Diposkan pada Chapters

The Bodyguard (Part 10)

1425994224260

Author : Cho Haneul
Title      : The Bodyguard
Genre   : Romance, Drama
Type     : Chaptered
Poster   : @shirlyuanaaa

Cast :
– Park Jiyeon
– Kim Yura (Kim Ah Young)
– Cho Kyuhyun
– Lee Donghae
– Lee Hyukjae
– Yunho

___________________________________________________

Jiyeon menarik tangan Kyuhyun sehingga tubuh pria itu menghadap kearahnya. “Kenapa oppa tidak menolak keinginan kakek?” Tanya Jiyeon kesal. Gadis itu nyaris menangis saking kesalnya. Bagaimana tidak, tak ada seorang pun yang bersedia untuk mendengarkan penolakannya.

Kyuhyun hanya diam, namun pandangan matanya tampak kosong dan hampa. “Aku tidak memiliki hak untuk menolak permintaan tuan Park.” Ucapnya. Jiyeon mendengus kesal. “Tapi kau tidak mencintaiku dan aku sudah memiliki Donghae.”

“Aku tidak bisa menolongmu kali ini. Mustahil bisa menolak keinginan tuan Park.”

Jiyeon mendesah kesal, “Kau ini cucunya kan, tapi mengapa kau bersikap seakan-akan kau adalah orang lain disini?”

Kyuhyun menatap Jiyeon datar, “Karena aku memang orang lain disini. Meskipun tuan Park telah mengangkatku menjadi cucunya, namun itu takkan mengubah kenyataan bahwa aku hanyalah orang asing dalam keluarga ini.” Ucapnya. “Sebaiknya kau menceritakan perihal ini pada Donghae.” Saran Kyuhyun sebelum pria itu berlalu meninggalkan Jiyeon yang masih berdiri termangu ditempatnya.

 

******

 

_@SJ Group, 01:02 PM, Seoul_

Jinho meremas kertas ditangannya hingga tak berbentuk. Gigi pria paruh baya itu bergemeletuk, menimbulkan suara yang cukup nyaring terdengar. Wajahnya merah padam pertanda bahwa kemarahan tengah menguasainya. Ia masih tak bisa percaya bahwa rekan yang selama ini dipercayainya ternyata telah menusuknya dari belakang. Kecurangan yang selama ini dituduhkan oleh sang ayah kepada dirinya ternyata adalah hasil dari perbuatan Kang Hyesung, sepupu, orang kepercayaan, sekaligus teman dekatnya selama ini.

Sraaak!

Gumpalan kertas itu melayang dan sedetik kemudian mendarat mengenaskan dilantai beralas karpet mewah itu. Kedua tangan Jinho mengepal sempurna. Tidak ada seorang pun yang bisa ia percayai. Bahkan sepupunya sendiri berniat untuk menghancurkan dirinya.

“Brengsek kau Kang Hyesung. Aku bersumpah akan membuatmu menyesal telah menghianatiku seperti ini.” Jinho mendesis marah sembari menatap gumpalan kertas yang beberapa saat lalu dilemparnya. Kertas yang berisi bukti transaksi illegal Hyesung bersama seorang pengusaha yang berasal dari Cina.

 

 

*****

 

 

_@Park’s House, 05:05 PM, Seoul_

“Kau benar-benar akan bertunangan dengan nona Jiyeon?” Hyukjae bertanya dengan antusias. Ini merupakan kabar yang cukup mengejutkan. Tak hanya bagi Hyukjae, namun juga bagi semua orang di kediaman tuan Park. Jangan tanya darimana mereka tahu, sebab tak ada kabar maupun gossip yang luput dari orang-orang disana. Berbeda dengan Hyukjae, Kyuhyun yang notabennya merupakan aktor utama dalam gossip tersebut justru tak tampak antusias sedikitpun. Pria itu tampak jauh lebih pendiam dibandingkan sebelumnya. Bahkan saat Shin Hyena, kepala pelayan sekaligus koki yang sudah sejak dulu dekat dengan Kyuhyun bagai ibu dan anak, bertanya mengenai kabar pertunangan itu, Kyuhyun tidak memberikan respon yang berarti.

“Yak Kyuhyun-ah, ayo jawab pertanyaanku tadi. Apa pertunangan itu akan benar-benar terjadi? Bagaimana bisa? Ah, jika kau menikah dengan nona muda maka otomatis kau juga akan menjadi pewaris SJ group, bukan? Omo, beruntung sekali kau ini!” Hyukjae merasa begitu iri atas nasib mujur yang dialami temannnya ini. Sebenarnya sejak dulu Hyukjae sudah merasa bahwa tuan Park akan melakukan sesuatu agar Kyuhyun bisa benar-benar menjadi bagian dari keluarganya. Dan inilah salah satu caranya. Lagipula menurut Hyukjae, Kyuhyun memang pantas untuk menjadi bagian dari keluarga Park serta mengelola perusahaan. Temannya itu pintar, tampan dan sangat jujur. Kriteria yang sempurna untuk menjadi seorang bos besar. Kyuhyun jelas seribu kali lebih baik daripada Changsung si urakan atau Yunho si ambisius yang sombong.

“Kau sudah dengar sendiri.” Jawab Kyuhyun malas.

Mata Hyukjae berbinar. “Omo omo! Itu hebat sekali. Aku akan mendukung kalian berdua. Kalian tampak serasi.” Ujar Hyukjae dengan begitu semangat. Tapi tak lama pria pemilik senyum gusi itu diam kala melihat wajah Kyuhyun yang bisa dibilang tampak murung.

“Kau tak tampak bahagia.” Hyukjae berkata dengan hati-hati. “Kau tidak menginginkan pertunangan itu? Apa karena nona Jiyeon yang sudah memiliki kekasih atau karena kau sama sekali tak memiliki rasa padanya?” Hyukjae menatap Kyuhyun, menunggu jawaban pria itu.

Kyuhyun menghela napas, “Aku tidak tahu.” Jawabnya singkat, kemudian pria itu beranjak pergi dari dapur tanpa menyentuh capucino favoritnya itu. Hyukjae menatap miris kearah Kyuhyun. Selama ini Kyuhyun selalu menekan perasaannya dan melakukan apapun permintaan Tuan Park. “Sudah saatnya kau juga menyuarakan keinginanmu, Kyu. Katakan tidak jika kau tak menginginkannya.” Ucap Hyukjae nyaris berbisik, namun masih cukup besar untuk didengar oleh Kyuhyun.

1178

 

*****

 

Entah mengapa kaki Kyuhyun berjalan menuju kamar Ah Young. Padahal ia tahu pasti jika sang pemilik kamar tidak berada disana. Nyaris sepekan sudah kamar itu kosong tak berpenghuni lantaran sang penghuni kamar tengah terbaring lemah di ranjang rumah sakit. Kyuhyun mendapati pintu kamar Ah Young yang tidak tertutup rapat.

“Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Kyuhyun kepada Jiyeon. Gadis itu sedang duduk di ranjang Ah Young dengan buku sketsa milik Ah Young berada dipangkuannya. Jiyeon menutup buku sketsa itu, lalu berdiri. Diraihnya sebuah boneka beruang berukuran sedang yang terletak diatas ranjang. “Apa oppa ada rencana ingin ke rumah sakit?” tanya Jiyeon tanpa menjawab pertanyaan Kyuhyun. “Aku ingin menitip barang-barang ini. Boneka dan buku sketsa ini adalah barang kesayangan Ah Young. Siapa tahu dengan adanya barang-barang ini bisa membuat Ah Young merasa nyaman dan lekas sadar. Yah, aku tahu ini terdengar konyol, tapi… ah, pokoknya tolong ya.” Jiyeon menyerahkan boneka dan buku sketsa itu ke tangan Kyuhyun. Wajah gadis itu masih tampak murung pasca berita pertunangan mereka.

“Titip salam untuk Ah Young. Bilang padanya jika aku sangat ingin berada disana, tapi keadaan tidak memungkinkan. Kakek terus mengawasiku dan jadwalku begitu padat menyayingi artis papan atas.”
“Apa aku juga harus menyampaikan bagian jika jadwalmu sekarang sudah menyayingi artis papan atas?” tanya Kyuhyun dengan wajah serius. Sesaat Jiyeon menatap cengo kearah pria tampan itu sebelum otaknya memproses candaan Kyuhyun. Gadis itu tertawa kecil seraya memukul pelan lengan Kyuhyun. “Ternyata oppa juga bisa bercanda, eo. Tidak kusangka. Geure, katakan padanya seperti itu. Pokoknya bilang padanya jika ia terus tidur seperti putri tidur, maka pangerannya akan kurebut.” Ujar Jiyeon sambil tersenyum kecil. Matanya memandang penuh arti pada Kyuhyun, membuat pria itu merasa bingung.

maxresdefault (1)

Jiyeon menepuk lengan Kyuhyun. “Jangan lupa semua pesanku untuk Ah Young tadi ya.” Setelah berkata demikian Jiyeon keluar dari kamar Ah Young.

*****

 

 

Gadis itu masih dalam posisi awalnya. Sama sekali tak terlihat perubahan. Kyuhyun melangkah pelan mendekati ranjang Ah Young. Diletakkannya boneka beruang putih itu di nakas sebelah ranjang, kemudian ia duduk di kursi kosong disisi ranjang. Kyuhyun menatap setiap lekuk wajah cantik Ah Young. Pria itu berdeham. “Jiyeon memintaku untuk membawa barang-barang ini. Katanya boneka dan buku sketsa ini adalah barang-barang kesayanganmu. Tidak heran. Kau memang selalu membawa buku sketsa ini bersamamu.” Ucap Kyuhyun agak canggung. Ia memang sudah beberapa kali mengunjungi Ah Young, namun ini kali pertamanya berinteraksi pada gadis yang tengah koma itu.

Kyuhyun menatap buku sketsa ditangannya. Ia memang sering melihat buku itu ditangan Ah Young. Iseng, Kyuhyun membuka lembar demi lembar buku tersebut. Halaman-halaman pertama menampakkan pemandangan taman di kediaman tuan Park. Kemudian ada sketsa wajah seorang wanita yang Kyuhyun yakini merupakan ibu kandung Ah Young. Ada sketsa wajah Eunsoo, Siwon dan Kakek Park, lalu ada sketsa wajahnya…

B09ug7ACcAEAmcc

Satu lembar, dua lembar, tiga, empat hingga lima lembar sketsa wajahnya ada didalam buku itu. Bahkan sketsa wajah saat ia sedang tidur. Kyuhyun sendiri tidak pernah sadar kapan tepatnya gadis itu menggambar wajahnya. Ia tertegun memandang buku sketsa yang begitu banyak menyimpan gambar wajahnya. Pandangannya beralih kearah Ah Young. Dadanya bergemuruh. Bukan karena rasa marah, melainkan karena rasa bahagia. Rasa itu terasa begitu asing bagi Kyuhyun yang memang sudah lama tak pernah merasakan perasaan seperti itu.

Tiba-tiba Kyuhyun mendengar suara lirih memanggil namanya. Sontak pria itu langsung mendongak dan mendapati Ah Young yang tengah menatapnya sayu. “Kyuhyun oppa…” Bisiknya begitu lirih. Suaranya terdengar serak.

“Aku akan memanggil dokter.”

Kyuhyun mengamati Ah Young yang sedang diperiksa oleh dokter. Beberapa pertanyaan dari dokter dijawab oleh gadis itu meski dengan suara parau dan tubuh yang masih lemah. Setelah beberapa menit, dokter yang bernama Lee Sungmin menyelesaikan rangkaian pemeriksaannya. Pria itu menatap Kyuhyun sambil tersenyum. “Hasil pemeriksaannya bagus. Nona Ah Young hanya mengalami gegar otak ringan, namun tak sampai membahayakan nyawanya. Dan yang terpenting ia sudah melalui masa kritisnya. Jika kondisinya terus stabil, maka minggu depan ia sudah boleh keluar dari rumah sakit.” Jelas dokter muda tersebut.

Kyuhyun mengangguk paham. Setelah mengucapkan terima kasih, ia kembali menghampiri Ah Young. Perban besar yang tadinya membalut kepala gadis itu sudah diganti dengan perban kecil yang hanya menutupi bekas luka yang ada dikepalanya.

“Sudah berapa lama aku disini?”

“Nyaris satu minggu.” Jawab Kyuhyun.

“Pantas aku merasa sangat lelah.” Ucap Ah Young lemah. Kyuhyun merapikan letak selimut gadis itu. “Kalau begitu istirahatlah. Aku sudah mengabari Jiyeon. Ia akan kesini nanti malam. Sebenarnya ia ingin menemuimu saat ini juga, tapi ia masih ada urusan di perusahaan.”

Ah Young tersenyum kecil. “Gwenchana. Aku mengerti kesibukannya. Keunde, apa tidak apa-apa jika kau disini bersamaku? Kau pasti juga tak kalah sibuknya dengan Jiyeon. Aku tidak ingin kau mendapat masalah dari kakek.” Ujar Ah Young.

“Tidak perlu memikirkanku. Aku akan baik-baik saja. Istirahatlah. Aku akan keluar sebentar.”

