Diposkan pada Chapters, KyuYeon (Kyuhyun Jiyeon)

SIXTH SENSE (Part 1)

1432821731678

Author : Cho Haneul
Title      : Sixth Sense
Genre   : Mystery, Horror, Drama
Type     : Chaptered

Cast :
– Jin Seyeon
– Cho Kyuhyun
– Park Jiyeon
– Lee Donghae
– Choi Siwon

__________________________________

_Sejeong Hospital, 07:01 PM, Seoul_

Kamar rawat itu nyaris hening. Yang terdengar hanyalah suara peralatan rumah sakit yang berguna untuk menyokong hidup sang pasien serta tarikan napas yang begitu berat dari gadis cantik yang tengah terbaring lemah di ranjang pesakitan. Beberapa menit kemudiann seorang pria bertubuh tinggi tegap dan berwajah tampan masuk kedalam kamar rawat. Choi Siwon, nama pria itu. Ia mengecup lembut dahi gadis yang tengah terbaring, tak lupa pula mengelus kepalanya lembut. Siwon duduk di kursi disisi ranjang adik perempuanya itu. Sudah dua hari adiknya terbaring koma di rumah sakit, tanpa ada kepastian kapan akan terjaga.

Siwon menggenggam lembut jemari adiknya. “Seyeon-ah, palli ireona! Kami semua menunggumu disini. Oppa tahu kau tidak akan setega itu untuk meninggalkan kami.” Ucap Siwon lembut. Inilah rutinitasnya selama dua hari belakangan. Setiap ada kesempatan ia selalu mengajak adiknya berbicara. Dengan begitu akan merangsang saraf adiknya agar segera sadar dari tidur yang berkepanjangan ini.

Setengah jam lamanya Siwon habiskan untuk mengobrol ringan dengan adiknya. Entah itu membicarakan soal film, novel atau kabar mengenai teman-teman Seyeon yang selalu silih berganti datang menjenguknya. Perbincangan satu arah itu terhenti kala Siwon merasakan pergerakan pada jemari yang sedang digenggamnya itu.

“Seyeon-ah? Kau sudah bangun? Apa kau mendengar oppa?” Siwon menatap adiknya antusias. Perlahan kedua mata yang sejak dua hari lalu terpejam rapat itu kini terbuka. Bibir Seyeon bergerak ingin berbicara, namun hanya erangan kecil yang bisa dikeluarkannya. Tubuhnya masih lemah. Dengan sigap Siwon langsung memencer tombol dismping ranjang untuk memanggil suster yang tengah berjaga.

 

*****

 

 

Seyeon mengerjapkan matanya, berusaha untuk menyesuaikan penglihatannya. Meskipun lampu kamar tidak terlalu terang , namun tetap saja terasa menyilaukan baginya. Mungkin karena sudah dua hari penuh ia berteman pada gelap. Gadis cantik itu bisa mendengar suara sang oppa yang berkali-kali mengucap syukur dan kemudian memanggil namanya. Seyeon menoleh kearah sang oppa. Ia hanya bisa mengerang lemah menandakan pada sang oppa bahwa ia telah sadar sepenuhnya.

Tapi tunggu…

Siapa gadis dibelakang oppanya itu?

Seyeon agak mengernyit. Gadis itu jelas bukan keluarga atau temannya, apalagi suster rumah sakit ini. Rambutnya yang panjang menutupi separuh wajahnya hingga menghalangi pandangan Seyeon pada wajah gadis itu. Apa gadis itu teman oppanya?

Ia baru saja hendak bertanya pada Siwon, sebelum akhirnya yeoja yang berdiri disudut ruangan itu menoleh sepenuhnya kearah Seyeon, menampakkan wajahya yang separuh hancur berlumuran darah, bibir yang sobek serta dua mata yang… oh tidak! Yeoja itu bahkan sudah tak memiliki mata. Aliran darah mengalir dari tempat kedua bola matanya yang telah dicongkel.

KYAAAAAAAA!

Seyeon tak kuasa menahan teriakannya.

 

 

*****

 

 

_Hansel & Gretel Café, 09:02 PM, Seoul_

Ting!

Suara lonceng pintu café terdengar seiring dengan masuknya seorang namja tampan dengan hoodie berwarna biru gelap yang membalut tubuh tegapnya serta tudung hoodie yang menutup kepalanya. Pria itu mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru café. Malam ini Hansel &  Gretel tidak seramai biasanya. Mungkin karena hujan yang tengah mengguyur kota sejak sejam yang lalu. Pandangannya lalu tertuju pada meja nomor 8 yang terletak dipojok café, bersebelahan dengan rak buku. Ia agak kecewa karena tempat langganannya itu telah diduduki oleh seorang wanita. Padahal ia sudah berencana akan mengerjakan skripsinya di meja itu.

