Diposkan pada Chapters

Hoot (Part 10 – END)

1433078949051

Author : Cho Haneul
Title      : HOOT
Type      : Chaptered
Genre    : Romance, Comedy, Friendship
Poster : @shirlyuanaaa

Cast :
– Nam Jihyun
– Lee Donghae
– Park Jiyeon as Kim Jiyeon
– Cho Kyuhyun
– Kim Woo Bin

_____________________________________________

BRAK!

Suara pintu terhempas cukup membuat Jihyun berjengit kaget. Gadis itu bahkan sudah hampir menangis saking kaget bercampur takut.

“Jiyeon? Kau kah itu?” Tanya Jihyun dengan suara gemetar. Sekali dengar orang pasti bisa berasumsi jika gadis itu sedang ketakutan. Suasana menjadi hening. Sama sekali tidak terdengar balasan dari Jiyeon. “Jiyeon-ah? Hei, ini tidak lucu, oke! Kau membuatku takut!” Seru Jihyun. Gadis itu memeluk bantal sofa dengan begitu erat didadanya. Ia tidak sadar bahwa ada beberapa pasang kaki yang tengah berjalan pelan dibelakangnya. Dan beberapa detik kemudian Jihyun meronta kaget saat ada sebuah tangan yang membekap mulutnya. Ia ketakutan. Siapa orang ini? Apa maunya?

“Yak! Lepaskan aku!” Jihyun meronta-ronta. Ia agak kesulitan untuk berbicara karena orang tersebut membekap mulutnya dengan lumayan erat. Sekuat tenaga Jihyun berusaha untuk lepas dari cengkraman orang tak dikenal itu. Dengan brutal Jihyun menendang sekitarnya. Beberapa kali terdengar suara barang yang jatuh kala kakinya menendang meja. Salahkan suasana yang begitu gelap hingga membuatnya kesulitan untuk melihat. Orang asing yang Jihyun yakini namja itu menggiring dirinya agar keluar dari ruang santai. Gadis itu tidak tahu akan dibawa kemana dirinya. Air mata sudah membasahi pipinya. Sejak tadi berbagai macam pikiran buruk telah berseliweran dikepalanya. Bagaimana jika ini adalah hari terakhirnya hidup? Bagaimana jika pria ini adalah psikopat yang akan menyiksanya, membunuh dan kemudian memutilasi tubuhnya?

Dan bagian terburuknya adalah ini hari ulang tahunnya.

Tidak ada seorang pun yang ingin mati dihari kelahirannya.

“Ku mohon… lepaskan aku…” Isak Jihyun, namun pria itu tetap tidak peduli. Tubuh Jihyun didorong masuk ke sebuah ruangan. Samar-samar Jihyun bisa melihat setitik cahaya disana. Matanya yang berkaca-kaca membuatnya agak sukar untuk melihat, namun perlahan pandangannya jelas dan Jihyun bisa memastikan jika itu adalah cahaya lilin. Melihat itu Jihyun tercengang.

‘Jadi ini…’

“Selamat ulang tahun, sayang…” Suara bisikan pria itu membuat tubuh Jihyun tersentak. Ia sangat mengenali suara itu. Belum sempat ia membuka suara, lampu ruangan menyala sehingga dalam seketika ruangan tersebut terang benderang. Ternyata Jihyun digiring ke dapur rumah keluar Kim.

“SURPRISE!”

“SAENGIL CHUKKAE URI JIHYUN!”

Suara terompet serta taburan kertas konfeti menyemarakkan suasana di ruangan berukuran sedang itu. Jihyun termangu menatap sahabatnya, Jiyeon, yang tengah berjalan pelan kearahnya dengan kue ulang tahun berlilin 22 diatasnya. Sahabatnya itu tertawa kecil sembari menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Betapa ingin rasanya Jihyun menggelitiki tubuh Jiyeon hingga gadis itu pingsan.

