Diposkan pada BrotherSister Couple, Chapters

So Many Coincidences (Part 5)

1461737469168

Author : Cho Haneul
Title      : So Many Coincidences
Type     : Chaptered
Genre   : Romance, Comedy
Poster   : IG @shirlyuanaaa

Cast :
– Kim Jiwon
– Kim Woo Bin
– Kim Minseok (Xiumin)
– Bang Minah
– Kang Haneul
– Jung Krystal

_______________________________________________

Yo man, aku pinjam.. opps!” Jackson langsung membekap mulutnya yang tadi sempat berseru kencang. Matanya memperhatikan dua sosok yang sedang tertidur pulas di ranjang dengan seksama. Setelah memastikan bahwa Jiwon dan Woo Bin masih terlelap dalam tidurnya, pria itu pun hendak beranjak pergi. Namun tiba-tiba langkahnya terhenti. Senyuman usil tersungging di bibirnya. “Sayang sekali jika tak diabadikan.” Gumamnya sambil terkikik jahil. Jackson mengeluarkan ponsel miliknya yang berlogo apel, lalu sedetik kemudian suara jepretan halus terdengar.

Johta! This is awesome!” Jackson tampak puas dengan hasil jempretannya. “Aish, bureop nae.” gumamnya sembari menatap iri Jiwon dan Woo Bin yang masih tampak begitu lelap.

Selesai dengan aksi usilnya, dengan langkah riang pria tampan itu menghampiri teman-temannya yang tengah duduk santai di ruang tv. Amber yang pertama kali melihat Jackson mengerutkan keningnya. “Waeyo? Kau seperti kelebihan gula.” Ejeknya.

Jackson tertawa. “Aku memang baru saja melihat hal yang maniiiiiis sekali.” Ucapnya dengan gaya berlebihan. Ia kemudian menyodorkan ponselnya kepada teman-temannya disana. “See what i just saw!” pekiknya heboh.

Omo, ini manis sekali!” Pekik Irene tak kalah heboh.

“Wow, daebak!

“Sialan, aku jadi iri!”

“Seperti dalam drama saja.”

Berbagai tanggapan dan komentar diberikan oleh namjadeul dan yeojadeul disana. Akan tetapi Minah hanya diam. Ia enggan menatap foto itu lama-lama, takut hatinya akan semakin panas. Tanpa sadar ia meremas bantal sofa dipangkuannya. Wajah gadis itu terlihat muram, dan hanya Haneul yang menyadari itu. Haneul menarik diri dari euphoria yang tengah terjadi akibat foto manis pasangan baru Jiwon dan Woo Bin. Ia memilih untuk menghampiri Minah yang tengah menonton tv, atau lebih tepatnya berpura-pura tengah menonton tv.

“Mau es krim?”

Minah mendongak, mendapati senyum hangat Haneul menyapanya. Perasaannya menjadi sedikit lebih baik. Gadis itu mengangguk, lalu menggapai tangan Haneul yang sejak tadi terjulur ke arahnya. “Aku mau es krim coklat dan stroberi.” Ucapnya.

“Yang vanilla tidak?”

Ah, igeo ddo.” Jawab Minah yang sontak memancing tawa Haneul. Diam-diam Haneul memperhatikan gadis yang tengah berjalan di sisinya itu. Ia sudah cukup lama mengenal Minah, tepatnya sejak sekolah menengah pertama. Gadis itu selalu menempel pada Woo Bin, bahkan dulu Minah pernah mendapat julukan sebagai buntut Kim Woo Bin. Bukannya marah, hoobae-nya ini justru merasa senang dan bangga. Haneul berharap agar hoobae-nya ini tidak terlalu lama merasa sakit hati, karena menurutnya Minah terlalu baik untuk disakiti.

 

 

*****

 

 

Halaman belakang vila milik Haneul dijadikan tempat untuk acara barbekyu kesepuluh remaja itu, yang sekaligus menjadi acara perayaan ulang tahun Haneul malam ini. Sejak tadi Jiwon merasa heran dan sedikit curiga melihat sikap teman-temannya yang terlihat aneh itu. Sesekali mereka akan meliriknya sambil senyum-senyum tidak jelas. Sungguh membingungkan. Woo Bin pun tak kalah bingung dengan sikap teman-temannya, namun pria jangkung itu memang cuek sehingga ia tak terlalu ambil pusing.

