Diposkan pada Chapters

The Bodyguard (Part 11)

1425994224260

Author : Cho Haneul
Title      : The Bodyguard
Genre   : Romance, Drama
Type     : Chaptered
Poster   : @shirlyuanaaa

Cast :
– Park Jiyeon
– Kim Yura (Kim Ah Young)
– Cho Kyuhyun
– Lee Donghae
– Lee Hyukjae
– Yunho

_________________________________________

_@Yeuido Park, 09.00 PM, Seoul_

Donghae berlari memasuki kawasan taman dekat apartemennya. Uap akibat udara Seoul yang begitu dingin mengepul dari mulutnya. Wajahnya terlihat cemas. Bagaimana tidak? Disaat pikirannya tengah tertuju pada proyeknya yang mengalami kendala dan juga nasib Jiyeon yang dipaksa bertunangan dengan Kyuhyun, ia mendapat pesan suara dari Jiyeon yang mengatakan bahwa gadis itu tengah menunggunya di taman. Dari nada suara gadis itu Donghae tahu jika Jiyeon sedang tidak baik-baik saja. Donghae makin panik saat melihat bahwa pesan suara itu dikirimkan 2 jam yang lalu. Tadi Ia memang sengaja mematikan ponselnya karena rapat.

Suasana taman masih cukup ramai meskipun sudah jam 9 malam. Mungkin karena ini malam minggu. Mata Donghae menelusuri tiap sudut taman demi menemukan kekasihnya. Hingga kemudian ia melihat sosok gadis yang tengah duduk di bangku yang langsung menghadap kearah pemadangan sungai Han di malam hari. Tanpa membuang-buang waktu lebih lama Donghae segera menghampiri gadis yang diyakininya adalah Jiyeon.

“Jiyeon?”

Gadis itu menoleh, dan langsung berlari memeluk Donghae erat. Donghae membalas pelukan itu. Perlahan namun pasti ia mendengar suara isakan yang begitu lirih, membuat Donghae semakin mengeratkan pelukannya.

tumblr_m3fan5THXG1rv2yo4o1_500

“Ku mohon bawa aku pergi dari sini. Jebal…” Pinta Jiyeon dengan sangat mengiba. Donghae mengurai pelukan mereka. Ditangkupnya wajah Jiyeon dengan kedua tangannya. Matanya langsung menatap sepasang manik mata yang tampak begitu putus asa tersebut. “Geure, ayo kita pergi ke tempat dimana mereka takkan menemukan kita.” Donghae berkata dengan lembut, lalu mengecup dahi Jiyeon.

 

*****

 

 

_@Park Jinyoung’s House, 09.10 PM, Seoul_

“BAGAIMANA BISA KALIAN KEHILANGAN CUCUKU, HAH?!” Park Jinyoung berteriak murka setelah sebelumnya sempat mengebrak meja hingga membuat Lee Hyuk Jae nyaris pingsan ditempat. Pria berkepribadian ramah itu rasanya ingin menangis saja kala melihat tatapan membunuh yang dilayangkan oleh si bos besar pada dirinya. Ia tahu bahwa ini akibat keteledorannya dan teman-temannya, tapi mana dia sangka bahwa Jiyeon akan kabur tepat sehari sebelum pesta pertunangan digelar.

Tuan Park menggeram marah. “Lacak Jiyeon melalui GPS ponselnya!”

Hyuk Jae menatap tuan Park takut. “Em… jogi… kami sudah melakukannya, tapi kami menemukan ponsel nona Jiyeon didalam tempat sampah. Sepertinya ia tahu jika kita memasang pelacak di ponselnya.” Ucap Hyuk Jae, dan pria itu sudah bersiap untuk kembali mendapat amukan dari tuan Park. Dalam hati ia menyiapkan beberapa patah kata terakhir yang akan ditulisnya dalam surat wasiat.

“Sial!” Kemarahan tuan Park semakin menjadi-jadi. “Dimana Kyuhyun?” tanyanya.

“Dia sedang dalam perjalanan kesini tuan.”

Tuan Park tampak berpikir sejenak, mengira-ngira dimana Jiyeon akan berlari. Kembali ketempat kedua orang tua angkatnya jelas tidak mungkin karena ia sudah menyingkirkan mereka dari Korea. Teman? Sejauh ini cucunya itu tak memiliki teman dekat. Tiba-tiba Park Jinyoung tersentak.  ‘Pasti Lee Donghae… yah, siapa lagi selain si brengsek itu…’

“Segera temukan Lee Donghae! Aku yakin jika Jiyeon sedang bersama si brengsek itu.”

Hyuk Jae menunduk sopan. “Ye, tuan. Saya permisi.”

Kedua tangan Park Jinyoung mengepal sempurna. Lee Donghae benar-benar sudah menyalakan api peperangan, dan kali ini ia bersumpah bahwa ia takkan melepaskan Lee Donghae begitu saja. Pria itu harus hancur ditangannya.

Pintu ruang kerjanya yang diketuk mengalihkan perhatian pria tua itu. “Masuk.” Ujarnya. Pintu dibuka dan menampakkan Yunho yang menunduk sopan sebelum melangkahkan kakinya masuk lebih dalam ke ruang kerja Park Jinyoung yang mewah. Park Jinyoung menatap Yunho sinis, hal yang selalu ia lakukan jika bertemu dengan anak angkat putra sulungnya itu.