“Ayo tiup lilinnya!” Ujar Jiyeon bersemangat. “Eh, tapi ucapkan permohonan dulu.”

maxresdefault (1)

Dengan patuh Jihyun menuruti perkataan Jiyeon. Setelah mengucapkan permohonan, ia meniup lilin berangka 22 itu. Jihyun menatap Jiyeon lama sampai akhirnya…

“YAK KAU MENYEBALKAN SEKALI! AKU NYARIS MATI JANTUNGAN GARA-GARA KALIAN SEMUA!” Jihyun memukul pundak Jiyeon dan Donghae sambil menangis tersedu-sedu, membuat semua yang ada disitu tertawa melihat eskpresi Jihyun sekarang yang amat sangat kontras dengan ekspresinya beberapa menit yang lalu. Jiyeon menyerahkan kue coklat itu kepada Kyuhyun, kemudian gadis itu meraih Jihyun kedalam pelukannya. Dielusnya punggung Jihyun dengan lembut. “Mianhe. Ini semua memang rencanaku. Aku ingin membuat kejutan yang takkan pernah kau lupakan seumur hidup. Dan sepertinya aku berhasil, eo.” Jiyeon melepaskan pelukannya, lalu mengedipkan matanya kepada Jihyun yang dibalas dengan cubitan dipinggang Jiyeon.

“Ya, kau sungguh berhasil nona Kim. Aku bahkan nyaris mengompol saking takutnya. Kupikir aku benar-benar akan mati secara tragis dihari ulang tahunku.”

Jiyeon terkekeh geli. Ia kembali menarik Jihyun kedalam pelukannya. “Saengil chukkae Jihyun-ah. Semoga kau dapat meraih semua impian serta cita-citamu dan selalu dalam perlindungan Tuhan.” Ucap Jiyeon. Jihyun mengeratkan pelukan mereka. “Gomawo chingu-ya.”

“Selamat ulang tahun ya Jihyun. Kau harus lihat bagaimana lucunya wajahmu tadi. Aku merekam semuanya disini.” Kyuhyun menunjukkan kamera inframerah miliknya dengan bangga. Dasar evil!

Jihyun baru sadar jika ternyata disana juga ada Kyuhyun, Woo Bin dan… Donghae?

Ia menatap Donghae dengan wajah kaget, membuat pria itu mengacak rambut Jihyun gemas. “Kau seperti melihat setan.” Canda Donghae. Pria itu kemudian menarik Jihyun kedalam pelukannya. “Selamat ulang tahun.” Ucapnya ditambah dengan kecupan didahi yang sumpah demi apapun nyaris membuat Jihyun jatuh terduduk dilantai saking kagetnya.

tumblr_mbqvplMtFB1rx2wsno1_500

“Oppa disini? Kupikir kau—“

“Marah padamu?” Potong Donghae. Jihyun mengangguk. Donghae mengelus wajah Jihyun dengan lembut. “Aku tidak marah padamu. Well, aku memang sempat kecewa melihatmu dan Baekhyun, tapi Jiyeon sudah menjelaskan semuanya. Dan sikap dinginku padamu itu adalah bagian dari rencana emas Jiyeon.” Jelas Donghae. Jihyun langsung menoleh kearah Jiyeon yang tengah memasang wajah sok polosnya. Tapi walau bagaimanapun, Jihyun merasa berterima kasih pada Jiyeon. Sahabatnya itu benar-benar malaikat penolongnya.

“Ja, sekarang ayo potong kue-nya!” Ajak Donghae bersemangat. Pria itu memegang kedua bahu Jihyun dan menuntunnya menuju meja makan dimana telah tersaji kue ulang tahun, sup rumput laut, tteokpoki, serta beberapa jajalan kaki lima lainnya. Mata Jihyun berseri-seri melihat itu semua. Ia tidak menyangka jika teman-temannya telah menyiapkan pesta kejutan yang dalam artian ‘sungguh-sungguh mengejutkan’ seperti ini. Tanpa sadar matanya kembali berkaca-kaca.

