Diposkan pada Chapters

The Bodyguard (Part 9)

1425994224260

Author : Cho Haneul
Title      : The Bodyguard
Genre   : Romance, Drama
Type     : Chaptered
Poster   : @shirlyuanaaa

Cast :
– Park Jiyeon
– Kim Yura (Kim Ah Young)
– Cho Kyuhyun
– Lee Donghae
– Lee Hyukjae
– Choi Siwon
– Hwang Chansung
– Yunho

____________________________________________

“Hei, berhenti disana! Ini daerah terlarang. Kau tidak boleh masuk kedalam!” Seru salah seorang polisi sembari merentangkan tangannya agar Kyuhyun tidak dapat masuk kedalam bangunan salon yang tengah terbakar. Kyuhyun dapat melihat beberapa karyawan yang berhasil keluar menyelamatkan diri dan ada beberapa pula yang keluar dengan bantuan petugas pemadam kebakaran. Mereka langsung disambut oleh petugas medis yang telah siap menanti. Tapi dari sekian banyak wanita itu, ia tidak melihat Yura. Besar kemungkinan jika gadis itu masih berada didalam gedung. Kyuhyun mendengus kasar, dan tanpa aba-aba ia mendorong polisi tersebut yang kebetulan agak sedikit lengah. Secepat mungkin ia berlari menerobos kobaran api. Tak dihiraukannya teriakan orang-orang yang melarangnya.

Suasana didalam salon kacau balau. Api telah merambat nyaris ke semua sudut salon. Kyuhyun merasa frustasi. Salon ini cukup luas serta terdiri dari dua lantai. Bagaimana caranya ia bisa menemukan Ah Young secepat mungkin tanpa membuat dirinya terlahap kobaran api panas?

Belum apa-apa saja Kyuhyun sudah merasa agak kesulitan bernapas karena asap yang mulai pekat. Mengikuti instings, pria bertubuh tinggi itu akhirnya berlari ke lantai dua. Beberapa kali Kyuhyun nyaris tertimpa oleh perabotan atau plafon yang jatuh. Beruntung gerakannya cukup gesit.

“AH YOUNG! KIM AH YOUNG!” Teriakan Kyuhyun menggema disana. Sesekali pria tampan itu akan terbatuk-batuk sambil menutup hidupnya dengan sapu tangan yang sudah dibasahi dengan air. Jarak pandang Kyuhyun semakin sempit. Ia tidak punya banyak waktu, atau dirinya akan ikut mati mengenaskan disini.

“KIM AH YOUNG!” Kyuhyun membuka beberapa ruangan tapi ia tetap tidak menemukan gadis yang dicari. Suhu ruangan semakin panas tak terkendali. Ia berperang melawan batin. Haruskah ia menyerah?

 

 

*****

tumblr_nebzdaCCcG1thk7a6o2_500

Ah Young terduduk lemah dengan bersandar ke dinding toilet. Tadi saat dirinya akan keluar dari dalam toilet, ia dikejutkan dengan ruangan salon yang telah dilahap oleh si jago merah. Karena panik, Ah Young justru kembali menutup pintu kamar mandi dan berdiri tegang didalam sana. Sekarang sudah terlambat untuknya melarikan diri karena kobaran api benar-benar telah menyebar keseluruh penjuru salon. Nekat keluar sama dengan mati. Ia cukup beruntung tadinya karena letak kamar mandi agak jauh dipojok belakang salon sehingga api tidak terlalu parah disana, namun sekarang Ah Young justru merasa sial karena dengan begitu keberadaan dirinya tidak bisa diketahui oleh orang-orang. Mereka melupakan dirinya.

‘Semua orang melupakanku…’ Batinnya pedih.

Diambang batas kesadarannya Ah Young merasa seperti mendengar suara Kyuhyun yang tengah memanggil namanya. Awalnya ia tidak yakin, namun suara itu terasa begitu nyata. Dengan sisa-sisa kekuatannya disertai dengan suara serak akibat berteriak sejak tadi, Ah Young pun berusaha untuk memanggil pria yang ia yakin Kyuhyun itu.

“Kyuhyun oppa, tolong aku!!! Aku disini! Tolong aku! TOLONG!!!”

BRAK!

Perasaan lega seketika menyelimuti diri gadis itu kala samar-samar melihat sosok Kyuhyun yang berdiri terengah-engah didepan pintu. Ah Young dapat melihat jika suasana diluar kamar mandi seribu kali lebih parah. Diam-diam ia merasa sangsi jika mereka bisa keluar hidup-hidup dari salon itu. “Kyuhyun oppa…”

Kyuhyun berlari menuju Ah Young, namun sepersekian detik langkah namja itu terhenti ketika plafon jatuh menimpa Ah Young. Kedua mata Kyuhyun terbelalak kaget.

“AH YOUNG-AH!”

Tangan Kyuhyun terasa melepuh saat ia tanpa gentar mengangkat plafon yang menimpa Ah Young. Beruntung dua orang pemadam kebakaran datang dan membantu Kyuhyun mengevakuasi Ah Young. Tubuh Ah Young terasa begitu lemas dalam rengkuhan Kyuhyun, seperti seonggok daging tak bernyawa. Kyuhyun sendiri bisa merasakan darah yang terus mengucur dari kepala Ah Young membasahi jas mahalnya.

 

 

*****

 

 

_@Sungkyuwan Hospital, 05:08 PM, Seoul_

Ekspresi panik, sedih dan ketakutan terpatri jelas diwajah Jiyeon. Bersama Hyukjae, gadis cantik itu berlari menyusuri koridor rumah sakit yang panjang dan sunyi. Air mata sudah mengalir dipipinya. Berbagai macam pikiran berkecamuk dikepalanya. Tapi yang jelas, Jiyeon benar-benar menyesal telah meninggalkan Ah Young di salon. Seharusnya ia turut mengajak Ah Young ikut serta. Jiyeon sendiri bahkan baru tahu jika tak ada satupun pengawal yang tetap tinggal menemani Ah Young. Jelas hal ini membuat gadis yang baru berumur 21 tahun itu berang.