“Ada perlu apa?” Tanya Park Jinyoung dingin.

“Saya dengar jika Jiyeon kabur. Ah, tapi saya kesini bukan untuk membicarakan Jiyeon, tapi ini tentang Kyuhyun dan gadis yang bernama Ah Young itu.”

Park Jinyoung mengernyit. “Maksudmu?”

“Saya rasa Kyuhyun dan Ah Young memiliki hubungan yang spesial. Apa anda tahu jika Kyuhyun selalu menemui Ah Young di rumah sakit secara diam-diam? Dan Kyuhyun bahkan rela mengeluarkan uang banyak hanya untuk menebus Ah Young dari ayah tirinya yang akan membawa gadis itu.” Meski eskpresi wajah Yunho tampak dingin, namun didalam hatinya pria itu sedang berpesta pora. Ia menikmati saat-saat melihat ekspresi marah Park Jinyoung, pria yang selama ini selalu merendahkan dirinya.

“Ayah gadis itu di Seoul?”

Ne. Ia berniat hendak membawa Ah Young kembali, tapi Kyuhyun mencegahnya dan bahkan memberikan sejumlah uang yang besar agar Ah Young tidak dibawa pergi. Kyuhyun memang selalu mengelak mengenai perasaannya pada Ah Young, tapi sebagai sesama pria anda pasti bisa mengerti kan apa artinya? Seorang pria tak mungkin menemui seorang gadis yang sama terus menerus dan bahkan begitu melindunginya jika pria tersebut tidak menyukai si gadis. Ku dengar Kyuhyun juga selalu mencegah niat anda untuk menyingkirkan Ah Young. Kurasa semua perkataanku bukan hanya hipotesis belaka.”

Tuan Park menatap Yunho tajam. “Seberapa banyak yang kau tahu?”

Yunho hanya tersenyum misterius sebagai jawaban.

 

*****

 

 

Jiyeon mengamati tangan Donghae yang mengenggam tangannya erat. Gadis itu tersenyum kecil. Ia merasa telah mengambil keputusan yang tepat dengan kabur dari rumah kakeknya. Ia takkan sanggup untuk bertatap muka dengan sumber kemalangan dirinya. Yah, jika bukan karena kakeknya, hidup Jiyeon pasti akan jauh lebih baik daripada ini. Gadis itu melirik Donghae, dan seketika rasa bersalah langsung menyelimuti hatinya. Karena dirinya Donghae harus ikut terlibat dalam permainan kakeknya. Andai jika mereka tak pernah bertemu, Donghae pasti masih menjalani kehidupannya yang normal.

“Apa yang sedang kau pikirkan?”

Jiyeon menoleh kearah Donghae, lalu tersenyum kecil. “Hanya berpikir kemana kau akan membawaku.”

Donghae tertawa kecil. “Bukankah kau bilang tak masalah kemana aku akan membawamu? Apa kau berubah pikiran sekarang?”

Jiyeon langsung menggeleng. “Aniya. Aku tak masalah pergi kemana pun asal bersamamu. Aku percaya padamu.” Jawab Jiyeon. “Aku hanya penasaran saja sebab kita sudah keluar dari Seoul.”

“Kita akan ke vila peninggalan ibuku. Tidak ada yang tahu soal vila itu selain aku, dan mendiang kedua orangtuaku. Jadi, bukankah itu tempat yang cocok untuk buronan seperti kita?” Donghae tersenyum jahil, membuat Jiyeon terkekeh geli. “Yak, memangnya kita ini penjahat, apa?” Ujar Jiyeon. Donghae mengangguk. “Ya, kita memang penjahat. Penjahat cinta… hahahaha…”

Tawa keduanya meledak. Donghae memang selalu tahu kapan saat yang tepat untuk mengeluarkan gurauan konyol miliknya itu.

 

*****

 

_@Park Jinyoung’s House, 9:45 PM, Seoul_

Kyuhyun diam, membiarkan tuan Park melampiaskan kemarahannya dengan memukul dirinya dengan tongkat kayu milik pria itu. Kyuhyun diam karena ia sudah terbiasa. Sejak dulu tuan Park mendidik Kyuhyun dengan sangat tegas dan keras. Sekali berbuat salah, maka pukulan tongkat sudah menantinya. Hanya mereka berdua yang tahu soal ini, sebab tuan Park selalu memukulnya jika sedang tidak ada orang lain yang melihat. Kyuhyun terlalu malas untuk menceritakannya pada orang lain, sementara itu dengan apiknya tuan Park bisa menutupi perlakuannya selama belasan tahun.

Sudah bertahun-tahun lamanya Kyuhyun tidak pernah menerima hukuman seperti ini. Terakhir kali adalah saat ia masih duduk di bangku sekolah menengah atas. Saat itu Kyuhyun amat tertarik dengan musik dan secara diam-diam mengunakan uang sakunya untuk les piano dan vocal. Akibatnya pria itu tidak serius mempelajari bisnis sehingga membuat tuan Park begitu murka dan memukulnya dengan tongkat sebagai hukuman. Kali ini Kyuhyun kembali harus merasakan sakit akibat pukulan bertubi-tubi dibadannya.