Tak terlalu ambis pusing, pria itu pun melangkah menuju tempat pemesanan. Pria yang duduk didepan meja pemesanan langsung berdiri sambil tersenyum ramah. “Malam, Kyu.” Sapa pria pemilik café tersebut.

Kyuhyun tersenyum kecil. “Selamat malam, Yesung hyung. Pesan seperti biasa ya.” Ucap Kyuhyun seraya membenarkan letak tas laptop yang menggantung dibahu sebelah kirinya. Ia lalu menyerahkan beberapa lembar uang kepada Yesung.

“Ingin mengerjakan skripsi ya?”

“Ya, begitulah. Aku sedang berusaha untuk bisa lulus tepat waktu.”

“Ini croissant-nya. Moccalatte-nya akan kuantarkan ke mejamu. Di meja biasa, kan?”

Kyuhyun menggeleng. “Di meja 5 saja. Aku tak ingin menganggu yeoja itu.” jawab Kyuhyun dan kemudian beranjak setelah mengambil croissant miliknya. Yesung mengernyit bingung.  “ Yeoja? Yang mana? Mejanya kan kosong.” Gumam Yesung heran sambil melirik kearah meja nomor 8 yang biasa ditempati oleh hoobae-nya itu.

 

*****

 

 

ANDWAE! JAUHKAN DIA DARIKU! KAYO!!!”

“Ssst, tenang sayang. Tidak ada siapapun disana.” bisik Cho Yeonju lembut sembari mengusap-usap kepala anak bungsunya itu. Siwon menatap cemas kearah adiknya, lalu menoleh kearah dokter wanita yang merawat adiknya sejak tiba di rumah sakit ini.

“Dokter, ada apa dengan adikku? Sejak sadar dia sudah berteriak histeris seperti ini, seakan-akan ada hal menyeramkan yang tengah dilihatnya. Dia juga terus meracau soal wanita menyeramkan. Aku sama sekali tidak mengerti.” Siwon berkata dengan nada frustasi. Ia tidak tega melihat adiknya ketakutan seperti ini. Ia ingin membantu, namun ia tidak tahu apa yang menjadi sumber ketakutan adiknya. Siwon melirik kearah pojok kamar, posisi yang sejak tadi ditakutkan adiknya. Tidak ada apapun disana. Siwon kembali menatap iba kearah adiknya.

‘Apa yang kau takutkan?’

Dokter wanita itu juga tak kalah bingung. “Mungkin ini efek trauma kecelakaan itu. Bagaimanapun juga peristiwa itu pasti meninggalkan bekas dan trauma yang mendalam pada diri adikmu. Untuk sementara saya akan memberikannya obat penenang agar ia bisa beristirahat sebab kondisinya pasca sadar masih begitu lemah.

Seyeon menangis terisak. “Dia masih ada disana, eomma. Aku takut. Ia menatapku terus sejak tadi. Aku mau pulang.” Isak Seyeon. Sang ibu hanya bisa terus memeluknya erat sambil sesekali membisikkan kata-kata yang menenangkan untuk sang anak. Isakan itu baru berhenti kala cairan obat penenang telah mengalir didalam tubuhnya.

 

*****

 

 

Kyuhyun melangkah memasuki rumahnya. Suasana rumah sepi dan agak gelap karena beberapa lampu telah dimatikan. Pria itu melirik kearah jam dinding. Jam 1 lewat 12 menit dini hari. Ternyata sudah begitu larut, wajar jika rumahnya telah sepi karena orangtuanya pasti sedang tidur di kamar mereka. Kyuhyun berjalan menuju dapur, membuka kulkas dan langsung menenggak jus jeruk dari dalam botol. Pria itu langsung menoleh kearah pintu masuk dapur setelah mendengar suara langkah kaki.

“Kyu…kyuhyun-ah, kau belum tidur?” wanita paruh baya itu menatap Kyuhyun gugup. Suasana mendadak canggung. Kyuhyun menutup pintu kulkas setelah sebelumnya meletakkan kembali botol jus jeruk disana.

“Aku baru pulang dari café. Tadi mengerjakan skripsi disana.” Jawab Kyuhyun. Ia menatap wanita didepannya datar. “Ku pikir eomma sudah tidur.”