“Bagaimana mungkin tidak ada yang mengawal Ah Young?! Jelas-jelas banyak orang masih berpikir jika ia adalah Yura cucu dari kakek!” Ujar Jiyeon gusar. Hyukjae juga tampak menyesal akan hal itu. Ia hanya mengikuti perintah dari tuan Park untuk tidak perlu mengawal Ah Young lagi.

Langkah kaki Jiyeon terhenti tepat diujung koridor, dimana unit gawat darurat berada. Gadis itu melihat Kyuhyun yang tengah duduk dikursi tunggu. Pria itu tampak berantakan, namun tentunya sedikitpun tidak mengurangi ketampanannya meskipun dengan pakaian lusuh, wajah kotor karena asap, serta rambut yang berantakan. Kyuhyun menunduk dalam sembari menatap kosong kedua tangannya yang dibalut perban. Jantung Jiyeon semakin berdegup kencang. Firasat buruk semakin mendominasi.

“Kyuhyun-ah!” Hyukjae yang pertama kali memecah keheningan. Pria yang sekarang berambut hitam cepak itu berjalan mendekati Kyuhyun. Kyuhyun mendongak dan langsung bertatapan dengan Jiyeon, membuat Jiyeon tersentak kaget. Yah, gadis itu kaget melihat sorot mata Kyuhyun yang begitu sendu. Selama ini ia tak pernah melihat itu dari Kyuhyun.

crying-kyuhyun

“Kenapa kalian disini? Seharusnya kau sedang bersiap-siap untuk acara makan malam nanti.” Ucap Kyuhyun.

“Persetan dengan makan malam itu! Bagaimana dengan Ah Young?” Tanya Jiyeon panik. “Apa dia terluka parah? Kenapa ini bisa terjadi?”

“Dia masih didalam. Lukanya parah. Ia tertimpa plafon yang roboh.”

ji-yeon-cry-2

Jantung Jiyeon mencelos. Bibir gadis itu gemetar dan untuk kesekian kalinya ia kembali menangis, menyesal telah meninggalkan Ah Young. Hyukjae menuntun Jiyeon untuk duduk disebelah Kyuhyun, dan kemudian ia turut duduk disebelah Jiyeon.

“Aku sudah menyuruh polisi untuk menyelidik kasus ini dan melaporkannya kepada kita jika kemungkinan ada indikasi kesengajaan disini.” Ucap Hyukjae kepada Kyuhyun. Kyuhyun mengangguk paham. Instingnya pun juga berkata demikian, jika memang ada unsur kesengajaan disini. Apalagi timing-nya sangat tepat yaitu disaat salon telah di-booking untuk Jiyeon dan Ah Young.

 

 

*****

 

 

Donghae berjalan tergesa-gesa menuju taman rumah sakit. Segera setelah ia mendapat kabar dari Jiyeon, pria tampan itu langsung bergegas menyusul kekasihnya di rumah sakit. Meskipun Jiyeon sudah mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja, tapi mendengar suara parau gadis itu membuat Donghae tetap cemas. Ia takkan tenang sebelum memastikan gadisnya baik-baik saja dengan mata kepalanya sendiri.

BirD-B6CUAAk0we

“Jiyeon.” Panggil Donghae lembut. Gadis cantik yang sejak tadi menunduk itu langsung mendongak dan seketika menubruk tubuh Donghae, memeluk pria itu begitu erat. Donghae bisa merasakan tubuh Jiyeon yang gemetar. Dielusnya punggung Jiyeon untuk membuat gadis itu tenang.

“Ah Young terluka parah. Kyuhyun bilang ia tertimpa plafon yang jatuh. Ini semua salahku! Seharusnya aku tidak meninggalkan Ah Young disana.”

“Ssst… jangan menyalahkan dirimu sendiri. Kau tidak akan meninggalkannya jika tahu salon itu akan mengalami kebakaran. Semuanya diluar kuasamu, sayang.” Donghae menenangkan Jiyeon seraya mengecup pucuk kepala Jiyeon dengan lembut. Jiyeon mengeratkan pelukannya. Betapa ia bersyukur karena ada Donghae disisinya. Kehadiran pria itu membuatnya cukup tenang.

Donghae melepaskan pelukan mereka, lalu menangkup kedua pipi Jiyeon dengan tangannya. Manik matanya menatap manik mata Jiyeon. Masih terlihat secercah kekhawatiran dimata teduh itu. “Tapi kau baik-baik saja, kan? Tidak ada yang luka?” Tanyanya memastikan. Jiyeon mengangguk. “Aku baik-baik saja.” Ucapnya. Dan ia kembali memeluk tubuh Donghae. Batin Donghae bergejolak. Pria itu merasa jika kebakaran salon itu ada sangkut pautnya dengan ayah tirinya. Memikirkan itu membuat Donghae geram.

“Park Jiyeon!”

Kedua sejoli itu tersentak mendengar suara yang terkesan begitu dingin tersebut terdengar. Tapi Jiyeon lah yang paling panik. Dengan takut-takut ia menoleh keasal suara dan mendapati kedua manik mata Kyuhyun tengah menatapnya dengan begitu tajam, membuat Jiyeon nyaris tak bisa bernapas dengan benar saking gugupnya.

“Kyu…Kyuhyun oppa…”

Kyuhyun berjalan mendekati Jiyeon dan Donghae masih dengan tatapan tajamnya. “Apa yang kau lakukan disini? Apa peringatanku waktu itu belum jelas?”

Jiyeon tergagap. “Mianhe oppa… aku…”

Donghae menggenggam tangan Jiyeon lembut. Pria itu lalu menatap Kyuhyun. “Bisa kita bicara berdua saja, Kyuhyun-ssi?” Pinta Donghae sopan. Kyuhyun diam sejenak, sebelum kemudian ia mengangguk. Kedua pria itu berjalan agak menjauh dari Jiyeon, sedangkan gadis itu hanya bisa menatap kedua pria itu dari tempatnya tanpa bisa menangkap isi pembicaraan mereka. Dalam hati Jiyeon berharap agar kedua pria itu tidak bertengkar disini.

“Langsung saja, apa maksudmu untuk mendekati Jiyeon? Jangan harap kau bisa menggunakannya sebagai alat untuk kau serta ayahmu balas dendam.”