“Bukankah sudah kutekankan padamu untuk menjaga dan mengawasi Jiyeon?!” Seru tuan Park marah. Pria itu kembali mengayunkan tongkatnya. “Yang harus kau perhatikan adalah cucuku, bukan gadis sialan itu! Kau harusnya sadar diri akan posisimu. Kau bukan dalam keadaan yang bisa menentangku. Kau harus tunduk pada perintahku! Tentunya kau takkan lupa kan siapa yang telah membawamu ke kehidupan yang lebih baik?” Park Jinyoung menatap Kyuhyun penuh intimidasi. Kyuhyun hanya menunduk diam. “Alasan kau ada disini adalah karena cucuku. Dan sekarang kau ingin lepas tanggung jawab? Tidak bisa! Kau tetap harus menikah dengan Jiyeon. Jadi kuminta secara baik-baik agar kau meninggalkan Ah Young. Ku dengar ayahnya bahkan sudah datang menjemputnya. Kenapa tidak kita biarkan saja ia kembali pada ayahnya? Toh, pria itu lebih berhak atas Ah Young.”

Park Jinyoung duduk disofa ruang kerjanya masih dengan tatapan tajam yang terus tertuju pada Kyuhyun. “Cari Jiyeon sampai ketemu! Dan segera setelah Jiyeon ditemukan aku akan segera melangsungkan pesta pertunangan disusul dengan pesta pernikahan.”

tumblr_ne3nkkPH5k1rpeqqvo3_500

 

Kyuhyun keluar dari ruang kerja tuan Park dengan langkah gontai. Suasana hatinya begitu buruk. Setiap kali tuan Park mengungkit mengenai jasanya yang telah mengadopsi Kyuhyun selalu berhasil membuat Kyuhyun dilemma hingga pada akhirnya ia terpaksa melakukan sesuatu yang bertentangan dengan keinginan hatinya. Apa kali ini juga akan seperti itu?

 

*****

 

_@Donghae’s Villa, 12:02 am_

“Wah, vilanya bagus sekali.” Jiyeon berdecak kagum memandangi vila dihadapannya.

“Tunggu sampai matahari terbit nanti. Kau akan lebih terpesona dengan pemandangan alam yang indah. Disana-“ Tunjuk Donghae sembari tersenyum. “—kau bisa melihat matahari terbenam dan juga hamparan laut yang indah.” Ucap Donghae.

Mata Jiyeon membelalak. “Jinjja? Langsung menghadap laut? Wah, neomu daebak!” seru gadis itu antusias. Donghae tersenyum senang seraya mengusap kepala Jiyeon lembut. Ja, ayo kita masuk. Vilanya tidak terlalu besar karena memang hanya diperuntukkan untuk keluarga kecil kami dulu.”

Vila milik Donghae memang tidak besar, persis seperti yang pria itu katakan. Hanya terdiri dari dua kamar berukuran sedang dengan masing-masing terdapat satu kamar mandi didalamnya, sebuah ruang keluarga yang langsung tergabung dengan dapur kecil, serta satu toilet di pojok ruangan. Ada rak buku yang dipenuhi dengan berbagai macam jenis buku terletak di ruang keluarga. Sepertinya keluarga Donghae gemar membaca. Ah, dan juga ada perapian disana. Jadi meskipun tergolong kecil, tapi villa ini cukup lengkap. Jiyeon begitu suka dengan interiornya yang serba kayu dan memakai warna coklat sebagai warna utama sehingga menampilkan kesan hangat yang begitu cocok dengan cuaca dingin seperti sekarang ini.

“Vilanya sangat bagus.” Puji Jiyeon tulus. “Apa orangtuamu yang mendesain ini semua?” tanyanya.

“Ya. Mendiang ayahku seorang arsitek, jadi dia yang banyak andil dalam villa ini. Ibuku lebih fokus pada tatanan taman. Dia sangat suka berkebun. Besok pagi akan kutunjukkan koleksi tanaman ibuku.”

“Masih ada?” tanya gadis itu kaget. Donghae tertawa. “Aku membayar orang untuk menjaga serta merawat villa ini beserta taman dan kebun kecil milik ibuku. Orangnya tinggal didekat sini. Besok pagi pasti akan bertemu.”

“Ah, tentu saja ada yang menjaga. Bodohnya aku.” Jiyeon tertawa kecil. Pantas saja vila ini dalam keadaan begitu rapi dan bersih seperti ada yang tinggal didalamnya. Pandangan mata Jiyeon kembali menyusuri sekeliling ruangan, lalu terpaku pada foto keluarga yang ditempel di dinding. Gadis itu tersenyum melihatnya. Donghae tampak muda sekali disana. Mungkin itu saat ia masih berumur 15 tahun.

“Kau bisa tidur disini, Ji.”

Jiyeon menoleh dan melihat Donghae berdiri didepan pintu kamar yang terbuka. Gadis itu berjalan mendekat. “Terima kasih.” Ucap Jiyeon. Donghae tidak menjawab, melainkan menarik Jiyeon kedalam pelukan hangatnya. “Apapun yang terjadi aku takkan melepaskanmu, kecuali kau yang memintaku untuk pergi.” Bisik Donghae lirih.