 

*****

 

 

_@SJ Group, 12:51 PM, Seoul_

“Sebaiknya yang ingin kau katakan adalah hal yang penting anak muda. Aku tidak ingin membuang waktuku untuk hal yang tidak penting.” Park Jinyoung berkata dengan nada angkuh, namun Donghae tampak tak gentar. Tekadnya sudah bulat untuk meminta restu dari Park Jinyoung secara baik-baik.

“Aku tahu betapa kau sangat membenciku karena aku anak tiri dari Lee Dongjun. Tapi apakah itu adil bagiku? Aku bahkan tidak pernah sekalipun ikut dalam rencananya. Perasaanku pada cucumu tulus. Sejak awal aku bahkan tak pernah tahu jika Jiyeon adalah cucumu. Aku datang kesini menemuimu karena aku ingin meminta restumu. Aku dan Jiyeon saling mencintai. Anda tidak bisa menjodohkan Jiyeon begitu saja dengan Kyuhyun.”

Park Jinyoung mengeram marah. “Kenapa tidak? Jiyeon adalah cucu kandungku, dan Kyuhyun adalah cucu angkatku yang begitu aku percayai. Hanya Kyuhyun pria yang pantas untuk mendampingi Jiyeon. Ku minta agar kau menjauhi cucuku! Jangan pernah mendekatinya lagi atau aku terpaksa akan melakukan cara kasar.” Ujar Tuan Park sembari melayangkan tatapan penuh kebencian pada Donghae. “Kurasa pembicaraan kita sampai disini.”

Donghae tetap duduk dikursinya, begitu enggan untuk beranjak. Hatinya begitu terluka atas perlakuan tuan Park yang begitu tidak adil padanya. “Kau bilang kau menyayangi Jiyeon. Bukan begini perlakuan seorang kakek yang sayang pada cucunya. Justru tanpa anda sadari anda telah menyakiti Jiyeon. Anda pikir ia bahagia hanya dengan kemewahan dan kedudukan yang sekarang dimilikinya?” Donghae menatap tuan Park. “Anda salah jika berpikir demikian. Jiyeon justru merasa tertekan dan terbebani dengan kemewahan dan kekuasaan yang anda berikan padanya. Ia hanyalah seorang gadis biasa yang ingin menghabisi masa mudanya dengan bersenang-senang, bukannya malah sibuk berkutat dengan berkas-berkas bernilai milyaran won.”

Mendengar perkataan Donghae yang terlihat begitu mengerti cucunya membuat Park Jinyoung semakin emosi. Pria tua itu mencengkram kepala tongkatnya dengan begitu kuat. Matanya menatap nyalang kearah Donghae. “Tutup mulutmu! Kau tidak tahu apapun mengenai cucuku! Jangan bersikap seakan-akan kau begitu mengenalnya!” Park Jinyoung menghentakkan tongkatnya.

Donghae tersenyum kecil. “Aku memang begitu mengenalnya, tuan. Bahkan lebih daripada anda.” Donghae bangkit berdiri, mengancingkan jasnya dan kemudian menunduk sopan kepada tuan Park. “Terima kasih atas waktu anda. Meskipun anda menolak saya, namun saya akan terus berusaha untuk tetap bersama Jiyeon dan membuktikan kepada anda bahwa saya sama sekali tidak pernah berniat jahat padanya. Saya permisi.”

060585300_1428317426-68c81427c961559954c02b46bb1436e4

“Sialan anak itu!” desis tuan Park berang. Ia langsung memanggil asistennya, Gu Jun Pyo. “Lee Donghae sialan! Kau tahu apa yang harus kau lakukan pada anak sialan itu, bukan?”

Gu Jun Pyo mengangguk paham. “Algesimnida sajangnim. Saya permisi dulu.” Pria itu undur diri setelah membungkuk sopan pada Park Jinyoung.

 

 

*****

 

jiyeon 4 things show

Pandangan mata Jiyeon tampak begitu kosong. Ia memang berbicara dan tertawa seperti biasanya, tapi Ah Young sadar bahwa Jiyeon sedang menghadapi masalah yang pelik. Perlahan Ah Young menggenggam tangan Jiyeon yang sedang mengusap apel. Jiyeon mendongak. “Kenapa?” tanya gadis itu sambil tersenyum. Ah Young menggeleng. “Seharusnya itu menjadi pertanyaanku. Kau kenapa, Yeon? Apa terjadi sesuatu di perusahaan. Atau… em, kau kembali mendapat perilaku yang tidak menyenangkan dari paman Jinho dan bibi Hyesun?” tanya Ah Young lembut.

Bibir Jiyeon bergetar. Sudah sejak tadi gadis itu mencoba untuk menahan tangisnya. Ah Young langsung mengambil alih apel dan pisau ditangan Jiyeon, lalu meletakkan kedua benda itu di nakas sebelah ranjangnya. Jiyeon hanya pasrah kala Ah Young menangkup wajahnya dan mengarahkan agar kedua mata Jiyeon menatapnya. “Ceritakan padaku apa yang terjadi. Bukankah kita teman?”

“Kakek tahu mengenai hubunganku dengan Donghae. Dan seperti yang sejak awal ku takutkan, kakek menentang hubungan kami. Kakek malah berniat untuk menjodohkanku dan Kyuhuun oppa. Kami akan bertunangan minggu depan.” Jiyeon tiba-tiba terisak lantaran sudah tidak sanggup menahan tangisnya. Ah Young terhenyak. ‘Kyuhyun dan Jiyeon akan bertunangan?’

Tiba-tiba saja Ah Young jadi ingin menangis juga. Sejak awal ia memang tidak pernah berharap lebih terhadap perasaannya pada Kyuhyun. Ia cukup tahu diri untuk tidak berharap jika suatu saat Kyuhyun akan menyadari perasaannya dan kemudian membalasnya. Ah Young juga sudah berusaha untuk mengendalikan perasaannya, namun setelah mendengar rencana pertunangan Kyuhyun dan Jiyeon malah membuat perasaannya hancur tak karuan. Ia benar-benar ingin menangis meluapkan kesedihannya saat ini juga.

Ottohke? Apa yang harus kulakukan? Aku mencintai Donghae. Aku hanya ingin dia. Kenapa kakek tidak mengerti itu?” Jiyeon menangis pilu. Tanpa sadar air mata Ah Young turut mengalir. Kedua gadis itu menangis sambil berpelukan. Tangisan yang membuat siapa saja yang mendengarnya ikut merasa pilu.

 

*****

 

 

“Kau baik-baik saja?”

Jiyeon mengeratkan genggaman tangannya pada ponsel. Betapa ia merindukan pemilik suara meneduhkan yang sudah beberapa hari ini tidak bisa ia temui.

“Hei, kau baik-baik saja kan, sayang?”