Donghae menghela napas lelah. Ia selalu lelah jika ada yang menyangkut pautkan dirinya dengan sang ayah tiri. Donghae menatap Kyuhyun intens. “Cho Kyuhyun-ssi, aku tahu kau hanya ingin melindungi Jiyeon dari hal-hal buruk yang mengintainya. Dan aku pun juga begitu. Sungguh, aku benar-benar mencintainya. Sedikitpun tidak terlintas niat untuk menyakitinya apalagi menggunakannya sebagai alat balas dendam. Dan kau perlu tahu satu hal, aku dan pria brengsek itu tidak ada sangkut pautnya. Ia memang ayah tiriku, tapi sampai matipun aku tak sudi untuk menganggapnya ayahku. Kau harus percaya padaku. Kau bisa langsung menghabisiku jika aku melukai Jiyeon.” Ujar Donghae.

Kyuhyun diam. Ia pun sebenarnya bisa melihat dari mata Donghae jika pria itu benar-benar mencintai Jiyeon. Tapi tetap saja tidak semudah itu Kyuhyun bisa mempercayai Donghae. Kyuhyun melirik kearah Jiyeon yang sedang menatap kearah mereka dengan cemas.

“Kupegang ucapanmu. Jika kau benar-benar melukai Jiyeon, maka aku yang akan langsung turun tangan menghabisimu. Camkan itu!” Ucap Kyuhyun. Pria itu kemudian berbalik, ingin beranjak pergi. “Ah satu lagi.” Kyuhyun kembali menoleh kearah Donghae. “Aku tidak yakin jika Tuan Park atau Ayah tirimu akan diam saja dengan hal ini. Kau tahu pasti apa yang bisa mereka lakukan untuk memisahkan kalian. Dan untuk itu, maaf, aku tidak bisa membantu.” Sesudah bicara demikian Kyuhyun beranjak pergi, meninggalkan Donghae yang berdiri mematung.

Yah, Kyuhyun benar! Ini semua tidak akan mudah apalagi jika sudah menyangkut kedua rival abadi itu.

Jiyeon berlari kecil menghampiri Donghae. Wajahnya terlihat agak cemas. “Otte? Kalian membicarakan apa? Apa Kyuhyun menyuruhmu untuk meninggalkanku? Apa ia akan mengadu pada kakek? Apa—“

“Tenang Ji! Kami hanya berbincang sedikit. Aku harus memastikan padanya jika aku benar-benar mencintaimu, bukan sandiwara untuk balas dendam.”

“Dan?” Jiyeon menatap penuh tanda tanya.

“Ia akan menghabisiku jika aku menyakitimu dan kupastikan itu takkan terjadi.” Donghae terkekeh kecil sembari mengusap kepala Jiyeon penuh sayang. Seulas senyuman bahagia terukir diwajah Jiyeon. Gadis itu menggenggam jemari Donghae erat.

 

*****

 

 

Kyuhyun mengamati sepasang kekasih itu dalam diam. Ia berharap jika keputusannya untuk membiarkan Jiyeon tetap berhubungan dengan Donghae bukanlah hal yang salah.

“Kau yakin dengan keputusanmu?”

Kyuhyun menoleh kearah Hyukjae. “Sejauh ini dia tidak melakukan hal yang mencurigakan atau menyakiti Jiyeon. Lagipula setahuku Lee Donghae tidak pernah akur dengan ayah tirinya. Ia bahkan memutuskan untuk meninggalkan kediaman Lee Dongjun setelah ibunya meninggal. Tapi tentunya aku akan terus mengawasi gerak-gerik pria itu.” Jawab Kyuhyun.

Hyukjae menepuk bahu Kyuhyun. “Kau memang hebat, Kyu! Tetapi bagaimana dengan tuan Park? Cepat atau lambat ia pasti akan tahu mengenai ini. Bisa kubayangkan bagaimana murkanya ia jika tahu bahwa cucu kesayangannya menjalin hubungan dengan anak tiri rival-nya. Ini sungguh gila!” Ujar Hyukjae.

 

 

*****

 

 

_@Park’s Resident, 7:02 PM, Seoul_

Kedua tangannya bertautan dan saling meremas satu sama lain. Tatapan mengintimidasi begitu kentara dirasakan oleh Jiyeon, membuat gadis itu tidak berani mendongakkan kepalanya. Bernapas saja ia harus hati-hati agar suara deru napasnya tidak terdengar di ruangan yang sangat hening itu. Acara makan malam serta pesta ulang tahunnya sudah berakhir setengah jam yang lalu. Tamu-tamu penting sudah pulang, sekarang yang tersisa hanyalah keluarga inti yang berisi para paman, bibi, serta keempat sepupunya, Yunho, Chansung, Siwon dan Eunsoo.

“Kau benar-benar gila, ayah!” Seru Jinho marah. Tatapannya begitu menyalang marah. “Kau sudah membohongi kami semua. Apa-apaan ini! Tiba-tiba kau membawa gadis ini dan berkata jika dialah Yura yang sebenarnya.” Junho menatap Jiyeon sinis. Hana, sang istri, mengusap lengan suaminya, berusaha untuk menahan ledakan sang suami didepan keluarga besarnya itu.

Park Jinyoung terlihat santai. “Aku sengaja melakukan itu semuanya demi keselamatan Jiyeon. Aku tahu ada banyak orang yang ingin mencelakainya demi mengagalkan rencanaku untuk menjadikan Jiyeon sebagai penerus. Dan hari ini, Jiyeon sudah berusia 21 tahun dan ia sudah resmi menjadi penerusku.”

“MWO?!” Teriak Jinyoung dan Hyesun kaget, sedangkan Nami hanya diam sembari sesekali memperhatikan Jiyeon.

Jinyoung tertawa kecil, senang bisa melihat ekspresi kaget kedua anaknya yang gila harta dan kekuasaan itu. “Ya, tadi pagi Jiyeon sudah menandatangi surat kuasa penyerahan kekuasaan ketangannya. Kalian pasti kaget kan, karena tidak bisa menggagalkan rencanaku ataupun mencelakai Jiyeon?” Suara Park Jinyoung mendadak menjadi dingin dan eskpresi wajahnya berubah begitu serius.