“Ibu terbangun karena haus.”

Dengan canggung Kim Hana berjalan menuju meja dapur guna untuk mengambil gelas. Kyuhyun menggeser tubuhnya sedikit. Ia menatap dalam kearah ibunya, sementara sang ibu menatap kearah taman rumah yang terlihat dari pintu kaca dapur. Kyuhyun menghela napas tanpa sadar. Ia lelah menghadapi ibunya yang selalu tampak ketakutan jika berdekatan dengannya. Seakan-akan dirinya membawa virus mematikan. Meski sang ibu selalu mengelak akan rasa takut itu, namun sekali melihat Kyuhyun langsung tahu jika ibunya selalu merasa tak nyaman dan takut jika berada dekat dirinya.

“Aku ke kamar dulu.” Pamit Kyuhyun dan kemudian beranjak pergi tanpa menunggu jawaban dari sang ibu.

Cahaya benderang menyinari kamar bernuansa biru itu setelah lampu dinyalakan. Kyuhyun meletakkan tas laptopnya diatas meja, lalu mengambil baju kaos dan celana kain untuk tidur. Dari pantulan cermin meja rias ia bisa melihat seorang gadis yang tengah duduk sambil menunduk diatas ranjangnya. Desahan napas kembali terdengar dari mulut Kyuhyun.

“Jadi kau sudah meninggal, eo? Kenapa mengikutiku sampai rumah?” tanya Kyuhyun kepada gadis yang tadi dilihatnya di café. Semenjak memiliki kekuatan untuk melihat arwah terkadang membuat pria berusia 24 tahun itu tak bisa membedakan yang mana manusia dan arwah. Karena arwah penasaran tidak selalu berwajah menyeramkan dan penuh darah. Bahkan tak sedikit yang bersikap selayaknya manusia normal. Contohnya hantu wanita muda yang ada dihadapan Kyuhyun ini. Wajahnya agak mirip dengan aktris Ha Ji Won. Ia juga mengenakan dress floral berwarna pink. Sama sekali tak tampak seperti arwah penasaran.

Hantu berwajah mirip Ha Ji Won untuk mendongak menatap Kyuhyun. “Aku butuh bantuanmu.” Ucapnya dengan suara parau yang membuat siapa saja yang mendengarnya akan merinding ketakutan, kecuali Kyuhyun tentunya. Ini bukan kali pertamanya mendengar suara seperti itu. Kyuhyun memijat dahinya. Inilah yang kerap dihindarinya jika bertemu arwah. Mereka pasti selalu meminta bantuannya.

“Kumohon…”

Kyuhyun menimbang-nimbang jawaban apa yang harus diberikan. Tapi pada akhirnya pria itu mengangguk pasrah. “Geure, apa yang bisa kulakukan?”

 

*****

 

5 Bulan Kemudian

_Kyunghee University, 07:25 PM, SEOUL_

Choi Seyeon berjalan menyusuri lorong kampusnya dengan terburu-buru. Malam memang belum terlalu larut, tapi gadis itu memang tidak pernah suka berada di kampus jika sudah sepi. Ah, tidak hanya di kampus. Tepatnya semenjak ia sadar dari komanya lima bulan lalu, gadis itu menjadi membenci segala macam tempat sepi. Pada dasarnya Seyeon bukanlah gadis yang penakut. Hanya saja keadaan berbeda sekarang. Seyeon benci tempat sepi dan gelap karena ia tahu bahwa disana ia tak pernah sendirian. Langkah kakinya semakin cepat. Dalam hati gadis itu memohon agar tak ada yang mengikutinya.

“Hiks hiks hiks…”

Tubuh Seyeon menegang. Suara tangisan itu terdengar begitu jelas. Sekuat tenaga Seyeon berusaha untuk tidak terpengaruh. Ia tidak boleh tampak mencolok didepan mereka. Di depan arwah-arwah penasaran itu. Lima bulan memang telah berlalu semenjak Seyeon sadar dari koma akibat kecelakaan yang nyaris merenggut nyawanya dan kemudian membuatnya akan kekuatan barunya. Bisa melihat arwah dan bahkan berkomunikasi dengan arwah-arwah tersebut. Ia stress bukan main pada saat itu. Bagaimana tidak, setiap saat ia selalu dapat melihat sosok-sosok menyeramkan yang selama ini hanya bisa ia bayangkan atau dilihatnya dilayar kaca. Minggu-minggu pertama Seyeon selalu bergantung pada obat penenang dari dokter. Belum lagi ibu dan kakak lelakinya yang tidak percaya bahwa ia memiliki kekuatan untuk melihat makhluk halus atau biasa yang disebut Sixth Sense. Ibunya bahkan sempat membawanya ke psikiater. Tentunya itu sempat membuat Seyeon marah dan kecewa. Ia bisa melihat arwah, bukan orang tidak waras!