Suara Donghae terdengar cemas lantaran tidak mendapatkan respon dari Jiyeon. Gadis itu menghela napas berat. Berusaha sebisa mungkin untuk meredam suara tangisnya, namun seberapa keras gadis itu berusaha untuk menyembunyikan tangisnya, Donghae tetap tahu. “Kau ingin aku menjawab apa?” Jiyeon malah balik bertanya. Ia bisa mendengar helaan napas Donghae diseberang sana. Hatinya semakin terenyuh.

“Kau tidak baik-baik saja.” Donghae akhirnya menyimpulkan sendiri.

Suara Jiyeon terdengar lirih, “Ya, aku memang tidak baik-baik saja. Bagaimana mungkin aku bisa baik-baik saja menjelang pesta pertunangan yang sama sekali tak pernah kuinginkan. Tak bisakah kau membawaku pergi? Aku tidak ingin ini semua. Aku hanya ingin kehidupan lamaku kembali. Aku hanya ingin menjadi Park Jiyeon, seorang mahasiswi biasa, bukan seorang ahli waris perusahaan terkenal.” Ucapnya sendu.

“Jika bisa, saat ini juga aku akan membawamu pergi, Ji. Tapi permasalahannya tidak semudah itu. Kakekmu benar-benar telah menutup pintu hatinya rapat-rapat untuk menerimaku disisimu.”

“Lalu apa yang harus kulakukan? Apa aku harus diam dan pasrah?” Nada suara Jiyeon terdengar kesal. Dengan gusar ia menghapus air mata yang membasahi pipnya. “Aku lelah…”

tumblr_lzys555XSs1qzf4i2o4_250

“Bersabarlah, sayang. Aku tidak akan membiarkanmu bersama namja lain. Aku akan memikirkan jalan agar kita bisa bersama. Untuk sekarang kumohon bersabarlah. Jika kita memang berjodoh Tuhan pasti akan tetap menyatukan kita.”

“Bagaimana jika seandaikan kita tidak berjodoh?” tanya Jiyeon. Hening beberapa saat diantara mereka hingga masing-masing bisa saling mendengarkan deru napas lawan bicara mereka.

“Kita berjodoh, Ji. Aku tahu itu. Kau percaya pada takdir, kan? Takdir sudah membawa kita sejauh ini. Kita pasti akan bisa melewati cobaan ini. Ji… aku mencintaimu. Tunggu aku ya.” Ucap Donghae dengan lembut, membuat Jiyeon tidak bisa menahan senyumannya.

“Aku juga mencintaimu… Tapi, kau tidak berbohong kan padaku? Kau baik-baik saja, kan? Kakek tidak melakukan sesuatu yang merugikanmu, kan?” tanya Jiyeon bertubi-tubi. Gadis cantik itu begitu takut jika sang kakek melakukan sesuatu yang menyulitkan Donghae. Jika itu sampai terjadi, maka Jiyeon takkan main-main dengan ancamannya untuk meninggalkan rumah dan kembali pada orang tua angkatnya.

“Geokjonghajima, nan gwenchanayo.”

B08mtl_CQAAjjGi

Donghae meletakkan ponselnya diatas meja kerja miliknya. Pandangan mata pria itu tertuju pada beberapa lembar kertas yang bertebaran diatas meja kerjanya. Helaan napas yang sarat akan rasa lelah kembali terdengar dari mulut Donghae. Pintu ruangan pria itu diketuk dari luar. Donghae mempersilahkan orang tersebut untuk masuk.

“Eo, Woobin-ah, ada apa?”

Wajah Woo Bin tampak muram. “Barusan aku kembali mendapat telepon yang memberitahu bahwa pengiriman barang untuk pembangunan resort di Nami do tersendat. Katanya truk yang menyangkut barang kita dihadang oleh warga desa yang tidak setuju dengan pembangunan resort itu. Padahal sebelumnya tidak ada masalah dengan warga desa.” Ujar Woobin gusar. Donghae mengusap wajahnya. Jelas ia tahu dengan pasti siapa dalang dibalik permasalahan ini.

B08v6IvCYAAcWTy

’Park Jinyoung…’

 

 

*****

 

 

“Ah, ternyata kau masih berhubungan dengan pria itu.”

Jiyeon tersentak kaget dan dengan cepat membalikkan tubuhnya menghadap kearah pintu masuk ruang kerjanya. Gadis itu mendapati bibinya yang bernama Hyesun tengah menatapnya sambil tersenyum licik. Jiyeon menjadi gugup, takut jika bibinya akan segera melapor kepada sang kakek. Sekarang saja Jiyeon sudah tidak bisa bertemu dengan Donghae, bahkan untuk menelpon pun harus sembunyi-sembunyi.

Hyesun semakin tersenyum puas, sadar bahwa ia telah berhasil menakuti gadis dihadapannya itu. Ia berjalan menghampiri meja kerja Jiyeon, lalu duduk di kursi kosong didepan meja. Kedua tangannya terlipat didepan dada sembari menatap Jiyeon angkuh. “Aku heran padamu. Setelah apa yang dilakukan oleh ayah terhadap kedua orangtuamu, terutama ibumu, kau masih sanggup untuk menatapnya, tinggal bersamanya dan bahkan hidup dari uangnya. Kau juga masih mau berbaik hati dan bahkan menuruti keinginannya untuk menjadi ahli waris. Apa kau tidak merasa bersalah pada kedua orangtuamu?” Hyesun menatap Jiyeon sambil tersenyum kecil.

Jiyeon mengernyit mendengar perkataan Hyesun. “Maaf, tapi apa maksud bibi? Aku tidak mengerti.” Jiyeon bertanya sopan.

Hyesun melipat tangannya diatas meja. Tubuhnya agak sedikit condong kearah Jiyeon. “Ah, apa jangan-jangan kau tidak tahu kekejaman apa saja yang sudah dilakukan kakek kesayanganmu pada mendiang kedua orang tuamu? Geure, karena aku adalah bibi yang baik maka aku akan menceritakan segalanya padamu. Tentang bagaimana kejamnya ayah pada kedua orangtuamu.” Hyesun menatap Jiyeon intens.