Jinyoung baru saja hendak membuka suara untuk membela diri, namun Park Jinyoung menyela. “Jangan berusaha untuk mengelak! Kau pikir kau tidak tahu apa rencana yang ada didalam otakmu dan Hyesun, eo? Kalian salah jika ingin melawanku. Dan Jinho, kau pikir aku tak tahu mengenai kecurangan yang kau lakukan di perusahaan?”

“Ayah apa yang kau—-“

“Pengusaha asal Cina itu. Kau bersekongkol dengannya, bukan?” Park Jinyoung menatap putra sulungnya dengan marah. Jinho tergagap. Ia tahu mengenai pengusaha Cina yang dimaksud oleh ayahnya. Tapi bersekongkol? Sumpah, ia tidak mengerti akan hal itu!

Jinyoung tersenyum sinis. “Tidak bisa menjelaskan? Ja, kalau begitu sayang sekali. Aku tidak berniat untuk mempekerjakan seorang penipu di perusahaanku, meskipun itu adalah anakku sendiri. Jadi—-“

“Apa tidak bisa memecatku! Sahamku juga ada SJ group!” Seru Jinho.

“Geureyo? Kalau begitu tarik semua sahammu dari perusahaanku. Kehilangan satu pemegang saham tidak akan membuat SJ group mati. Apalagi sahammu itu sangat kecil.”

BRAK!

Jinho menggebrak meja, membuat orang-orang yang ada disana kaget bukan main dan seketika ruangan menjadi semakin hening. Jinho menunjuk Jiyeon dengan penuh emosi. “Ini gara-gara anak brengsek ini! Semua permasalah bermula dari dirinya!” Seru Jinho marah. Bibir Jiyeon bergetar menahan tangis, namun akhirnya pertahanan gadis itu jebol juga. Ia menangis.

T-ara Jiyeon Triangle EP26 End (2)

“Appa, pikirkan sekali lagi keputusanmu itu. Biarkan Jinho oppa menjelaskan semuanya. Lagipula laporan orang-orangmu itu belum tentu benar. Aku kenal Jinho oppa. Ia sangat mencintai SJ Group, jadi tak mungkin ia akan melakukan sesuatu yang bersifat merugikan SJ Group.” Nami berkata seraya menatap sang ayah dengan tatapan memohon. Sejak tadi ia telah menjadi pendengar yang baik, sudah saatnya mereka mendengarkan dirinya.

Jinyoung mendengus. “Baiklah. Kau masih bisa bekerja di SJ group asalkan kau segera menunjukkan bukti bahwa kau tidak terlibat dalam kasus ini dan cari orang yang seharusnya bertanggung jawab.” Ujarnya pada Jinho. Lalu pria tua itu menatap wajah-wajah tegang anak-anak, para cucu serta menantunya. “Aku tidak ingin mendengar kalian mencemooh Jiyeon dibelakangku. Ia adalah Yura yang sebenarnya. Aku mau kalian semua bisa menerimanya dengan hangat dikeluarga kita. Dan ya, kalian juga harus menghormatinya karena Jiyeon adalah pemimpin SJ group yang tertinggi saat ini.” Kala mengucapkan itu, manik mata Park Jinyoung menatap Yunho dengan tajam, seakan menegaskan bahwa Jiyeonlah yang memang pantas untuk mengemban jabatan itu, bukan dirinya yang hanya anak angkat.

Yunho tentunya sakit hati. Selama bertahun-tahun ia telah mendedikasikan dirinya untuk SJ Group. Semua waktunya ia berikan semata-mata untuk kesuksesan dan keberhasilan SJ Group, namun semua itu tampak tak berharga dimata sang kakek. Padahal petinggi SJ group yang lain saja sangat suka dengan cara dan hasil kerjanya. Mereka bahkan pernah mengusulkan agar dirinyalah yang menjadi penerus sang kakek, namun tentunya usul itu langsung ditolak mentah-mentah oleh Park Jinyoung tepat didepan wajahnya.

“Yunho? Yah, kerjanya memang bagus, tapi maaf saja, hanya cucu yang sedarah denganku yang bisa kuberikan jabatan itu.”

Kedua tangan Yunho mengepal ketika ia mengingat sepenggal kalimat yang pernah dilontarkan oleh kakeknya didepan para petinggi SJ Group yang lainnya.

 

*****

 

 

Jiyeon baru keluar dari toilet ketika ia berpapasan dengan Choi Siwon, artis idola sekaligus sepupunya. Jiyeon menunduk, sama sekali tidak berani melakukan eye contact dengan pria tampan itu. Ia takut dengan reaksi yang akan diberikan oleh Siwon. Apa pria itu juga membencinya seperti Yunho dan Chansung?

“Hai, aku Choi Siwon.”

Jiyeon mendongak begitu melihat uluran tangan pria itu. Dengan ragu diraihnya tangan itu dan mereka bersalaman. “Park Jiyeon imnida.” Tangan Siwon terasa begitu hangat. Jiyeon melepaskan tautan tangan mereka dengan pipi yang bersemu merah. Ia sudah lama membayangkan akan bertatapan serta bersalan dengan Siwon sejak ia tahu bahwa pria tampan ini adalah sepupunya. “Aku… fansmu…” Ucap Jiyeon malu-malu.

Siwon tertawa kecil. “Terima kasih. Senang memiliki fans sekaligus sepupu yang cantik sepertimu.” Ujar Siwon, membuat Jiyeon termangu. “Kau tidak membenciku?” Tanya gadis itu lirih.

