Diposkan pada Chapters, KyuYeon (Kyuhyun Jiyeon)

SIXTH SENSE (Part 2)

1432821731678

Author : Cho Haneul
Title      : Sixth Sense
Genre   : Mystery, Horror, Drama
Type     : Chaptered

Cast :
– Jin Seyeon
– Cho Kyuhyun
– Park Jiyeon
– Lee Donghae

_______________________________________

_Kyunghee University, 08:45 AM, Seoul_

“Namanya Song Yerin, umur 24 tahun, semester akhir jurusan Business Management. Korban terakhir dilihat di perpustakaan kampus tempat biasa ia menghabiskan waktunya. ” Polisi yang bernama Kang Jaerim itu membaca catatannya. Polisi lain yang tampak lebih senior mengangguk. “Berarti waktu kematian korban diperkirakan tengah malam, disaat kampus sudah kosong dan kedua satpam selesai memeriksa kampus. Kedua satpam yang telah diperiksa pun mengaku jika mereka tidak melihat ada orang yang masuk ke dalam perkarangan kampus saat malam hari, yang mana bisa kita asumsikan bahwa korban tetap tinggal di dalam gedung meski hari sudah malam. Mereka juga mengaku tidak mendengar suara teriakan atau hal mencurigakan lainnya. Tampaknya ini memang murni bunuh diri.” Ucap polisi senior bernama Ahn Yongguk.

“Ya, saya rasa juga demikian. Apalagi menurut penuturan beberapa orang teman sekelas korban, akhir-akhir ini Song Yerin tampak begitu pendiam serta lebih sering menyendiri. Padahal ia terkenal sebagai wanita yang sangat senang bergaul dengan teman-temannya. Seorang teman dekat Song Yerin juga mengatakan jika dua hari yang lalu korban sempat mengatakan jika ia merasa muak dengan hidupnya dan ingin melarikan diri.”

“Ah, kalau begitu ini jelas kasus bunuh diri.” Ujar Yongguk. “Tapi kita tetap harus memeriksa setiap halnya secara teliti. Selalu ada kemungkinan lain yang akan kita temukan. Apa jenazah korban sudah dibawa ke rumah sakit?”

“Ya, baru saja.” Jawab Jaerim sopan, lalu pria itu undur diri untuk melanjutkan penyelidikan.

Kyunghee University menjadi sangat gempar dengan adanya penemuan mayat tersebut. Sejak Kyunghee berdiri 35 tahun yang lalu, ini merupakan peristiwa paling menggemparkan yang pernah ada. Mendadak hari Kamis ini menjadi hari yang sangat bersejarah serta menjadi catatan kelam bagi kampus favorit di Seoul itu. Kegiatan belajar mengajar di gedung A sempat tertunda beberapa jam. Dan meskipun dosen mengajar didepan kelas, kebanyakan mahasiswa lebih memilih untuk membahas soal kematian tragis Song Yerin daripada mendengarkan penjelasan dosen mereka.

Hal yang sama juga terjadi di kelas Seyeon, yang padahal berbeda jurusan namun gedung fakultas mereka bersebelahan. Seyeon melihat beberapa orang teman yang duduk disebelahnya terlihat tengah berbisik-bisik sembari melihat ponsel. Seyeon tebak mereka tengah mencari tahu lebih lanjut mengenai Song Yerin dari sosial media, hal yang biasa dilakukan jika tengah penasaran dengan seseorang. Dalam beberapa jam nama Song Yerin begitu terkenal seantreo Kyunghee University.

Seyeon menghela napas, kemudian kembali menatap ke papan tulis, melihat sang dosen yang tengah menulis beberapa nama pencetus teori komunikasi di papan tulis. Namun itu tak bertahan lama karena semenit kemudian gadis itu sudah memalingkan pandangannya kearah gedung sebelah, gedung fakultas Bisnis. Seyeon menatap gedung itu hingga sampai ke rooftop-nya, tempat dimana Yerin diyakini meloncat untuk mengakhiri hidupnya. Ia agak sedikit bergidik kala membayangkan betapa sakitnya Yerin saat tubuhnya jatuh terhempas dari lantai 6.

Sedang asyik-asyik menatap gedung, tubuh gadis itu menegang saat melihat seorang wanita diatas rooftop. Seyeon sempat menahan napasnya beberapa detik, namun ia menghela napas lega saat menyadari bahwa wanita yang dilihatnya itu adalah manusia, bukan arwah gentayangan seperti yang dilihatnya. Seyeon memperhatikan gerak gerik wanita itu. Wanita itu tampak berdiri tegak menatap ke bawah. Seyeon mengernyit, ‘Ia takkan ikut-ikutan bunuh diri kan?’ batinnya.

“Pelajaran selesai. Jangan lupa mengumpulkan makalah kalian minggu depan. Tidak ada alasan apapun karena saya sudah berbaik hati memberikan bonus seminggu.” Ujar sang dosen, membuat perhatian Seyeon teralihkan.

Ne!”Jawab para mahasiswa serentak.

