka liat
    kyuppa deket sma ah young???
    karakter kakek park juga blum trlihat jelas,,masih abu”….hmmm
    neeeext palliiiii….heeee
    FAIGTHING ;)mian coment_ny kpanjangan…Kkkkk

  16. och ya satu lgi,,
    paling suka dech law baca ff
    ada pict”ny gini d stiap moment
    yang mewakili ekpresi cast_ny..Kkkk
    neeext pake lgi ya…hehehe
    FAIGTHING… 😉

  17. Nunggu ini lama bgt wkwk akhirnya di post juga yeyyyyyyyyy ^^
    Ah young sm jiyeon punya posisi yg sama” kuat nih di hati kyukyu hahaha semoga aja jiyeon yg sm kyuhyun :’) tuan park punya rncna apaan tuh mencurigakan deh -_- udh gt mau mengusir ah young lg in kasian tuh si ah young -_________-

  18. kasian ah young padahal dia cuma butuh kasih sayangbkeluarga aja tapi setelah kakek park nyuruh pergi ah young y sakit hati kasian…
    pa kakek park niat jodohin jiyeon ma kyuhyun????
    semoga kyuhyun jadi y sama jiyeon bukan sama ah yeong…
    dongjae jahat ngak sih??? donghae masih abstrak nih dia jahat atau emang bener2 cinta ma jiyeon???

  19. Aku boleh nebak gak? *boleh dong.. keke
    Ngeliat ketidaksukaan tuan park sama kedekatan ahyoung sama kyuhyun kayanya tuan park punya rencana utk nyingkirin ahyoung, kalo aku bener mungkin gak sih klo tuan park udah rencana’in perjodohan antara jiyeon sama kyuhyun.. hehe *aku nebak doang loh..

  20. Jadi couple nya jiyeon sam donghae
    Kyuhyun sama ah young???
    Hmmmm….. kecewa, dri part prtama nunggu2 kyuyeon tp tau nya 😤 mana banyakan part ah young nya ketimbang jiyeon .

    Ceritanya keren, saya suka tp couple ????? Sedikit banyak Mengecewakaan.

  21. mwooo kyuhyun sudah menganggap jiyeon sebagai adik ? anhi anhi…kyu jngan sm ah young…trus jiyeon knpa mau dicium sma donghae…huuwaaa jinjja ff nya bikin galau daebak…

  22. Wahhh dikira jiyeon bakal sama kyu oppa tpi ku malah sama donghae sihh…
    Ngomng2 ksihan sih ah young tpi nggak ppa yang penting jiyeon tetap ada hehee…
    Ff keren eonni semangat& sukses terus gomawo^_^

  23. Ini kok kyu nganggep jiyeon cuma sebagai adik apa jgn2 kyu sukanya ama ah young. Berarti jiyeon ama donghae dong. Ni kakek park tega amat y ama ah young.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s