Jiyeon tertegun, namun sedetik kemudian ia tersenyum manis. “Aku takkan memintamu untuk melakukan itu.”

“Keputusan yang bijak sayang.”

tumblr_mbqvplMtFB1rx2wsno1_500

 

*****

 

“Aku bahkan tidak tahu dimana keberadaan ayah dan ibu sekarang. Mereka seperti hilang ditelan bumi.” Jiyeon berkata pelan. Donghae mengeratkan pelukannya. Sesekali ia akan mengecup puncak kepala Jiyeon, berusaha untuk memberikan semangat pada gadis itu. Jiyeon mengusap lengan Donghae yang melingkari tubuhnya. “Oppa tahu, saat ini aku benar-benar merasa sedih dan kecewa. Seumur hidup aku tak pernah merasa sesedih dan sekecewa ini, bahkan tidak disaat aku tahu jika aku bukan anak dari ayah dan ibu yang selama belasan tahun ini merawatku, karena setidaknya aku tahu bahwa rasa sayang yang selama ini mereka curahkan kepadaku tulus, bukan karena ada maksud tertentu. Aku tidak bisa membayangkan betapa memderitanya mendiang kedua orangtuaku atas perlakuan kakek pada mereka selama ini. Dan juga kau…”

Dahi Donghae berkerut bingung. Pria itu agak memajukan kepalanya dan menunduk agar bisa melihat wajah Jiyeon. Jiyeon pun menoleh kearah kanan dengan agak sedikit mendongak hingga bisa menatap wajah teduh kekasihnya itu yang tengah memeluknya dari belakang. “Maaf karena sudah menyeretmu dalam masalah ini. Aku tahu apa yang telah dilakukan kakek pada perusahaanmu. Aku kesal pada diriku sendiri yang tidak bisa melakukan apapun untuk memperbaiki keadaan.” Ucap Jiyeon sedih.

“Jangan berkata seperti itu. Aku sama sekali tidak menyesal bertemu denganmu dan terlibat dalam ini semua. Soal perusahaan kau tidak perlu cemas. Aku dan Woo Bin akan segera mengatasinya. Kami hanya butuh sedikit waktu.”

Keduanya lalu terdiam, membiarkan keheningan menyelimuti mereka. Bukan keheningan yang hampa, justru keheningan ini menciptakan momen yang intim dan semakin mendekatkan mereka. Donghae menatap api yang berkobar diperapian dengan pandangan kosong. “Entah apa yang ada dipikiran kakekmu itu.” Gumamnya.

Jiyeon menghela napas. “Takkan pernah ada yang bisa menebak isi kepalanya. Bahkan aku yang selama ini mengira telah mengenal kakek dengan baik, ternyata malah sama sekali tak tahu apapun. Aku sudah ditipu mentah-mentah oleh sosoknya yang tampak begitu bijaksana, lembut dan perhatian. Keunde, apapun yang ada dipikirannya, kuharap bukan rencana untuk menghancurkan kehidupan kita.” Harap Jiyeon, meskipun ia sebenarnya tak yakin jika itu tak terlintas dalam pikiran rumit Park Jinyoung.

 

*****

 

Matahari mulai meninggi, meskipun sinarnya tidak terlalu benderang lantaran langit yang masih ditutupi awan. Salju-salju yang semalam menutupi jalanan sudah mulai mencair. Ah Young menikmati udara pagi yang begitu segar dan dingin dari jendela kamarnya. Hari ini ia akan keluar dari rumah sakit, dan hari ini juga pesta pertunangan Jiyeon dan Kyuhyun akan diselenggarakan. Ah Young bingung. Setelah ini ia harus bagaimana? Apa tetap nekat tinggal di rumah tuan Park atau memilih untuk pergi menjauh.

Pintu kamar rawat Ah Young dibuka dari luar. Gadis itu langsung membalikkan tubuhnya menghadap pintu. Ia sudah bersiap untuk menyapa dokter ataupun suster yang biasa memberikan kunjungan pagi. Namun ekspresi gadis itu mendadak tegang kala mendapati tuan Park dan asisten setianya, Gu Jun Pyo, tengah berdiri didepan pintu. Tatapan tuan Park begitu menusuk, membuat Ah Young sontak langsung menunduk dalam. Kedua tangan gadis itu saling bertautan dan saling meremas guna untuk menghilangkan rasa gugup.

Tuan Park duduk di sofa yang tersedia disana, sedangkan Jun Pyo setia berdiri disebelah tuannya. “Duduk!” perintah tuan Park.

Ah Young sempat tersentak kaget, namun tetap menuruti perintah pria itu untuk duduk dihadapannya. Takut-takut Ah Young mengangkat kepalanya. Kedua manik matanya bertemu pandang dengan kedua manik mata hitam milik Park Jinyoung.