Setelah dosennya keluar dari ruang kelas, Seyeon kembali teringat akan wanita yang dilihatnya tadi. Cepat-cepat ia kembali melayangkan pandangannya ke jendela, namun ternyata wanita tadi sudah tak berada disana.

 

*****

 

 

Jiyeon dan Kyuhyun berjalan bersisian diiringi tatapan iri dari beberapa orang mahasiswa Kyunghee. Kyuhyun yang pintar, tampan serta pendiam bersanding dengan Jiyeon yang cantik serta ramah. Benar-benar membuat iri, kan?

Meskipun euphoria peristiwa Song Yerin sudah tak seheboh tadi pagi, namun banyak mahasiswa yang masih hilir mudik didekat lokasi kejadian yang sudah dibatasi oleh garis kuning polisi. Beberapa orang polisi juga masih terlihat memeriksa lokasi sekitar dan bertanya pada mahasiswa yang mengenal Yerin. Jiyeon dan Kyuhyun juga berada disana. Sebenarnya Kyuhyun malas mendekati TKP, karena baginya mendekati TKP sama dengan mendekati masalah. Tapi karena Jiyeon, mau tak mau Kyuhyun pria itu mengikuti gadisnya.

Jiyeon meringis ngeri melihat tumpahan darah yang telah mengering hingga meninggalkan bercak warna merah gelap yang cukup lebar di aspal. Sekali lihat Jiyeon langsung tahu jika disanalah tubuh Yerin ditemukan. “Oppa, apa menurutmu dia benar-benar bunuh diri?” Gumam Jiyeon. Kyuhyun melirik Jiyeon, lalu menoleh kearah lokasi dimana Yerin ditemukan, memperhatikan dengan seksama. Pandangannya beralih ke atas guna melihat rooftop yang nyaris tak pernah terjamah oleh manusia. Kyuhyun menyipitkan matanya seraya meletakkan tangannya diatas dahi. Disana ia melihat seorang wanita yang tengah memandang kosong ke bawah, tepat diposisi tubuh Yerin ditemukan, yang sekarang telah diberi gambar bentuk tubuh gadis itu dengan kapur putih.

Tiba-tiba saja pandangan Kyuhyun dan wanita itu bertemu. Meskipun jarak mereka cukup jauh, tapi Kyuhyun bisa melihat raut wajah kaget gadis itu. Dan… oh tidak! Kyuhyun menyadari ada yang berbeda dengan sosok itu. Cairan kental berwarna merah mengucur dari kepalanya

“Song Yerin?” bisik Kyuhyun. Dan seketika pria itu menyesal karena spontan telah menyebut nama wanita itu begitu melihat bahwa sang wanita tersenyum kecil dan menatap penuh arti kepadanya.

Oppa? Kau bilang apa tadi? Maaf, aku tidak dengar.” Jiyeon menatap Kyuhyun, menunggu jawaban pria itu. Kyuhyun langsung mengeleng. “Opseo.” Bohongnya. Ia enggan bercerita pada Jiyeon. Selain tidak ingin membuat gadis itu panik dan ketakutan, ia juga tak ingin semakin memancing hantu wanita itu untuk menghampirinya. Hantu wanita yang diyakini-nya sebagai Song Yerin.

*****

 

 

Seberapa keras usaha Kyuhyun untuk menghindari Song Yerin sama sekali tidak membuahkan hasil. Aura Sixth Sense Kyuhyun terlalu kuat untuk diabaikan. Hantu Yerin terus mengikuti Kyuhyun meskipun Kyuhyun terus berpura-pura tak melihat sosok itu, tapi Yerin tahu bahwa Kyuhyun bisa melihatnya. Kyuhyun menarik sebuah buku bersampul coklat dari rak buku perpustaan, dan agak kaget saat melihat wajah Yerin di balik rak. Tampaknya Yerin sengaja ingin membuat Kyuhyun kaget, karena jika ia berhasil, maka itu menjadi bukti bahwa Kyuhyun bisa melihatnya sehingga pria itu tak bisa mengelak lagi.

Sayangnya Kyuhyun sangat mahir menyamarkan ekspresinya. Ia berlalu dari rak buku ilmu pengetahuan umum dan melenggang pergi menuju meja peminjaman buku, meninggalkan Yerin dengan wajah kesalnya. Rencana kesekiannya kembali gagal.

 

*****

 

 

_@Jiyeon’s Apartement, 07.02 PM, Seoul_

Kyuhyun meletakkan dua buah kantung plastik belanja berukuran besar di atas meja makan. Jiyeon menyusul dibelakang pria itu. Mereka baru saja selesai belanja bulanan untuk Jiyeon. Gadis itu tinggal sendirian di Seoul sehingga belanja bulanan sudah menjadi hal yang wajib dilakukan olehnya. Kyuhyun menyimpan sayuran, buah-buahan, ikan, serta susu yang tadi mereka beli ke dalam kulkas, sedangkan Jiyeon pergi ke kamar mandi untuk meletakkan peralatan mandi yang baru.

BRAK

“KYAAA!”