“Hei, kenapa menangis lagi, sayang?” Tanya Donghae dengan lembut. Sebelah tangannya mengelus kepala Jihyun. Gadis itu menggeleng. “Aniya. Hanya terharu saja. Kupikir oppa sudah tidak peduli lagi padaku.” Ucapnya lirih.

Donghae tertawa kecil. “Mana mungkin aku tidak peduli pada pacarku yang cantik ini.” Ia mengedipkan matanya, kemudian berlalu dari hadapan Jihyun, membuat gadis itu menatap cengo. “Ke…kekasih?” Bisiknya lirih.

“Potongan pertama akan diberikan kepada siapa?” Tanya Kyuhyun dengan wajah usilnya sambil merekam dengan camera-nya. Jihyun menunduk, pura-pura sibuk dengan kuenya. Ia lalu mendongak menatap Jiyeon. Jiyeon langsung menggelengkan kepalanya. “Jangan coba-coba memberikan kue itu padaku. Aku tahu kau sama sekali tidak berniat untuk memberikan potongan pertama itu padaku.”

“Sudah ada yang berharap untuk mendapatkan potongan pertama itu.” Goda Woo Bin sambil memandang jahil kearah Jihyun dan juga Donghae. Wajah Jihyun memerah, sedangkan Donghae pura-pura bersikap cool, meskipun sebenarnya ia juga tak kalah gugup. Perlahan Jihyun berjalan mendekati pria itu, kemudian menyodorkan piring berisi kue potongan pertama kepada Donghae.

“Nah, begitu dong!” Ujar Woo Bin puas.

“Mana ciuman mesranya? Kamera ini sudah siap untuk merekamnya.” Kyuhyun berkata dengan nada jahil yang dihadiahi tatapan kesal oleh Jihyun dan Donghae.

Pada akhirnya kelima muda-mudi itu menginap di rumah Woo Bin yang memang selalu sepi karena kedua orang tua Woo Bin dan Jiyeon sedang ditugaskan ke luar kota. Mereka menghabiskan malam dengan menonton, ngemil dan mengobrol ringan. Disela-sela itu, Donghae menarik Jihyun agak menjauh dari teman-temnnya yang lain. Ada hal penting yang harus ia katakan dan ia tegaskan pada gadis itu.

Jihyun menatap kedua mata Donghae yang tengah menatapnya dengan penuh kelembutan. “Aku tahu bahwa hubungan kita diawali dengan sebuah kebohongan, tapi aku juga tahu baik kau dan aku selama menjalani hubungan ini tidak pernah berpikir bahwa ini sandiwara. Kita melakukannya dengan alami. Dan saat aku bilang bahwa kau bisa pergi jika sudah menemukan pria lain… itu tidak benar. Aku sama sekali tidak bersungguh-sungguh saat mengatakannya. Aku tidak ingin kau pergi, apalagi dengan Baekhyun.”

Jihyun meremas jari-jarinya. “Jadi…?”

“Mulai detik ini tidak ada lagi yang namanya pacar pura-pura. Kau adalah milikku, dan aku adalah milikmu. Kau mengerti?”

Jihyun tidak menjawab, namun sebagai gantinya gadis itu memeluk tubuh Donghae erat. Donghae tersenyum senang sembari membalas pelukan Jihyun tak kalah eratnya. “Aku mencintaimu.” Bisik Donghae tepat ditelinga Jihyun, membuat jantung gadis itu semakin berdebar kencang.

“Love you too…”

 

*****

 

5 Years Later

80_674787846

Donghae terbangun dari tidur nyenyaknya kala sinar matahari pagi menerpa wajahnya. Sedikit mengernyit, namun perlahan kedua matanya terbuka sempurna. Lengan Donghae meraba sisi kanannya yang kosong dan terasa dingin. Setelah membereskan tempat tidur serta mencuci muka, pria yang kini berusia 30 tahun itu keluar dari kamarnya. Saat itu samar-samar ia dapat mendengar suara percakapan dari arah dapur. Hal tersebut membuat senyumnya merekah di pagi awal musim panas ini.