SAENGIL CHUKKAE HANEUL-YA!!!

Haneul tersenyum sebelum meniup habis lilin dengan angka 19 itu. “Gomawo. Padahal sudah kubilang untuk tak repot-repot menyiapkan ini.”

Hyunshik merangkul bahu Haneul. “Bukan ulang tahun namanya jika tidak ada kue dan lilin.” Ucapnya.

“Selamat ulang tahun chingu-ya. Umurmu sudah tua. Cepatlah mencari kekasih, eo!” Ledek Woo Bin pada sahabatnya yang sudah bertahun-tahun menyandang status single ini. Haneul memukul bahu temannya itu. “Ya ya, yang mentang-mentang sudah ada gandengan.” Godanya yang sontak membuat Woo Bin jadi guyonan teman-temannya.

“Yang tadi sore mesra sekali. Bikin iri saja.” Ujar Irene sambil mengedipkan matanya.

Woo Bin mengernyit bingung, masih tak mengerti maksud si cantik Irene. Begitu pula dengan Jiwon yang sejak tadi hanya melayangkan tatapan polos ke arah teman-temannya. Tanpa kata Jackson berlari masuk ke dalam rumah, namun tak lama pria itu kembali dengan selembar foto berukuran kertas HVS A4, yang tadi sempat-sempatnya ia cetak, di tangannya. Woo Bin dan Jiwon bertukar pandang bingung, sedangkan teman-teman mereka yang lain, kecuali Minah tentunya, tersenyum-senyum menggoda.

“Nah, ini ada sedikit hadiah untuk pasangan baru kita. Ta da!” Seru Jackson sembari menunjukkan foto yang tadi sore diambilnya. Kedua sejoli yang menjadi objek didalam foto itu pun tersentak kaget.

OMO! Kapan kau mengambilnya? Ya Tuhan!” Pekik Jiwon dengan wajah memerah malu. Gadis itu berusaha untuk menggapai fotonya, namun dengan sigap Jackson langsung mengangkat foto tersebut tinggi-tinggi, hingga sulit dijangkau Jiwon.

Woo Bin menatap foto itu serius. Kalau boleh jujur, ia pun cukup kaget melihat foto dimana ia dan Jiwon terlihat tidur di ranjang yang sama dengan kepala Jiwon yang bersandar di dadanya, sedangkan kedua lengannya memeluk tubuh Jiwon. Posisi mereka terlihat begitu romantis dan natural. Memang tadi Jiwon adalah yang pertama bangun, sehingga Woo Bin tidak tahu apa yang terjadi. Tak lama kemudian sebuah decak kagum terdengar darinya. “Wah, fotonya bagus sekali. Apa boleh kusimpan? Kami tampak serasi, keucchi?” ucapan Woo Bin dibalas dengan sorakan dari teman-temannya dan sebuah cubitan ringan dari Jiwon.

Minah diam mematung melihat reaksi Woo Bin yang sama sekali tampak santai dan bahkan cenderung menikmati godaan dari teman-temannya. Padahal selama ini yang Minah tahu, Woo Bin paling malas dan tidak suka jika digoda-goda seperti itu. Tapi kenapa kini ia seperti melihat Kim Woo Bin yang lain?

 

*****

 

 

Esok harinya kesepuluh remaja itu berniat untuk menghabiskan hari di pantai, seperti rencana mereka kemarin. Jackson, Hyunshik, Sungjae serta Minhyuk sudah siap dengan pakaian menyelam mereka. Memang, sesuai rencana mereka ingin menyusuri pulau kecil yang indah itu dengan menyelam. Tak hanya para pria, tak lama kemudian para yeojadeul muncul dengan pakaian menyelam yang serupa. Pengecualian untuk Jiwon. Berenang saja ia ketakutan, apalagi jika harus menyelam.