Namun seiring waktu berjalan, ibu dan kakak laki-lakinya mempercayai kekuatan gadis itu meskipun hal semacam Sixth Sense masih menjadi hal yang jarang dan terdengar tak masuk akal. Sedikit demi sedikit Seyeon memang mulai bisa menerima kekuatan itu, tapi hingga detik ini ia masih tak sanggup jika harus melihat langsung makhluk-makhluk tak kasat mata itu.

Bruk!

Seyeon terduduk lemas dilantai koridor yang dingin. Matanya tertuju pada wanita yang tergantung didepannya. Wanita itu sudah mati. Yang Seyeon lihat adalah arwahnya. Mata hantu wanita itu menatap penuh marah kearah Seyeon, seakan Seyeon telah mengusik sosok itu. Bibir Seyeon bergetar. Ia ingin berteriak, namun sayang bibirnya terasa kelu dan tenggorokannya seakan tercekat. Gadis itu nyaris kehilangan kesadarannya, sebelum sebuah tangan kekar menariknya kedalam sebuah pelukan hangat.

“Hei, tenanglah. Ada aku disini. Jangan melihatnya lagi.” Bisik suara lembut itu ditelinga Seyeon. Seyeon mendongak menatap wajah sang penyelamat sekaligus kekasihnya, Lee Donghae. “Oppa…” gadis itu lalu membenamkan wajahnya ke dada Donghae. “Bawa aku pergi.” Pintanya begitu lirih. Tanpa banyak bicara Donghae memapah Seyeon dan membawa gadis itu pergi.

Donghae mendudukkan Seyeon di kursi depan mini market yang ada didepan kampus mereka. Kedua tangan Donghae menangkup pipi Seyeon. “Gwenchana?” tanyanya khawatir. Perlahan Seyeon mengangguk. Wajah gadis itu masih amat pucat dan peluh membasahi dahinya. Donghae mengusap pipi Seyeon lembut.

“Terima kasih karena sudah ada disana. Aku tidak tahu bagaimana jadinya jika oppa tidak ada disana tadi. Tapi kenapa oppa masih ada di kampus? Aku pikir setelah pertandingan basket oppa takkan kembali.”

“Tadi pagi kau bilang akan mencari jurnal di perpustakaan. Aku tahu pasti itu akan memakan waktu yang lama, dan aku tidak tenang membayangkan kau masih ada di kampus hingga malam hari.”

Seyeon menunduk dalam sembari memeluk tubuhnya sendiri. Alarm Donghae seakan berbunyi. Tanpa perlu bertanya ia sudah tahu apa yang membuat gadisnya tiba-tiba bungkam. Donghae mengenggam tangan Seyeon erat. “Kita pulang sekarang. Apapun yang kau lihat, abaikan saja. Kau hanya perlu melihatku, oke?” Donghae menatap gadisnya lembut yang dibalas anggukan oleh Seyeon.

Sosok pria berwajah pucat itu menatap kepergian Seyeon dan Donghae dalam diam. Sekilas dilihat memang wajahnya tidaklah menyeramkan, namun begitu pandangan dialihkan menuju perutnya maka seketika rasa mual dan jijik akan muncul kala melihat perut pria itu yang sobek dengan banyak bekas tusukan dan usus yang nyaris keluar dari tempatnya.

 

*****

 

 

_Kyunghee University, 02:45 PM, SEOUL_

“Ne, aku sedang di parkiran. Hah? Tunggu disini? Wae? Aku buru-buru oppa. Temanku sudah menunggu di café seberang.” Jiyeon mengernyit bingung mendengar permintaan Kyuhyun yang meminta atau lebih tepatnya memaksanya untuk tetap berada di parkiran hingga pria itu tiba disana. Mendengar nada suara Kyuhyun yang begitu serius dan tegang membuat gadis berparas cantik itu memutuskan untuk menurut dan tidak banyak bertanya. Jiyeon kemudian menjawab setelah menghela napas pelan. “Baiklah, aku menunggumu disini oppa.” Ucapnya.