“Bagaimana rasanya? Apa bumbunya sudah pas?” Jihyun menatap cemas kearah halmoni yang tengah mencicipi hasil masakannya. Wanita tua yang baru saja memasuki usia kepala tujuh itu mengancungkan jempolnya. “Ini enak! Kadar kematangan dagingnya juga sudah pas. Kau sudah banyak kemajuan, sayang.” Ujar Halmoni bangga karena bagaimanapun juga dirinya termasuk andil dalam mengajari Jihyun yang tadinya hanya bisa memasak nasi dan ramyun, hingga kini bisa memasak berbagai macam masakan tradisional Korea. Meskipun umurnya sudah tua, namun Lee Halmoni masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Tetap enerjik dan rajin berkutat di dapur.

Jihyun ikut tersenyum. “Ah, syukurlah. Kupikir akan gagal.”

“Jika gurunya orang lain, mungkin akan gagal. Keunde, karena gurunya adalah aku makanya ini sukses.” Gurau Halmonie sembari tertawa kecil, membuat Jihyun turut tertawa melihat sikap narsis sang nenek.

“Ah, suamimu sudah bangun rupanya. Tumben pangeran Lee kita ini sudi untuk turun dari ranjang kebesarannya tanpa harus diseret dulu. Ini kan hari libur.”

Donghae tertawa kecil mendengar gurauan neneknya itu. Ia melangkah mendekati dua orang wanita yang begitu dicintainya itu. Dikecupnya pipi sang nenek. “Aku mencium aroma makanan yang lezat. Jadinya tidak bisa konsentrasi saat tidur.” Ujar Donghae. Pria itu kemudian beralih kearah istrinya, Nam Jihyun, wanita yang satu tahun lalu dinikahinya itu. “Selamat pagi sayang.” Bisiknya mesra. Jihyun membalas sapaan yang tak pernah luput diucapkan Donghae semenjak mereka menikah. Jihyun mengecup pipi Donghae lembut, kemudian kembali sibuk berkutat dengan masakannya yang hampir selesai.

“Tunggulah di meja makan, sebentar lagi ini selesai.” Ujar Jihyun.

“Arasso. Aku juga ingin memberi makan ikan dulu didepan.”

Jihyun menatap punggung Donghae yang beberapa saat lalu menghilang dibalik pintu. Wanita yang kini berusia 27 tahun itu tersenyum kecil setiap mengingat bahwa sekarang ia sudah menikah dengan pria pujaannya. Namja yang sempat menjadi pacar bohongannya. Siapa sangka bahwa rencana gila itu justru membawanya pada takdir hidupnya. Mungkin ia harus mengucapkan terima kasih jika suatu saat bertemu dengan Baekhyun. Kalau bukan karena pria itu yang mencampakkannya, ia tidak mungkin punya ide untuk berpura-pura menjalin kasih dengan Donghae.

“Lusa kalian akan pergi jam berapa?” Tanya halmoni. Jihyun menoleh, “Setelah mengantar halmoni ke rumah bibi Jang, setelah itu kami akan langsung ke Bandara. Pesawat siang jam 2.”

“Oh begitu. Jadi ini akan menjadi bulan madu ganda, eo?” Halmonie terkekeh geli saat menyebut kata ‘bulan madu ganda.’ Jihyun tergelak geli. “Dimana-mana adanya kencan ganda, Halmonie. Ini hanya liburan biasa kok.”

BLX2JAmCYAAbiKwjpg-large_zpsc00c51cd

“Ey, mana bisa dibilang liburan biasa. Yang pergi adalah pasangan – pasangan suami istri muda. Kau dan Donghae serta Kyuhyun dan Jiyeon. Apalagi Kyuhyun dan Jiyeon kan baru saja menikah, jadi bisa dibilang ini bulan madu. Semoga saat pulang nanti kalian bertiga ya.”