Dan bergulirlah cerita kelam itu. Cerita tentang bagaimana perlakuan tuan Park kepada mendiang ayah dan ibunya. Bagaimana dengan teganya pria itu menelantarkan putranya tersebut. Air mata Jiyeon terus berjatuhan. Dadanya terasa sakit dan sesak kala membayangkan betapa menyedihkannya kondisi ayah dan ibunya dulu dibawah tekanan tuan Park, pria yang selama ini dihormatinya.

tumblr_mo60temlga1rudls9o1_r3_500

“Ayahmu merupakan anak hasil dari hubungan gelap ayahku dengan salah seorang sekretarisnya. Begitu Young Jae lahir, ayah mati-matian menolak kehadiran Young Jae sebagai anaknya. Ia bahkan berhasil menyingkirkan sekretarisnya itu beserta Young Jae agar kebusukannya tidak tercium khalayak ramai, apalagi keluarga besar kami. Namun sial, yang namanya bangkai, seapik apapun ditutupi pasti akan tetap menguarkan bau. Ibuku sangat marah saat mengetahui hal tersebut. Ingin bercerai, namun sayangnya ia begitu mencintai pria penghianat itu. Kau tahu alasan mengapa aku begitu membenci ayahmu? Itu karena secara tidak langsung ia telah menjadi penyebab keretakan hidup keluarga kami. Bertahun-tahun lamanya ayah tidak mau mengakui Young Jae dan bahkan pernah terang-terangan mengusir Young Jae didepan umum. Tapi kemudian ia malah mencari-cari keberadaan ayahmu. Ia bilang ia menyesal.” Hyesun tertawa sinis. “Aku tidak percaya jika ia benar-benar menyesal. Ia ingin ayahmu kembali pasti karena ia tahu jika ayahmu sangat pintar serta mulai beranjak sukses. Ia tentunya tak ingin kehilangan ahli waris yang potensial, bukan?”

Hyesun berhenti sejenak, begitu menikmati raut kesedihan yang terpancar jelas dari wajah keponakannya itu. “Ayahmu yang baik itu dengan mudahnya memaafkan kesalahan ayahku. Saat itu ia sudah berpacaran dan berencana untuk menikahi ibumu, namun ayahku punya rencana lain. Ia ingin menjodohkan ayahmu dengan anak rekan bisnisnya. Ia berpikir bahwa ibumu yang mantan pelayan restoran itu tidak pantas untuk menjadi menantunya. Apa kau tahu apa yang telah dilakukan oleh ayahku kepada ibumu? Ia menyuruh orang untuk menculik ibumu dan memperkosanya. Ia ingin menyingkirkan ibumu sejauh mungkin. Beruntung penculikan itu bisa digagalkan. Tapi jelas itu meninggalkan trauma yang mendalam bagi Kim Tae Hee. Hingga ajalnya pun, ayah dan ibumu tidak tahu bahwa otak dibalik peristiwa mengerikan itu adalah Park Jinyoung yang selama ini begitu dihormatinya. Saat Tae Hee akhirnya menikah dengan Young Jae pun, ayah tetap berusaha untuk memisahkan mereka dengan menyodorkan wanita-wanita cantik kedepan Young Jae, memfitnah Kim Tae Hee, hingga memasukkan obat penggugur kandungan pada ibumu itu. Young Jae tahu soal obat itu. Ia sangat marah dan detik itu juga ia keluar dari rumah dan meninggalkan semua kemewahan yang selama ini diberikan oleh ayah.”

“Rasanya… kakek tidak mungkin—-“

“Tidak ada yang tidak mungkin. Kau hanya belum melihat semua sisi dari Park Jinyoung. Aku membencimu, tapi kurasa kau harus tahu mengenai ini. Ayah mencarimu kembali bukan karena ia merindukan cucunya dan ingin menebus dosa, tapi ia mati-matian mencarimu karena ia butuh seorang pewaris. Seseorang yang bisa diaturnya sesuka hati. Kaulah orang itu. Jika kau masih meragukan ceritaku, silahkan bertanya pada bibi kesayanganmu, Nami. Ia juga saksi mata atas kekejaman ayahku.”

Setelah berkata demikian Hyesun meninggalkan Jiyeon sendirian di ruang kerja gadis itu. Jantung Jiyeon berdebar-debar setelah mengetahui kenyataan yang selama ini disimpan dengan begitu apik oleh kakeknya. Jiyeon tahu bahwa kakeknya pernah berbuat salah pada kedua orang tuanya, tapi ia tidak menyangka bahwa kesalahan kakeknya begitu besar. Tak bisa dengan mudah dimaafkan.

Jiyeon ingin memastikan perkataan bibinya itu. Maka dengan sigap gadis cantik itu meraih tasnya dan kemudian bergegas pergi ke kediaman Nami. Jiyeon harus memastikan itu dari mulut Nami sendiri.

 

*****

 

 

Ah Young menatap layar televisi yang tengah menayangkan sebuah drama dengan bosan. Sudah tiga hari lamanya baik Jiyeon maupun Kyuhyun tidak menjenguknya. Ia merasa sangat kesepian, meskipun pagi tadi secara mengejutkan ia mendapati Eunsoo mengunjunginya. Awalnya Ah Young berpikir jika Eunsoo tidak mau berteman lagi dengannya setelah kebenaran mengenai jati dirinya terkuak. Akan tetapi melihat respon Eunsoo yang sangat baik terhadapnya dengan sukses telah berhasil menghapus sedikit kegundahan dihatinya.

Ah Young meremas kedua tangannya. Tiga hari lagi pesta pertunangan Jiyeon dan Kyuhyun akan diadakan. Relakah ia melihat pria yang begitu ia cintai dimiliki oleh gadis lain? Ah Young hanya bisa pasrah.

Lamunan gadis itu terpecah begitu ia mendengar suara pintu ruang rawat yang digeser. Ah Young langsung menoleh dan seketika wajahnya pucat pasi begitu mendapati ayah tirinya tengah berdiri didepan pintu sambil menatapnya tajam. Seulas senyuman yang membuat gadis itu merinding tersungging dibibir ayah tirinya itu.

“Lama tak bertemu putriku sayang.”

 

 

*****

 

 

Kyuhyun berjalan menyusuri koridor rumah sakit yang tampak lenggang. Maklum, kamar Ah Young memang terletak diujung koridor sehingga suasananya lebih sepi dibanding kamar lainnya. Sebenarnya Kyuhyun masih merasa agak canggung untuk bertemu Ah Young saat ini. Pria itu masih belum mengerti bagaimana harus menata perasaannya. Buku sketsa yang penuh dengan wajahnya itu nyatanya cukup menganggu pikiran Kyuhyun.

Kyuhyun mengernyit ketika melihat seorang pria yang tak dikenal masuk kedalam kamar rawat Ah Young. Ia sempat terdiam sebelum akhirnya menyadari bahwa pria itu adalah Hwang Tae Jun, ayah tiri Ah Young. Kyuhyun dapat mengenali wajah itu dari foto yang pernah diberikan oleh anak buahnya dulu saat ia menyelidiki latar belakang Ah Young. Rahang Kyuhyun mengeras. Dengan tergesa ia menuju ruang rawat Ah Young. Di dalam sana Ah Young tampak begitu terintimidasi dan ketakutan.