Suara bantingan pintu yang kemudian disusul oleh teriakan Jiyeon memecah keheningan yang ada disana. Kyuhyun tersentak. Sikap siaganya langsung muncul. Secepat kilat ia berlari menuju kamar mandi, membuka pintunya dengan hentakan kasar, bahkan nyaris mendobrak. Kamar mandi yang gelap menjadi hal pertama yang dilihatnya. Segera pria itu menekan saklar lampur. Seketika ruangan menjadi terang benderang. Tampak Jiyeon meringkuk ketakutan di depan wastafel. Pemandangan seperti ini sebenarnya bukan hal yang baru bagi Kyuhyun. Gadisnya ini tipe orang yang mudah kaget dan takut gelap. Jadi ini merupakan reaksi spontan Jiyeon.

Kyuhyun membantu gadisnya bangun, lalu memeluknya sembari mengelus kepala dan punggung Jiyeon dengan lembut. “Gwenchana? Apa yang terjadi, hem?” tanya Kyuhyun lembut. Pria itu mengiring Jiyeon keluar dari kamar mandi dan mengajaknya untuk duduk di sofa depan tv.

“Pintu kamar mandi tiba-tiba saja tertutup. Seperti ada yang sengaja membanting. Aku benar-benar kaget. Belum hilang kekagetanku, lampu kamar mandi malah mati.” Jiyeon menatap sesekeliling apartemennya dengan ekspresi ketakutan yang begitu tampak di wajahnya. Tubuhnya mendadak merinding. “Oppa…” bisik gadis itu. “…apa disini ada hantu? Coba kau lihat.” Pinta Jiyeon.

Kyuhyun memandang sekeliling apartemen. Ia lalu menghela napas pelan, kemudian berbisik begitu pelan ditelinga Jiyeon. “Kau mau aku jujur?”

Tak perlu mendengar lebih jauh, Jiyeon tahu apa jawabannya.

 

 

*****

 

 

Suasana di Kyunghee sudah kembali normal pasca peristiwa tragis yang menimpan Song Yerin empat hari yang lalu. Kepolisian pun sudah menetapkan jika Yerin murni melakukan bunuh diri. Kyuhyun menghela napas kala menonton berita Yerin ditelevisi. Ia yakin jika itu bukan bunuh diri, karena kalau memang bunuh diri, kenapa Yerin terus mengikutinya untuk meminta bantuan?

Kyuhyun berusaha untuk mengabaikan hal tersebut. Tugas akhirnya masih menanti untuk diselesaikan. Dengan langkah lebar Kyuhyun berjalan menuju rak referensi skripsi alumni terdahulu yang kebetulan diletakkan jauh di sudut belakang perpustakaan. Suasananya begitu sunyi karena wilayah itu biasanya hanya dijamah oleh mahasiswa tingkat akhir sepertinya. Letaknya yang dipojok turut membuat suasana menjadi lebih temaram karena sinar matahari yang tidak sepenuhnya sampai disana.

Sedang asyik mencari contoh skripsi yang cocok, Kyuhyun kembali merasakan kehadiran makhluk lain. Dari ujung matanya ia bisa melihat ada sosok tengah mengamatinya. Kyuhyun mengabaikan kehadiran makhluk tersebut.

“Aku tahu kau bisa melihatku. Tak ada gunanya berpura-pura. Auramu berbeda dari manusia lainnya.” Ucap suara serak itu. Kyuhyun masih bergeming di tempatnya. “Apa aku harus meminta tolong pada kekasihmu saja?”

Mendengar perkataan yang sarat akan ancaman itu membuat Kyuhyun tak lagi bergeming. Jika sudah menyangkut orang yang disayanginya, maka Kyuhyun akan melakukan apapun untuk melindungi orang tersebut. Dan Jiyeon adalah orang yang paling berharga baginya saat ini, bahkan melebihi keluarga dan dirinya sendiri. Kyuhyun menatap sosok Yerin dengan datar. “Apa yang kau inginkan?” tanyanya dingin. Yerin menyeringai. Usahanya berhari-hari membuahkan hasil hanya dengan sedikit ancaman. Yerin menatap Kyuhyun. “Kumohon bantu aku untuk mendapatkan keadilan.”

Kyuhyun mengernyit. “Soal apa?”

“Kematianku. Yang sebenarnya terjadi adalah aku dibunuh, bukan bunuh diri. Aku tidak bisa pergi dengan tenang sebelum pria brengsek itu mendapat hukuman yang setimpal. Selama berhari-hari keluargaku menyalahkan diri mereka karena menganggap aku bunuh diri karena perseteruanku dengan mereka. Aku hanya ingin keluargaku tahu kebenaran mengenai kematianku. Dan saat ini hanya kau satu-satunya orang yang bisa membantuku.”