Jihyun mengernyit bingung. “Bertiga? Kan aku dan Donghae oppa…” Jihyun langsung terdiam ketika otaknya akhirnya memproses isi pesan terselubung nenek. Nenek memang sudah saat ingin menimang cicit. Sudah sejak beberapa bulan yang lalu wanita tua itu begitu semangat meminta cicit. Jihyun pun sebenarnya juga tak kalah ingin, namun tampaknya Tuhan masih belum mempercayakan mereka untuk menimang buah hati. Lagipula mereka kan masih tergolong pasangan baru. Masih ada banyak waktu.

Jihyun menghampiri Donghae yang tengah sibuk memberi makan ikan peliharaan mendiang sang kakek. Yah, bahkan setelah menikah mereka memutuskan untuk tetap tinggal di rumah kakek dan nenek Donghae. Halmoni tidak ingin pergi meninggalkan rumah yang telah banyak memberinya kenangan indah. Dan Donghae cukup mengerti itu karena ia pun sulit untuk meninggalkan rumah yang telah menjadi saksi bisu pertumbuhan dirinya. Mereka yang tidak mungkin meninggalkan sang nenek sendirian, akhirnya memutuskan untuk tinggal disana. Nenek begitu gembira dengan keputusan itu.

“Makanan sudah siap oppa.” Ucap Jihyun. Donghae menoleh kearah istrinya itu, kemudian melambaikan tangannya menyuruh Jihyun untuk mendekat. Begitu Jihyun mendekat, pria itu langsung menarik sang istri agak duduk dipangkuannya. Jihyun hanya diam. Ia sudah sangat terbiasa dengan skinship dan sikap manja Donghae yang suka tiba-tiba muncul. Empat tahun berpacaran cukup untuknya memahami segala macam sifat Donghae.

“Wangi sekali.” Donghae menghirup aroma tubuh Jihyun dari lehernya. Wanita itu tertawa geli. “Tentu saja. Aku kan sudah mandi. Memangnya oppa yang hanya sikat gigi dan cuci muka saja, eo.” Ledeknya.

“Kulihat kau sudah berkemas. Padahal kita baru akan pergi lusa. Sepertinya ada yang sudah tidak sabar.”

“Ne, aku memang sudah tidak sabar untuk berlibur. Meskipun ini hanya ke Jeju tapi aku senang sekali. Kita kan sudah jarang pergi berlibur semenjak kau diangkat menjadi bapak Direktur yang super sibuk.” Jihyun berkata sambil mengerucutkan bibirnya, membuat Donghae merasa gemas dan akhirnya mencium bibir wanita itu sekilas.

Donghae berbisik pelan ditelinga Jihyun seraya sebelah tangannya mengusap perut rata Jihyun dengan penuh kelembutan. Suaranya terdengar lirih saat berbicara. “Aku berharap ia segera hadir disini.” Ucap Donghae. Mata Jihyun agak berkaca-kaca. Ia tahu jika suaminya itu sangat menyukai anak kecil dan tentunya sangat mendambakan bisa menimang buah hati sendiri. Jihyun melingkarkan kedua tangannya di leher Donghae sembari meletakkan dagunya dibahu Donghae. “Aku juga sudah tidak sabar untuk menanti kehadirannya. Semoga liburan kali ini membuahkan hasil.” Jihyun terkekeh sendiri mendengar perkataannya.

Donghae juga tertawa kecil. “Yah, kuharap begitu.” Ia mengecup puncak kepala Jihyun dengan penuh sayang.