Sambil menunggu Kyuhyun, Jiyeon membuka sosial media miliknya. Ia kemudian duduk dibangku taman tak jauh dari tempatnya berdiri tadi. Baru sebentar ia duduk, Jiyeon dikagetkan dengan suara dentuman yang cukup keras. Cukup keras hingga mampu mengalihkan perhatian orang-orang disana. Sontak Jiyeon langsung menoleh kearah jalan raya depan kampusnya, tempat suara berasal. Dari tempatnya Jiyeon bisa melihat kepulan asap. Beberapa mahasiswa berlari menuju lokasi kejadian.

“Ya Tuhan, ada kecelakaan!” Pekik salah seorang mahasiswi yang melintas dihadapannya.  Jiyeon membeku ditempatnya. Kecelakaan?

“Jiyeon!” Panggil Kyuhyun, membuat Jiyeon menoleh dan langsung berdiri. “Ada kecelakaan.” Ujar Jiyeon. Wajah Kyuhyun terlihat tenang, sama sekali tak tampak kaget seakan ia sudah tahu bahwa ini akan terjadi.

Tunggu!

Sikap Kyuhyun yang tiba-tiba memaksanya untuk menunggu kedatangan pria itu, seakan ia sedang mengulur waktu. Jiyeon menatap Kyuhyun. “Oppa mendapat penglihatan lagi?” tanyanya langsung. Jiyeon merutuki dirinya. Seharusnya ia tidak perlu merasa aneh karena sudah jelas apa yang membuat Kyuhyun yang selama ini bersikap tenang dan santai mendadak begitu serius bahkan terkesan panik.

Kyuhyun meraih jemari Jiyeon dan menggenggamnya. “Aku antar kau menemui temanmu.” Ucap pria itu tanpa repot menjawab pertanyaan Jiyeon. Kyuhyun memang selalu enggan jika membahas soal ‘penglihatan’ spesialnya itu.

Jiyeon memeluk lengan Kyuhyun, “Gomawo.” Bisik gadis itu pelan namun cukup untuk didengar Kyuhyun. Kyuhyun melirik sejenak kearah Jiyeon, lalu pria itu mengeratkan tautan jemari mereka. Kyuhyun bersyukur ia cepat memperingatkan kekasihnya itu, dan yang terutama sekalī lagi ia berhasil menyelamatkan nyawa kekasihnya. Yah, kejadian seperti ini memang bukan yang pertama kali. Entah apa yang terjadi pada dirinya jika ia terlambat memperingatkan Jiyeon. Kyuhyun bahkan tak sanggup membayangkan akan kehilangan satu-satunya orang yang ia percaya dan sudi berdekatan dengan dirinya tanpa ada rasa takut, bahkan disaat keluarganya sendiri menganggap dirinya aneh dan memilih untuk menjauh.

 

*****

 

 

Song Yerin menatap pria dihadapannya dengan nanar. Tanpa banyak bicara gadis itu berlalu pergi, namun baru beberapa langkah gadis itu berjalan ia menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya menghadap sang pria.

“Baiklah jika ini memang yang anda inginkan, tapi jangan kaget dengan apa yang bisa kulakukan. Selamat tinggal.” Song Yerin membungkuk sopan dan kali ini ia benar-benar berlalu meninggalkan sang pria termangu di tempatnya. Pria itu menatap Yerin dalam dengan tangan yang mengepal sempurna.

Dan keesokan paginya, Song Yerin benar-benar mengagetkan seisi kampus. Song Yerin ditemukan tergeletak bersimbah darah di lapangan kampus. Semua orang langsung berasumsi jika ia jatuh dari lantai atas gedung saat ditelisik dari kondisinya. Yang menjadi pertanyaan, apakah gadis itu sengaja menjatuhkan diri seperti yang dikatakan orang-orang atau ada yang sengaja mendorongnya hingga jatuh?

 

-To Be Continued-

Iklan

Penulis:

Just a simple girl who loves music, food and blue sky

23 tanggapan untuk “SIXTH SENSE (Part 1)

  1. Seru ceritanya, kyuhyun dan seyeon sama2 punya sixth sense.
    Tapi klo kita punya sixth sense pasti seram, dan menakutkan kaya yg seyeon alami 😖 .
    Jangan2 hantu yg buat seyeon takut pas pulang malam2 dari perpus itu hantunya yerin? tapi siapa laki2 yg udh buat yerin kaya gitu?
    Ditunggu kelanjutan ceritanya
    Semangat eonni, Fighting 🙌