Kyuhyun baru saja hendak menanggapi permintaan Yerin, sebelum seseorang memergoki dirinya dan Yerin. Gadis cantik itu tampak kaget dan ketakutakan saat melihat Yerin. Tunggu! Gadis itu juga bisa melihat Yerin? Kyuhyun menatap gadis itu curiga. Ditatap seperti itu membuat Seyeon gugup dan reflek langsung menundukkan kepala. Dalam hati ia merutuki kesialannya. Padahal niatnya hanya iseng ingin melihat hasil-hasil skripsi alumni terdahulu, tapi sialnya ia malah memergoki dua orang yang tengah terlibat pembicaraan serius. Mungkin lebih tepatnya seorang pemuda dan satu hantu? Ditengah suasana hening itu Seyeon malah terlibat pemikiran konyol dengan dirinya sendiri.

“Hei, kau bisa melihatnya?”

Seyeon tersentak mendengar suara baritone Kyuhyun. Sejenak ia ragu apakah harus menjawab jujur apa berbohong, tapi pada akhirnya Seyeon mengangguk pasrah. Samar-samar ia bisa mendengar suara bisikan Kyuhyun yang ditujukan kepada Yerin.

“Kurasa aku bukan satu-satunya orang yang bisa menolongmu.”

Dan detik itu juga Seyeon memutuskan bahwa ia benci perpustakaan.

 

*****

 

 

Ini merupakan pengalaman baru bagi Seyeon. Seumur hidup ini kali pertamanya duduk semeja dengan hantu layaknya mereka teman lama yang sedang temu kangen. Oh, tidak lupa dengan senior tampan sekelas Cho Kyuhyun, meskipun kekasihnya sendiri tak kalah tampan dan populer. Seyeon sejak tadi hanya menunduk. Gadis itu merasa begitu canggung. Ia bahkan tak mengerti mengapa dengan mudahnya ia setuju untuk membantu Yerin. Mungkin efek gugup, takut dan resah bisa membuatnya mendadak hilang kendali atas dirinya sendiri? Padahal sejak dulu Seyeon sudah bertekad untuk menjauhi segala macam aktivitas supranatural. Hidupnya sudah rumit, jadi tak perlu ditambah dengan kehadiran hantu-hantu tersebut. Lagipula, bagaimana ia bisa membantu hantu-hantu itu jika ia sendiri merasa butuh ditolong?

“Kau ini masih amatir ya?”

Seyeon mendongak kaget. Tidak menyangka pertanyaan aneh itu terdengar dari mulut Yerin. Yerin memandang Seyeon dalam, membuat gadis itu kembali menunduk sembari memainkan jari-jarinya, hal yang biasa ia lakukan kala gugup.

“Padahal aku sudah sengaja mengubah rupaku agar tidak tampak menakutkan.”

Mianhe…” bisik Seyeon parau.

Kyuhyun mengamati gadis yang duduk disebelah kanannya itu. Sulit percaya jika Seyeon sama seperti dirinya, yaitu tergolong dari orang berkemampuan supranatural. “Ini kali pertamamu berkomunikasi dengan makhluk halus?” tanya Kyuhyun.

“Ne. Sejak aku mendapatkan kekuatan ini aku tak pernah menggunakanya. Bagiku ini kutukan.”

Kyuhyun cukup mengerti apa yang dirasakan Seyeon. Ia sudah melewati fase itu. Kyuhyun kembali menatap Yerin. “Kau bilang jika kau dibunuh. Siapa yang melakukannya dan bagaimana kami bisa membantumu? Kau tahu kan jika tak ada bukti maka semuanya sia-sia. Kecuali para polisi dan penyelidik juga bisa melihatmu.”

“Han Min Jun. Dia pelakunya.”

Jawaban yang diberikan oleh Yerin mengejutkan Kyuhyun dan Seyeon. Mereka kenal sekali dengan nama itu. Han Min Jun adalah sosok yang sangat terkenal dan begitu disegani di Kyunghee university. Pria berumur pertengahan 40 itu adalah ahli waris Kyunghee sekaligus menjabat menjadi dosen yang begitu disegani tak hanya oleh para mahasiswa, tetapi juga para dosen yang lainnya karena begitu banyak prestasi yang telah ia torehkan. Selain itu, Han Min Jun juga terlibat dalam dunia politik. Ia dikabarkan akan mencalonkan diri menjadi wakil rakyat.

Dan dengan semua kesempurnaan itu, kini mereka dikejutkan dengan fakta bahwa Han Min Jun adalah orang yang telah membunuh Yerin? Kenapa? Dan apa hubungan Yerin dengan orang nomor satu di Kyunghee itu?

Seyeon mengerjabkan matanya beberapa kali. “Han Min Jun yang kami juga kenal?” Kini Seyeon mulai berani untuk menatap Yerin langsung. Mungkin rasa kaget mengalihkan rasa takut gadis itu. Kyuhyun ikut memandang Yerin intens. Yerin mengangguk. “Yah, dia! Si tuan sempurna yang nyatanya pandai menyimpan kebusukannya.”

“Kenapa dia membunuhmu? Pasti ada alasan yang jelas kan?” tanya Kyuhyun.

Yerin terdiam sejenak, sebelum arwah penasaran itu menjawab. “Ia takut aku membongkar semua kebusukannya. Tentang suap yang pernah ia terima dan tentang hubungan terlarang kami.”