“Ku dengar hari ini kau sudah boleh pulang.” Park Jinyoun membuka percakapan. “Langsung saja kalau begitu.” Park Jinyoung melirik sekilas kearah Jun Pyo. Asistennya itu langsung meletakkan sebuah amplop coklat diatas meja. Ah Young melirik amplop tersebut sebelum Park Jinyoung mendorong amplop tersebut kearahnya. “Di dalamnya ada sejumlah uang dan buku tabungan. Sesuai janjiku, aku tetap membayar jasamu selama menjadi Jiyeon. Dan dengan uang itu aku ingin kau pergi menjauh dari Seoul. Tinggal sebutkan kau ingin pergi kemana, maka orang-orangku akan mengurus semuanya.”

Ah Young menatap Park Jinyoung dengan rasa kecewa yang tak bisa ditutupi. “Kenapa anda seperti ini?” tanya gadis itu lirih.

Park Jiyoung menatap Ah Young dingin. “Karena ini adalah diriku yang sebenarnya. Aku tak ingin kau menghancurkan semua rencanaku. Jauhi Kyuhyun dan Jiyeon, maka kupastikan jika hidupmu akan tenang dan bahagia.”

“Bahagia? Bagaimana definisi bahagia menurut anda? Apakah semata-mata hanya dengan materi?”

“Tentu saja! Apalagi yang lebih membahagiakan daripada memiliki uang yang banyak? Jangan sok suci Kim Ah Young-ssi. Kau juga rela menjadi orang lain karena materi kan?” Park Jinyoung tertawa sinis. “Kau harus pergi sejauh mungkin sebelum Kyuhyun datang.”

Pintu ruang rawat tertutup rapat, meninggalkan Ah Young yang masih duduk termangu ditempat semula. Gadis itu menatap kosong kearah amplop coklat tersebut. Secara perlahan tangannya menggapai amplop, lalu membukanya. Tuan Park tidak main-main. Nominal uang didalamnya besar sekali. Seumur hidup Ah Young tak pernah memegang uang sebanyak itu. Mata gadis itu berair dan sedetik kemudian butiran air mata jatuh membasahi lembaran uang yang berada dipangkuannya.

“Ternyata aku memang serendah itu dimata mereka…”

685b4ff7d12165c3fe4ffa20058b8cec

 

*****

 

Langkah Kyuhyun tampak tergesa, bahkan pria itu berlari-lari kecil menyusuri lorong rumah sakit. Niatnya tadi ingin memjemput Ah Young, akan tetapi yang ia dapati adalah kamar rawat Ah Young yang kosong. Kyuhyun meremas amplop ditangannya dengan geram. Ia tahu ini pasti kerjaan tuan Park. Kyuhyun nyaris menyerah sebelum akhirnya ia melihat sosok itu. Kim Ah Young, tengah duduk termenung di taman rumah sakit. Ia sudah tidak mengenakan pakaian pasien lagi.

“Kau disini…”

Ah Young menoleh. “Kyuhyun oppa.” Ucapnya terkejut.

Kyuhyun menarik tangan Ah Young. “Ayo pulang.” Ajaknya, namun Ah Young buru-buru menahan pria itu. “Andwae! Aku tidak bisa kembali kesana karena… tuan Park tidak suka dengan kehadiranku. Dia…” perkataan Ah Young terhenti kala matanya melihat amplop yang sudah remuk ditangan Kyuhyun yang bebas. Kyuhyun ikut melirik tangannya. “Siapa bilang kau akan kembali ke rumah itu?”

“Lalu?” Ah Young tampak bingung, tapi Kyuhyun tidak memberikan penjelasan lebih lanjut. Pria itu malah menarik Ah Young untuk ikut bersamanya. Diam-diam Ah Young berkali-kali melirik wajah tampan Kyuhyun dan tangan mereka yang saling bertautan. Seulas senyum muncul diwajah Ah Young yang masih tampak agak pucat.

 

*****

 

tumblr_n8e6m6NYX31qbtf5qo2_500

Sudah satu jam lamanya Donghae memandangi wajah Jiyeon yang sedang tertidur pulas. Semalam mereka memang begadang, jadi wajar jika gadisnya itu masih terlelap meskipun matahari sudah meninggi. Donghae menyingkirkan helaian rambut yang menutupi wajah Jiyeon. Merasa terusik, gadis itu pun terbangun.

Omo, oppa!” pekiknya kaget dan langsung menutupi wajahnya dengan selimut. Donghae tertawa melihat tingkah lucu kekasihnya itu. Ditariknya selimut yang menutupi wajah Jiyeon. “Wae ire? Hanya ada aku. Tak perlu malu.”

“Justru karena ada oppa makanya aku malu. Wajahku pasti jelek sekali.”

Donghae tertawa. “Memang. Kau bahkan berliur.”

MWO?!” Dengan panik Jiyeon langsung melesat ke kamar mandi. Namun sesaat kemudian gadis itu berseru kesal karena ternyata ia tengah dipermainkan oleh Donghae. “OPPA KAU MENYEBALKAN!” Jiyeon bersidekap sembari mengerucutkan bibirnya. Donghae mengacak rambut gadis itu. “Kalau tidak begitu kau takkan mau beranjak dari tempat tidur. Ini sudah hampir siang. Ayo sarapan, setelah itu kita jalan-jalan disekitar sini. Kau bilang ingin melihat pemandangan disini, kan?”

Ne! Beri aku waktu sepuluh menit untuk mandi dan bersiap-siap.”