“Apa kau pernah melakukan sesuatu yang buruk padaku?” Tanya Siwon yang langsung dijawab dengan gelengan oleh Jiyeon. “Nah, kalau begitu tidak ada alasan bagiku untuk membencimu. Jujur, aku cukup kaget dengan kemunculanmu. Apalagi selama beberapa bulan ini aku sudah bisa menerima Yura sebagai sepupuku. Kami sudah mulai akrab. Tapi hari ini, tiba-tiba kakek bilang bahwa gadis yang kemarin hanyalah peran pengganti dan Yura yang sebenarnya adalah dirimu. Aku tidak tahu apa rencana kakek yang selanjutnya, tapi apapun itu aku harap kau sanggup untuk bertahan di keluarga ini, dan… selamat datang kembali, Park Jiyeon…”

Ketakutan Jiyeon tidak sepenuhnya terbukti. Sepupunya Choi Siwon dan Choi Eunsoo tampak menerimanya dengan baik meskipun tak dapat dipungkiri bahwa Eunsoo masih merasa sedikit  canggung saat berbicara dengan dirinya. Dan Jiyeon pun juga merasa demikian, sehingga gadis itu cukup mengerti dan sama sekali tidak mengeluh dalam hati. Bibi Nami serta Paman Choi Tae Woo juga menerimanya dengan hangat. Bibi Nami bahkan langsung memeluk Jiyeon erat selepas makan malam. Wanita itu menangkup kedua pipi Jiyeon dan tak henti-hentinya mengatakan betapa mirip ia dengan mendiang ayahnya. Hal itu membuat Jiyeon merasa senang sekaligus sedih. Sedih karena ia tak pernah bisa melihat ayahnya secara langsung.

 

*****

 

 

“Ayahmu itu sialan! Bisa-bisanya ia menyerahkan seluruh kekuasaan pada gadis bau kencur seperti itu! Sudah gila dia rupanya!” Seru Hyujong kasar sembari memukul stir mobilnya. Hyesun sempat mendelik tak terima mendengar suaminya menghina sang ayah terang-terangan, namun mengingat bagaimana sang ayah begitu mengelu-elukan cucu kesayangannya itu membuat Hyesun membiarkan mulut Hyujong terus mengina ayahnya.

“Eomma, apa yang bisa kita lakukan sekarang? Aku tidak mau hidup susah.” Ujar Chansung yang duduk di kursi belakang. Hyesun menoleh gusar kearah sang anak. “Tutup mulutmu! Kita takkan hidup susah! Camkan itu!” Seru wanita modis itu.

Changsung menghela napas gusar, kemudian menyandarkan tubuhnya ke jok mobil. “Terimalah eomma, cepat atau lambat kita akan hancur. Yah, kecuali jika eomma berhasil meyakinkan kakek untuk membiarkanku atau ayah masuk kedalam perusahaan. Lagipula sebagai cucu kandung, sudah selayaknya aku mendapat bagian dalam perusahaan itu.”

“Andai kau mengatakan itu beberapa bulan yang lalu, sebelum gadis sialan itu berhasil ditemukan. Dan sebelum kau meminta bagian di perusahaan, lebih baik kau benahi nilai-nilai kuliahmu dan cepatlah lulus!” Ujar Hyesun. Wanita itu kemudian menambahkan. “Contohlah Siwon, meskipun ia enggan untuk memegang perusahaan, tapi nilai akademiknya sangat bagus.”

“Aish! Berhentilah membandingkanku dengan si cucu kesayangan itu!” Rutuk Chansung kesal. Inilah yang selalu membuat Chansung dengan sepenuh hati membenci sepupunya yang satu itu. Mereka selalu dibanding-bandingkan. Dan sudah jelas siapa yang menjadi pemenangnya sehingga membuat pria urakan itu jengah.

 

 

*****

 

tumblr_nlwrrlkf6v1skbnaqo1_500

Kyuhyun masuk kedalam kamarnya, namun betapa terkejutnya pria itu kala mendapati tuan Park tengah duduk disofa kamarnya. Pria itu menatapnya dengan sebuah senyuman yang Kyuhyun tahu jelas apa maksudnya. Bukan hal baik.

“Bagaimana keadaan gadis itu? Aku tahu sudah dua hari ini kau selalu menjenguknya di rumah sakit.” Park Jinyoung menatap Kyuhyun sambil tersenyum kecil. Kyuhyun berjalan pelan menuju pria itu, kemudian duduk disofa depan sang kakek. “Ada apa sampai kakek langsung menemuiku disini? Pastinya ada hal yang penting, bukan?” Tanya Kyuhyun sopan.

“Tentu saja. Ini memang hal yang sangat penting karena ini menyangkut Jiyeon.” Tuan Park menatap Kyuhyun intens. Aku tahu mengenai hubungan Jiyeon dengan pria bernama Lee Donghae itu. Jujur, aku cukup kaget saat mengetahuinya. Bagaimana mungkin kau seceroboh itu hingga membiarkan cucu kesayanganku dekat dengan anak tiri dari musuh bebuyutanku. Kau tahu seperti apa Lee Dongjun itu. Ia pria yang sangat licik. Ia akan melakukan apapun untuk menjatuhkanku. Termasuk dengan senang hati akan menyakiti keluargaku.”

“Tapi Donghae berbeda dari ayah tirinya itu. Aku sudah menyelidiki dan terus memantau pergerakan pria itu. Ia sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan semua masalah yang selama ini telah diakibatkan oleh Lee Dongjun.”

“Aku tidak peduli!” Tukas Park Jinyoung. Wajahnya tampak begitu menakutkan. Tatapannya tajam menatap kedua manik mata Kyuhyun. “Aku tidak ingin cucuku berhubungan dengan pria itu atau pria manapun karena aku sudah memiliki calon tersendiri untuk Jiyeon.” Ujarnya sambil menatap Kyuhyun dengan senyum misterius andalannya. Dan seketika batin Kyuhyun merasa tak tenang.

 

*****

 

 

Jiyeon duduk dikursi di sebelah ranjang Ah Young. Temannya itu tampak tenang dalam tidurnya. Dokter bilang Ah Young koma. Benturan keras dikepala itu yang menyebabkannya. Dengan lembut Jiyeon menggenggam tangan Ah Young. “Cepat sadar. Aku janji takkan meninggalkanmu lagi. Kau tahu, aku benar-benar kesepian di rumah. Minggu ini aku sudah mulai datang ke perusahaan. Kakek berpikir bahwa sudah saatnya aku turut terjun langsung disana, keunde… aku merasa tidak yakin dengan kemampuanku. Kenapa harus aku? Padahal masih ada paman, bibi serta sepupu-sepupuku. Aku merasa tak pantas untuk menduduki posisi ini.” Ucap Jiyeon lirih. Jemari tangannya membelai kepala Ah Young dengan lembut.