“Sedang apa kau disini?” suara dingin Kyuhyun terdengar, membuat Tae Jun langsung menoleh kebelakang. Pria paruh baya itu menggeram marah karena rencananya untuk membawa Ah Young pergi terancam gagal.

“Aku ingin mengambil kembali putriku.” Jawab Tae Jun pada akhirnya.

Kyuhyun menoleh kearah Ah Young. Gadis itu ternyata tengah menatapnya dengan pandangan memohon sembari menggelengkan kepalanya. Kyuhyun mengerti maksud gadis itu. Tanpa Ah Young pinta pun ia takkan menyerahkan gadis itu pada Tae Jun.

Kyuhyun kembali fokus menatap Tae Jun. Tatapan tajam nan dingin itu cukup mengintimidasi Tae Jun. “Jika itu tujuanmu kemari, maka kupersilahkan anda segera pergi karena Ah Young tidak akan kemana-mana.” Ucap Kyuhyun tegas.

“Mworago? Untuk apa kalian tetap mempertahankannya? Ia bukan cucu bos besarmu itu! Ia anakku. Dan sudah sewajarnya aku membawanya pulang bersamaku!” Seru Hwang Tae Jun.

Kyuhyun menoleh kearah Ah Young. “Apa kau mau ikut dengannya?” tanya Kyuhyun pada gadis itu. Ah Young langsung menggeleng. “Dia bukan ayahku! Ayahku sudah meninggal bertahun-tahun yang lalu. Aku tidak ingin pergi bersama pria itu!” ujar Ah Young yang seketika membuat Tae Jun berang.

“Anda dengar sendiri? Gadis ini tidak mau ikut bersama anda, jadi sebaiknya anda tinggalkan ruangan Ini, dan jangan coba-coba untuk kembali mengusik Ah Young jika anda tak ingin saya mengusik kehidupan anda.” Kyuhyun berkata dengan nada tegas. Hwang Tae Jun terdiam dengan emosi yang sudah sangat memuncak. Berani-beraninya Ah Young menolak untuk pulang bersamanya. Padahal pria itu sangat membutuhkan kehadiran anak tirinya itu untuk melunasi semua hutang-hutangnya. Sudah ada pria kaya raya yang mau membeli Ah Young dengan harga yang sangat tinggi. Jika Ah Young menolak ikut, otomatis hilang sudah kesempatannya untuk mendapatkan uang yang melimpah.

“Apa perkataan saya masih kurang jelas?” Kyuhyun menatap tajam kearah Tae Jun.

Tak mau kalah begitu saja, Tae Jun menatap Kyuhyun dengan tatapan menantang, berusaha menunjukkan bahwa ia sama sekali tidak merasa terintimidasi oleh pria yang bertahun-tahun lebih muda darinya itu.

“Geure, kau bisa membawa anak sialan itu. Tapi dengan satu syarat, kau harus membayar gadis itu padaku sebesar 30 juta won (300 juta rupiah).”

Ah Young tersentak. Ia melayangkan tatapan penuh benci kearah ayah tirinya itu. “Jangan dengarkan dia! Aku bukan barang yang bisa diperjual belikan. Aku bahkan bukan anaknya. Dan kau, sudah cukup semua penderitaan dan rasa sakit yang selama ini kau berikan padaku. Biarkan aku pergi.”

“Tidak segampang itu! Kau harus membayar semua jasaku padamu. Aku yang telah menghidupimu dan ibumu. Kau tidak bisa seperti ini tanpa aku.

“Kau lupa? Aku yang membiayai hidupku sendiri. Aku bahkan harus bekerja lebih keras untuk membayar hutang-hutangmu yang tak pernah ada habisnya itu. Jangan berlagak seakan-akan kau pernah merawatku dengan baik.” Ujar Ah Young kesal.

“Anak sialan!”

“30 juta won? Geure, aku akan memberikan uang itu padamu asal kau melepaskan Ah Young.”

“Kyuhyun oppa!” seru Ah Young tak rela jika Kyuhyun harus mengeluarkan uang banyak untuk pria bejat macam Hwang Tae Jun. Ekspresi Kyuhyun tampak begitu bersungguh-sungguh. Hwang Tae Jun tersenyum licik. “Geure, kalau begitu ku tunggu uang itu sampai besok. Jika kau membual, maka aku akan langsung membawa gadis ini. Dan aku pasti bisa.”

Hwang Tae Jun sudah pergi beberapa saat yang lalu. Ah Young masih duduk diam diatas ranjang sambil menunduk. Ia begitu malu untuk bertatapan dengan Kyuhyun. Kelakuan Tae Jun tadi jelas sudah mencoreng wajahnya.

“Kenapa oppa mau melakukan itu? Dia pasti akan kembali untuk memerasmu. Ia tidak akan puas.” Ucap Ah Young. Kyuhyun menatap gadis itu intens. “Karena aku tidak ingin kau pergi.”

 

 

*****

 

 

Park Nami begitu kaget kala mendapati Jiyeon berdiri didepan rumahnya. Bukan hanya karena kedatangan gadis itu yang begitu tiba-tiba, namun lebih kepada kondisi Jiyeon yang tampak pucat, mata sembab serta hidup yang memerah. Jelas terlihat bahwa gadis itu setidaknya menghabiskan sejam terakhir untuk menangis.

“Kumohon ceritakan yang sejujurnya mengenai ayah dan ibuku. Apa saja yang sudah kakek lakukan pada mereka?” Jiyeon meraih kedua tangan Nami dan menggenggamnya erat sambil terisak. Nami kaget. Sama sekali tidak menyangka bahwa Jiyeon akan menanyakan itu.

Jiyeon memandang Nami dengan tatapan penuh mohon dan harap. “Kumohon… hanya kau harapanku saat ini. Aku harus mengetahui kebenaran mengenai ayah dan ibuku. Hyesun imo sudah menceritakan semuanya padaku, tapi aku tetap ingin mendengar itu dari mulutmu. Aku percaya padamu, bi. Kumohon ceritakanlah padaku…” pinta Jiyeon.

Nami menghela napas. Tidak ada gunanya ia bungkam. Toh Jiyeon sudah mengetahuinya. Wanita paruh baya itu menuntun Jiyeon untuk masuk kedalam rumah. Kedua tangan mereka masih saling menggenggam.

“Apa yang diceritakan Hyesun memang benar. Ayah telah melakukan itu pada kedua orangtuamu…”

 

*****

 

 

Jiyeon berjalan gontai memasuki rumah mewah milik kakeknya. Betapa ia muak berada di dalam rumah bak istana namun terasa seperti di neraka itu. Jiyeon sudah membulatkan tekadnya. Ia tidak bisa tinggal disana. Ia ingin pergi. Tempatnya bukan disana. Kepenatan Jiyeon semakin menjadi begitu dua orang pelayan menghampirinya dan meminta dengan sopan agar Jiyeon mencoba gaun untuk acara pertunangan yang baru saja diantarkan untuknya.