    1. Makasih buat komennya. Yg di perpus itu bukan Yerin. Soalnya pas itu Yerin msh hidup hehe.. aku punya kenalan yg ada sixth sense, tp dia tipe kyu gitu yg woles aja pas liat hantu krn udh biasa haha.. kalo aku sih pasti udh pingsan 😂😁

      1. Sama2 eonni 😂, syukurlah ternyata itu bukan yerin.
        Klo eonni liat hantu kaya sixth sense aja bisa pingsan apalagi aku yang penakut kaya gini 😁😂. Ditunggu lanjutannya yaa eonni, penasaran banget soalnya 😉

  2. Part pertama nya pendek. Mash bingung ma jalan critanya. Seyon pcr nya d0nghae. Jiyeon pcr nya kyu. Trus hantu cewek yg marah itu siapa? Hantu cwok yg itu juga ngepain natap seyon ma d0nghae. Haduh, bnyak hantu. Dan ini genre h0r0r pertama yg aku coba baca.

    1. Hantu cewek dan cowok itu cuma hantu random yang kebetulan ketemu Seyeon. Alasan hantu cewek keliatan marah krn dia tahu seyeon bs liat dia. Yg aku tahu, ada beberapa hantu yg ga suka kalo dirinya terlihat sama org lain. Nah kalo yg cowok, dia sebenarnya mau minta tolong sama Seyeon. Krn dr beberapa film yg aku tonton. Kalo org yg sixth sense itu auranya terpancar dimata para hantu xD agak aneh sih, tp yg aku denger2 sih emg gitu.

  3. uyeeaah ff baru
    masih agak bingung sama alur ceritanya, apa yg kyu liat hantu perempuan itu yerin kali ya? wah dia mau minta tolong apa nih sama kyu haduuuh
    jiyi bakal cemburu ga ya sama hantu perempuan itu dan apa sih masalah yerin sampe bunuh diri aigoo masih penasaran dilanjuut yaa ^^

    1. Hantu perempuan yg diliat kyu bukan yerin. Kalo kamu perhatiin, yerin baru meninggal setelah lima bulan kyu ketemu hantu itu di cafe. Hantu yg minta tolong sama kyu itu cuma figuran doang kok haha

  4. Hantu cewe yg ngikutin kyu siapa?
    Wajah nya mirip ha jiwon kenapa aku malah kepikiran jin seyeon kkkk

    Seyeon – donghae
    Jiyeon – kyuhyun
    Mereka ga saling kenal ya? Tp kyk nya mereka ada kaitannya

    Ditunggu lanjutannya ^^

  5. tadi sempat mikir hantu yg dilihat kyuhyun itu jiyeon..ah syukurlah ternyata jiyeon manusia nyata..
    takutnya ntar jadi cinta beda dunia..

  6. …..untung bacanya di sekolah. Rame. Banyak orang. Okay. Hahahaha.. Sumpah yg jd fokus utama tuh cara kamu menggambarkan wujud sosok2 astral-nya. Yg ususnya tercerai lah, dsb. Gokil hahahaha.. Seperti biasa suka bgt sm diksi kamu dan disini Kyu dan Jiyeon langsung jd pasangan ya hahaha padahal tiap liat bacaan “hantu perempuan” udah panik takutnya itu Jiyeon😂

  7. Firasat sih yerim sepertinya dibunuh dengan seorang lelaki yg dia temui sebelumnya.
    Deabak ff ini horor dan misteri bgt. Bagaimana awalnya kyu bisa dpt kelebihan itu y???apa sama seperti seyeon karna kecelakaan?lalu gmn nasib roh yg minta tolong sama kyu y??hehe next ahh

  8. Dear all of my readers,
    aku punya kabar buruk 😦 aku ga bisa log in ke akun ini lagi lantaran aku ga nerima SMS verification code dari wordpress. aku udh ga tau lg harus gimana. Ini udah berlangsung selama 4 hari 😦 Sumpah, ini suck bgt! aku memulai akun ini udh dari 6 tahun lalu, dan tiba2 kehilangan akses gitu aja. pas minta bantuan dari team wordpress, mereka cuma kasi form pengaduan yg ga guna bgt!!! Skrg aku cuma berharap kalo ini ga permanent dan segera mungkin aku bisa akses akun ini lg. Jd untuk jaga2 aku bakalan posting ff di akun wattpad aja.

    https://www.wattpad.com/user/Kyula88

    Feel free to visit krn kalo akun WP ini ttp ga bisa diakses, aku bakalan posting lanjutan ff di wattpad aja. Mohon doanya supaya akun ku bs balik 😥

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s