Donghae masuk kedalam kamar rawat. Pria itu berdiri dibelakang Jiyeon dengan kedua tangan yang diletakkan dibahu gadisnya itu. Sesekali jemari tangan pria itu akan memijat bahu Jiyeon, berusaha untuk membuat gadis itu nyaman. Donghae tahu pasti bagaimana perasaan dan kondisi kekasihnya saat ini. Lelah. Yah, Jiyeon terlihat begitu lelah. Wajahnya kuyu dan bahkan ada lingkaran hitam dimatanya. Jabatan sebagai pemegang saham tertinggi dan pewaris utama SJ Group dirasa Donghae terlalu berlebihan untuk diemban oleh gadis seusia Jiyeon yang seharusnya masih bersenang-senang dan fokus pada kuliahnya.

“Lelah?”

Jiyeon mendongak menatap wajah Donghae yang berada tepat diatas kepalanya. Gadis itu menangguk pelan. “Aku nyaris gila saat mendengarkan pembicaraan mengenai saham dan segala macamnya yang sama sekali asing bagiku. Aku lebih memilih untuk menghafal kosa kata dalam Bahasa Inggris daripada harus mendengarkan ocehan ahjussi-ahjussi itu.” Keluh Jiyeon sembari menyandarkan punggungnya didada Donghae. Donghae mengusap pucuk kepala Jiyeon lalu mengecupnya lembut. “Himnae! Mian, karena aku tak bisa melakukan apapun untuk membebaskanmu dari tanggung jawab itu.”

“Ani, gwenchana. Ini memang sesuatu yang harus kuhadapi sendiri.” Jawab Jiyeon. Donghae menghela napas. Pandangan matanya jatuh pada sesosok gadis cantik yang tengah terbaring lemah diatas ranjang rumah sakit. Ada perban yang membalut kepalanya. “Jadi gadis ini yang bernama Ah Young, yang selama beberapa bulan ini menggantikan posisimu?”

Jiyeon mengangguk. “Dia sangat baik dan juga teman bicara yang menyenangkan. Aku kesepian tanpanya di rumah maupun di kampus. Kau harus berkenalan dengannya jika ia sudah sadar nanti.”

“Ne, pasti.” Donghae melirik jam tangannya. “Waktunya pulang, Ji.” Ucapnya menyadari bahwa jam sudah menunjukkan pukul 6 malam.  Jiyeon bangkit dari duduknya, meraih tas tangannya dan kemudian pamit kepada Ah Young yang masih tertidur tenang di ranjangnya. Hyukjae sudah menunggu Jiyeon didepan pintu. Pria itu menunduk sopan kepada Donghae.

128

Jiyeon menoleh kearah Donghae. Wajahnya tampak sendu kala menatap sepasang mata meneduhkan milik pria itu. Ada sejumput rasa sesak dihatinya. Seakan setelah ini ia takkan bisa bertemu dengan pria ini. Tanpa aba-aba Jiyeon memeluk erat Donghae sejenak dan kemudian melepaskannya sebelum Donghae sempat membalas.

“Aku… Aku pulang dulu oppa.”

Donghae mengelus kepala Jiyeon. “Ne, hati-hati dijalan.”

“Oppa juga.”

“Kami permisi tuan Lee.” Hyukjae berpamitan dengan sopan. Pria itu harus segera membawa nona mudanya ini kembali ke kediaman tuan Park sebelum pengawal yang lain menyusulnya. Majikannya itu memang sangat protektif pada nona mudanya ini. Sedikit saja Jiyeon terlambat pulang, tuan Park pasti langsung kelabakan mencari cucunya itu.

Jiyeon berjalan lebih dulu, kemudian diikuti Hyukjae. Gadis itu sempat menoleh kembali kearah Donghae yang dibalas dengan lambaian serta senyum manis oleh namja itu.

‘Aku harap kita bisa bertemu lagi. Aku takut ini adalah pertemuan terakhir kita…’

 

*****

 

 

“Tuan besar menunggu nona di ruang kerjanya.” Ucap salah seorang pelayan wanita muda. Jiyeon bertukar pandang dengan Hyukjae sebelum gadis itu melangkahkan kakinya menuju ruangan kerja sang kakek tanpa Hyukjae. Jiyeon gugup. Ini akan menjadi kali ketiganya untuk masuk kedalam ruangan ini. Dan seperti yang sudah-sudah, jika sang kakek memanggilnya kesana maka ada hal penting yang harus mereka bicarakan. Hati Jiyeon mendadak tidak tenang. Dengan ragu jemarinya meraih gagang pintu, dan setelah mengetuk pelan gadis itu memberanikan diri untuk membuka pintu kayu kokoh itu dan kemudian melangkah masuk. Ia agak mengernyit heran saat melihat Kyuhyun juga ada disana.

“Ah, kau sudah datang. Ayo bergabung bersama kami.” Kakek mengisyaratkan agar Jiyeon duduk disofa sebelah kanannya, sedangkan Kyuhyun sudah lebih dahulu menempati sofa disisi kiri sang kakek. Tuan Park tersenyum sembari menyerahkan beberapa buah katalog kepada Jiyeon, membuat gadis cantik itu mengernyitkan dahi bingung. Namun Jiyeon tetap menerima katalog itu. Lembar demi lembar dibukanya. “Ini… untuk apa?” Tanyanya tak mengerti saat melihat gambar-gambar cincin emas putih bertabur berlian dengan berbagai macam model dan variasi.

“Pilih yang mana yang kalian suka.”

“Ne? Tapi untuk apa?” Jiyeon semakin bingung.

Tuan Park menatap cucunya itu sumringah. “Tentu saja untuk cincin pertunangan kalian berdua.” Jawabnya santai yang sontak saja mengejutkan Jiyeon. Ini kali kedua gadis itu mendapatkan terapi jantung seperti ini semenjak ia mengenal tuan Park.

“AKU DAN KYUHYUN OPPA?!” Tanpa sadar Jiyeon berseru histeris. Gadis itu menoleh kearah Kyuhyun, namun sayangnya pria itu hanya menatap tumpukan katalog diatas meja dengan datar. Sama sekali tak membantu. “Tapi kami tidak memiliki hubungan yang seperti itu kek. Aku menganggap Kyuhyun oppa sebagai kakakku, dan begitupula sebaliknya. Ia menganggapku sebagai adiknya. Kurasa kakek salah paham melihat kedekatan kami selama ini.”