Donghae mengernyit. “Kau yakin 10 menit cukup? Biasanya wanita paling tidak membutuhkan waktu 30 menit.”

“10 menit sudah lebih dari cukup kok.” Ucap Jiyeon.

“Terjamin bersih tidak? Aku kok tidak yakin ya. Aww!” Donghae mengusap lengannya yang baru saja mendapat cubitan ala capitan kepiting dari Jiyeon. Jiyeon menjulurkan lidahnya dan dengan santainya melenggang masuk kedalam kamar mandi.

 

 

*****

 

 

“Mulai hari ini kau tinggal disini. Semua barangmu juga sudah dipindahkan kesini.” Ujar Kyuhyun seraya meletakkan bungkusan makanan yang tadi dibelinya diatas meja. Pria itu kemudian mengantar Ah Young menuju kamar yang akan gadis itu tempati. Ah Young mengamati sekeliling apartemen mewah ini.

“Ini apartemenmu?” tanya gadis itu basa-basi.

Kyuhyun mengangguk. “Ya. Kau bisa tenang tinggal disini. Apartemen ini tidak ada sangkut pautnya dengan tuan Park. Dan ini kamarmu.” Kyuhyun membuka pintu berwarna putih, menampakkan ruangan berukuran sedang dengan satu set tempat tidur, dua nakas, satu buah lemari dan sebuah meja rias yang berwarna hitam pekat, sementara dinding, langit-langit, gorden, seprai, hingga karpet bulunya berwarna putih bersih. Perpaduan yang sempurna.

Ah Young melihat dua buah koper besar disudut kamar. Barang-barangnya memang sudah dipindahkan disini. Bahkan boneka kelinci berwarna putih bersih hadiah dari Jiyeon juga tampak duduk manis diranjang.

“Kyuhyun oppa.” Panggil Ah Young sebelum Kyuhyun keluar dari kamar. Kyuhyun menoleh. Ah Young menatap pria itu intens. “Kenapa kau melakukan ini semua? Kau sadar kan jika kau sedang menentang perintah kakekmu? Aku tidak ingin kau mendapat masalah. Apalagi hari ini adalah hari pertunanganmu dengan Jiyeon. Harusnya kau sedang menyiapkan diri untuk acara nanti bukannya malah –“

“Pesta batal. Jiyeon kabur dari rumah.”

Ne? Kabur? Tapi… tapi kenapa?”

Kyuhyun diam sejenak. Pandangan matanya tampak kosong. “Ia hanya mengikuti kata hatinya dan berusaha untuk meraih sendiri kebahagiannya.”

 

*****

 

Kyuhyun membuka bungkusan makanan yang tadi dibelinya dan menatanya diatas meja makan, sementara Ah Young masih membereskan barang-barangnya di kamar. Kyuhyun menghela napas. Kedua tangannya bertumpu diatas meja. Sekelebat ingatan percakapannya dengan Jiyeon dan Hyukjae muncul dipikirannya.

“Karena aku sadar bahwa hanya diriku yang bisa mewujudkan kebahagiaanku sendiri. Semuanya berada ditanganku, bukan tangan orang lain. Dan sekarang aku hanya berusaha untuk meraih kebahagiaanku sendiri. Hidup ini cuma sekali oppa. Jadi selagi masih ada kesempatan aku akan berusaha semampuku untuk bahagia agar tak ada penyesalan di akhir. Dan kurasa kau juga harus melakukan hal yang sama. Kakek memang berjasa besar pada hidupmu, tapi bukan berarti ia bebas mengatur hidupmu. Kau bukan bonekanya, oppa.”                          

 

“Berhenti memaksakan dirimu untuk melakukan sesuatu yang tak kau inginkan. Sudah saatnya kau juga menyuarakan keinginanmu dan berjuang untuk meraihnya. Ini hidupmu. Kau bebas memilih apapun.”

 

Jiyeon dan Hyukjae benar. Ia harus berjuang untuk meraih kebahagiannya. Karena jika bukan dirinya, maka siapa lagi yang bisa diharapkan? Kyuhyun menoleh, dan langsung mendapati Ah Young yang tengah menatapnya. Kyuhyun balas menatap gadis itu dengan intens. Tanpa disadarinya ia tengah berjuang agar Ah Young tidak hilang dari pandangannya. Apa ini termasuk dengan memperjuangkan keinginannya? Apa ini berarti jika gadis yang ada dihadapannya ini adalah sumber kebahagiaannya?

 

*****

 

Kesibukan kecil tampak terlihat didapur mini villa. Jiyeon dan Donghae memutuskan untuk memasak makan siang mereka setelah pulang dari berjalan-jalan tadi gara-gara Jiyeon yang terlalu bersemangat melihat pasar tradisional yang menjual ikan serta sayuran segar. Donghae yang ternyata lumayan bisa memasak turut antusias dengan ide Jiyeon. Jadilah keduanya memasak sekarang.

“Segini cukup?” tanya Donghae saat akan memasukkan sesendok bumbu dapur kedalam panci yang mengepulkan uap. “Ne, itu cukup. Wah, oppa ternyata serius saat bilang bisa masak. Aku pikir hanya bercanda.”