Mwo?!” Seyeon mendelik kaget. “Kau menjalin hubungan asmara dengan Han Min Jun seonsaengnim? Maldo andwae…” Bisik Seyeon tak percaya.

“Lalu, apa kau punya bukti yang bisa kami gunakan untuk menyeretnya ke polisi? Kita sedang membicarakan salah satu orang ternama di Seoul. Semuanya akan menjadi bencana bagi aku dan Seyeon jika kami maju tanpa bukti konkrit mengenai kejahatan Han Min Jun. Jadi… apa idemu?”

“Aku menyimpan foto dan rekaman suara antara aku dan Han Min Jun di rumahku. Di sebuah tempat rahasia yang hanya aku yang tahu. Polisi pasti takkan menemukannya. Aku menyimpannya di flashdisk. Kalian harus ke rumahku untuk mengambil itu.” ucap Yerin. Kyuhyun dan Seyeon bertukar pandang, sebelum kemudian keduanya mengangguk. Toh mereka sudah berniat untuk membantu Yerin, bukan?

 

*****

 

 

Oppa?” Seyeon menyenggol lengan Donghae kala dilihatnya sang kekasih tampak terdiam. Donghae baru tersadar ketika bunyi klakson dari mobil dibelakang terdengar. Pria itu melirik sejenak kearah lampu lalu lintas yang telah berganti warna menjadi hijau dan kemudian melajukan mobilnya.

Oppa kaget ya?” Seyeon bertanya pelan. Donghae meringis. “Tentu saja. Ini terdengar gila? Maksudku… hal seperti ini hanya bisa kubayangkan terjadi di tv. Aku masih sulit untuk percaya.”

Nado oppa. Tapi untuk apa Yerin berbohong. Kenyataannya memang seperti itu. Miris memang.”

Donghae menghela napas pelan. “Dan Cho Kyuhyun juga memiliki sixth sense? Ini juga mengagetkan. Terlalu banyak hal yang mengagetkan terjadi dalam kurun waktu beberapa jam ini. Tapi yang lebih mengagetkan ku adalah kau memutuskan untuk membantu. Aku senang kau tidak mensia-siakan kelebihan yang diberikan Tuhan kepadamu.” Donghae meraih tangan kanan Seyeon dengan tangan kirinya yang tidak memegang kemudi. Digenggamnya tangan mulus tersebut dan mengelusnya lembut. Seyeon tersenyum tipis. “Sebenarnya aku juga tak menyangka bahwa aku akan menolongnya. Padahal selama berbulan-bulan ini aku selalu menghindari makhluk-makhluk itu. Tapi tadi tanpa sadar aku langsung setuju. Mungkin karena aku kasihan. Aku ingin Yerin-ssi mendapat keadilan yang memang sudah selayaknya ia dapatkan.”

“Kau tidak takut padanya?” tanya Donghae penasaraan.

Seyeon tertawa kecil. “Tadinya sih iya, tapi sekarang tidak. Mungkin karena tampilan Yerin tidak mengerikan seperti mereka kebanyakan yang datang padaku.”

“Jadi kapan kau akan ke rumah Yerin?”

“Besok aku dan Kyuhyun sunbae akan kesana.”

Donghae melirik gadisnya sekilas. “Kau bisa selalu meminta bantuan ku. Berhati-hatilah karena ini sangat serius. Aku tak ingin kau ikut terseret dan malah celaka.”

Seyeon mengelus punggung tangan Donghae yang tengah menggenggam tangannya. “Aku akan baik-baik saja. Terima kasih sudah mengkhawatirkanku.” Seyeon tersenyum lembut kearah Donghae.

 

*****

 

 

Suasana rumah Kyuhyun tampak begitu sunyi. Padahal ini baru jam tujuh malam, tapi seperti biasanya, orangtua serta kakaknya lebih memilih untuk menghabiskan waktu didalam kamar mereka masing-masing. Hal seperti ini sudah terjadi selama belasan tahun. Tepatnya setelah keluarga Kyuhyun tahu mengenai kelebihan yang ia miliki. Awalnya mereka merasa aneh kala acap kali melihat Kyuhyun kecil berbicara sendirian di kamarnya. Jika ditanya, Kyuhyun akan selalu menjawab jika ia bermain dengan temannya. Entah teman yang mana. Kyuhyun sendiri adalah tipe anak yang pemalu dan senang menyendiri, membuatnya sulit untuk bersosialisasi dan mendapatkan teman. Maka dari itu ia selalu menganggap makhluk halus yang dilihatnya sebagai teman.

Keluarganya semakin merasa aneh saat Kyuhyun mulai bisa meramalkan kejadian yang akan datang. Saat itu Kyuhyun berumur 10 ketika ia berteriak histeris tak ingin berangkat ke sekolah dengan menggunakan bus sekolah yang biasa menjemputnya, dengan berkata bahwa bus itu akan mengalami kecelakaan yang parah. Kim Hana jelas tidak mempercayainya. Ia menganggap Kyuhyun hanya beralasan agar ia bisa bolos karena dihari itu Kyuhyun akan mengikuti ujian olahraga, mata pelajaran yang paling dibencinya. Kyuhyun pada akhirnya tidak pergi dengan bus karena sudah tertinggal. Hana memutuskan tetap mengantar Kyuhyun ke sekolah dengan menggunakan taksi, namun ia kemudian dikagetkan dengan berita di tv yang mengabarkan terjadi kecelakaan tragis di lampu merah tak jauh dari rumah mereka. Kecelakaan yang melibatkan sebuah truk pengangkut barang, dua buah mobil dan sebuah bus jemputan sekolah.