“Aku tidak salah. Pertunangan ini sudah lama aku rencanakan. Bahkan sebelum aku menemukanmu. Kau tahu bagaimana situasimu saat ini. Hanya Kyuhyun yang bisa menjagamu dengan baik. Dan hanya dia pria yang bisa kupercayai untuk menjaga serta melindungimu. Kyuhyun juga bisa membantumu menjalankan perusahaan dengan baik. Lagipula kalian tampak serasi saat bersanding. Soal cinta, cinta bisa tumbuh karena terbiasa. Kalian sudah saling mengenal dan akrab, jadi kurasa takkan sulit untuk menumbuhkan rasa cinta itu.”

Jiyeon mati-matian menahan tangisnya. Yah, dirinya memang percaya bahwa takkan sulit untuk mencintai Kyuhyun jika saja hatinya belum terisi sepenuhnya oleh Lee Donghae. Jiyeon kembali menatap penuh harap kepada Kyuhyun, berharap jika pria itu akan menolak keinginan sang kakek. Tapi harapannya tinggal harapan semata. Kyuhyun tetap bungkam.

tumblr_inline_nvw9npc1Rw1r1i3rp_500

“Kakek, maaf… tapi aku tidak bisa.” Ucap Jiyeon lirih sembari menatap sang kakek sendu.

“Wae? Apa karena pria bernama Lee Donghae itu?” Nada bicara tuan Park mendadak menjadi begitu sinis dan raut wajahnya juga mendadak dingin. Nyali Jiyeon agak menciut dibuatnya.

Jiyeon menggigit bibir bawahnya. “Aku mencintai Lee Donghae kek. Kami saling mencintai.”

“Tahu apa kau soal cinta? Apa perlu kakek tegaskan siapa Lee Donghae itu?” Tanya tuan Park berang yang dibalas dengan gelengan oleh Jiyeon. “Ia berbeda dari ayah tirinya. Donghae oppa sama sekali tidak berniat untuk menyakitiku atau menghancurkan SJ Group. Dia tulus menyayangiku. Kumohon supaya kakek membatalkan pertunanganku dan Kyuhyun oppa.”

Tuan Park menatap Jiyeon tajam, membuat gadis itu menelan salivanya gugup. “Tinggalkan pria itu, Jiyeon!”

“Kek—–“

“Atau aku akan menghancurkannya. Dan ku yakin kau tahu bahwa aku tidak pernah main-main dengan ucapanku. Aku bisa melakukan apa saja untuk menghancurkan Lee Donghae. Termasuk dengan perusahaan kecil yang baru dirintisnya itu. Butuh waktu bertahun-tahun bagi Lee Donghae untuk membangun bisnisnya itu, tapi hanya butuh waktu tak kurang dari satu jam untukku menghancurkannya.”

Jiyeon tersentak kaget mendengar ucapan yang sarat akan ancaman itu keluar dari mulut kakeknya. Kemana sosok kakek bijaksana, lembut dan pengertian yang selama ini dilihat Jiyeon? Apa justru ini sosok asli kakeknya?

“Sekarang kalian pilih cincin mana yang kalian inginkan agar bisa segera dipesankan khusus.” Ujar Tuan Park lagi tanpa peduli dengan wajah merana cucunya itu.

 

 

 

-To Be Continued-

Ya Tuhan, ff ini semakin gaje T_T  tp aku janji ini ga akan kyk sinetron indo yang smpe ber-season2 kok. Maaf bgt aku bisa nge-post sekarang. Sebenarnya aku udh nulis ini dari seminggu yang lalu. Cuma baru sempet nambah-nambahin sama edit sana sini hari ini karena kmrn2 sibuk sama tugas kuliah dan aku juga udh mulai les bahasa. Tahun depan diriku magang dan skripsi… hiks hiks… makin ga jelas jadwal post ff-nya. semoga kalian mengerti dan mau bersabar. Makasih banyak yg selama ini selalu dukung dan baca ff aku. Saranghaeyo yeorobun ❤

Please berikan sedikit komen kalian untuk ff ini 😉

Makasiiiii

Iklan

Penulis:

Just a simple girl who loves music, food and blue sky

32 tanggapan untuk “The Bodyguard (Part 9)

  1. Ah Binggung thor …. padahalll aku sudah mulai ihklas kyu gk sama jiyeon …
    Ini malah mau tunggan ?? Trus gimana nasip ah young dan donghae thor kalau sudah tunggan jangan pernah di buat putus lagi ya heheheh .
    Next thor Apa pun keputusan mu aku yakin yang terbaik

  2. Waduhhhh si kakek mulai ngatur hidup jiyeon nih
    Padahal haeji saling suka, tp baru mulai hub, cobaannya udh berat aja nih
    Walaupun aku sebenernya haeji atwpun kyuyeon ga masalah, tp ttp aja jd gregetan sama si kakek yg skrg seperti memegang kendali hidup jiyeon

    Apa yg bakal terjadi selanjutnya??

    Kepo berattttttt

  3. sepertinnya banyak mesteri tentang kakeknya jiyoen ?? benran org yg mengerikan.. lalu apa kyu dan jiyoen aklan bneran bahagia?? blm bisa nebak perasaan kyu yg sebenarnnya ?? penasaran next^^

  4. haduhhhh atuhor kyula syg kok br post sih km sbuk bbggt y??? aq cek sllu blm dan ff i ni psti ff trkhr yg km post. wae ???km trllu bgug ff ini bgus nya d bawa kmn ato kurang sembgt bkin krn blm ada ide bagus mncul d kepala ato dua2 nya? heeee

    ahhhh uda gue tebak pst yg d jodoin k jiyi kyuhyun, kakeknya pcy bgt soal apapun k kyu. yap jiyi jg bener klo ati nya blm k isi donghae mgkn gmpg buat jatuh hati k kyu.
    oia,,, utk alasan penolakan jiyi dan ancamn dr sang kakek, stdkny jiyi km hrs bcrkan ini k donghae, baiknya gmn km gak bole putusin sndr gtu. stdknya biarkan donghae tau dan bknnya dy cnt tulus ma km. biarkan dy jg ikut andil dan klo emg bnr sk, dy psti bakalan adepin ancaman kakeknya. yahh ibarat nya ambil ati mertua gtu….
    bang kyu tuh blm ada rasa k jiyi jd yah bgtu aja responya ? knp bang kyu idup ny jg mau d atur ama kakek angkt nya?? kyu blm ada rasa jg kan k ah young? semoag gak ad rasa yah. plisss klo enggak uda susahhhh.
    nah sarannya sih , utk author kyula ayolah jdiin ff ini prioritas utma uk d update dr ff km lainnnya,,, kayanya aq liad2 readers ff ini byk jg sih