Walhasil, gadis itu memilih untuk bermain pasir ditepi pantai, persis seperti anak kecil. Minah yang melihat itu tertawa mengejek. Sebenarnya sudah sejak semalam ia tak sabar ingin mengejek Jiwon yang dianggapnya begitu lemah. Berbeda dari teman-temannya, Jiwon hanya mengenakan kaus tipis berukuran besar yang dipadukan dengan hot pants warna pink.

“Tidak apa jika kau sendirian?” tanya Irene.

“Bagaimana jika ikut saja dengan kami. Kau bisa menunggu di atas kapal.” Usul Sungjae.

Jiwon mengeleng. “Tidak usah. Aku pasti akan bosan nanti. Lebih baik disini, menikmati pemandangan sambil minum kelapa muda.” Kekeh Jiwon.

Geure, lebih baik Jiwon sunbae disini saja. Kalau dibawa takutnya malah muntah lagi.” Cibir Minah. Jiwon mendelik kesal ke arah gadis itu. Andai saja ia hanya ditinggalkan berdua dengan Minah, sudah dapat dipastikan keduanya tengah asyik adu jotos. Jiwon yakin dia pasti menang. Minah itu kan hanya besar mulut saja. Didorong sedikit pasti nangis.

“Kapalnya sudah menunggu.” Haneul dan Woo Bin menghampiri teman-temannya. “Ayo cepat.” Ujar Haneul lagi. Pria itu sudah berpakaian menyelam seperti teman-temannya. Hanya Haneul, tidak dengan Woo Bin. Pria itu malah berpakaian santai, celana kain selutut serta kaos tipis berwarna putih.

Melihat itu membuat Minah bingung. “Oppa, kemana baju menyelammu? Kita kan akan berangkat sekarang.”

“Kalian saja. Kali ini aku tidak menyelam. Aku disini saja menemani Jiwon.”

Jiwon langsung menoleh menatap calon tunangannya itu. Hatinya bergemuruh mendengar jawaban pria itu. Woo Bin rela mengorbankan kesenangannya semata-mata demi dirinya. Rasa bahagia tak luput dirasakan oleh gadis bertubuh mungil itu. Woo Bin menoleh ke arahnya sembari tersenyum hangat. “Selagi mereka menyelam, aku akan mengajakmu jalan-jalan disekitar pulau. Pemandangan disini sangat indah.”

“Ah, rupanya hot couple kita ini sudah memiliki agenda honeymoon sendiri, eo.” Goda Hyunshik sambil mengedipkan mata.

“Hati-hati jangan sampai kebablasan. Selalu gunakan pengaman.” Celoteh Amber asal yang langsung dihadiahi pitingan oleh Woo Bin. Gadis tomboy itu justru malah semakin semangat menggoda, yang mana sukses membuat wajah Jiwon bersemu merah. Terkadang candaan Amber memang jarang disensor. Lama tinggal di Amerika membuat gaya berbicara serta gaya bercandanya begitu frontal dan malah menjerumus ke arah yang ‘iya iya’.

Setelah puas menggoda Woo Bin dan Jiwon, baru kedelapan remaja itu pergi dengan menggunakan kapal kecil. Woo Bin dan Jiwon melambaikan tangan hingga kapal tersebut tak nampak lagi, kemudian keduanya beranjak pergi.

“Aku jadi merepotkan ya. Padahal sendirian pun aku tak keberatan.”

“Tapi aku yang keberatan.” Sahut Woo Bin sembari menggandeng tangan Jiwon. “Memangnya kau mau jadi objek godaan mereka?” tunjuk Woo Bin ke arah beberapa orang pria yang sedang berjemur di pinggiran pantai. Sejak tadi pria-pria itu tersenyum-senyum menatap Jiwon, tapi adis itu saja yang terlalu acuh hingga tak sadar. Begitu Jiwon menoleh ke arah yang dimaksud Woo Bin, tiga orang pria yang kepergok tengah menatap dirinya langsung buang muka dan pura-pura sibuk sendiri, sedangkan yang satunya justru malah semakin tersenyum menggoda.