Hana terduduk lemas. Wanita itu menoleh kearah Kyuhyun yang tengah menatap serius layar televisi. Merasa diperhatikan, Kyuhyun menolehkan kepalanya untuk menatap sang ibu. Tapi yang didapatinya adalah tatapan penuh ketakutan.

Yah, Kim Hana takut pada putranya sendiri…

Semenjak saat itu semuanya berubah. Tidak ada lagi pelukan hangat, canda tawa atau bahkan ciuman selamat malam. Keluarganya sendiri terlalu takut untuk mendekatinya. Terlebih Ahra, kakak perempuan Kyuhyun. Saat kecil Kyuhyun pernah mengunci Ahra di gudang rumah mereka yang pengap dan gelap selama seharian, sehingga memberikan dampak trauma dan membuat Ahra menjadi phobia gelap. Saat ditanya apa alasan Kyuhyun melakukan itu, dengan polosnya berkata bahwa ‘temannya’ yang menyuruh karena Ahra selalu menolak untuk bermain dengan mereka.

Kyuhyun menghempaskan tubuhnya keatas ranjang. Kenangan masa kecilnya bukanlah hal yang menyenangkan untuk diingat. Ia selalu merasa buruk tiap kali mengingat kepingan-kepingan memori masa kecilnya yang suram dan berbeda dengan anak kecil lainnya.

“Kau tinggal sendiri ya? Sepi sekali.” Suara serak itu terdengar. Kyuhyun membuka matanya yang sempat terpejam dan mendapati Yerin yang sedang memperhatikan koleksi buku dan kaset game miliknya di rak. “Koleksi yang menarik.” Puji hantu itu.

Kyuhyun menatap Yerin datar. “Apa yang kau lakukan disini?” tanyanya.

“Ku rasa aku memiliki hal lain yang bisa dijadikan bukti untuk menyeret si brengsek itu ke kantor polisi. Tapi sialnya aku lupa apa itu? Aku sengaja kesini jadi aku bisa langsung mengatakannya pada mu jika aku ingat apa yang kulupakan itu. Aku yakin sekali jika itu adalah hal yang penting. Lagipula, aku tak mungkin mengikuti Seyeon. Gadis itu payah. Memiliki jiwa cenayang tapi ia malah takut sama roh.”

Kyuhyun tidak terlalu ambil pusing. Ia bangkit dari ranjang dan menuju ke kamar mandi setelah mengambil sebuah kaos putih dan celana kain selutut berwarna coklat. “Terserah kau ingin melakukan apapun, tapi jangan mengangguku apalagi menganggu anggota keluargaku yang lain.” Ujar Kyuhyun.

“Tidak akan. Lagipula waktu itu aku terpaksa sedikit mengusik kekasihmu agar kau mau membantuku.”

 

*****

 

 

Seyeon, Jiyeon dan Kyuhyun berdiri didepan sebuah rumah berukuran sedang yang tampak begitu sepi. Sejenak ketiganya sangsi jika ada orang didalam rumah itu. Namun pada akhirnya Kyuhyun tetap menekan bell rumah. Pintu rumah dibuka setelah mereka nyaris menunggu selama 5 menit, menampakkan seorang wanita paruh baya dengan wajah sembab. Wanita itu menatap ketiga anak muda dihadapannya dengan raut bingung.

Annyeonghaseyo, Cho Kyuhyun imnida.” Kyuhyun membungkuk sopan lalu memperkenalkan diri diikuti oleh Seyeon dan Jiyeon. “Kami bertiga adalah teman-teman Song Yerin di kampus. Kami kesini ingin menyampaikan bela sungkawa.” Ucap Kyuhyun. Wanita paruh baya itu tersenyum sendu. Ia melebarkan celah pintu, mempersilahkan tamu-tamunya itu untuk masuk.

“Min Heeyeon imnida, ibunda Yerin. Silahkan masuk.”

Ketiga muda mudi itu sempat saling bertatapan sebelum memutuskan untuk masuk kedalam. Suasana berkabung jelas masih begitu terasa di rumah ini. Heeyeon mempersilahkan mereka untuk duduk, lalu bergegas ke dapur untuk mengambil suguhan.

“Silahkan diminum.” Ucapnya.

“Ne, terima kasih.” Jiyeon berkata sembari tersenyum lembut.