“Letakkan saja di kamarku. Nanti aku akan mencobanya. Aku ingin bertemu dengan kakekku sekarang.” Ujar Jiyeon. Kedua pelayan itu kemudian undur diri. Dengan langkah besar Jiyeon berjalan menuju kamar kakeknya. Gadis itu masuk ke dalam kamar kakeknya yang begitu luas. Kamar itu kosong. Jiyeon melihat pintu beranda yang terbuka. Kakeknya pasti sedang berada disana sambil minum teh dengan ditemani oleh buku favoritnya. Jiyeon pun memantapkan langkahnya menuju beranda. Akan tetapi langkah kakinya langsung terhenti mendadak ketika mendengar namanya disebut-sebut oleh sang kakek dan suara lain yang Jiyeon kenali sebagai milik Gu Jun Pyo, orang kepercayaan sang kakek.

“Kerja bagus. Dengan begini Jiyeon takkan bisa kembali pada orang tua angkatnya. Pastikan mereka benar-benar pergi menjauh. Aku tak ingin jika sewaktu-waktu Jiyeon malah kembali pada mereka. Aku tak ingin kehilangan ahli warisku lagi. Saat ini hanya Jiyeon harapanku. Dan semuanya akan semakin sempurna jika ia sudah menikah dengan Kyuhyun. Kyuhyun akan memperkuat posisi Jiyeon di perusahaan. Ia merupakan pendamping yang tepat untuk cucuku. Ah, bagaimana dengan Lee Donghae?”

Jiyeon semakin geram mendengar nama kekasihnya disebut.

“Proyeknya terancam rugi. Warga desa mencekal pembangunan resort itu.”

Park Jinyoung tertawa puas mendengar itu, sama sekali tidak menyadari bahwa Jiyeon telah mendengar semuanya, membuat kadar kebencian gadis itu pada sang kakek bertambah besar. Jiyeon meninggalkan kamar itu tanpa suara. Sekarang ia mengerti mengapa akhir-akhir ini ia begitu sulit untuk menghubungi orangtua angkatnya. Semuanya karena campur tangan sang kakek. Pesta pertunangan lusa dipastikan akan gagal. Dengan kasar gadis itu menarik lepas kalung pemberian kakeknya yang melingkari lehernya dan melemparnya sembarangan.

 

*****

 

 

Kyuhyun berpapasan dengan Yunho di koridor kantor menuju ruang kerja Tuan Park. Seperti biasa, kedua pria itu saling bersikap dingin satu sama lain. “Apa kakek tahu bahwa diam-diam kau sering mengunjungi gadis penipu itu?” pertanyaan Yunho membuat langkah Kyuhyun terhenti. Kyuhyun membalikkan badannya menghadap Yunho. “Aku penasaran ada hubungan apa antara kau dan gadis itu. Kau bahkan rela menguras tabunganmu hanya untuknya. Padahal besok kau akan bertunangan dengan Jiyeon.” Tambah Yunho.

Kyuhyun menatap Yunho tajam. “Kurasa apapun yang kulakukan bukanlah urusanmu. Ku harap kau cukup tahu diri untuk tidak mencampuri urusanku.” Ucap Kyuhyun dingin.

Yunho tersenyum sinis. “Aku tak sabar ingin melihat reaksi kakek. Ia pasti akan langsung menyingkirkan gadis benalu itu.”

Perkataan Yunho cukup menganggu pikiran Kyuhyun. Ia menjadi tak tenang, takut jika Yunho akan benar-benar melapor pada kakeknya. Tuan Park pasti akan marah besar. Pria tua itu sudah sangat ingin menyingkirkan Ah Young, namun Kyuhyunlah yang selalu memiliki cara untuk mencegah itu. Dan ia tak yakin jika ia bisa kembali melakukan itu. Ia harus membawa Ah Young pergi sebelum tuan Park turun tangan.

 

*****

 

 

Kyuhyun baru saja hendak menggeser pintu kamar rawat Ah Young. Namun pergerakan tangannya mendadak berhenti ketika ia mendengar isak tangis yang berasal dari dalam.

“Ku mohon, bisakah kau membatalkan pertunangan itu?” Ah Young menangis tersedu-sedu. Jiyeon menatap gadis itu sendu. “Wae?” tanyanya. Ah Young menunduk dalam. Bibirnya masih tampak bergetar. Gadis itu menarik napas dalam, sebelum kemudian mendongak menatap Jiyeon.

Mianhe… aku mencintai Kyuhyun.” tangisnya.

“Aku sudah berusaha untuk melepasnya dan membiarkan kalian untuk bersama karena aku sadar bahwa aku tak pantas untuk berada disisinya. Aku juga berusaha untuk tak pernah berharap lebih dari perasaan ini, tapi… aku tidak bisa berbohong lagi. Aku sangat mencintai Kyuhyun oppa. Aku menyukainya sejak pertama kali melihatnya. Aku…” Ah Young tidak sanggup untuk menyelesaikan perkataannya. Gadis itu menunduk dalam, terlalu malu pada Jiyeon karena sudah terang-terangan mengakui perasaannya.

Jiyeon langsung memeluk Ah Young erat. Ia seakan turut merasakan rasa sakit yang tengah Ah Young rasakan. “Maafkan aku…” bisik Jiyeon lirih.

tumblr_static_tumblr_mghwaqeaf01qaoagyo1_500

Kyuhyun termangu ditempatnya. Mendengar pengakuan Ah Young membuat hatinya merasa hangat. Selama ini tak pernah ada orang yang menyukai dan menyayanginya sebesar itu. Bahkan orangtua kandungnya tega membuang dirinya ke panti asuhan. Sepasang mata yang biasanya tampak dingin itu kini melembut. Apakah ini berarti bahwa Ah Young telah berhasil mencairkan hatinya yang beku?

 

 

-To Be Continued-

Part 10 is out! Aku nyelesain ini dalam waktu dua hari haha… dan ditengah-tengah keyboard laptop yang error. bayangin gimana rempongnya aku krn tombol A ga bs digunain T_T diantara semua tombol yang ada kenapa harus A?? Wae?! 😦 Dan untungnya msh ada keyboard di screen yang bisa digunain, tp tetep aja tak senikmat menggunakan tombol yang biasa. 