“Hiiy, menyeramkan. Wajahnya mesum!” Pekik gadis itu seraya memeluk lengan Woo Bi, membuat pria itu tertawa renyah. “Untung kan aku memilih tetap disini. Ngomong-ngomong kau bisa naik sepeda?” tanya Woo Bin yang dijawab dengan anggukan oleh gadis itu. “Kalau begitu kita keliling pulau dengan sepeda saja. Otte?”

“Ide bagus. Dimana kita bisa menyewa sepedanya?”

Jeogi.”

Tak lama kedua sejoli itu tampak asyik mengelilingi pulau dengan mengayuh sepeda. Canda tawa mengisi kegiatan mereka. Pulau yang mereka jadikan tempat liburan memang hanya berupa pulau kecil yang bahkan bisa dikelilingi habis dengan berjalan kaki dalam waktu 3 jam. Tapi jangan salah, meskipun kecil, pulau yang bernama Geoje ini sangat indah pemandangan alamnya. Air lautnya begitu biru jernih, hingga kita dapat melihat jelas flora dan fauna di dalam laut. Kondisi lautnya sendiri cukup tenang, makanya olah raga menyelam menjadi pilihan favorit disini. Di sepanjang pantai terdapat beberapa café dengan desain unik yang menjual berbagai jenis hidangan laut.

Pulau ini masih belum terlalu terjamah oleh turis, sehingga tak banyak hotel atau penginapan yang dibangun disini. Rumah-rumah penduduk dengan desain sederhana dan tradisional masih mendominasi. Dan karena Geoje termasuk pulau yang sangat kecil, maka pemerintah melarang warganya untuk menggunakan kendaraan bermotor. Kereta kuda atau sepeda menjadi kendaraan utama disana. Maka dari itu, bisa kalian bayangkan betapa segar dan bersihnya udara disana?

Tak hanya keindahan pantai dan lautnya saja yang menjadi daya tarik, disana juga terdapat gunung kecil yang bisa didaki yang tak kalah indahnya. Jiwon baru pertama kali menginjakkan kaki di pulau kecil itu, dan sejak kemarin tak henti-hentinya decak kagum terdengar dari mulut gadis cantik itu.

“Pulau ini indah sekali. Bahkan lebih keren dari Nami do.” Ucap Jiwon seraya memarkir sepedanya di depan salah satu café outdoor yang langsung menghadap laut. Keduanya memilih untuk duduk disofa bantal besar berwarna merah-biru dengan sebuah meja kayu rendah berukuran sedang di depannya.

“Pulau ini masih kalah populer dibandingkan Jeju atau Nami do. Mungkin karena kurang sorotan dan promosi.” Ujar Woo Bin.

“Ah, kau ingin pesan apa?” tanya Woo Bin begitu seorang pelayan dengan baju pantai datang menyodorkan buku menu.

“Hmm… ada saran?”

“Ini enak.” Woo Bin menunjuk gambar sup ikan yang tampak lezat.

“Baiklah, aku pesan sup ikan ini, es kelapa muda dan puding buah.” Jiwon menyebutkan pesanan, diikuti oleh Woo Bin. Setelahnya mereka kembali berbincang-bincang mengenai hal apapun, bahkan yang tak penting sekalipun, seperti mengenai teman sekelas Jiwon yang pernah naksir dengan Woo Bin hingga model bikini apa yang sekarang sedang tren. Gilanya, Jiwon yang biasanya pemalu jika membahas soal seperti itu bahkan kini tak merasa risih sama sekali.

“Bulan madu nanti kau mau kemana?” tanya Woo Bin tiba-tiba, membuat Jiwon tersedak dan langsung buru-buru menenggak air mineral.

“Pertanyaan macam apa itu!”sungut Jiwon kala melihat Woo Bin tertawa geli akibat reaksi spontannya tadi. Gadis itu mengelap mulutnya dengan tissue, sebelum kembali menyuapkan sup ikannya.

“Hanya ingin tahu saja, jadi kan aku bisa mempersiapkan dari sekarang.”

“Dasar aneh! Bertunangan saja belum, malah sudah memikirkan bulan madu.”

“Menyiapkan itu sejak dini penting tahu.”