“Bertahun-tahun tinggal sendirian membuatku tanpa sadar jadi sering memasak sendiri. Aku termasuk pemilih dalam soal makanan, makanya aku lebih memilih memasak daripada membeli makanan jadi.”

“Haha, aku makin cinta kalau begini.” Goda Jiyeon yang sukses membuat Donghae tersipu. Sejahil apapun Donghae, pria itu masih akan tersipu jika Jiyeon sudah mengeluarkan aegyo dan gombalannya. Lagipula pria mana yang sanggup bertahan dari pesona seorang Park Jiyeon?

Keduanya makan dengan begitu lahap. Ini pertama kalinya mereka masak bersama-sama, jadi makan siang kali ini terasa begitu spesial. Sesekali keduanya akan tertawa kecil akibat candaan yang saling mereka lontarkan. Untuk sejenak keduanya melupakan masalah pelik yang tengah merundung kehidupan mereka dan bersikap layaknya pasangan normal lainnya, begitu bahagia dan tanpa masalah. Meskipun begitu keduanya sadar bahwa mereka tak bisa terus menerus bersembunyi. Cepat atau lambat mereka harus menghadapi tuan Park secara langsung. Tapi untuk sekarang, biarkan momen ini jadi milik mereka. Hanya mereka…

 

*****

 

_@XXHolic Club, 10:45 PM_

“Sial! Seharusnya aku minta lebih banyak pada pria itu!” Hwang Tae Jun melempar kaleng sojunya yang kosong ke tempat sampah. Dengan langkah sempoyongan pria itu meninggalkan hingar bingar bar tempatnya biasa menghabiskan malam dengan minum, berjudi dan bermain wanita. Pria itu tengah dirundung masalah. Ia telah ditipu mentah-mentah oleh temannya yang menawarkan investasi dengan keuntungan yang melimpah padanya. Tae Jun yang serakah dan bodoh itu tanpa pikir panjang langsung menyerahkan sisa uang yang didapat dari Kyuhyun kepada temannya tanpa mencari tahu lebih jauh mengenai investasi yang ditawarkan. Di pikirannya sudah terbayang ratusan juta won yang akan ia dapatkan dari hasil investasi. Pria bodoh itu bahkan sudah membuat daftar barang-barang apa saja yang akan ia beli. Tapi sekarang impiannya hancur. Uangnya lenyap dan Tae Jun bahkan tidak tahu dimana keberadaan temannya itu.

Sekarang ia kembali menjadi gembel tanpa uang sepeser pun. Beruntung ia sudah melunasi hutangnya pada Oh Han Sol, rentenir yang terkenal begitu kejam, hingga ia tidak perlu takut akan mati konyol ditangan anak buah Han Sol yang berbadan layaknya algojo.

Langkah pria itu terhenti begitu melihat beberapa pria berjas hitam berdiri dihadapannya. Tae Jun panik. Siapa lagi orang-orang ini? Bukankah dirinya sudah melunasi hutang dengan Oh Han Sol?

“Hwang Tae Jun-ssi?”

“Siapa kalian?! Aku sudah melunas hutangku. Jangan ganggu aku lagi!”

Pria dihadapannya tersenyum kecil. “Saya bukan penagih hutang. Perkenalkan nama saya Gu Jun Pyo. Ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda. Saya yakin anda akan tertarik dengan tawaran yang akan kami berikan.”

 

-To Be Continued-                                                                                                                                      

Iklan

Penulis:

Just a simple girl who loves music, food and blue sky

27 tanggapan untuk “The Bodyguard (Part 11)

  1. Cieeeeee haejiiiii romantis bener deh ah
    Berasa pasangan yg baru nikah lagi honeymoon aja nih
    Haeji melupakan sejenak permasalahan mereka dan menikmati moment berdua mereka nih

    Tp kyuhyun dan ah young seperti masih agak susah ya
    Kakek park pasti manfaatin appa tirinya ah young buat misahin ah young dr kyuhyun
    Ckckxk Tuan Park kapan tobat nya ya

    Tp yg bikin khawatir haeji sekarang lagi seneng berduaan, ngeri nya bentar lagi Tuan park juga bakal bertindak nih

    Haduhhhhh kepo kumat nih
    Update soon ya

    1. Hoho, aku jg pas nulis malah mikirin adegan honeymoon wkwkwk xD nyaris lupa kalo blm sah mereka itu. Tuan park kyknya ga bakalan tobat deh, tp semoga aja dia msh ada hati nurani. Makasih ngikutin ff ini dr awal smpe skrg. Semoga ga bosen ya ama cerita ini

    1. Iy nih, serumit pikiran aku xD pdhl niatnya ga mau bikin cerita yg berat loh. Tp ternyata mood aku yg gaje ini malah bikin ceritanya jd kyk gini. Makasih banyak buat komennya ^^

  2. 0h please biarkan jiyeon dan d0nghae bhagia. Kyu dan ahyoung juga bhagia. Aku dukung 2 c0uple ini. Jiyeon dan d0nghae yg sama2 ceria, suka bergurau. Dan kyu juga ahyoung yg serasi. Pengen liat dmana mereka berempat bersama menghadapi kakek park. Pasti kekuatan cinta bkal menang. Yeilah. Haha plus hyukjae yg mendukung mereka berempat. Orang tua kandung jiyeon belum jelas kan mash hdup apa udah meninggal. Sem0ga aja mash hdup. My d0nghae semangat! Kyu iktilah kata hati mu, perjuangkan hak mu jangan jd b0neka blas budi. Sem0ga next part nya cepat update.