Balik ke ff, byk yg penasaran sama perasaan Kyu. nah, sekarang udh kejawab sedikit kan? 😉 hehehe… Aku seneng pas baca byk komen yang akhirnya mulai bisa menerima pairing yang disini. Aku hanya mencoba untuk tidak membuat cerita yang main stream #padahalgaje xD Semoga kalian masih berkenan baca ff ini. Aku akan berusaha untuk membuat cerita ini ga bertele-tele, jd kalian ga bakalan overdosis sama ff ini. Oke, sekian dlu dari aku. Happy holiday to all of you! Annyeong 😀

Iklan

Penulis:

Just a simple girl who loves music, food and blue sky

26 tanggapan untuk “The Bodyguard (Part 10)

  1. Seriusan kakeknya jiyeon berbuat kyk gt ke ortu nya jiyeon???
    Wahh parah
    Jiyeon pasti ga akan maafin kakek nya nih
    Donghae ayo donkk usaha lagi supaya bisa bersama jiyeon

    Thor jujur ya walaupun ini haeji dan aku sukaaa bgt sama haeji
    Tp entah knp feel nya lebih ke kyuyeon ketimbang haeji
    Mngkn moment haeji nya di awal agak kurang jd feel nya lom dpt bgt

    Tp tenang…. untuk ff ini aku sudah mengikhlaskan jiyeon untuk donghae aja kkkk

    Mngkn sekali2 km mesti buatin ff haeji tnp ada cast kyuyeon kali ya biar feel haeji nya lebih dpt

    Author fighting ^^

    1. Haha, iyaa. Aku sadar jg kok kalo org2 susah selain jiyeon ama donghae krn awal2 momentnya lebih ke Kyuhyun. Makasih bgt bgt ya udh selalu dukung ff aku terutama yg kyuyeon hehe.. sedikit bocoran nih, ff kyuyeon yg baru lg dlm proses hehehe…

  2. nangis bcx.. ada ya kluarga kyk gt.. gmn nasib haeji dan kyura? hmmm mdh2\! haeji brsm.. kakeknya msh ga sadar jg.. aku hrp jiyi sm yunho dan spp lain bs akur n slng syng smuax hikzz

  3. tetap penasaran dg gadis cilik yg dikenal kyuhyun di panti asuhan.
    pendapat ku sama dg iineey,kenapa fellnya lebih dapat kyuhyeon,hehehe apa karna donghae kurang porsi ya..
    sepertinya kyuh juga mulai ada rasa dg ha young,padahal di awal q dapat fell banget pas kyuhyun dekat dan akrab sebelum kemunculan ah young,tapi terima aja deh jiyeon cocok ama semua namja kece,kwkwkwk..

  4. ga nyangka banget ternyata kakeknya jiyi jahat banget ga heran kalo anak2nya jd suka berontak kayak gitu malah ikutan kejam juga :’)
    jiyi kasian bgt dia tau ah young suka sama kyu tp dia jg bingung gimana caranya buat berontak dari kakeknya semakin dia berontak orang2 yg disayanginnya malah diusir sama kakeknya :’)
    haee oppa ayo tolong uri jiyi kalian itu jodoooh aaaahh jadi esmosi.
    ditunggu kelanjutannya ^^

  5. Sumpah ya paraaaaahhhh
    Banget kakek_ny jiyi…😠😠😠
    Gak tobat”tuch aki”,,udah tua juga…ckckck
    Benet tuch saeng,,stuju sma pndapat
    Ineeyy eon,,q jiga lebih ke HaeJi shippet sbener_ny,,tpi gak tau knpa d ff nie kok hti kuuu lbih ke KyuYeon ya..hehrhe
    Mungkin karna dri awal dah mengira law nir bakal KyuYeon tnpa haeppa..Kkk
    Tpi q tetap dukung HaeJi kok…haha
    Ayo donk Haeppa lbih kras lgi brsaha…biar kmu bisa bersatu sma uri jiyi…😀😀😀
    Ayoooo jiiii kamu brontak dooooonk,,biar tau rasa tu aki”…😏😏😏
    Kamu pergi kek dri rumah itu,,atau apalah!!yang pnting tu aki”tobat,,and benar”merasakan rasa kehilangan…😎😎
    Neeeeeext saeeeeng eon tunggu ya,,
    O’y gambar”ny eon suka,,jdi namnah feel_ny…hehhe
    FAIGTHING…😃😃😃✊✊✊
    #HAPPY NEW YEARS 🎉🎉🎉🎉

    1. Huhu, kakeknya jiyeon emg minta disuntik mati tuh aki aki wkwkwk… salah ku jg sih yg terlalu bermurah hati sm momentnya kyuyeon diawal2 pdhl ujung2nya sama donghae. Berasa jd tukang php nih haha

  6. Jadi ini bukan kyuyoen sedikit kecewa sich.. Tapi keren sepertinnya ini akan jadi menarik.. Donghae dan jiyoen .. Kyuhyun dan ah young .. Sepertinnya kakek park beneran orang yg menakutkan.. Apa kekuatan cinta bisa mengalahkan kekuasaan.. Haha di tunggu cepeter selanjutnnya..

  7. Tuan park bner” jahat , licik ,, kyk monster,,, udh bnyak orang yg dia sakiti… Aq pengen tuan park tuh dpat karmanya deh, biar tuan park gk sllu nyuruh org buat ini itu n gk ngehancurin org lain se’enaknya aja… Sumpah jdi emosi bnget liat kelakuan tuan park,, aaaa trus moga aja pertunangan kyuhyun n jiyeon gagal,, biar mereka bersama org mereka cintai,, nextnya ya ^^

    1. Halo Febri, makasih udh baca ^^ iya, udh keliatan skrg sifat asli kakeknya. Ditunggu aja ya next chapnya. Maaf ini bakalan lebih lama dr biasanya soalnya aku lg sibuk ujian. Tp pasti aku bakalan lanjut kok. Sabar ya 🙂

  8. ahh trnyta bener2 haeji ya bukan kyuyeon ..
    okee gpp deh lagian donghae bener2 tulus dsini
    duh kakek nya bener2 kejamm . apa yg bakal dilakuin ma jiyeon nih kasian jiyeonn
    next dtunggu thor

    1. Iya, akhirnya jd haeji. Sempet mau bikin kyuyeon tp ga tau kenapa malah jd pengen bgt haeji hehe.. makasih udh baca. Mohon bersabar ya soalnya aku lg sibuk ujian jd blm sempet lanjut nulis. Ntr pas udh libur aku lanjutin lg kok 😀

  9. ya ampun jahat banget tuan park gk sadar dia kalo setelahnya ini dia akan mendapatkan balasannya dari jiyeon cucu nya sendiri
    berbuat baik tapi diiringi dengan niatan jahat ya percuma aja
    semuanya tersakiti dan harus ada yang berkorban untuk memperbaiki semuanya jadi lebih baik

  10. Akhirnya tanpa sengaja ah young jujur akan perasaannya, wah jiyeon tambah benci aja ama kakek park. Makin seru ceritanya. Next chapter

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s