Jiwon mendelik kesal. “Ije geumanhe. Jangan coba-coba merusak mood-ku saat ini.”

Haha, arasso. Aku takkan membahasnya sekarang. Lihat wajahmu itu, persis seperti kepiting rebus. Merah sekali hahaha…”

 

 

*****

 

 

Lelah mengelilingi pulau, Jiwon dan Woo Bin memutuskan kembali ke vila setelah terlebih dahulu mengembalikan sepeda sewaan. Vila masih sepi, menandakan bahwa teman-teman yang lain belum pulang. Mungkin mereka masih bersenang-senang di laut. Sejak tadi Woo Bin gila-gilaan membujuk Jiwon agak gadis itu mau melanjutkan belajar renang, agar setidaknya satu kali saja sebelum mereka kembali ke Seoul, mereka bisa melakulan olahraga air bersama. Yah, minimal snorkeling. Woo Bin sangat ingin menunjukkan keindahan laut disini pada Jiwon.

Lagipula, aneh saja rasanya jika maniak pantai seperti Woo Bin tapi malah punya pasangan yang takut air.

“Ayolah Ji, aku akan menjadi guru yang baik. Setidaknya sebelum pulang kau harus merasakan air laut disini.”

Jiwon meletakkan gelas kosong di atas meja makan, lalu menatap Woo Bin datar. “Aku bahkan sudah merasakannya sejak hari pertama disini.” Ucap gadis itu, membuat Woo Bin berdecak. “Ck, maksudku bukan hanya sekedar mencelupkan kaki.”

Sirheo! Nanti aku tenggelam.” Tolak Jiwon.

“Ada aku yang menjagamu. Ayolah…”

SIRHEO.” Jiwon menekankan jawabannya, seakan-akan itu sudah jawaban mutlak yang tak bisa digugat. Woo Bin mendesah pelan. “Baiklah. Aku bisa bersama yang lainnya.”

Jiwon terdiam mendengar jawaban Woo Bin. Diperhatikannya pria yang tengah duduk disofa sembari menggonta-ganti channel tanpa minat.

‘Bersama yang lain? Maksudnya si hoobae kurang ajar itu, eo? Cih, takkan kubiarkan!’

Jiwon menghampiri Woo Bin, kemudian duduk di sebelah pria itu. “Geure, kapan kau bisa mengajarku? Tapi awas kalau aku sampai tenggelam. Ku pastikan hidupmu takkan tenang.” Ancam gadis cantik itu sambil memasang tampang sok sangar, yang sebenarnya justru tampak imut di mata Woo Bin.

 

 

*****

 

“Yak, jangan lepaskan aku!”

“Tenang… kau takut sekali ya aku jauh darimu.”

Plak!

Jitakan pelan mendarat di dahi Woo Bin, membuat tawa pria itu makin berderai. Jiwon menatap sengit pria yang tengah mengajarinya berenang itu. Kedua tangan gadis itu melingkar erat dileher Woo Bin, saking takutnya jika tiba-tiba sifat usil kembali muncul. Sekedar informasi, sudah berkali-kali Jiwon menjadi korban kejahilan Woo Bin. Entah pria itu yang tiba-tiba melepas rengkuhannya di tubuh Jiwon, atau dengan sengaja menuntun Jiwon hingga ke tengah kolam lalu pura-pura kram. Demi Tuhan, jika bukan karena saat ini ia mengantungkan hidupnya di tangan Woo Bin, maka tak segan-segan gadis itu akan menenggelamkan calon tunangannya ini.

“Yak Kim Woo Bin! Berani kau melakukan itu lagi maka—-“ belum sempat Jiwon menyelesaikan kalimatnya Woo Bin kembali melepaskan rengkuhannya. “Kyaaaaa! Kau menyebalkan sekali!” teriak Jiwon kesal.

“Ya Tuhan Ji, suaramu besar sekali. Telingaku sakit.”

“Biar! Kau pantas mendapatkannya.”