    1. Halo, makasih buat komentar dan sarannya ^^ iya, aku lumayan sibuk gitu sama kegiatan di kampus. Sekali lg pengen nulis, eh malah ke distract sama tugas kampus. Ntr giliran ada waktu senggang malah mager T_T maklum, aku punya penyakit malas akut wkwkwk… untuk ceritanya sendiri, aku ga terlalu bingung sama alurnya. Krn dr awal aku rencana utk nulis ff ini, aku udh pikirin endingnya. Msh blm fix sih, tp at least udh ada gambaran lah ya hehe.. cuma kadang yg bikin pusing tuh pas jabarin jalan ceritanya xD
      Well, jujur aku ga memprioritaskan ff manapun. Aku post sesuai urutan aja sih. Jd biar sama2 adil

  5. Yah jiye0n semangat! Harus bisa memperjuangkan cinta. Jiyeon dngan d0nghae. Kyu dgn ahyoung. Awalnya ku kira ah y0ung yg bkal sama d0nghae. Eh ternyata ini bukan kyuyeon couple. Berarti jiye0n bkal sama d0nghae kan? Ah, gak sbr next part. Sem0ga happy ending.

  6. Ahh penasaran bgt sama kelanjuttannyaa><. Kyu sama jiyeon tunangan? Semoga jadi, pengen bgt liat mereka sama sama. Kapan nih thor lanjutnya.. Jgn lama lama ya thor😂

  7. hua kok jd ngs bcnya.. kasian bngt sm haeji.. haeji atau kyuyeon blh d.. tp klo mmg harji ga bs brsm mdh2an haepa sm ah young aja trs kyupa mmg sblmx smpt sk sm jiyi jd gmpg utk sk jiyi lg.. next dong jebal

  8. akhiiiirnyaa yg ini update yuhuuu
    kasian banget nasib ahyoung yg selalu kena musibah meskipun dia bukan lagi jd peran pengganti cucu tuan park :’)
    dan sekarang jiyeon bener2 lagi kena musibah jg tapi kalo jiyi musibahnya tekanan batin buat ngadepin kakeknya :’)
    kasian jiyi jd dilema antara setuju sama engga, kenapa jiyi sama hae harus dipisahin huhuhu
    semoga ga lama ya kelanjutannya. semangaat skripsinya nanti ya :))

  9. Kakekx jiyeon maksa bnget sih,, n sukax ngancem … Knp kyu diem aja ya klu dia mau tunangan sma jiyeon?? Trus gimana sma donghae sma ah young?? Ditunggu nextnya,, jngan lama” ya coz aq suka bnget sma ceritnya 🙂

  10. tadi sempat bingung jinyoung ada dua eh itu typo ya seharusnya hajoung kan bukan jinyoung..
    sebenarnya lebih ngefel ke kyuyeon karena ceritanya tapi q juga suka haeji..ah tapi terserah dirimu kyula,yg penting ff ni masih keren.

  11. Hwaaaaaaaaa
    Akhir_ny kmu post juga,,wlaupun diru q kebablasan juga gk ksini”…hehe
    Giliran tiap hri ksini lom lnjut”eeeeech gliran gak ksini trnyata fah lanjut..kkkk

    Aigo aigo aigoo
    Apa ini!!!kakek park sdah mlai,
    Seneak jidat_ny ngtur hdup jiyi,,,
    Aduuuuuch kakeeeeekkkk,,,jiyi dah sma heappa,,
    Knpa mksa siiich harus sma kyuppa!!!😞😞😞😞
    Jdi galau lgi kan diri kyu mau plih mna???hehehe
    Iya ji,,sbaik_ny kamu bicarakan dulu mslah prjodhan mu sma kyuppa and ancaman kakek pak sma haeppa,,jngan ambil kputusan sndiri..😌😌😌😃😃
    Spaya gak ribet nnti_ny.☺☺
    Neeeeeeeext saeeeeng,,,eon tunggu ya kapan pun itu…😉😉
    sntai ja kapnpun kamu waktu luang..
    FAIGTHING..✊✊✊

    1. Haha, maaf ya eon, aku posting nya kelamaan. Gara2 sibuk kuliah sama suka macet klo mau ngetik. Makasih loh udh selalu nungguin ff ini. Ditunggu aja ya eon next chapnya 😁😁

  12. mian yaa thor aku baru koment disini , abis keenakan baca nya thor
    nah lo , jiyi suka ma donghae? kyu ma ah young?
    dan tn.park pengen kyuhyun ma jiyyeon ?
    brharap sih yg terbaikk hehe
    next ya thor
    fighting

  13. kasian ahyoung, aku pengen tau.perasaan kyu.ama ahyoung, sekedar simpati atau ada alasan lain contohnya mulai suka mungkin hehe,drama banget.

    please dong kk cpt di lanjut ya jgn lama2, smoga lanjutannya sblm masuk sekolah
    Fighting##:-)

  14. udah aku duga dari awal kalo tujuan saag kakek merawat kyuhyun karna untuk ini
    sebenarnya sang kakek baik hanya saja rasa kepercayaannya pada keluarganya sendiri disalah gunakan anak”nya dan tuan park juga terlalu memaksakan kehendaknya pada keturunan kandungnya
    kasian abang donghae kalo dia beneran tulus mencintai jiyeon dia pasti akan berjuang kan

  15. Ya ampun cinta pengusaha itu sangat rumit. Tak adakah cinta murni buat para keturunan pengusaha…
    Demi bisnis mereka mengorbankan cinta, dan kyuhyun tidakkah ia ingin memperjuangkan cintanya. Atau dia juga mempunyai rencana lain dengan cintanya.
    Lah disini jadi siapa yang terlihat jahat kalau bukan kakek.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s