 

-The End-

Kyaaaa! Akhirnya tamat juga 😀
Pokoknya di part ini full moment Jihyun-Donghae. Dan buat yang chapter lalu ngasih tebakan kalo ini semua cuma jebakan surprise ultah Jihyun, Selamat kalian memenangkan kencan satu malam dengan Donghae! wkwkwkwk XD

Makasih banyak buat yang selalu baca ff ini dari awal hingga akhir. Yang udh bela-belain nungguin aku post ff yang gaje kapan jadwalnya. Aku bener-bener berterima kasih banget. Semoga kalian tetap berkenan baca ff aku yg lainnya. Untuk FF ini, sejak awal emang genrenya Romance comedy, jadi emang ga ada bagian mengharu biru ala2 drama Korea.

Dan untuk yang kecewa karena ga ada adegan ehem… NC, maaf bgt yah. Aku ga bisa nulis yang begitu. Merinding sendiri jadinya wkwkwk… Well, semoga kalian puas dengan endingnya. Sekali lagi makasih banyak. Annyeong yeorobun~ 😀

Iklan

Penulis:

Just a simple girl who loves music, food and blue sky

23 tanggapan untuk “Hoot (Part 10 – END)

  1. akhirrrrnya ada yg updt juga eonni wkwkk seneng bgt hae gak marah itu cemburu memang karna baper kkkkk kasian uri ubin paling tua(?) gak dikasih pasangan aku ajah hihi dan satu lagi yg menganggu pic hae bangun bobo sexy amat.

    ok. fighting buat ff selanjutnya aku tunggu yg kyuhyun punya indra ke 6 itu eonn hehe

    1. Makasih banyaaaak yaaaa… aku jg ilang fokus gr pic hae yg super hot itu. Ngebayangin sendiri kyk apa jd nya kalo pas bangun tidur ada hal di sisi ku wkwkwk xD oke, ditunggu aja ya buat ff yg itu ^^

  2. horraaaay happy ending, emang jiyeon idenya kereeen banget deeh sampe si jihyun ketakutan sampe nangis udah gitu si evil rese banget pake ngevideoin wkwkwkwk
    mereka akhirnya nikah semua ya dan hidup bahagia kerreen banget.
    makasii authornim udah bikin ff yg seru, ditunggu ff selanjutnya kalo bisa jiyeon dong maincastnya hahaha
    see you di ff yg lain ‘-‘)/

  3. Dear all of my readers,
    aku punya kabar buruk 😦 aku ga bisa log in ke akun ini lagi lantaran aku ga nerima SMS verification code dari wordpress. aku udh ga tau lg harus gimana. Ini udah berlangsung selama 4 hari 😦 Sumpah, ini suck bgt! aku memulai akun ini udh dari 6 tahun lalu, dan tiba2 kehilangan akses gitu aja. pas minta bantuan dari team wordpress, mereka cuma kasi form pengaduan yg ga guna bgt!!! Skrg aku cuma berharap kalo ini ga permanent dan segera mungkin aku bisa akses akun ini lg. Jd untuk jaga2 aku bakalan posting ff di akun wattpad aja.

    https://www.wattpad.com/user/Kyula88

    Feel free to visit krn kalo akun WP ini ttp ga bisa diakses, aku bakalan posting lanjutan ff di wattpad aja. Mohon doanya supaya akun ku bs balik 😥

  4. Dear all of my readers,
    aku punya kabar buruk 😦 aku ga bisa log in ke akun ini lagi lantaran aku ga nerima SMS verification code dari wordpress. aku udh ga tau lg harus gimana. Ini udah berlangsung selama 4 hari 😦 Sumpah, ini suck bgt! aku memulai akun ini udh dari 6 tahun lalu, dan tiba2 kehilangan akses gitu aja. pas minta bantuan dari team wordpress, mereka cuma kasi form pengaduan yg ga guna bgt!!! Skrg aku cuma berharap kalo ini ga permanent dan segera mungkin aku bisa akses akun ini lg. Jd untuk jaga2 aku bakalan posting ff di akun wattpad aja.

    https://www.wattpad.com/user/Kyula88

    Feel free to visit krn kalo akun WP ini ttp ga bisa diakses, aku bakalan posting lanjutan ff di wattpad aja. Mohon doanya supaya akun ku bs balik 😥

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s