“Kau benar-benar ingin ku lepaskan ya, geure…”

Andwae!” Jiwon semakin mengeratkan rengkuhannya, membuat wajahnya hanya berjarak 3 cm dari wajah Woo Bin. Jiwon bahkan bisa merasakan hangat napas pria itu berhembus lembut di wajahnya. Mata Woo Bin menatap kedua manik mata Jiwon dalam. Pria itu tersenyum lembut, lalu berbisik pelan. “Aku ingin menciummu. Bolehkan?”

Wajah Jiwon merona. “Aku… aku pasti buruk dalam hal itu.” bisik gadis itu nyaris tak terdengar.

Then let’s prove it.” Bisik Woo Bin sebelum bibir tipis pria itu menyentuh bibir Jiwon dan melumatnya pelan.

 

 

-To Be Continued-

 

Kyaaaaa! Michigetta >.<“
Makin lama kayaknya makin gaje ya hahaha #tawamiris. FF ini ceritanya emang ringan banget. Aku ga berencana untuk bikin konflik yang ribet dan wah banget. Soalnya ini kan cerita cinta anak-anak SMA. Kalo terlalu berat malah ga cocok ama situasinya. Chapter ini full momen Jiwon-Woobin. Semoga pada seneng dan puas ya. Makasih untuk dukungannya selama ini. Smpe ketemu di chapter selanjutnya~ 😀

Iklan

Penulis:

Just a simple girl who loves music, food and blue sky

14 tanggapan untuk “So Many Coincidences (Part 5)

  1. akhirnya di post juga 🙂 lama amat thor posting nya 😀
    cerita nya makin seru kok thor…apalagi moment jiwon & woobin nya banyak,sweet lagi 🙂 bikin iri yg baca 😀 haha…
    minah belum nyerah eoh?seru tuh kalo jiwon & minah berantem 😀 haha…
    next part kasih liat kemesraan jiwon & woobin di depan minseok dong author…biar minseok rada2 nyesel gitu,hehehe…
    di tunggu next part nya,kalo bisa jgn lama2 😉

    1. Maaf ya lama, soalnya sempet ga ada ide ditambah sama tugas kampus yg banyak bgt. Tenang tenang.. ff ini bakalan bertabur moment sweet jiwon woobin kok hehe.. ditunggu aja ya next chapnya. Makasih udh baca ^^

      1. oh,gk apa2 kok thor… 🙂 yg penting di lanjut 😀 hehe…
        ok aku tunggu next chap nya,selalu setia kok sama ff ini 😉 he

    1. Haha, aku jg jatuh cinta ama woobin di chap ini. The best lah wkwkwk.. makasih udh baca. Chap selanjutnya bakal agak lama. Sabar menunggu ya. Makasih ^^

  2. Ceritanya seru thor..
    Entah kenapa seneng banget sama couple ini… Mereka sweet banget. Ahhh jadi gk sabar nunggu moment” sweet mereka selanjutnya
    Fighting thor.. di tunggu chapter selanjutnya ya.

  3. Dear all of my readers,
    aku punya kabar buruk 😦 aku ga bisa log in ke akun ini lagi lantaran aku ga nerima SMS verification code dari wordpress. aku udh ga tau lg harus gimana. Ini udah berlangsung selama 4 hari 😦 Sumpah, ini suck bgt! aku memulai akun ini udh dari 6 tahun lalu, dan tiba2 kehilangan akses gitu aja. pas minta bantuan dari team wordpress, mereka cuma kasi form pengaduan yg ga guna bgt!!! Skrg aku cuma berharap kalo ini ga permanent dan segera mungkin aku bisa akses akun ini lg. Jd untuk jaga2 aku bakalan posting ff di akun wattpad aja.

    https://www.wattpad.com/user/Kyula88

    Feel free to visit krn kalo akun WP ini ttp ga bisa diakses, aku bakalan posting lanjutan ff di wattpad aja. Mohon doanya supaya akun ku bs balik 😥

  4. Wahh part yg ini full moment jiwoon woobin ,mereka so sweet bgt yaa lama2. Udh pastilah mereka bakal jatuh hati satu sm lain. Cocokkkk pokoknya, kkk~
    Kasihan juga sih sm minah ,tp dia msh nyebelin. Endingnya minah sm haneul aja dehh thor,hehe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s