Heeyeon menatap ketiga tamunya ini. “Terima kasih sudah datang. Uri Yerin pasti senang melihat teman-temannya datang untuk dirinya.” Heeyeon menghela napas. “Kami memang sempat adu mulut, tapi aku tak menyangka jika itu yang menjadi pemicunya untuk bunuh diri. Selama ini Yerin selalu terlihat sebagai anak yang periang dan kuat. Dan lagi ini bukan pertama kalinya kami beradu mulut. Tapi…” Heeyeon menghapus air matanya yang tanpa dapat ditahan meluncur bebas ke pipinya. Seyeon menunduk dalam. Andaikan ia bisa mengatakan yang sebenarnya pada ibu malang ini bahwa kematian anak perempuannya bukan karena bunuh diri, sehingga wanita malang ini bisa berhenti untuk menyalahkan dirinya sendiri.

“Yerin bahkan tidak meninggalkan pesan apapun.” Tambah Heeyeon lagi sambil menunduk dalam.

Jiyeon melirik kearah rak yang menyimpan berbagai macam pigura foto keluarga ini. Sekali lihat Jiyeon sudah dapat menyimpulkan betapa bahagia dan hangatnya keluarga ini dulu. Yerin adalah anak tunggal. Tak bisa Jiyeon bayangkan bagaimana hancurnya hati kedua orangtua gadis itu.

“Apa anda sendirian di rumah?” tanya Jiyeon sopan.

Heeyeon mengangguk lemah. “Semenjak kematian Yerin suamiku lebih sering menghabiskan waktu diluar rumah. Rumah ini terlalu mengingatkannya pada Yerin, putri kesayangan kami. Dan itu semakin membuatnya merasa bersalah.”

Sejam lamanya mereka berbincang-bincang dengan ibunda Yerin. Wanita itu mencurahkan isi hatinya. Ia ternyata begitu kesepian dan nyaris stress. Maka dari itu ia begitu menyambut baik kedatangan ketiga muda mudi yang mengaku sebagai teman Yerin ini. Setidaknya dengan kehadiran Kyuhyun, Jiyeon dan Seyeon, ia takkan merasa kesepian untuk beberapa saat.

Eommonim, sebelum meninggal Yerin sempat meminjam bukuku. Maaf waktunya kurang tepat, keunde aku membutuhkan buku itu. Bolehkah aku mengambilnya kembali?” Tanya Seyeon perlahan. Heeyeong mengangguk. “Tentu saja. Apa kalian juga sekalian ingin melihat kamarnya?” tawarnya.

“Apa boleh?” tanya Jiyeon.

Heeyeon kembali mengangguk, kemudian ia bangkit dari duduknya dan mengantar Seyeon dan Jiyeon ke kamar Yerin, sedangkan Kyuhyun tetap menunggu di ruang tamu. Heeyeon membuka pintu kamar dengan tempelan nama Yerin didepannya. Kamar yang didominasi oleh warna peach itu terlihat begitu rapi.

“Aku selalu rutin membersihkan kamar ini. Semua letak barang yang ada disini sama seperti terakhir kali Yerin meninggalkan kamar ini.” Heeyeon tersenyum miris. “Aku akan meninggalkan kalian berdua disini. Jika butuh sesuatu jangan sungkan meminta, eo. Aku keluar dulu.”

Selepas Heeyeon pergi. Jiyeon dan Seyeon mulai mencari flashdisk yang dimaksud oleh Yerin.

“Flashdisk dengan model kalung ya?” Jiyeon bergumam sambil memeriksa laci meja belajar Yerin, sedangkan Seyeon memeriksa kotak tempat penyimpanan aksesoris. Ada banyak model aksesoris disana. Sepertinya Yerin suka mengoleksi aksesoris.

Omo!” Seyeon nyaris jatuh terduduk kala mendapati arwah Yerin dibelakangnya. Melihat ekspresi Seyeon membuat tubuh Jiyeon menegang. Dengan takut ia memandang sekeliling kamar yang tampak lenggang, tapi ia tahu bahwa mereka tak hanya berdua disana. “Apa dia disini?” tanya Jiyeon berbisik. Seyeon mengangguk pelan. Ia lalu memperhatikan Yerin yang tampak murung. Ia pasti sangat merindukan keluarga dan rumahnya. Seyeon jadi semakin simpati dan bertekad untuk membantu Yerin menyeret Han Min Jun ke penjara, tempat dimana ia seharusnya berada.

“Cari di kotak warna merah. Aku meletakkannya di paling dasar.” Ucap Yerin.

Seyeon langsung bergegas memeriksa kotak yang dimaksud. “Yang ini?” tanyanya sembari menunjukkan seuntai kalung dengan bandul kristal hijau berbentuk prisma. Jiyeon hanya diam sembari memperhatikan Seyeon yang tampak bercakap dengan tembok, tapi ia tahu jika disanalah Yerin berada. Yerin mengangguk, lalu kemudian hilang begitu saja bagai ditelan angin. Seyeon menoleh kearah Jiyeon. “Ia sudah pergi. Ini flashdisk yang dimaksud.” Seyeon menarik bagian bawah badul dan ternyata itu memang flashdisk yang mereka cari. Keduanya keluar dari dalam kamar setelah sebelumnya Seyeon sempat menyambar sebuah buku. Toh, alibinya tadi ingin mengambil buku, bukan?