  3. Wah, makin seru bgt ya. Tuan park kejam bgt ya. Katanya sayang ama cucunya tp kok malah bwt jiyeon ga bahagia. D tunggu lanjutannya

  4. Tuan park kejam amat dah. Kyu pokoknya harus berjuang buat dapetin kebahagiaannya, jiyeon juga. Jangan mau dijadiin bonekaa..
    Next nya jangan lama lama thor, semangat nulisnyaa💪💪

  5. akhirnya donghae sama jiyi bida bahagia yaa walaupun sejenak doang karena pasti tuan park bakal ngacak2 lagi kalo udah tau keberadaan jiyi huhuhu
    kyu jg akhirnya bisa menemukan kebahagiannya sendiri dia bisa nentuin mana yg baik buat dia sama engga, chukaaaee kyu akhirnya mata hatinya terbuka hahahaha
    makiin seru aja nih ceritanya, apa ya yg bakal dilakuin tuan park lagi? apa dia mau ngasih uang banyak ke appanya ah young biar dia pergi sama ah young ke tempat jauh? aigooo
    ditunggu kelanjutanny ya ^^

  6. Finally:” ku sebenernya bingung ini jadinya kyu-young dan dong-yeon? Padahal lEbih suka kyu-yeon
    But its okay because this just part 11, there are more part right
    Anw ini kyaknya kurang panjang

  7. Huaaaaaaaa
    Akhir_ny muncul juga lanjtan_ny…😀😀😀😀
    Yeeeeeaaaaaayyyyy
    Bagus jiiii,,,langkah kmu buat kabur dan pergi sma haeppa dah benar…😃😃😃
    Ya wlaupun pda akhir_ny kalian b4 ttep hrus menghdapi tuan park,,,#wateverlah itu mah urusan belakang…Kkk
    Yang pnting mah skrang mah puas”in bahgia aja dulu…hehehe
    Sumpah ya saeng,,,senyam senyum sndiri eon bayangin moment HaeJi…hahha
    Sperti suasana honeymoon getoch…Kkkk
    Gambar”ny suka pas banget mewakili suasana mrka b4…
    Apa lgi gambar pas haeppa crtanya lagi liati jiyi yang blm bangun…
    Demi apa itu trlhat sweeeeet bnget…heuheu
    Aiiiiiiiiiccccchhhhh
    Tuch aki”gak ada sdar”ny ya,,,biarin napa jiyi sma kyu bahgia dengan jaln_ny msing”…😣😣
    Musti jiyi bunuhdiri d dpan mata_ny kali ya baru sadar tu aki”,,law kbahgian cucu lbih pnting dri apapun…😠😠😠
    Neeeeeeexxxtttt saeeeeng…
    Jebaaaallllll,,jangan lama…heheh
    D tunggu ya…😉😉😉
    FAIGTHING…✊✊✊✊

    1. Makasih eonnie buat dukungannya 😍 haha, si kakek hrs digetok dlu palanya itu biar otaknya geser xD hoho, aku jg di part ini jatuh cinta bgt ama abang donghae. Gentle bgt dia tuh. Ga nahan deh hahaha

  8. untung ada scene hyukjae yg anti galo bikin ngakak..yg tadi sempat baper oleh ke empat tokoh..yg bikin dilema..
    ah suka ni banyak scene haeji,akhirnya donghae bertindak juga. jadi dapat deh fell haeji..

    1. Hahaha… bisa dibilang hyukjae mood maker di ff ini 😂😂 iya, aku sadar kalo momen haeji dikit bgt makanya readers jd susah utk dpt feel nya. Makasih byk udh baca ^^

  9. dari seorang malaikat ternyata tuan park benar” sosok iblis sejati
    gk punya hati sama sekali
    jiyeon kabur ama donghae
    kyuhyun pun menentang tuan park dengam memilih ah young
    sekarang malahan tuan park menemui ayah tiri ah young kan pasti punya rencana gila dan membahayakan dia

    1. Iya. Dari awal memang karakter tuan Park msh abu2. Tp skrg udh keliatan jelas kalo ternyata dia bahkan lebih nyeremin dr paman & bibi jiyeon, atau tokoh jahat lainnya. Makasih udh baca ^^

  10. Hi kyula88, salam kenal, saya bukanlah pecinta drama korea banget, apalagi ff….
    But i really love this story, ’till somehow i’m waiting patiently for the next chapter… opening this webpage almost every day hoping that you’ll post the newest one… ^^
    Kapan niy chapter 12 nyaaa???
    Semoga secepatnya yaaaa… thanks…

    1. Halo, salam kenal juga yaaa 😀 makasih banyak udh nyempetin untuk baca ff ini. Semoga ga bosen ya ama ceritanya. Next chapter msh dlm proses editing. tp tenang… bakalan ak post hr ini kok hehe.. sekali lg makasih byk utk supportnya ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s