 

*****

 

 

Apartemen Jiyeon menjadi tempat mereka berkumpul. Ketiganya duduk didepan sebuah laptop. Kyuhyun mengotak atik laptop, mengetik beberapa kata password yang baru saja diberi tahu oleh Yerin. File di flashdisk terbuka, menampilkan beberapa buah foto Yerin dan Han Min Jun mulai dari yang biasa hingga yang terlihat mesra serta beberapa screen shot pesan singkat mereka, termasuk pesan singkat berisi bertikaian mereka. Dua file rekaman percakapan serta sebuah video berdurasi 30 detik juga ada disana. Sebenarnya itu hanya video biasa ketika Yerin memberikan kejutan ulang tahun untuk Min Jun. Namun disana bisa terlihat bagaimana dekatnya hubungan keduanya. Jelas sekali jika hubungan kedua lebih dari sekedar dosen dan mahasiswinya.

Yerin menatap sekeliling apartemen Jiyeon. Matanya menangkap sebuah pin dasi yang terletak di meja tv. Yerin mengernyit, sebelum sebuah ingatan terlintas dibenaknya. Ia ingat sekarang! Sebelum jatuh ia sempat melawan Min Jun dengan cara mencekik pria itu. Dan saat itu ia ingat jika dirinya sempat tanpa sengaja menarik pin dasi Min Jun. Pin dasi khusus dosen di Kyunghee dengan lambang Kyunghee serta disertai nama sang pemilik.

“Pin itu…”

Kyuhyun dan Seyeon yang bisa mendengar suara Yerin langsung menoleh kearah hantu wanita itu. “Apa kau ingat sesuatu?” tanya Kyuhyun.

“Kalian harus menemukan pin dasi si brengsek itu. Aku yakin benda itu masih ada disekitar lokasi.”

 

 

-To Be Continued-

annyeong chingudeul! 😀 Part 2 akhirnya selesai. Sempat ngeblank sama cerita ini wkwkwk… maklum, dari dulu genre horror adalah salah satu dari sekian banyak kelemahan saya XD Sebenernya dulu aku udah bertekad untuk jauh-jauh dari genre horror, tapi sayangnya diriku kembali terjerat. Part ini jauh lebih panjang daripada part sebelumnya. Dan semoga kalian lebih ngerti sama part ini karena di part sebelumnya banyak yang komen kalo ceritanya membingungkan XD Ditunggu komennya. Makasih udh nyempetin baca. See you soon~ 😀

Iklan

Penulis:

Just a simple girl who loves music, food and blue sky

17 tanggapan untuk “SIXTH SENSE (Part 2)

  1. Masih seru sich, tp yg jadi harapanku jangan sampe seeyeon dan kyuhyun terlibat perasaan suka…soalnya udah ngrasa klop sama pasangan masing”_..

  2. Aku setuju sama kyunara. Aku udah klop ama seyeon dan Donghae. Kyu dan jiyeon yang serasi. Bakal aneh jadi nya jika 2 org yg memiliki kemampuan sixth sense bersama. Kyuhyun yg pemberani selalu melindungi jiyeon. Gt juga dgn Donghae. Kak, kalau bisa Donghae ikt juga d0ng dalam nangani kasus mereka. Biar lengkap gt. Bkal seru kalau mereka bersahbat.

    1. Ga bakalan ada tukar pasangan kok. Kyu tetep bakalan ama jiyeon 😀 iya, aku jg udh kepikiran untuk libatin donghae dlm penyelidikan. Mungkin porsinya ga banyak, tp lumayan lah ya. Drpd si abang hae nganggur hehehe

  3. hore update, kasian banget yerin jadi korban pembunuhan dan keluarganya jadi nyalahin diri mereka sendiri aigooo kasian banget padahal kematian yerin itu sengaja dibunuh untung kyu sama soyeon, jiyeon mau bantu yerin ya walaupun jiyi ga bisa liat yerin sih dan ketakutan pas yerin ada tapi keren mau bantuin, aku kira bakal soyeon sama kyu doang yg bantu, aku suka jalan ceritanya dan udah ga membingungkan, makin banyak part jiyeon sama kyu dong hahahaha
    ditunggu part selanjutnya, part selanjutnya di ff yg lain jg ditunggu ‘-‘)/

  4. Aduh telat bgt baru bacaaa
    Makin seru aja ceritanyaa
    Suka sama cerita kyk gini walau rada takut ngebayangin roh2 haluss
    Setuju bgt sama comment di atas , jiyeon cocok bgt sama kyuu
    Hihi
    Ditunggu next partnya yaa

  5. wih q baca malam2 sendirian lagi dapat ni merindingnya..
    nah seyeon sudah berani apalagi ada temannya sesama punya indra ke enam..
    semoga cepat terbongkar tu kebusukan dosen..

  6. Awalnya aku rada takut baca nya makanya sempet nunda baca ff ini tp ternyata setelah dibaca malah bikin penasaran

    Mereka semacam grup detektif nih dan akan lebih perfect klo donghae ikut ambil bagian

    Aku lanjut baca dulu ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s